skip to main | skip to sidebar

About me

Unknown
View my complete profile

Subscribe To

Posts
    Atom
Posts
All Comments
    Atom
All Comments

Archivo del blog

  • ► 2016 (5)
    • ► November (1)
    • ► October (2)
    • ► May (2)
  • ► 2015 (5)
    • ► October (2)
    • ► September (1)
    • ► July (1)
    • ► June (1)
  • ► 2014 (10)
    • ► November (1)
    • ► October (2)
    • ► June (1)
    • ► May (1)
    • ► April (2)
    • ► February (2)
    • ► January (1)
  • ▼ 2013 (23)
    • ▼ December (1)
      • Jejak langkah ku
    • ► November (2)
      • Tuhan, Ampuni rasa ini
      • Dalam kesunyian malam
    • ► October (3)
      • lagi dan lagi
      • Saat penyesalan berbalut Rindu
      • positif dan negatif
    • ► September (4)
      • surat kecil untuknya
      • kenangan
      • ketika pangeran menemukan putrinya
      • kisah terakhir "Tentang Dia"
    • ► August (3)
      • Rindu Rembulan
      • lagi-lagi tentang Dia
      • menjadi "DORA" semalam
    • ► July (10)
      • Mengapa
      • Kenangan dan Kerinduan
      • Kado indah dari ALLAH
      • Kau dan Marah mu
      • berlayar
      • Ada apa?
      • Kau dan Cuek mu
      • tentang SMA dan Dia
      • Ramadhan mba Toyib?
      • sederhana dan semoga bermakna

Followers

Pages

  • Home
  • Facebook

Sample text

About Us

Powered by Blogger.

Jejak langkah ku

5:34 PM - Posted by Unknown - 0 comments

Tak ada yang tahu apa yang akan terjadi dimasa depan. Saya hanyalah seorang anak biasa dari keluarga biasa. 20 tahun yang lalu saya terlahir di Baluwu, sebuah nama yang diberikan untuk desa yang terletak di kelurahan Melai, Baubau Sulawesi Tenggara.

Hanyalah seorang anak kampung, yang begitu senang ketika ada turis mancanegara datang berkunjung. Kota ku adalah kota yang indah,jadi tidak heran ada turis datang berkunjung. Saya hanyalah seorang anak kampung, negara mereka pun saya tak tahu. Karena tv pun saya tak punya. Begitu bangganya meniru bahasa mereka, aksen mereka yang mungkin jika saat itu direkam lalu diputar ulang mngkin  terlihat seperti orang yang ***** (sensor).

Sejalan dengan berjalannya waktu, bertambah pula nama-nama tempat yang saya ketahui. Dunia ini luas.  Petualangan telah dimulai sejak sekolah dasar. Kendari, Ujung pandang (sekarang Makassar) adalah tempat yang mnjadi awal pelayaran saya. Bagi orang mungkin adalah hal biasa. Namun bagi saya seorang anak kampung merupakan hal luar biasa dapat melangkahkan kaki sejauh itu.

Uang mungkin salah satu yang menjadi pertimbangan. Walaupun tergolong keluarga yang bercukupan, namun kembali lagi  bahwa saya tidak terlahir menjadi anak tunggal, masih ada adik-adik saya.

Saya suka berpetualangan, namun bukan menjadi alasan untuk hanya diam ditempat. Saya suka keluar, menyibukkan diri dengan segala aktifitas yang saya bisa lakoni. Ketika ada tawaran yang memberikan kesempatan untuk lebih jauh lagi melangkah, kenapa tidak saya coba. Hinggah akhirnya saya bisa memperpanjang langkah saya hinggah ke daratan paling barat Indonesia, tempat yang sering disebut dalam lagu kebangsaan Nasional. "Dari Sabang sampai Merauke". Alhamdulillah Sabang, Null Km  yg menjadi titik awal perhitungan luas Indonesia, telah tercatat dalam catatan sejarah ku.

***
Bersambung



Tuhan, Ampuni rasa ini

5:03 AM - Posted by Unknown - 0 comments

Tuhan,
Engkau jelas mengetahui rasa ini
bahkan
lebih tahu dari akal sehat ku sendri

Tuhan,
rasa ini begitu sulit kujabarkan
dan terkadang hanya diam
sebagai pengungkapan ku

Tuhan ku
ampuni rasa ini
kutahu jelas bahwa ini bukan merupakan ajaran mu
kutahu bahwa akan ada waktunya
namun hamba hanya manusia biasa
yang tidak setangguh para utusan mu dalam menahan nafsu.
Tuhan,
ampuni gejolak rasa ini,
terlalu banyak godaan hingga terkadang hamba lupa, hamba hilaf akan keingin hamba,.
ampuni ya Allah.,



Dalam kesunyian malam

5:39 AM - Posted by Unknown - 2 comments
    Malam ini bukan merupakan kali pertama aku seperti ini, menangis dalam ketidaktahuan ku. Bukan menangis karena penyesalan yang berlebih, bukan menangis karena sebuah kekesalan. Air mata yang mengalir, mengalir tanpa ijin dariku. Dan jika bukan karena bantal yang telah basah, tangis itu tak akan pernah kutahan mengalir. Sudah beberapa hari air mata ku tak ingin keluar. Namun entah mengapa, hanya karena photo yang sengaja ku buka dari album sosial media air mata yg kutunggu untuk membasahi kedua bola mata ku tiba-tiba keluar.

    Entah ada perjanjian apa antara otak dan organ-organ tubuh ku. Rekaman kenangan terputar ulang, dan air mata tanpa aba-aba dengan dengan tenangnya mengalir. 
Dalam dinginnya malam, Tuhan mengetuk pintu hatiku, meminta ku untuk curhat lebih dekat. Kurasakan sentuhan itu, jaringan Wifi yang tersambung dengan handphone ku tiba-tiba failed, dan karena itu foto yang kupandangi sedari tadi hingga bantal merah jambu ku basah   pun tertutup.

   Langkah kaki ku serasa ringan. Dalam dinginnya malam, suhu dingin menuntunku untuk membasuh beberapa bagian tubuh ku. Begitu nikmat, tenang, dan nyamannya. Percakapan yang hanya aku dan pemilik segalanya ini yang tahu. Tangis ku menyertai segala ucapan yang kulontarkan. Meskipun kutahu Dia telah tahu tanpa ku beritahu.  Kubiarkan air mata ini mengalir dengan deras. Air mata yang kuharap bisa mengurangi sesak didada.  Entah berapa lama aku curhat kepada sang Penguasa hati dan perasaan.


     Namun sebelum tangan ini ku arahkan ke wajah lalu kedada dan kuaminkan, kuucapkan satu permintaan
"Tuhanku yang maha pengasih lagi maha penyayang, yang menguasai hati kami, yang menumbuhkan rasa simpati kepada lawan jenis kami, yang menggariskan ketetapan baik untuk kami, hamba lelah dengan perasaan ini. Hamba yakin Engkau telah menggariskan ketetapan baik untuk hamba. Hamba yakin Engkau telah memilihkan jodoh yang baik untuk hamba. Hinggah waktu indah itu tiba, hingga saya dipertemukan dengan lelaki yang engkau telah pilih dan tetapkan untuku, hamba mohon, hapuslah rasa ini dari hamba, dan tumbuhkanlah ketika hamba bertemu dengan pilihan yang Engkau pilihkan untuk hamba agar hamba tahu, dialah lelaki yang engkau pilihkan untuk hamba, amiinnn "




** 
Dan masih berbalut sarung tanpa kerudung, aku bisa merasakan tidur yg begitu damai

Korea        
16 November 2013


lagi dan lagi

6:20 AM - Posted by Unknown - 0 comments

lagi. lagi dan lagi
pikiran ini melayang entah kemana
bibir ini tertutup rapat
sepertinya enggan untuk berbagi
yaialah
aku saja tak tahu apa yang ingin kubagi

lagi lagi dan lagi
air mata menjadi penanda kegalauan hati ini
bersembunyi dibalik selimut
dengan nuansa gelap yg menemani
oh
begitu derasnya air mata
membuat lintas indah diatas pipi

lagi lagi dan lagi
aku tak bisa menebak rasa ini

**
saat rasa tak bisa ditebak
dan hanya diri dikesunyian malam.
berharap pangeran kodok muncul,. namun tak pernah muncul.
kerisaun semakin risau., hinggah tetes air mata semakin deras mengalir

Korea, 30 Oktober 2013



Saat penyesalan berbalut Rindu

9:59 AM - Posted by Unknown - 0 comments
Setiap orang pasti punya sosok yang sangat dekat dalam keluarga. Mungkin itu Ibu, Ayah, kakak, adik, paman, bibi, paman, tante, om, nenek, kakek. Dan saya yakin semua pasti mempunyai. Seperti halnya saya. saya sangat dekat dengan nenek saya. Namun, hinggah sekarang perasaan bersalah dan menyesal selalu mengerubuti hati dan pikiran saya. Saya ingin berbagi kepada teman-teman, agar kejadian yang sama tidak terjadi pada teman-teman. 


positif dan negatif

3:51 AM - Posted by Unknown - 0 comments
Untuk kau
Maaf
Selalu memandang mu dari sudut negatif hatiku
Menilaimu dari sisi buruk mu
Dan tak pernah ingin tahu
Bagaimana  sisi mu yang lainnya

Untuk mu
Baru kutersadar
Seberapapun rasa yang selalu diungakap
Bagaimana pun tingkah yang ku perbuat
Tapi
Kau selalu menghampiri
Bertingkah seakan
Kemaren tak pernah ada

Untuk mu
Maaf atas rasa ini
Maaf atas sikap ini,
Potif dan negatif


**
Pandanglah dari sisi positf
Negatif tentu ada tapi bukan alasan memberikan sesuatu dengan nilai negatif selamanya


surat kecil untuknya

9:08 AM - Posted by Unknown - 0 comments
dear
lelaki masa depan ku
aku yakin
kau pasti ada
aku yakin
kita akan bertemu
sebelum nantinya
Tuhan memanggilku
aku yakin
kau orang baik
dan aku yakin
kau orang yg terbaik yang Tuhan ciptakan untukku
dear
lelaki masa depan ku
aku tak tahu siapa kau
aku tak tahu di mana kau sekarang
aku tak tahu sedang apa kau sekarang
aku tak tahu sedang dengan siapa kau sekarang
aku tak tahu apa yg kau sukai
dan aku tak tahu segalanya tentang mu
karena misteri masih menyelimutimu
dear
lelaki masa depan ku
siapa pun kau
dimana pun kau sekarang
dengan siapa pun kau sekarang
apapun yang sedang kau tekuni sekarang
itu hanya skenario kecil yg Tuhan buat
karena ku tahu
kau adalah orang terbaik yang Tuhan ciptakan untuk ku
dear
lelaki masa depan ku
jika engkau masih menuntut ilmu
tetaplah semangat
jika engkau sedang bekerja
bersungguh-sungguhlah
jika engkau sedang bermain-main
bermainlah
dan jika kau tersesat, teruslah berjalan
dear
lelaki masa depan ku
aku tak mengenal mu
tak mngetahui tentang mu
namun dalam setiap sujud ku
dalam setiap doa yg yg kupanjatkan
selalu terselip doa untuk mu
***
dini hari,
merenung ingin mempunyai pendamping
tapi umur adalah misteri


kenangan

8:43 AM - Posted by Unknown - 0 comments
kerajaan ku mulai runtuh
dermaga ku telah sunyi
kapal mereka telah berlayar
jauh, . dan jauh
dan mungkin
tak akan ada lagi yg akan berlabuh
kejayaan akan berakhir
menyisakan sejarah yg terkenang masa
catatan, patung
akan menjadi bukti kuat sejarah
bukti bahwa kejayaan itu pernah ada
atau
Tuhan punya rencana lain
semua hilang
musnah karena bencana
hanya cerita mulut
yang mngalir dari masa ke masa
hinggah terkikis oleh waktu
lalu hilang termakan oleh zaman
****
Korea, dini hari,.
ktika melihat gambar mereka
kenangan kembali terputar,.


ketika pangeran menemukan putrinya

12:51 AM - Posted by Unknown - 0 comments
ketika pangeran yang dinanti
telah menemukan putrinya
ketika harapan dan impian
telah sirna dengan perlahan
impian yang tinggal sebatas mimpi

ketika pangeran yang dinanti
telah menemukan putrinya
entah merupakan angin sejuk
atau angin mendung
entah angin apa yang menghampiri

ketika pangeran yang dinanti
telah menemukan putrinya
garis tangan telah ditetapkan
ketetapannya untuk menjadi seorang putri

ketika pangeran yang dinanti
telah menemukan putrinya
mimpi indah telah tertiup angin
sudah saatnya terbangun
terbangun dari mimpi yang panjang
garis tangan telah digariskan


ketika pangeran yang dinanti
telah menemukan putrinya
.
.
.
.
.



****
saat kenyataan itu telah jelas terlihat
mimpi indah menjadi buruk dan  menyakitkan


kisah terakhir "Tentang Dia"

8:26 AM - Posted by Unknown - 0 comments
kasih...
kau beri udara untuk nafasku
kau beri warna bagi kelabu jiwa ku
tak kala butiran hujan
mengusik impian semu
kau hadir disini dibatas kerinduan ku

"September ceria" menjadi lagu penyambutan minggu pertama saya dibulan September ini. Saya menyukai lagu tembang kenangan. Kata-katanya begitu indah, begitu tersirat maknanya. Dengan kata-kata romantic yang dibuat dengan begitu apik. Dan lagu ini menjadi lagu favorit saya.


Rindu Rembulan

1:25 PM - Posted by Unknown - 0 comments
“Kenapa malam ini panas sekali, padahal baru beberapa saat yang lalu aku menyiram tubuh ku”, keluh ku sambil terus mengetik kata demi kata. Tugas kali ini seakan membuat kami membuat sebuah cerita. Menyusun kata demi kata untuk merangkai sebuah kalimat yang nantinya bisa menjadi sebuah referensi. “kenapa harus sekarang sih?” sekali lagi keluhku terlontar. Tugas inilah yang membuat seluruh mahasiswa angkatanku merasa sedikit jengkel. Disaat fakultas lain sudah mulai berlibur, kami malah berkutat dengan praktek dan laporan. Ditambah lagi deadline yang begitu mencekik.

“arghh, error lagi?”. Praktek kali ini adalah bahasa pemograman. Dosennya begitu rajin , setidaknya hanya butuh satu tangan untuk menghitung kehadirannya, sementara praktek kami berhadapan dengan para asdos (asisten dosen) yang disiplinnya,, ampun daahh.

Aku berebah sejenak. Ku penjamkan mata ku, merehatkan sejenak mata yang sedari tadi bertatapan romantic dengan laptop. Tak kusadari, rembulan sedari tadi mengintip ku dari balik gorden.
“terang bulan”. Beranjak ku tegakkan badan ku, sungguh cantik. Semakin lama semakin bergerak. Pandangan ku tertutupi oleh bangunan tinggi ibukota. Ku melangkah keluar kamar menuju lantai balkon atas, berharap tak ada lagi bangun tinggi yang menghalanggi pandangan ku.

Tentu sajaa ku dapat melihat rembulan seluas mata memandang, melihat kerlap-kerlip lampu kota. Kota yang begitu sibuk, bahkan saat malam, saat seharusnya beristirahat, justru semakin ramai yang berlalu lalang. Kupandang ke atas. Langit yang cerah ditemani oleh bintang. Dan tentunya, rembulan. Angin bertiup dengan lembut, membangkitkan sedikit bulu kuduk ku.Sungguh  Malam yang tenang.

Semakin lama, mata ku terasa panas, hinggah tangan ku seperti terkena rintik air.
**
“petikan gitarmu begitu indah, hinggah sekarang masih terngiang ditelingaku. Mungkin kah malam ini kita seperti beberapa tahun yang lalu. Bersama-sama menatap rembulan dibelahan bumi yang berbeda. kita bernyanyi dengan bersama dengan alunan gitar sebagai pengiringnya.

Kau begitu sempurna
Di mataku kau begitu indah
Kau membuat diriku akan slalu memujimu”

Akh, kenangan itu silih berganti seperti  pemutaran video. Suara kendaran seperti menjadi latar music yg romantic. Tidak sepantasnya aku bersikap seperti itu. tak sepantasnya aku menuntut banyak seperti itu. malam ini, kenangan itu hadir kembali. Tangis ku pecah dipangkuan malam


Argh, tak sepantasnya aku menagis seperti ini, saat rembulan tersenyum manis padaku





lagi-lagi tentang Dia

1:45 AM - Posted by Unknown - 0 comments
Rintik hujan mengiringi perjalan ku siang ini. Akhir-akhir ini awan mendung sedang bertamu di Korea. "ah, langit seakan tau tentang isi hti ku" batin ku,.

Memang akhir-akhir ini perasaan ku tidak menentu. Namun selalu teredam karena padatnya kegiatan.
Duduk disamping jendela memberikan ruang pandang yang cukup luas untuk memandang keluar. Namun pandangan itu hanya kosong,. Pikiran ku hilir mudik bak mobil-mobil yg hilir mudik di jalan raya, yg entah kemana tujuannya,.

"명지 촌문대학"  (Myongji chonmundehak / Myongji College ) tiba-tiba lamunan ku buyar karena terdengar pemberitahuan pemberhetian bus. Segera ku tekan tombol tanda berhenti. Hujan semakin deras, memaksa ku untuk mempercepat langkah kaki mnuju 기숙사 (Gisuksa / dorm) , namun karena tenaga yg sudah terkuras habis dikampus, kubiarkan tubuh ini menikmati rahmat Tuhan ini.



menjadi "DORA" semalam

11:46 PM - Posted by Unknown - 0 comments
Huaamm,,
Selamat pagi dunia. Upss sebenarnya gk lagi pagi denk. Mentari udah terlalu lama berjalan menuju puncak. Jadi saya ganti ya. SELAMAT SIANG.
Petama-tama marilah kita panjatkan puji dan syukur kepada ALLAH SWT, karena atas kemaha kuasaan_Nya napas ini masih berhembus, tidur masih terbangung, jiwa dan raga masih kompak menjalani aktifitas, dan segala kebaikan yang terjadi hingga detik ini.

Tak lupa salawat dan salam kita hanturkan kepada junjungan besar nabi MUHAMMAD SAW, yang telah mengantarkan kita dari jaman yang gelap, kejaman yang terang benderang, jaman kemenangan seperti sekarang ini.



Mengapa

12:09 AM - Posted by Unknown - 0 comments
 



Dan lagi-lagi tentang kau
Kau dengan cerita berbeda
kau dengan puisi-puisi indah mu
kau dengan segala tingkah mu
mengapa
mengapa mesti  “KAU”
dan mengapa mesti “AKU”
mengapa harus ada tetes air mata
mengapa
mengapa harus seperti ini
mengapa  selalu ada jarak

meski hanya untuk melihat 
senyum palsu itu




**
sore mendung
Korea,
Minggu, 28 Juli 2013


Kenangan dan Kerinduan

10:42 PM - Posted by Unknown - 0 comments
Sedikit cerita mungkin lebih tepatnya adalah curahatan hati. Wah curhat ya.? Pasti pada berpikir mau curhat tentang asmara, atau tentang pacar yang menghilang, atau mungkin karena sudah putus. SALAH.
Kali ini saya mau curhat tentang “KERINDUAN SEORANG KAKAK”. Yang baca jangan nangis ya. Hehehe. Gk kok gk sesedih itu.

Saya mulai dari beberapa abad yang lalu.waduh lama amat.begini  ceritanya


 Dulu mungkin saya dianggap sebagai monster bagi adik-adik saya. Nah loh, kok bisa. Bisa aja kalau kakak yang kerjaannya hanya marah-marah, suruh ini suruh itu, bertingkah seperti penguasa. Gk nyangkah kalau saya setegah itu. eits, jangan berpikiran kalu saya seperti tokoh bawang merah ya. Tidak sejahat itu kok. Mungkin pengaruh karena belum tahu bagaimana menjadi seorang kakak itu. nah ini bisa menjadi pelajaran buat  juga yang nantinya akan berkeluarga, dan memiliki anak lebih dari satu, apalagi dengan jarak yang tidak begitu jauh (hehehe, sok menasihati).  alangkah indahnya jika telah dijelaskan sejak awal bagaimana peran menjadi seorang kakak nantinya. Kan kasihan tiba-tiba ada boneka hidup  disamping ibu. Wah kapan belinya?  Jadi teringat waktu saya memiliki adik pertama. Kan tahulah bagaimana penasarannya seorang anak kecil, dan selalu ingin mendapatkan penjelasan dengan segera. Bertanya –tanya tanpa henti. Nah, saya kan heran twu. Boneka darimana ni, cakep (puji adik sendiri,,hhehehe). Mungkin karena saya banyak tanya, ya sudah dijawablah “beli di TOSERBA (Toko Serba Ada)”. Ya udah saya terima aja. Nah, tiba-tiba ada kebakaran hebat dan ternyata itu adalah TOSERBA tempat dimana adik saya dibeli. Dan terpikirlah oleh saya, “kasihan ade-adenya terbakar semua” sambil menyapu dada.. hahahah lucu sekali, begitu lugu dan polosnya.

Nah, proses pengenalan kakak bisa dimulai dari sini nhi, bahkan jika perlu masih didalam kandungan. Dijelaskan aja bagaimana bayi itu bisa terlahir. Tapi tentu dan pastinya dengan kata-kata anak kecil yang mudah dimengerti. Kok jadi ceramah (hihhihhi)

Namun, sifat yang saya ceritakan diatas semakin berkurang(menurut saya sih) setelah adik saya yang ke-3 lahir. Dan pada saat itulah proses pembentukan karakter saya dibentuk (serius amat). Memiliki ibu yang kerja dikantoran pasti ada suka dukanya. Terlahir menjadi anak pertama dari empat bersaudara merupakan anugerah terindah (cie puitis amat). Saya memiliki adik ketiga diusia 12 tahun (SMP kelas  1). Dan sinilah awal saya merasakan bagaimana suka dan dukanya menjadi seorang kaka dengan adik yang masih bayi. Bisa merasakan bagaimana repotnya menjadi ibu. Mama sudah masuk kerja minggu kedua pasca melahirkan. Begitu sibuknya, walaupun sebenarnya masih dalam masa cuti. Sedikit bisa membantu karena, jadwal sekolah  siang jadi bisa menjadi pengasuh dipagi hari. Suka duka pasti ada.

 mungkin saya mulai dari duka. 
Usia 12 tahun adalah usia yang memang masih pengen main, kumpul bareng teman-teman. saya masih dapatkan itu kok, kumpul bareng teman, tapi ada bedanya. Saya harus menyertakan dengan adik saya. Sampai-sampai teman saya mengatakan “dita, udah kayak ibu-ibu aja kemana-mana bawa anak”. bagaimana tidak, masih kumpul harus terpaksa pulang karena adik udah rewel, ngantuk, lapar, pipis, atau ‘ee’. Sebenarnya ada nenek sih yang nungguin adik. Tapi bagaimana lagi, tidak mungkin tegah melihat nenek harus berjalan keluar mencari angin ditengah siang yang panas karna adik nangis kegerahan.  atau adik yang pengen digendong keliling kampung. Pasti gk tegalah. Namun, saya bersyukur merasakan hal yang seperti ini. Merasakan bagaimana peran seorang ibu. Ketika ibu sedang makan, terpaksa harus ditinggalkan karena anaknya pipis atau mungkin sedang buang air besar.  Harus menunda tidur karena sianak rewel. Dengan menahan rasa lelahnya harus menggendong. Ibu yang tak pernah lelah siang dan malam. Bahkan tidak tdur semalaman karena sianak sakit. Saya hanya merasakan sedikit dari peran ibu, itupun sudah dengan rasa sebal. Sedangkan mereka, tak pernah lelah. Sungguh berdosa jiwa kecil ini yang selalu membantah, entah kesalahan apalagi yang telah dibuat. . (sedih)

Lanjut yaa

Namun ada duka pasti ada sukakan. Dan hal yang paling saya tunggu-tunggu adalah saat saya ikut mama keposyandu. Aduh itu bahagia sekali. Udah kayak mama-mama yang bawa anaknya keposyandu, melihat adik ditimbang, diberi imunisasi. Bahagia banget bisa liat ibu-bu yang lain dengan bayinya. Melihat perkembangan adik merupakan kebahagian tersendri. Apalagi ibu ya. Yang udah menganndung dan melahirkan. Kenangan yang indah sekali. . bersyukur diberi kesempatan itu, kesempatan merasakan sedikit peran seorang ibu. Walaupun hanya sedikit dan sebentar. Terima kasih kepercayaannya ma, pa, nenek. Walaupun kadang dimarahi karena kelalaian sampe adik terjatuh dari sepeda. (sadis)

Sekarang adik ku udah besar.

Ricky Rahmat syafaat (17 tahun) adik pertama.


 Masih teringat waktu umurku sekitar 3 tahun dan dia berumur satu tahun. Kita sedang bermain-main dengan alat tulis. Saat aku mulai menggambar tokoh-tokoh imajinasi. Dengan percaya diri kutanyakan apa yang dia inginkan lalu kugambar dengan lincah. Namun tertawa sendiri ketika melihat buku itu kembali dengan coretan-coretan panjang entah berbentuk apa yang sangat berbeda jauh tokoh cerita yang diminta adik.







Yunita Rahma yanti (15 tahun) adik kedua.

Teringat saat kabur dari adik dalam keadaan menangis. Kabur karena tidak ingin dia mengikutiku berjalan-jalan. Gengsi ku masih besar saat itu, hingga ego ku masih mengalahkan tangisan kerasa seorang anak kecil.







Meysi Rahmi Yanti(8 tahun) adik ketiga
. Adik yang memberikan ku pengalaman menjadi seorang ibu. Walaupun hanya sementara. Teringat saat seorang lelaki yang menyukaiku karena melihat ku saat sedang mengendong seorang anak. Walaupun tak pernah bertemu dengan orang itu, terima kasih sudah mengisi buku catatan perjalan hidupku.




**
Terimah kasih untuk setiap foto bahagianya, terima kasih foto ultahnya. Terima kasih cerita-ceritanya yang membuat saya selalu tertawa sendiri. Terima kasih untuk setiap kabar gembira yang kalian kabarkan padaku. Terima kasih untuk  supportnya.Terima kasih.

Aku bahagia menjadi seorang kakak untuk kalian. Aku menyukai peran ini dan aku bersyukur mendapat peran ini. Aku rindu pada kalian. jarak memang begitu jauh, tapi bukan berarti menjadi jauh karena jarak.  Dan mungkin memang harus ada jarak, untuk menciptkan kerinduan dan rasa sayang yang lebih.

“Pesan dari saya. Umur tidak ada yang tahu. Selagi masih ada kesempatan yuk kita buat mama papa bahagia, kita ukir senyum indah dibibir mama papa. “

I MISS U SO MUCH.





















**
Catatan pagi menjelang siang, dengan kerinduan besar pada mereka . .
Korea
Minggu, 28 juli 2013


Kado indah dari ALLAH

2:40 AM - Posted by Unknown - 0 comments
2.40 am, aku terbangun. Entah mimpi apa yang mengganggu.  Akhir – akhir ini terlalu banyak yang terpikirkan.  Tugas terakhir perkuliahan sebelum UAS, kejar deadline organisasi, bimbingan bahasa, belum lagi urusan dapur di kos. tinggal berenam dalam suatu rumah memang berat. Perbedaan karakter  memberikan dinamika dalam suatu perjalan hidup. Menjadi seorang kakak memang berat dan di kos ini peran tersebut begitu kurasakan. Sifat manja, kekanak-kanakkan, cuek, penyendiri  memberikan ku sedikit  pembelajaran. Ya , pembelajaran bagaimana menghadapi mereka. Terlahir menjadi anak pertama dari empat bersaudara  membuat ku perpikir dewasa. Berusaha menjadi panutan adik-adik, dan ingin menjadi yang terbaik untuk keluarga.  Hidup menjadi keluarga kecil ditengah-tengah keluarga besar  tidak begitu menyenangkan. Namun itulah cambuk buat ku, cambuk agar aku tersadar.  Aku tahu dan sadar, mereka lebih hebat namun akan ku buktikan bahwa aku juga bisa menjadi hebat, hebat dengan catatan prestasi.


**



Kau dan Marah mu

3:05 PM - Posted by Unknown - 0 comments
Marah
Aku tahu kau sedang marah padaku
Sebal
Aku juga tahu kau sebal padaku
Tapi
Sungguh diri ku seperti  itukah



berlayar

12:06 AM - Posted by Unknown - 0 comments
Entah apa namanya, saat rasa ini berkecambuk dijiwa. Terkadang saya bingung, ada apa dengan saya? Apa yang terjadi? Apa yang ingin saya lakukan? Kemana saya ingin pergi? Entah mengapa rasa itu sulit untuk dijabarkan satu persatu. Terkadang tiba-tiba terdiam dan terkadang banyak kata yang terucap entah apa yang telah saya utarakan.

Dan hal yang sangat menyebalkan. Saat rasa ini sulit dijabarkan  justru orang-orang yang saya inginkan hadir untuk menenangkan justru menghilang tak ada kabar. Atau tiba-tiba mereka hadir dengan berbagai perhatian palsu mereka.




Ada apa?

11:28 PM - Posted by Unknown - 0 comments

Entah apa yang harus ku lakukan
Ku tahu ini akan membuat mu kesal
Tapi
Aku
Ingin memulai
Memulai untuk  berdamai
Berdamai dengan hati ini
Kenapa kau jadi seperti ini
Aneh buat ku
Aku tak butuh perhatian palsu itu
Aku tak butuh waktu terpaksa itu
Aku hanya ingin
Kau kembali seperti dulu
Dengan sifat mu yang seperti dulu
Karena itulah
Alasan mengapa aku menyukai mu




Kau dan Cuek mu

1:06 PM - Posted by Unknown - 0 comments

Mengenal mu adalah takdir
Tapi menerima kecuekan mu adalah pilihan
Tapi entah mengapa
Justru itu yang kusukai
Pria cuek
Tapi. ,



tentang SMA dan Dia

7:16 AM - Posted by Unknown - 0 comments
Semua orang pasti punya cerita cinta monyet, cinta waktu SMP, cinta SMA atau cinta-cinta yang lain. Dan ini ada sebuah cerita cinta waktu SMA.

**

Setelah lulus SMP  saya dibuat bingung akan melanjutkan kemana. Tanya ke mama masuk SMA 1 aja, tanya sepupu SMA 1 aja, sedikit berlainan dengan pilihan saya masuk ke SMA 2. Karena bingung saya tanya ke papa. Sedikit kesal dengan jawaban papa “tidak usah lanjut saja, pilih sekolah saja susah, pilih dimana saja”. hihihihi.. walaupun dengan nada bercanda tapi sedikit kesal. Dan akhirnya saya memutuskan untuk memilih.. “bismillah SMA 2”.



Ramadhan mba Toyib?

2:52 AM - Posted by Unknown - 2 comments
 Akhir bulan Juni beberapa fakultas  sudah mulai libur. Status-status baik di facebok, twitter dan yang lainnya sudah memuat tentang “PULKAM” alias pulang kampung. Sedikit merasa sedih. Tahun ini mungkin lagu “bang Toyib” terasa cocok sebagai lagu pengiring.  

“3x puasa 3x lebaran, abang tak pulang-pulang
Rindu ingin bertemu.”




sederhana dan semoga bermakna

1:39 AM - Posted by Unknown - 0 comments

Minggu, 7 juli 2013 pukul 01.00 pm kami bersiap untuk menjumpai teman, seperti biasa penyakit yang sudah menetap yang sulit untuk berubah, waktu janjian yang semula jam 01.00 pm berubah menjadi 1.30 pm.


Newer Posts Home

Archivo del blog

  • ► 2016 (5)
    • ► November (1)
    • ► October (2)
    • ► May (2)
  • ► 2015 (5)
    • ► October (2)
    • ► September (1)
    • ► July (1)
    • ► June (1)
  • ► 2014 (10)
    • ► November (1)
    • ► October (2)
    • ► June (1)
    • ► May (1)
    • ► April (2)
    • ► February (2)
    • ► January (1)
  • ▼ 2013 (23)
    • ▼ December (1)
      • Jejak langkah ku
    • ► November (2)
      • Tuhan, Ampuni rasa ini
      • Dalam kesunyian malam
    • ► October (3)
      • lagi dan lagi
      • Saat penyesalan berbalut Rindu
      • positif dan negatif
    • ► September (4)
      • surat kecil untuknya
      • kenangan
      • ketika pangeran menemukan putrinya
      • kisah terakhir "Tentang Dia"
    • ► August (3)
      • Rindu Rembulan
      • lagi-lagi tentang Dia
      • menjadi "DORA" semalam
    • ► July (10)
      • Mengapa
      • Kenangan dan Kerinduan
      • Kado indah dari ALLAH
      • Kau dan Marah mu
      • berlayar
      • Ada apa?
      • Kau dan Cuek mu
      • tentang SMA dan Dia
      • Ramadhan mba Toyib?
      • sederhana dan semoga bermakna

Popular Posts

  • Kagum atau Jatuh Cinta?
    Senior dan junior terkadang menjadi sebuah pembeda dan pembatas untuk saling beinteraksi. Tapi kisah kali ini sedikit beda. Dia bukan seper...
  • Jejak langkah ku
    Tak ada yang tahu apa yang akan terjadi dimasa depan. Saya hanyalah seorang anak biasa dari keluarga biasa. 20 tahun yang lalu saya terlahir...
  • kenangan
    kerajaan ku mulai runtuh dermaga ku telah sunyi kapal mereka telah berlayar jauh, . dan jauh dan mungkin tak akan ada lagi yg akan ber...
  • Mawar Merah
    Tidur yang nyenyak. Bahkan sangat nyenyak. Kurentakkan tangan sepanjang-panjangnya sambil menghirup udara pagi yang masih begitu segar. Tib...
  • Senior dan Junior dalam sebuah Kisah
    Alhamdulillah, setelah empat tahun dengan status menjadi seorang mahasiswa, akhirnya tinggal menghitung hari saya akan kembali ketempat dim...
  • Hei Kau
    Hei kau,, Siapa aku bagimu Adakah arti lain bagi mu, Atau aku yang terlalu cepat membuat kesimpulan Hei kau,, Terkadang aku mer...
  • Aku
    ketika rasa tak bisa termaknai ragam kata pun terucap, membentuk bait-bait nada tak beraturan rendah -tinggi-rendah- ingin rasanya berb...
  • Dalam kesunyian malam
        Malam ini bukan merupakan kali pertama aku seperti ini, menangis dalam ketidaktahuan ku. Bukan menangis karena penyesalan yang berlebih...
  • Sang mantan
    Assalamu alaikum, apa kabar ni? Topic   kali ni apa ya? Nah lo, kok tiba-tiba teringat sang mantan. Ciee, yang belum lupain sang ma...
  • pergi untuk kembali
    Setelah 1032 jam kita berada didaratan yang sama, hari ini kita kembali dipisahkan oleh lautan yang bermil-mil jauhnya. Ini bukan sebua...

Archivo del blog

  • ► 2016 (5)
    • ► November (1)
    • ► October (2)
    • ► May (2)
  • ► 2015 (5)
    • ► October (2)
    • ► September (1)
    • ► July (1)
    • ► June (1)
  • ► 2014 (10)
    • ► November (1)
    • ► October (2)
    • ► June (1)
    • ► May (1)
    • ► April (2)
    • ► February (2)
    • ► January (1)
  • ▼ 2013 (23)
    • ▼ December (1)
      • Jejak langkah ku
    • ► November (2)
      • Tuhan, Ampuni rasa ini
      • Dalam kesunyian malam
    • ► October (3)
      • lagi dan lagi
      • Saat penyesalan berbalut Rindu
      • positif dan negatif
    • ► September (4)
      • surat kecil untuknya
      • kenangan
      • ketika pangeran menemukan putrinya
      • kisah terakhir "Tentang Dia"
    • ► August (3)
      • Rindu Rembulan
      • lagi-lagi tentang Dia
      • menjadi "DORA" semalam
    • ► July (10)
      • Mengapa
      • Kenangan dan Kerinduan
      • Kado indah dari ALLAH
      • Kau dan Marah mu
      • berlayar
      • Ada apa?
      • Kau dan Cuek mu
      • tentang SMA dan Dia
      • Ramadhan mba Toyib?
      • sederhana dan semoga bermakna

Labels

  • cerita baru (1)
  • cerpen (4)
  • curcol (17)
  • event (1)
  • Idul Adha (1)
  • puisi (11)
  • Seoul (1)
  • tentang dia (7)

Search

Etiquetas

  • cerita baru (1)
  • cerpen (4)
  • curcol (17)
  • event (1)
  • Idul Adha (1)
  • puisi (11)
  • Seoul (1)
  • tentang dia (7)

Coretan Pensil Warna-Warni

Thursday, December 12, 2013

Jejak langkah ku

Tak ada yang tahu apa yang akan terjadi dimasa depan. Saya hanyalah seorang anak biasa dari keluarga biasa. 20 tahun yang lalu saya terlahir di Baluwu, sebuah nama yang diberikan untuk desa yang terletak di kelurahan Melai, Baubau Sulawesi Tenggara.

Hanyalah seorang anak kampung, yang begitu senang ketika ada turis mancanegara datang berkunjung. Kota ku adalah kota yang indah,jadi tidak heran ada turis datang berkunjung. Saya hanyalah seorang anak kampung, negara mereka pun saya tak tahu. Karena tv pun saya tak punya. Begitu bangganya meniru bahasa mereka, aksen mereka yang mungkin jika saat itu direkam lalu diputar ulang mngkin  terlihat seperti orang yang ***** (sensor).

Sejalan dengan berjalannya waktu, bertambah pula nama-nama tempat yang saya ketahui. Dunia ini luas.  Petualangan telah dimulai sejak sekolah dasar. Kendari, Ujung pandang (sekarang Makassar) adalah tempat yang mnjadi awal pelayaran saya. Bagi orang mungkin adalah hal biasa. Namun bagi saya seorang anak kampung merupakan hal luar biasa dapat melangkahkan kaki sejauh itu.

Uang mungkin salah satu yang menjadi pertimbangan. Walaupun tergolong keluarga yang bercukupan, namun kembali lagi  bahwa saya tidak terlahir menjadi anak tunggal, masih ada adik-adik saya.

Saya suka berpetualangan, namun bukan menjadi alasan untuk hanya diam ditempat. Saya suka keluar, menyibukkan diri dengan segala aktifitas yang saya bisa lakoni. Ketika ada tawaran yang memberikan kesempatan untuk lebih jauh lagi melangkah, kenapa tidak saya coba. Hinggah akhirnya saya bisa memperpanjang langkah saya hinggah ke daratan paling barat Indonesia, tempat yang sering disebut dalam lagu kebangsaan Nasional. "Dari Sabang sampai Merauke". Alhamdulillah Sabang, Null Km  yg menjadi titik awal perhitungan luas Indonesia, telah tercatat dalam catatan sejarah ku.

***
Bersambung

Posted by Unknown at 5:34 PM 0 comments

Tuesday, November 26, 2013

Tuhan, Ampuni rasa ini

Tuhan,
Engkau jelas mengetahui rasa ini
bahkan
lebih tahu dari akal sehat ku sendri

Tuhan,
rasa ini begitu sulit kujabarkan
dan terkadang hanya diam
sebagai pengungkapan ku

Tuhan ku
ampuni rasa ini
kutahu jelas bahwa ini bukan merupakan ajaran mu
kutahu bahwa akan ada waktunya
namun hamba hanya manusia biasa
yang tidak setangguh para utusan mu dalam menahan nafsu.
Tuhan,
ampuni gejolak rasa ini,
terlalu banyak godaan hingga terkadang hamba lupa, hamba hilaf akan keingin hamba,.
ampuni ya Allah.,

Posted by Unknown at 5:03 AM 0 comments

Saturday, November 16, 2013

Dalam kesunyian malam

    Malam ini bukan merupakan kali pertama aku seperti ini, menangis dalam ketidaktahuan ku. Bukan menangis karena penyesalan yang berlebih, bukan menangis karena sebuah kekesalan. Air mata yang mengalir, mengalir tanpa ijin dariku. Dan jika bukan karena bantal yang telah basah, tangis itu tak akan pernah kutahan mengalir. Sudah beberapa hari air mata ku tak ingin keluar. Namun entah mengapa, hanya karena photo yang sengaja ku buka dari album sosial media air mata yg kutunggu untuk membasahi kedua bola mata ku tiba-tiba keluar.

    Entah ada perjanjian apa antara otak dan organ-organ tubuh ku. Rekaman kenangan terputar ulang, dan air mata tanpa aba-aba dengan dengan tenangnya mengalir. 
Dalam dinginnya malam, Tuhan mengetuk pintu hatiku, meminta ku untuk curhat lebih dekat. Kurasakan sentuhan itu, jaringan Wifi yang tersambung dengan handphone ku tiba-tiba failed, dan karena itu foto yang kupandangi sedari tadi hingga bantal merah jambu ku basah   pun tertutup.

   Langkah kaki ku serasa ringan. Dalam dinginnya malam, suhu dingin menuntunku untuk membasuh beberapa bagian tubuh ku. Begitu nikmat, tenang, dan nyamannya. Percakapan yang hanya aku dan pemilik segalanya ini yang tahu. Tangis ku menyertai segala ucapan yang kulontarkan. Meskipun kutahu Dia telah tahu tanpa ku beritahu.  Kubiarkan air mata ini mengalir dengan deras. Air mata yang kuharap bisa mengurangi sesak didada.  Entah berapa lama aku curhat kepada sang Penguasa hati dan perasaan.


     Namun sebelum tangan ini ku arahkan ke wajah lalu kedada dan kuaminkan, kuucapkan satu permintaan
"Tuhanku yang maha pengasih lagi maha penyayang, yang menguasai hati kami, yang menumbuhkan rasa simpati kepada lawan jenis kami, yang menggariskan ketetapan baik untuk kami, hamba lelah dengan perasaan ini. Hamba yakin Engkau telah menggariskan ketetapan baik untuk hamba. Hamba yakin Engkau telah memilihkan jodoh yang baik untuk hamba. Hinggah waktu indah itu tiba, hingga saya dipertemukan dengan lelaki yang engkau telah pilih dan tetapkan untuku, hamba mohon, hapuslah rasa ini dari hamba, dan tumbuhkanlah ketika hamba bertemu dengan pilihan yang Engkau pilihkan untuk hamba agar hamba tahu, dialah lelaki yang engkau pilihkan untuk hamba, amiinnn "




** 
Dan masih berbalut sarung tanpa kerudung, aku bisa merasakan tidur yg begitu damai

Korea        
16 November 2013
Posted by Unknown at 5:39 AM 2 comments
Labels: curcol

Wednesday, October 30, 2013

lagi dan lagi

lagi. lagi dan lagi
pikiran ini melayang entah kemana
bibir ini tertutup rapat
sepertinya enggan untuk berbagi
yaialah
aku saja tak tahu apa yang ingin kubagi

lagi lagi dan lagi
air mata menjadi penanda kegalauan hati ini
bersembunyi dibalik selimut
dengan nuansa gelap yg menemani
oh
begitu derasnya air mata
membuat lintas indah diatas pipi

lagi lagi dan lagi
aku tak bisa menebak rasa ini

**
saat rasa tak bisa ditebak
dan hanya diri dikesunyian malam.
berharap pangeran kodok muncul,. namun tak pernah muncul.
kerisaun semakin risau., hinggah tetes air mata semakin deras mengalir

Korea, 30 Oktober 2013

Posted by Unknown at 6:20 AM 0 comments
Labels: curcol, puisi

Friday, October 25, 2013

Saat penyesalan berbalut Rindu

Setiap orang pasti punya sosok yang sangat dekat dalam keluarga. Mungkin itu Ibu, Ayah, kakak, adik, paman, bibi, paman, tante, om, nenek, kakek. Dan saya yakin semua pasti mempunyai. Seperti halnya saya. saya sangat dekat dengan nenek saya. Namun, hinggah sekarang perasaan bersalah dan menyesal selalu mengerubuti hati dan pikiran saya. Saya ingin berbagi kepada teman-teman, agar kejadian yang sama tidak terjadi pada teman-teman. 
Posted by Unknown at 9:59 AM 0 comments

Sunday, October 13, 2013

positif dan negatif

Untuk kau
Maaf
Selalu memandang mu dari sudut negatif hatiku
Menilaimu dari sisi buruk mu
Dan tak pernah ingin tahu
Bagaimana  sisi mu yang lainnya

Untuk mu
Baru kutersadar
Seberapapun rasa yang selalu diungakap
Bagaimana pun tingkah yang ku perbuat
Tapi
Kau selalu menghampiri
Bertingkah seakan
Kemaren tak pernah ada

Untuk mu
Maaf atas rasa ini
Maaf atas sikap ini,
Potif dan negatif


**
Pandanglah dari sisi positf
Negatif tentu ada tapi bukan alasan memberikan sesuatu dengan nilai negatif selamanya
Posted by Unknown at 3:51 AM 0 comments
Labels: curcol, puisi

Sunday, September 29, 2013

surat kecil untuknya

dear
lelaki masa depan ku
aku yakin
kau pasti ada
aku yakin
kita akan bertemu
sebelum nantinya
Tuhan memanggilku
aku yakin
kau orang baik
dan aku yakin
kau orang yg terbaik yang Tuhan ciptakan untukku
dear
lelaki masa depan ku
aku tak tahu siapa kau
aku tak tahu di mana kau sekarang
aku tak tahu sedang apa kau sekarang
aku tak tahu sedang dengan siapa kau sekarang
aku tak tahu apa yg kau sukai
dan aku tak tahu segalanya tentang mu
karena misteri masih menyelimutimu
dear
lelaki masa depan ku
siapa pun kau
dimana pun kau sekarang
dengan siapa pun kau sekarang
apapun yang sedang kau tekuni sekarang
itu hanya skenario kecil yg Tuhan buat
karena ku tahu
kau adalah orang terbaik yang Tuhan ciptakan untuk ku
dear
lelaki masa depan ku
jika engkau masih menuntut ilmu
tetaplah semangat
jika engkau sedang bekerja
bersungguh-sungguhlah
jika engkau sedang bermain-main
bermainlah
dan jika kau tersesat, teruslah berjalan
dear
lelaki masa depan ku
aku tak mengenal mu
tak mngetahui tentang mu
namun dalam setiap sujud ku
dalam setiap doa yg yg kupanjatkan
selalu terselip doa untuk mu
***
dini hari,
merenung ingin mempunyai pendamping
tapi umur adalah misteri
Posted by Unknown at 9:08 AM 0 comments
Labels: curcol, puisi

kenangan

kerajaan ku mulai runtuh
dermaga ku telah sunyi
kapal mereka telah berlayar
jauh, . dan jauh
dan mungkin
tak akan ada lagi yg akan berlabuh
kejayaan akan berakhir
menyisakan sejarah yg terkenang masa
catatan, patung
akan menjadi bukti kuat sejarah
bukti bahwa kejayaan itu pernah ada
atau
Tuhan punya rencana lain
semua hilang
musnah karena bencana
hanya cerita mulut
yang mngalir dari masa ke masa
hinggah terkikis oleh waktu
lalu hilang termakan oleh zaman
****
Korea, dini hari,.
ktika melihat gambar mereka
kenangan kembali terputar,.
Posted by Unknown at 8:43 AM 0 comments
Labels: curcol, puisi

Wednesday, September 25, 2013

ketika pangeran menemukan putrinya

ketika pangeran yang dinanti
telah menemukan putrinya
ketika harapan dan impian
telah sirna dengan perlahan
impian yang tinggal sebatas mimpi

ketika pangeran yang dinanti
telah menemukan putrinya
entah merupakan angin sejuk
atau angin mendung
entah angin apa yang menghampiri

ketika pangeran yang dinanti
telah menemukan putrinya
garis tangan telah ditetapkan
ketetapannya untuk menjadi seorang putri

ketika pangeran yang dinanti
telah menemukan putrinya
mimpi indah telah tertiup angin
sudah saatnya terbangun
terbangun dari mimpi yang panjang
garis tangan telah digariskan


ketika pangeran yang dinanti
telah menemukan putrinya
.
.
.
.
.



****
saat kenyataan itu telah jelas terlihat
mimpi indah menjadi buruk dan  menyakitkan
Posted by Unknown at 12:51 AM 0 comments
Labels: curcol, puisi

Friday, September 13, 2013

kisah terakhir "Tentang Dia"

kasih...
kau beri udara untuk nafasku
kau beri warna bagi kelabu jiwa ku
tak kala butiran hujan
mengusik impian semu
kau hadir disini dibatas kerinduan ku

"September ceria" menjadi lagu penyambutan minggu pertama saya dibulan September ini. Saya menyukai lagu tembang kenangan. Kata-katanya begitu indah, begitu tersirat maknanya. Dengan kata-kata romantic yang dibuat dengan begitu apik. Dan lagu ini menjadi lagu favorit saya.
Posted by Unknown at 8:26 AM 0 comments
Labels: cerpen

Wednesday, August 14, 2013

Rindu Rembulan

“Kenapa malam ini panas sekali, padahal baru beberapa saat yang lalu aku menyiram tubuh ku”, keluh ku sambil terus mengetik kata demi kata. Tugas kali ini seakan membuat kami membuat sebuah cerita. Menyusun kata demi kata untuk merangkai sebuah kalimat yang nantinya bisa menjadi sebuah referensi. “kenapa harus sekarang sih?” sekali lagi keluhku terlontar. Tugas inilah yang membuat seluruh mahasiswa angkatanku merasa sedikit jengkel. Disaat fakultas lain sudah mulai berlibur, kami malah berkutat dengan praktek dan laporan. Ditambah lagi deadline yang begitu mencekik.

“arghh, error lagi?”. Praktek kali ini adalah bahasa pemograman. Dosennya begitu rajin , setidaknya hanya butuh satu tangan untuk menghitung kehadirannya, sementara praktek kami berhadapan dengan para asdos (asisten dosen) yang disiplinnya,, ampun daahh.

Aku berebah sejenak. Ku penjamkan mata ku, merehatkan sejenak mata yang sedari tadi bertatapan romantic dengan laptop. Tak kusadari, rembulan sedari tadi mengintip ku dari balik gorden.
“terang bulan”. Beranjak ku tegakkan badan ku, sungguh cantik. Semakin lama semakin bergerak. Pandangan ku tertutupi oleh bangunan tinggi ibukota. Ku melangkah keluar kamar menuju lantai balkon atas, berharap tak ada lagi bangun tinggi yang menghalanggi pandangan ku.

Tentu sajaa ku dapat melihat rembulan seluas mata memandang, melihat kerlap-kerlip lampu kota. Kota yang begitu sibuk, bahkan saat malam, saat seharusnya beristirahat, justru semakin ramai yang berlalu lalang. Kupandang ke atas. Langit yang cerah ditemani oleh bintang. Dan tentunya, rembulan. Angin bertiup dengan lembut, membangkitkan sedikit bulu kuduk ku.Sungguh  Malam yang tenang.

Semakin lama, mata ku terasa panas, hinggah tangan ku seperti terkena rintik air.
**
“petikan gitarmu begitu indah, hinggah sekarang masih terngiang ditelingaku. Mungkin kah malam ini kita seperti beberapa tahun yang lalu. Bersama-sama menatap rembulan dibelahan bumi yang berbeda. kita bernyanyi dengan bersama dengan alunan gitar sebagai pengiringnya.

Kau begitu sempurna
Di mataku kau begitu indah
Kau membuat diriku akan slalu memujimu”

Akh, kenangan itu silih berganti seperti  pemutaran video. Suara kendaran seperti menjadi latar music yg romantic. Tidak sepantasnya aku bersikap seperti itu. tak sepantasnya aku menuntut banyak seperti itu. malam ini, kenangan itu hadir kembali. Tangis ku pecah dipangkuan malam


Argh, tak sepantasnya aku menagis seperti ini, saat rembulan tersenyum manis padaku



Posted by Unknown at 1:25 PM 0 comments
Labels: cerpen

Monday, August 12, 2013

lagi-lagi tentang Dia

Rintik hujan mengiringi perjalan ku siang ini. Akhir-akhir ini awan mendung sedang bertamu di Korea. "ah, langit seakan tau tentang isi hti ku" batin ku,.

Memang akhir-akhir ini perasaan ku tidak menentu. Namun selalu teredam karena padatnya kegiatan.
Duduk disamping jendela memberikan ruang pandang yang cukup luas untuk memandang keluar. Namun pandangan itu hanya kosong,. Pikiran ku hilir mudik bak mobil-mobil yg hilir mudik di jalan raya, yg entah kemana tujuannya,.

"명지 촌문대학"  (Myongji chonmundehak / Myongji College ) tiba-tiba lamunan ku buyar karena terdengar pemberitahuan pemberhetian bus. Segera ku tekan tombol tanda berhenti. Hujan semakin deras, memaksa ku untuk mempercepat langkah kaki mnuju 기숙사 (Gisuksa / dorm) , namun karena tenaga yg sudah terkuras habis dikampus, kubiarkan tubuh ini menikmati rahmat Tuhan ini.

Posted by Unknown at 1:45 AM 0 comments
Labels: tentang dia

Thursday, August 1, 2013

menjadi "DORA" semalam

Huaamm,,
Selamat pagi dunia. Upss sebenarnya gk lagi pagi denk. Mentari udah terlalu lama berjalan menuju puncak. Jadi saya ganti ya. SELAMAT SIANG.
Petama-tama marilah kita panjatkan puji dan syukur kepada ALLAH SWT, karena atas kemaha kuasaan_Nya napas ini masih berhembus, tidur masih terbangung, jiwa dan raga masih kompak menjalani aktifitas, dan segala kebaikan yang terjadi hingga detik ini.

Tak lupa salawat dan salam kita hanturkan kepada junjungan besar nabi MUHAMMAD SAW, yang telah mengantarkan kita dari jaman yang gelap, kejaman yang terang benderang, jaman kemenangan seperti sekarang ini.

Posted by Unknown at 11:46 PM 0 comments
Labels: curcol, Seoul

Sunday, July 28, 2013

Mengapa

 



Dan lagi-lagi tentang kau
Kau dengan cerita berbeda
kau dengan puisi-puisi indah mu
kau dengan segala tingkah mu
mengapa
mengapa mesti  “KAU”
dan mengapa mesti “AKU”
mengapa harus ada tetes air mata
mengapa
mengapa harus seperti ini
mengapa  selalu ada jarak

meski hanya untuk melihat 
senyum palsu itu




**
sore mendung
Korea,
Minggu, 28 Juli 2013
Posted by Unknown at 12:09 AM 0 comments
Labels: curcol, puisi

Saturday, July 27, 2013

Kenangan dan Kerinduan

Sedikit cerita mungkin lebih tepatnya adalah curahatan hati. Wah curhat ya.? Pasti pada berpikir mau curhat tentang asmara, atau tentang pacar yang menghilang, atau mungkin karena sudah putus. SALAH.
Kali ini saya mau curhat tentang “KERINDUAN SEORANG KAKAK”. Yang baca jangan nangis ya. Hehehe. Gk kok gk sesedih itu.

Saya mulai dari beberapa abad yang lalu.waduh lama amat.begini  ceritanya


 Dulu mungkin saya dianggap sebagai monster bagi adik-adik saya. Nah loh, kok bisa. Bisa aja kalau kakak yang kerjaannya hanya marah-marah, suruh ini suruh itu, bertingkah seperti penguasa. Gk nyangkah kalau saya setegah itu. eits, jangan berpikiran kalu saya seperti tokoh bawang merah ya. Tidak sejahat itu kok. Mungkin pengaruh karena belum tahu bagaimana menjadi seorang kakak itu. nah ini bisa menjadi pelajaran buat  juga yang nantinya akan berkeluarga, dan memiliki anak lebih dari satu, apalagi dengan jarak yang tidak begitu jauh (hehehe, sok menasihati).  alangkah indahnya jika telah dijelaskan sejak awal bagaimana peran menjadi seorang kakak nantinya. Kan kasihan tiba-tiba ada boneka hidup  disamping ibu. Wah kapan belinya?  Jadi teringat waktu saya memiliki adik pertama. Kan tahulah bagaimana penasarannya seorang anak kecil, dan selalu ingin mendapatkan penjelasan dengan segera. Bertanya –tanya tanpa henti. Nah, saya kan heran twu. Boneka darimana ni, cakep (puji adik sendiri,,hhehehe). Mungkin karena saya banyak tanya, ya sudah dijawablah “beli di TOSERBA (Toko Serba Ada)”. Ya udah saya terima aja. Nah, tiba-tiba ada kebakaran hebat dan ternyata itu adalah TOSERBA tempat dimana adik saya dibeli. Dan terpikirlah oleh saya, “kasihan ade-adenya terbakar semua” sambil menyapu dada.. hahahah lucu sekali, begitu lugu dan polosnya.

Nah, proses pengenalan kakak bisa dimulai dari sini nhi, bahkan jika perlu masih didalam kandungan. Dijelaskan aja bagaimana bayi itu bisa terlahir. Tapi tentu dan pastinya dengan kata-kata anak kecil yang mudah dimengerti. Kok jadi ceramah (hihhihhi)

Namun, sifat yang saya ceritakan diatas semakin berkurang(menurut saya sih) setelah adik saya yang ke-3 lahir. Dan pada saat itulah proses pembentukan karakter saya dibentuk (serius amat). Memiliki ibu yang kerja dikantoran pasti ada suka dukanya. Terlahir menjadi anak pertama dari empat bersaudara merupakan anugerah terindah (cie puitis amat). Saya memiliki adik ketiga diusia 12 tahun (SMP kelas  1). Dan sinilah awal saya merasakan bagaimana suka dan dukanya menjadi seorang kaka dengan adik yang masih bayi. Bisa merasakan bagaimana repotnya menjadi ibu. Mama sudah masuk kerja minggu kedua pasca melahirkan. Begitu sibuknya, walaupun sebenarnya masih dalam masa cuti. Sedikit bisa membantu karena, jadwal sekolah  siang jadi bisa menjadi pengasuh dipagi hari. Suka duka pasti ada.

 mungkin saya mulai dari duka. 
Usia 12 tahun adalah usia yang memang masih pengen main, kumpul bareng teman-teman. saya masih dapatkan itu kok, kumpul bareng teman, tapi ada bedanya. Saya harus menyertakan dengan adik saya. Sampai-sampai teman saya mengatakan “dita, udah kayak ibu-ibu aja kemana-mana bawa anak”. bagaimana tidak, masih kumpul harus terpaksa pulang karena adik udah rewel, ngantuk, lapar, pipis, atau ‘ee’. Sebenarnya ada nenek sih yang nungguin adik. Tapi bagaimana lagi, tidak mungkin tegah melihat nenek harus berjalan keluar mencari angin ditengah siang yang panas karna adik nangis kegerahan.  atau adik yang pengen digendong keliling kampung. Pasti gk tegalah. Namun, saya bersyukur merasakan hal yang seperti ini. Merasakan bagaimana peran seorang ibu. Ketika ibu sedang makan, terpaksa harus ditinggalkan karena anaknya pipis atau mungkin sedang buang air besar.  Harus menunda tidur karena sianak rewel. Dengan menahan rasa lelahnya harus menggendong. Ibu yang tak pernah lelah siang dan malam. Bahkan tidak tdur semalaman karena sianak sakit. Saya hanya merasakan sedikit dari peran ibu, itupun sudah dengan rasa sebal. Sedangkan mereka, tak pernah lelah. Sungguh berdosa jiwa kecil ini yang selalu membantah, entah kesalahan apalagi yang telah dibuat. . (sedih)

Lanjut yaa

Namun ada duka pasti ada sukakan. Dan hal yang paling saya tunggu-tunggu adalah saat saya ikut mama keposyandu. Aduh itu bahagia sekali. Udah kayak mama-mama yang bawa anaknya keposyandu, melihat adik ditimbang, diberi imunisasi. Bahagia banget bisa liat ibu-bu yang lain dengan bayinya. Melihat perkembangan adik merupakan kebahagian tersendri. Apalagi ibu ya. Yang udah menganndung dan melahirkan. Kenangan yang indah sekali. . bersyukur diberi kesempatan itu, kesempatan merasakan sedikit peran seorang ibu. Walaupun hanya sedikit dan sebentar. Terima kasih kepercayaannya ma, pa, nenek. Walaupun kadang dimarahi karena kelalaian sampe adik terjatuh dari sepeda. (sadis)

Sekarang adik ku udah besar.

Ricky Rahmat syafaat (17 tahun) adik pertama.


 Masih teringat waktu umurku sekitar 3 tahun dan dia berumur satu tahun. Kita sedang bermain-main dengan alat tulis. Saat aku mulai menggambar tokoh-tokoh imajinasi. Dengan percaya diri kutanyakan apa yang dia inginkan lalu kugambar dengan lincah. Namun tertawa sendiri ketika melihat buku itu kembali dengan coretan-coretan panjang entah berbentuk apa yang sangat berbeda jauh tokoh cerita yang diminta adik.







Yunita Rahma yanti (15 tahun) adik kedua.

Teringat saat kabur dari adik dalam keadaan menangis. Kabur karena tidak ingin dia mengikutiku berjalan-jalan. Gengsi ku masih besar saat itu, hingga ego ku masih mengalahkan tangisan kerasa seorang anak kecil.







Meysi Rahmi Yanti(8 tahun) adik ketiga
. Adik yang memberikan ku pengalaman menjadi seorang ibu. Walaupun hanya sementara. Teringat saat seorang lelaki yang menyukaiku karena melihat ku saat sedang mengendong seorang anak. Walaupun tak pernah bertemu dengan orang itu, terima kasih sudah mengisi buku catatan perjalan hidupku.




**
Terimah kasih untuk setiap foto bahagianya, terima kasih foto ultahnya. Terima kasih cerita-ceritanya yang membuat saya selalu tertawa sendiri. Terima kasih untuk setiap kabar gembira yang kalian kabarkan padaku. Terima kasih untuk  supportnya.Terima kasih.

Aku bahagia menjadi seorang kakak untuk kalian. Aku menyukai peran ini dan aku bersyukur mendapat peran ini. Aku rindu pada kalian. jarak memang begitu jauh, tapi bukan berarti menjadi jauh karena jarak.  Dan mungkin memang harus ada jarak, untuk menciptkan kerinduan dan rasa sayang yang lebih.

“Pesan dari saya. Umur tidak ada yang tahu. Selagi masih ada kesempatan yuk kita buat mama papa bahagia, kita ukir senyum indah dibibir mama papa. “

I MISS U SO MUCH.





















**
Catatan pagi menjelang siang, dengan kerinduan besar pada mereka . .
Korea
Minggu, 28 juli 2013
Posted by Unknown at 10:42 PM 0 comments
Labels: curcol

Wednesday, July 24, 2013

Kado indah dari ALLAH

2.40 am, aku terbangun. Entah mimpi apa yang mengganggu.  Akhir – akhir ini terlalu banyak yang terpikirkan.  Tugas terakhir perkuliahan sebelum UAS, kejar deadline organisasi, bimbingan bahasa, belum lagi urusan dapur di kos. tinggal berenam dalam suatu rumah memang berat. Perbedaan karakter  memberikan dinamika dalam suatu perjalan hidup. Menjadi seorang kakak memang berat dan di kos ini peran tersebut begitu kurasakan. Sifat manja, kekanak-kanakkan, cuek, penyendiri  memberikan ku sedikit  pembelajaran. Ya , pembelajaran bagaimana menghadapi mereka. Terlahir menjadi anak pertama dari empat bersaudara  membuat ku perpikir dewasa. Berusaha menjadi panutan adik-adik, dan ingin menjadi yang terbaik untuk keluarga.  Hidup menjadi keluarga kecil ditengah-tengah keluarga besar  tidak begitu menyenangkan. Namun itulah cambuk buat ku, cambuk agar aku tersadar.  Aku tahu dan sadar, mereka lebih hebat namun akan ku buktikan bahwa aku juga bisa menjadi hebat, hebat dengan catatan prestasi.


**

Posted by Unknown at 2:40 AM 0 comments
Labels: cerpen, tentang dia

Friday, July 19, 2013

Kau dan Marah mu

Marah
Aku tahu kau sedang marah padaku
Sebal
Aku juga tahu kau sebal padaku
Tapi
Sungguh diri ku seperti  itukah

Posted by Unknown at 3:05 PM 0 comments
Labels: curcol, puisi

Thursday, July 18, 2013

berlayar

Entah apa namanya, saat rasa ini berkecambuk dijiwa. Terkadang saya bingung, ada apa dengan saya? Apa yang terjadi? Apa yang ingin saya lakukan? Kemana saya ingin pergi? Entah mengapa rasa itu sulit untuk dijabarkan satu persatu. Terkadang tiba-tiba terdiam dan terkadang banyak kata yang terucap entah apa yang telah saya utarakan.

Dan hal yang sangat menyebalkan. Saat rasa ini sulit dijabarkan  justru orang-orang yang saya inginkan hadir untuk menenangkan justru menghilang tak ada kabar. Atau tiba-tiba mereka hadir dengan berbagai perhatian palsu mereka.


Posted by Unknown at 12:06 AM 0 comments
Labels: curcol

Wednesday, July 17, 2013

Ada apa?


Entah apa yang harus ku lakukan
Ku tahu ini akan membuat mu kesal
Tapi
Aku
Ingin memulai
Memulai untuk  berdamai
Berdamai dengan hati ini
Kenapa kau jadi seperti ini
Aneh buat ku
Aku tak butuh perhatian palsu itu
Aku tak butuh waktu terpaksa itu
Aku hanya ingin
Kau kembali seperti dulu
Dengan sifat mu yang seperti dulu
Karena itulah
Alasan mengapa aku menyukai mu


Posted by Unknown at 11:28 PM 0 comments
Labels: puisi, tentang dia

Kau dan Cuek mu


Mengenal mu adalah takdir
Tapi menerima kecuekan mu adalah pilihan
Tapi entah mengapa
Justru itu yang kusukai
Pria cuek
Tapi. ,

Posted by Unknown at 1:06 PM 0 comments
Labels: puisi, tentang dia

tentang SMA dan Dia

Semua orang pasti punya cerita cinta monyet, cinta waktu SMP, cinta SMA atau cinta-cinta yang lain. Dan ini ada sebuah cerita cinta waktu SMA.

**

Setelah lulus SMP  saya dibuat bingung akan melanjutkan kemana. Tanya ke mama masuk SMA 1 aja, tanya sepupu SMA 1 aja, sedikit berlainan dengan pilihan saya masuk ke SMA 2. Karena bingung saya tanya ke papa. Sedikit kesal dengan jawaban papa “tidak usah lanjut saja, pilih sekolah saja susah, pilih dimana saja”. hihihihi.. walaupun dengan nada bercanda tapi sedikit kesal. Dan akhirnya saya memutuskan untuk memilih.. “bismillah SMA 2”.

Posted by Unknown at 7:16 AM 0 comments
Labels: tentang dia

Ramadhan mba Toyib?

 Akhir bulan Juni beberapa fakultas  sudah mulai libur. Status-status baik di facebok, twitter dan yang lainnya sudah memuat tentang “PULKAM” alias pulang kampung. Sedikit merasa sedih. Tahun ini mungkin lagu “bang Toyib” terasa cocok sebagai lagu pengiring.  

“3x puasa 3x lebaran, abang tak pulang-pulang
Rindu ingin bertemu.”


Posted by Unknown at 2:52 AM 2 comments
Labels: curcol

Tuesday, July 9, 2013

sederhana dan semoga bermakna


Minggu, 7 juli 2013 pukul 01.00 pm kami bersiap untuk menjumpai teman, seperti biasa penyakit yang sudah menetap yang sulit untuk berubah, waktu janjian yang semula jam 01.00 pm berubah menjadi 1.30 pm.
Posted by Unknown at 1:39 AM 0 comments
Labels: event
Newer Posts Home
Subscribe to: Posts (Atom)

Blog Design by Gisele Jaquenod | Distributed by Deluxe Templates