Kupikir, aku sudah bisa melupakan mu dan mengakhirinya di
awal tahun. Ternyata aku salah. Hinggah detik ini aku pun belum bisa melupakan
mu. Walaupun tidak seperti dahulu, namun tetap saja, kau masih termasuk dalam pikiran
ku.
Aku berpikir
mungkin rasa ini hanya sementara, ya seperti biasanya hanya lewat seperti iklan.
Lagi-lagi aku salah. Apa yang sebenarnya terjadi padaku? Aku pun sadar,
kehendak ini tidak mungkin dipaksakan. Aku pun juga sadar, ada orang lain yang mungkin
sedang kau pikirkan dan aku pun tidak punya hak untuk mengetahuinya.