skip to main | skip to sidebar

About me

Unknown
View my complete profile

Subscribe To

Posts
    Atom
Posts
Comments
    Atom
Comments

Archivo del blog

  • ► 2016 (5)
    • ► November (1)
    • ► October (2)
    • ► May (2)
  • ► 2015 (5)
    • ► October (2)
    • ► September (1)
    • ► July (1)
    • ► June (1)
  • ► 2014 (10)
    • ► November (1)
    • ► October (2)
    • ► June (1)
    • ► May (1)
    • ► April (2)
    • ► February (2)
    • ► January (1)
  • ▼ 2013 (23)
    • ► December (1)
    • ► November (2)
    • ► October (3)
    • ► September (4)
    • ► August (3)
    • ▼ July (10)
      • Mengapa
      • Kenangan dan Kerinduan
      • Kado indah dari ALLAH
      • Kau dan Marah mu
      • berlayar
      • Ada apa?
      • Kau dan Cuek mu
      • tentang SMA dan Dia
      • Ramadhan mba Toyib?
      • sederhana dan semoga bermakna

Followers

Pages

  • Home
  • Facebook

Sample text

About Us

Powered by Blogger.

tentang SMA dan Dia

7:16 AM - Posted by Unknown - 0 comments
Semua orang pasti punya cerita cinta monyet, cinta waktu SMP, cinta SMA atau cinta-cinta yang lain. Dan ini ada sebuah cerita cinta waktu SMA.

**

Setelah lulus SMP  saya dibuat bingung akan melanjutkan kemana. Tanya ke mama masuk SMA 1 aja, tanya sepupu SMA 1 aja, sedikit berlainan dengan pilihan saya masuk ke SMA 2. Karena bingung saya tanya ke papa. Sedikit kesal dengan jawaban papa “tidak usah lanjut saja, pilih sekolah saja susah, pilih dimana saja”. hihihihi.. walaupun dengan nada bercanda tapi sedikit kesal. Dan akhirnya saya memutuskan untuk memilih.. “bismillah SMA 2”.


Waktu pendaftaran pun dimulai. Karena berpikir sudah besar (dewasa maksudnya ^^) saya melakukan pendaftaran sendiri (bersama kawan-kawan maksudnya).  walaupun  beberapa orang sedikit menyayangkan tentang pilihan saya ini, namun saya akan buktikan bahwa apapun sekolahnya minumnya teh botol sosro.. aduh nyambung kemana ni??? Maksudnya dimana pun tenpat belajarnya, yang terpenting adalah bagaimana cara belajar kita, bagaimana pengajarnya dan bagaimana pelajarannya. Toh tidak ada sekolah yang mengajarkan kita pada kejelekan.

Masa pembelajaran pun dimulai.  Bulan pertama pembelajaran absensi saya sudah bervariasi, “I” sebanyak 10 hari. . wah tamasya kemana ? aduh, bukan-bukan. Kabar duka, nenek tercinta meninggalkan kami untuk selama-lamanya. Semoga amal ibadahnya diterima dan di tempatkan ditempat  terbaik disisi_Nya amiin ya rabbal alamin.

Walaupun tertinggal, namun masih dapat terkejar walaupun untuk kesan diawal pertemuan tidak kebagian. Tapi masih bisa kan mengejar ditengah perjalanan. 10 hari bukan waktu yang cukup singkat. Karena izin tersebut saya merasa tak punya teman. ketika ada kegiatan sekolah yang diadakan oleh OSIS tanpa berpikir 3 kali (berarti sempat berpikir 2 kali) saya memutuskan untuk ikut. Ya hitung-hitung menambah pengalaman dan teman. kegiatannya diadakan beberapa hari lagi. Waktu dan tempatnya pun jelaskan dengan sejelas-jelasnya.

Hari itupun tiba. Kamipun berkumpul dalam sebuah ruangan untuk menunggu giliran. Giliran seleksi. Jadi deg-deg.an (^_^). Pengumuman  diumumkan keesokkan harinya dan bersyukur saya lolos. Kami pun dikumpulkan kembali untuk memberitahukan perlengkapan yang kami harus persiapkan.

Dan hari itu pun tiba, kami dikumpulkan dalam ruangan yang cukup besar. Menerima materi dari pagi hingga sore hari. Dan pada malam harinya kami melakukan petualangan yang tidak akan terlupakan. 
Kami digiring kelapangan disuruh berbaring. Menghadap kelangit. Sungguh menakjubkan. Selama ini saya belum pernah melihat bintang sambil tiduran ( walaupun kesal terima kasih ^^). Hamper semua peserta telah dipanggil namanya. dan akhirnya saya terpanggil juga. Urutan kelompok saya ke 2 dari belakang. Petualangan pun dimulai.

Pos demi pos dilalui. Mulai dari pos bayangan, pos nyata entah apa namanya, berbagai bentuk gaya telah saya praktekkan dari pos ke pos. rasa takut akan kegelapan pun hilang berganti rasa pahit, asam asin (permen nano-nano ^^). Dan tibalah disebuah pos. entah pos nyata atau bayangan. Dan dipos inilah awal saya mengagumi seseorang. Seseorang yang sampai sekarang tetap saya kagumi. Suasana memang gelap, namun sosok itu terlihat jelas bagi saya (ya ialah diakan pegang lilin). Teriakan-teriakan yang dikeluarkan bisa membuat orang semakin takut, tapi entah mengapa justru ditelinga saya bagai puisi (so sweet bangeet). Tapi sayang, waktu dipos tersebut tdak begitu lama, harus berpindah ke pos berikutnya. dan akhirnya semua pos terlewatkan sebelum tiba waktu subuh. Rasa lelah memang menyergap tubuh ini. Namun terima kasih ya Allah, bisa mengenal sebuah sosok walaupun kita tak saling berkenalan.

Keesokkan harinya saya melihatnya. Melihatnya dengan sangat jelas. Namun apa daya, saya hanya bisa melihatnya dari kejauhan. Melihatnya dengan senyum manis yang membuat hari ini terasa sangat cerah bagi saya..

Hari berlalu, walaupun tak berkenalan. Namun bukan berarti saya tak mengenal namanya. Hari senin adalah saat yang sangat ditunggu. Walaupun terik mentari yang cukup panas, namun melihat sosoknya membuat sedikit angin sepoi berhembus. Amanat Pembina upacara yang cukup lama pun tidak menjadi masalah J

Ternyata seperti inilah mengagumi orang secara diam-diam. Menutupnya rapat dan tak ingin membuatnya menguap. Dan terkadang harus sedikit mengulur waktu pulang untuk melihatnya dalam sehari. Saya bingung kenapa bisa tertarik padanya? Bahkan sepupu saya sendiri mengatakan saya orang aneh..

Waktu berjalan dan dia pun berada dikelas ujian. Saat yang sangat sibuk untuk kelasnya saat ini. Intensitas melihatnya pun berkurang. Dan waktu pelulusan pun tiba. Saat dimana dia tidak ada lagi di sekolah ini. Tak ada lagi curi pandang saat upacara sekolah.
Dan terjadilah. . .

**
Hari ini adalah pengumuman kelulusan angkatan saya. Deg-deg.an tapi yakin bahwa insyaallah lulus. Dan ternyata benar. “LULUS”.  Dan terulang lagi kejadian tahun lalu, bingung akan melanjutkan kemana. Akhirnya ibu menyuruh untuk bimbingan. Dan berangkatlah saya kesana.

Bagaimana pun takdir Tuhan yang menentukan. Hasil  Ujian masuk perguruan tinggi negeri  yang saya ikuti tidak seperti yang saya inginkan. Semua pilihan yang saya pilih tidak lulus.
Dan besedihlah saya saat itu, makan tak enak, tidurpun tak enak (kasihan sekali). Tapi jika saat itu saya lulus belum tentu saya akan tiba disini, dan belum tentu juga saya akan akrab dengannya. Dengan dia yang telah membuat saya terpanah 4 tahun yang lalu.

Walaupun berkenalan dari dunia maya, tapi setidaknya kita sudah berkenalan. Bertukar cerita, dan tak jarang saya tertawa sendri. Terkadang saya sedikit kesal, kesal dengan sikap cuek. Tapi sikap seperti itulah yang membuat saya menyukainya.  CUEK.
Tapi . . saya sudah tersadar sekarang, sampai kapan saya terus seperti ini. Mengagumi seperti ini.
Namun setidaknya saya sudah sedikit legah, rahasia itu telah saya ungkapkan padanya. Bahwa saya sempat mengaguminya. Walaupun akhirnya rasa itu telah kututupi dengan kata “TAPI DULU”, namun ketahuilah masih ada sedikit rasa yang tersimpan.

Saya sadar bahwa kau hanya menganggap saya sebagai teman. rasa rindu yang sering saya katakan setiap canda, terkadang memang mewakili rasa ini. Tapi terima kasih telah berkata jujur walaupun membuat saya sedih. Terima kasih untuk ceritanya. Terima kasih telah meluangkan waktunya untuk membalas chating-chating ini. Dan terima kasih untuk perhatiannya walaupun sebenarnya tidak lebih sebagai perhatian kakak terhadap adik.

Dan saya pun  mulai berusaha, berusaha untuk tidak menganggap lebih setiap kata yang diutarakannya. Terima kasih telah menyadarkan saya agar tak berharap lebih padanya J


__terima kasih untuk kau yang jauh disana__


**
Demikian cerita pendek dari saya, hanya sebuah cerita,  cerita yang telah memberikan warna dalam hidup. Entah ini benar atau tidak hanya saya yang tahu. Dan untuk tokoh “DIA” dalam cerita ini.  Terima kasih J, telah muncul memberikan inspirasi cerita pendek ini . . .

Thank you for reading ^^


This entry was posted on 7:16 AM and is filed under tentang dia . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

0 comments:

Post a Comment

Newer Post Older Post Home

Archivo del blog

  • ► 2016 (5)
    • ► November (1)
    • ► October (2)
    • ► May (2)
  • ► 2015 (5)
    • ► October (2)
    • ► September (1)
    • ► July (1)
    • ► June (1)
  • ► 2014 (10)
    • ► November (1)
    • ► October (2)
    • ► June (1)
    • ► May (1)
    • ► April (2)
    • ► February (2)
    • ► January (1)
  • ▼ 2013 (23)
    • ► December (1)
    • ► November (2)
    • ► October (3)
    • ► September (4)
    • ► August (3)
    • ▼ July (10)
      • Mengapa
      • Kenangan dan Kerinduan
      • Kado indah dari ALLAH
      • Kau dan Marah mu
      • berlayar
      • Ada apa?
      • Kau dan Cuek mu
      • tentang SMA dan Dia
      • Ramadhan mba Toyib?
      • sederhana dan semoga bermakna

Popular Posts

  • berlayar
    Entah apa namanya, saat rasa ini berkecambuk dijiwa. Terkadang saya bingung, ada apa dengan saya? Apa yang terjadi? Apa yang ingin saya lak...
  • Cinta Monyet
    Ketika aku kecil aku pernah menyukai seorang yang jauh dari umurku. Kata orang itu adalah cinta monyet. Cinta anak kecil yang akan berubah ...
  • Tuhan, Ampuni rasa ini
    Tuhan, Engkau jelas mengetahui rasa ini bahkan lebih tahu dari akal sehat ku sendri Tuhan, rasa ini begitu sulit kujabarkan dan terkad...
  • Rindu
    Malam, ketika surat ini tak sampai ketangannya biarkan rasa ini tersimpan tersimpan rapat bersama surat ini cukup malam ini yang menjadi...
  • Kagum atau Jatuh Cinta?
    Senior dan junior terkadang menjadi sebuah pembeda dan pembatas untuk saling beinteraksi. Tapi kisah kali ini sedikit beda. Dia bukan seper...
  • masih sama !
    Kupikir, aku  sudah bisa melupakan mu dan mengakhirinya di awal tahun. Ternyata aku salah. Hinggah detik ini aku pun belum bisa melupakan m...
  • tentang SMA dan Dia
    Semua orang pasti punya cerita cinta monyet, cinta waktu SMP, cinta SMA atau cinta-cinta yang lain. Dan ini ada sebuah cerita cinta waktu S...
  • Akhir cerita fantasi Disneyland
    Snow white and seven drawfs, Cinderella, beauty and the beast, sleeping beauty dan lain-lain . Siapa yang tidak mengenal ceritanya? Cerit...
  • Kenapa Lagi???
    Dan untuk kesekian kalinya. Aku kangen kamu bodohh.. hahhaaahah,, dan entah untuk yang keberapa kalinya janji yang terucap diingkari...
  • menjadi "DORA" semalam
    Huaamm,, Selamat pagi dunia. Upss sebenarnya gk lagi pagi denk. Mentari udah terlalu lama berjalan menuju puncak. Jadi saya ganti ya. SELA...

Archivo del blog

  • ► 2016 (5)
    • ► November (1)
    • ► October (2)
    • ► May (2)
  • ► 2015 (5)
    • ► October (2)
    • ► September (1)
    • ► July (1)
    • ► June (1)
  • ► 2014 (10)
    • ► November (1)
    • ► October (2)
    • ► June (1)
    • ► May (1)
    • ► April (2)
    • ► February (2)
    • ► January (1)
  • ▼ 2013 (23)
    • ► December (1)
    • ► November (2)
    • ► October (3)
    • ► September (4)
    • ► August (3)
    • ▼ July (10)
      • Mengapa
      • Kenangan dan Kerinduan
      • Kado indah dari ALLAH
      • Kau dan Marah mu
      • berlayar
      • Ada apa?
      • Kau dan Cuek mu
      • tentang SMA dan Dia
      • Ramadhan mba Toyib?
      • sederhana dan semoga bermakna

Labels

  • cerita baru (1)
  • cerpen (4)
  • curcol (17)
  • event (1)
  • Idul Adha (1)
  • puisi (11)
  • Seoul (1)
  • tentang dia (7)

Search

Etiquetas

  • cerita baru (1)
  • cerpen (4)
  • curcol (17)
  • event (1)
  • Idul Adha (1)
  • puisi (11)
  • Seoul (1)
  • tentang dia (7)

Coretan Pensil Warna-Warni

Wednesday, July 17, 2013

tentang SMA dan Dia

Semua orang pasti punya cerita cinta monyet, cinta waktu SMP, cinta SMA atau cinta-cinta yang lain. Dan ini ada sebuah cerita cinta waktu SMA.

**

Setelah lulus SMP  saya dibuat bingung akan melanjutkan kemana. Tanya ke mama masuk SMA 1 aja, tanya sepupu SMA 1 aja, sedikit berlainan dengan pilihan saya masuk ke SMA 2. Karena bingung saya tanya ke papa. Sedikit kesal dengan jawaban papa “tidak usah lanjut saja, pilih sekolah saja susah, pilih dimana saja”. hihihihi.. walaupun dengan nada bercanda tapi sedikit kesal. Dan akhirnya saya memutuskan untuk memilih.. “bismillah SMA 2”.


Waktu pendaftaran pun dimulai. Karena berpikir sudah besar (dewasa maksudnya ^^) saya melakukan pendaftaran sendiri (bersama kawan-kawan maksudnya).  walaupun  beberapa orang sedikit menyayangkan tentang pilihan saya ini, namun saya akan buktikan bahwa apapun sekolahnya minumnya teh botol sosro.. aduh nyambung kemana ni??? Maksudnya dimana pun tenpat belajarnya, yang terpenting adalah bagaimana cara belajar kita, bagaimana pengajarnya dan bagaimana pelajarannya. Toh tidak ada sekolah yang mengajarkan kita pada kejelekan.

Masa pembelajaran pun dimulai.  Bulan pertama pembelajaran absensi saya sudah bervariasi, “I” sebanyak 10 hari. . wah tamasya kemana ? aduh, bukan-bukan. Kabar duka, nenek tercinta meninggalkan kami untuk selama-lamanya. Semoga amal ibadahnya diterima dan di tempatkan ditempat  terbaik disisi_Nya amiin ya rabbal alamin.

Walaupun tertinggal, namun masih dapat terkejar walaupun untuk kesan diawal pertemuan tidak kebagian. Tapi masih bisa kan mengejar ditengah perjalanan. 10 hari bukan waktu yang cukup singkat. Karena izin tersebut saya merasa tak punya teman. ketika ada kegiatan sekolah yang diadakan oleh OSIS tanpa berpikir 3 kali (berarti sempat berpikir 2 kali) saya memutuskan untuk ikut. Ya hitung-hitung menambah pengalaman dan teman. kegiatannya diadakan beberapa hari lagi. Waktu dan tempatnya pun jelaskan dengan sejelas-jelasnya.

Hari itupun tiba. Kamipun berkumpul dalam sebuah ruangan untuk menunggu giliran. Giliran seleksi. Jadi deg-deg.an (^_^). Pengumuman  diumumkan keesokkan harinya dan bersyukur saya lolos. Kami pun dikumpulkan kembali untuk memberitahukan perlengkapan yang kami harus persiapkan.

Dan hari itu pun tiba, kami dikumpulkan dalam ruangan yang cukup besar. Menerima materi dari pagi hingga sore hari. Dan pada malam harinya kami melakukan petualangan yang tidak akan terlupakan. 
Kami digiring kelapangan disuruh berbaring. Menghadap kelangit. Sungguh menakjubkan. Selama ini saya belum pernah melihat bintang sambil tiduran ( walaupun kesal terima kasih ^^). Hamper semua peserta telah dipanggil namanya. dan akhirnya saya terpanggil juga. Urutan kelompok saya ke 2 dari belakang. Petualangan pun dimulai.

Pos demi pos dilalui. Mulai dari pos bayangan, pos nyata entah apa namanya, berbagai bentuk gaya telah saya praktekkan dari pos ke pos. rasa takut akan kegelapan pun hilang berganti rasa pahit, asam asin (permen nano-nano ^^). Dan tibalah disebuah pos. entah pos nyata atau bayangan. Dan dipos inilah awal saya mengagumi seseorang. Seseorang yang sampai sekarang tetap saya kagumi. Suasana memang gelap, namun sosok itu terlihat jelas bagi saya (ya ialah diakan pegang lilin). Teriakan-teriakan yang dikeluarkan bisa membuat orang semakin takut, tapi entah mengapa justru ditelinga saya bagai puisi (so sweet bangeet). Tapi sayang, waktu dipos tersebut tdak begitu lama, harus berpindah ke pos berikutnya. dan akhirnya semua pos terlewatkan sebelum tiba waktu subuh. Rasa lelah memang menyergap tubuh ini. Namun terima kasih ya Allah, bisa mengenal sebuah sosok walaupun kita tak saling berkenalan.

Keesokkan harinya saya melihatnya. Melihatnya dengan sangat jelas. Namun apa daya, saya hanya bisa melihatnya dari kejauhan. Melihatnya dengan senyum manis yang membuat hari ini terasa sangat cerah bagi saya..

Hari berlalu, walaupun tak berkenalan. Namun bukan berarti saya tak mengenal namanya. Hari senin adalah saat yang sangat ditunggu. Walaupun terik mentari yang cukup panas, namun melihat sosoknya membuat sedikit angin sepoi berhembus. Amanat Pembina upacara yang cukup lama pun tidak menjadi masalah J

Ternyata seperti inilah mengagumi orang secara diam-diam. Menutupnya rapat dan tak ingin membuatnya menguap. Dan terkadang harus sedikit mengulur waktu pulang untuk melihatnya dalam sehari. Saya bingung kenapa bisa tertarik padanya? Bahkan sepupu saya sendiri mengatakan saya orang aneh..

Waktu berjalan dan dia pun berada dikelas ujian. Saat yang sangat sibuk untuk kelasnya saat ini. Intensitas melihatnya pun berkurang. Dan waktu pelulusan pun tiba. Saat dimana dia tidak ada lagi di sekolah ini. Tak ada lagi curi pandang saat upacara sekolah.
Dan terjadilah. . .

**
Hari ini adalah pengumuman kelulusan angkatan saya. Deg-deg.an tapi yakin bahwa insyaallah lulus. Dan ternyata benar. “LULUS”.  Dan terulang lagi kejadian tahun lalu, bingung akan melanjutkan kemana. Akhirnya ibu menyuruh untuk bimbingan. Dan berangkatlah saya kesana.

Bagaimana pun takdir Tuhan yang menentukan. Hasil  Ujian masuk perguruan tinggi negeri  yang saya ikuti tidak seperti yang saya inginkan. Semua pilihan yang saya pilih tidak lulus.
Dan besedihlah saya saat itu, makan tak enak, tidurpun tak enak (kasihan sekali). Tapi jika saat itu saya lulus belum tentu saya akan tiba disini, dan belum tentu juga saya akan akrab dengannya. Dengan dia yang telah membuat saya terpanah 4 tahun yang lalu.

Walaupun berkenalan dari dunia maya, tapi setidaknya kita sudah berkenalan. Bertukar cerita, dan tak jarang saya tertawa sendri. Terkadang saya sedikit kesal, kesal dengan sikap cuek. Tapi sikap seperti itulah yang membuat saya menyukainya.  CUEK.
Tapi . . saya sudah tersadar sekarang, sampai kapan saya terus seperti ini. Mengagumi seperti ini.
Namun setidaknya saya sudah sedikit legah, rahasia itu telah saya ungkapkan padanya. Bahwa saya sempat mengaguminya. Walaupun akhirnya rasa itu telah kututupi dengan kata “TAPI DULU”, namun ketahuilah masih ada sedikit rasa yang tersimpan.

Saya sadar bahwa kau hanya menganggap saya sebagai teman. rasa rindu yang sering saya katakan setiap canda, terkadang memang mewakili rasa ini. Tapi terima kasih telah berkata jujur walaupun membuat saya sedih. Terima kasih untuk ceritanya. Terima kasih telah meluangkan waktunya untuk membalas chating-chating ini. Dan terima kasih untuk perhatiannya walaupun sebenarnya tidak lebih sebagai perhatian kakak terhadap adik.

Dan saya pun  mulai berusaha, berusaha untuk tidak menganggap lebih setiap kata yang diutarakannya. Terima kasih telah menyadarkan saya agar tak berharap lebih padanya J


__terima kasih untuk kau yang jauh disana__


**
Demikian cerita pendek dari saya, hanya sebuah cerita,  cerita yang telah memberikan warna dalam hidup. Entah ini benar atau tidak hanya saya yang tahu. Dan untuk tokoh “DIA” dalam cerita ini.  Terima kasih J, telah muncul memberikan inspirasi cerita pendek ini . . .

Thank you for reading ^^
Posted by Unknown at 7:16 AM
Labels: tentang dia

0 comments:

Post a Comment

Newer Post Older Post Home
Subscribe to: Post Comments (Atom)

Blog Design by Gisele Jaquenod | Distributed by Deluxe Templates