skip to main | skip to sidebar

About me

Unknown
View my complete profile

Subscribe To

Posts
    Atom
Posts
All Comments
    Atom
All Comments

Archivo del blog

  • ► 2016 (5)
    • ► November (1)
    • ► October (2)
    • ► May (2)
  • ▼ 2015 (5)
    • ▼ October (2)
      • Hei Kau
      • Senior dan Junior dalam sebuah Kisah
    • ► September (1)
      • Kagum atau Jatuh Cinta?
    • ► July (1)
      • Aku dalam bingung
    • ► June (1)
      • Cinta Monyet
  • ► 2014 (10)
    • ► November (1)
    • ► October (2)
    • ► June (1)
    • ► May (1)
    • ► April (2)
    • ► February (2)
    • ► January (1)
  • ► 2013 (23)
    • ► December (1)
    • ► November (2)
    • ► October (3)
    • ► September (4)
    • ► August (3)
    • ► July (10)

Followers

Pages

  • Home
  • Facebook

Sample text

About Us

Powered by Blogger.

Hei Kau

7:30 PM - Posted by Unknown - 0 comments
Hei kau,,
Siapa aku bagimu
Adakah arti lain bagi mu,
Atau aku yang terlalu cepat membuat kesimpulan

Hei kau,,
Terkadang aku merasa
Menjadi seorang  kakak
Tapi terkadang sikap mu
Membuat ku terlihat seperti adik

Hei kau,
Siapa lagi wanita yang kau buat seperti ini
Hanya akulah
Atau kepada semua wanita disekitar mu

Hei kau,
Tak usah seperti itu
Kami adalah wanita
Yang terlalu peka
Terlalu percaya diri dalam membaca sikap lelaki


Hei kau, ***


Senior dan Junior dalam sebuah Kisah

7:28 PM - Posted by Unknown - 0 comments
Alhamdulillah, setelah empat tahun dengan status menjadi seorang mahasiswa, akhirnya tinggal menghitung hari saya akan kembali ketempat dimana saya berasal. Walaupun kemana langkah akan berjalan belum sepenuhnya terpikirkan, namun dengan tekad yang hampir bulat saya akan pulang. Jika kemudian saya akan mendapatkan pekerjaan segera, berarti kepulangan ini untuk meminta doa restu kepada keluarga dan sanak family agar segala sesuatunya akan berjalan dengan lancar, dan selalu mendapat kemudahan dimana kaki berpijak.

Malam ini saya harus segera menyelesaikan laporan yang beberapa hari lagi harus dilaporkan. Hanya


Kagum atau Jatuh Cinta?

6:08 AM - Posted by Unknown - 0 comments
Senior dan junior terkadang menjadi sebuah pembeda dan pembatas untuk saling beinteraksi. Tapi kisah kali ini sedikit beda. Dia bukan seperti senior yang kebanyakan kukenal. Senior yang biasanya menjadikan status tersebut untuk bertindak seenaknya pada juniornya. Yang banyak berkata-kata untuk membuktikan seberapa hebatnya dia. Sehinga hampir kusimpulkan bahwa semua senior itu “SAMA”.

Namun, pandangan itu mulai sedikit terbantahkan. Bermula sebuah kegiatan kampus. Awalnya saya hanya ikut  teman saja,  dan ada senior tersebut.   senior yang belum pernah bertemu sebelumnya. Kisahnya sudah sering ku dengar dari senior – senior yang lain, tapi untuk bertemu secara langsung belum pernah. Seperti biasa saya langsung berasumsi bahwa pasti seperti senior yang biasanya, banyak berucap tapi kadang tak sesuai dengan implementasi. Dan benar adanya, begitu banyak teori yang disampaikannya, tapi pembuktiannya saya belum bisa dibuktikan.

Waktu terus berjalan. Dan tibalah  pada sebuah forum dengan sitkon yang cukup serius.  semua hadir pada acara itu, termasuk senior itu.  jika dilihat senior itu  tak secantik artis ibu kota, tapi tidak juga bilang dibawa rata-rata. Untuk akademik, dia cukup menjadi yang diperhitungkan. Begitu menurut cerita yang beredar.  Diskusi dimulai. Awalnya dia hanya sebagai pihak penyimak, sambil mencoret-coret sebuah kertas. Entah apa yang ditulisnya. Suasana semakin larut, dan alur pembicaraan semakin panas. Dan tiba-tiba ada suara yang masuk, yang selama forum  berjalan belum pernah terdengar. Yah, dia adalah senior itu. senior yang sedari tadi hanya diam dalam tulisannya. Dengan anggun dia memaparkan argumentnya. Dalam forum ini, jumlah wanita bisa dihitung dengan jari bahkan bisa dihitung walau hanya dengan satu tangan. Senior itu membuktikan bahwa, wanita bisa berbicara walaupun dalam  forum yang didominasi oleh pria. Suaranya tegas dan berwibawa. Kata-katanya diatur dengan baik sehingga mudah dipahami. Semua menyimak dan memberikan waktu hingga selesai. Suasana berbeda ketika senior itu yang berbicara. Mungkin sejak saat itu, saya mulai KAGUM  padanya.  

Kisah berlanjut. Saya dan senior itu sering terlibat dalam beberapa kegiatan.  Hingga yang awalnya hanya bisa melihat dari jauh, sekarang bisa melihat lebih dekat.   Tak sengaja setelah kegiatan, saya dan senior pulang bersama. Meskipun kami sudah cukup dekat namun, rasa segan terhadap senior masih ada. kami naik angkutan yang sama. Tak ada percakapan dimenit awal. Namun beberapa menit kemudian, dia membuka percakapan dengan  bertanya pada ku. Hingga berlanjut ke Tanya jawab. Perjalanan yang biasa ditempuh dalam 10 menit, berubah menjadi lebih lama karena macet. Ternyata ada hikmah dari kemacetan ini. karena macet tersbut aku jadi tahu bahwa  dia adalah orang yang sangat  easy going. Ada beberapa kisah yang dikisahkan, dan selalu ada nilai yang bisa diambil dari kisah tersebut. ingin rasanya macet itu lebih lama. Masih ingin mendengar lebih banyak kisah yang ia kisahkan. Dalam diamku menyimaknya, terbesit sebuah pertanyaan. “adakah yang telah memiliki wanita ini?”. ya, aku sadar, aku hanya seorang junior yang masih butuh banyak belajar. Yang masih jauh dari dia.

Dan sejak saat itu, aku bingung dalam mengartikan perasaan yang tidak jelas tentag dia. Apakah ini masih perasaan “kagum atau Jatuh CInta”.






Aku dalam bingung

9:15 PM - Posted by Unknown - 0 comments
Hari berganti
Matahari semakin cepat berputar,
umurku semakin menanjak
dan aku masih disini
masih menjadi orang yang sama
dengan pola pemikiran yang masih  sama

kata orang mereka berubah
berubah menjadi lebih baik
belajar dari sejarah
dan sedang mengukir impian masa depan
mereka ambisius
pantang menyerah
mencoba setiap celah kecil
yang mungkin bisa membuat ledakan besar

dan aku
masih seperti ini
berkoar-koar menebarkan semangat
memberikan petuah-petuah bijak
yang aku pun masih terbata dalam berucap

aku,
aku dalam bingung
kebingungan dalam mengarungi samudera
terombang-ambing mengikuti kemana angin bertiup
berputar arah ketika musim berganti
tak ada perlawanan
tak ada pertahanan


aku
aku yang masih mengikuti kata angin
aku dalam bingung


Cinta Monyet

9:07 PM - Posted by Unknown - 0 comments
Ketika aku kecil aku pernah menyukai seorang yang jauh dari umurku. Kata orang itu adalah cinta monyet. Cinta anak kecil yang akan berubah seiring berjalanannya waktu. Dan betul, semakin bertambahnya umur, semakin luasnya pertemanan, rasa suka waktu kecil itu mulai berubah. Kata orang cinta monyet itu berubah-ubah.

Beberapa bulan yang lalu aku genap berusia 25 tahun. Aku menyebutnya masa remaja Tua. Masa dimana aku akan menuju masa pematangan jiwa dan pikiran. Aku berpikir remaja karena terkadang pola pikirku yang masih sedikit labil.



Newer Posts Older Posts Home

Archivo del blog

  • ► 2016 (5)
    • ► November (1)
    • ► October (2)
    • ► May (2)
  • ▼ 2015 (5)
    • ▼ October (2)
      • Hei Kau
      • Senior dan Junior dalam sebuah Kisah
    • ► September (1)
      • Kagum atau Jatuh Cinta?
    • ► July (1)
      • Aku dalam bingung
    • ► June (1)
      • Cinta Monyet
  • ► 2014 (10)
    • ► November (1)
    • ► October (2)
    • ► June (1)
    • ► May (1)
    • ► April (2)
    • ► February (2)
    • ► January (1)
  • ► 2013 (23)
    • ► December (1)
    • ► November (2)
    • ► October (3)
    • ► September (4)
    • ► August (3)
    • ► July (10)

Popular Posts

  • Kagum atau Jatuh Cinta?
    Senior dan junior terkadang menjadi sebuah pembeda dan pembatas untuk saling beinteraksi. Tapi kisah kali ini sedikit beda. Dia bukan seper...
  • Jejak langkah ku
    Tak ada yang tahu apa yang akan terjadi dimasa depan. Saya hanyalah seorang anak biasa dari keluarga biasa. 20 tahun yang lalu saya terlahir...
  • kenangan
    kerajaan ku mulai runtuh dermaga ku telah sunyi kapal mereka telah berlayar jauh, . dan jauh dan mungkin tak akan ada lagi yg akan ber...
  • Mawar Merah
    Tidur yang nyenyak. Bahkan sangat nyenyak. Kurentakkan tangan sepanjang-panjangnya sambil menghirup udara pagi yang masih begitu segar. Tib...
  • Senior dan Junior dalam sebuah Kisah
    Alhamdulillah, setelah empat tahun dengan status menjadi seorang mahasiswa, akhirnya tinggal menghitung hari saya akan kembali ketempat dim...
  • Hei Kau
    Hei kau,, Siapa aku bagimu Adakah arti lain bagi mu, Atau aku yang terlalu cepat membuat kesimpulan Hei kau,, Terkadang aku mer...
  • Aku
    ketika rasa tak bisa termaknai ragam kata pun terucap, membentuk bait-bait nada tak beraturan rendah -tinggi-rendah- ingin rasanya berb...
  • Dalam kesunyian malam
        Malam ini bukan merupakan kali pertama aku seperti ini, menangis dalam ketidaktahuan ku. Bukan menangis karena penyesalan yang berlebih...
  • Sang mantan
    Assalamu alaikum, apa kabar ni? Topic   kali ni apa ya? Nah lo, kok tiba-tiba teringat sang mantan. Ciee, yang belum lupain sang ma...
  • pergi untuk kembali
    Setelah 1032 jam kita berada didaratan yang sama, hari ini kita kembali dipisahkan oleh lautan yang bermil-mil jauhnya. Ini bukan sebua...

Archivo del blog

  • ► 2016 (5)
    • ► November (1)
    • ► October (2)
    • ► May (2)
  • ▼ 2015 (5)
    • ▼ October (2)
      • Hei Kau
      • Senior dan Junior dalam sebuah Kisah
    • ► September (1)
      • Kagum atau Jatuh Cinta?
    • ► July (1)
      • Aku dalam bingung
    • ► June (1)
      • Cinta Monyet
  • ► 2014 (10)
    • ► November (1)
    • ► October (2)
    • ► June (1)
    • ► May (1)
    • ► April (2)
    • ► February (2)
    • ► January (1)
  • ► 2013 (23)
    • ► December (1)
    • ► November (2)
    • ► October (3)
    • ► September (4)
    • ► August (3)
    • ► July (10)

Labels

  • cerita baru (1)
  • cerpen (4)
  • curcol (17)
  • event (1)
  • Idul Adha (1)
  • puisi (11)
  • Seoul (1)
  • tentang dia (7)

Search

Etiquetas

  • cerita baru (1)
  • cerpen (4)
  • curcol (17)
  • event (1)
  • Idul Adha (1)
  • puisi (11)
  • Seoul (1)
  • tentang dia (7)

Coretan Pensil Warna-Warni

Monday, October 26, 2015

Hei Kau

Hei kau,,
Siapa aku bagimu
Adakah arti lain bagi mu,
Atau aku yang terlalu cepat membuat kesimpulan

Hei kau,,
Terkadang aku merasa
Menjadi seorang  kakak
Tapi terkadang sikap mu
Membuat ku terlihat seperti adik

Hei kau,
Siapa lagi wanita yang kau buat seperti ini
Hanya akulah
Atau kepada semua wanita disekitar mu

Hei kau,
Tak usah seperti itu
Kami adalah wanita
Yang terlalu peka
Terlalu percaya diri dalam membaca sikap lelaki


Hei kau, ***
Posted by Unknown at 7:30 PM 0 comments

Senior dan Junior dalam sebuah Kisah

Alhamdulillah, setelah empat tahun dengan status menjadi seorang mahasiswa, akhirnya tinggal menghitung hari saya akan kembali ketempat dimana saya berasal. Walaupun kemana langkah akan berjalan belum sepenuhnya terpikirkan, namun dengan tekad yang hampir bulat saya akan pulang. Jika kemudian saya akan mendapatkan pekerjaan segera, berarti kepulangan ini untuk meminta doa restu kepada keluarga dan sanak family agar segala sesuatunya akan berjalan dengan lancar, dan selalu mendapat kemudahan dimana kaki berpijak.

Malam ini saya harus segera menyelesaikan laporan yang beberapa hari lagi harus dilaporkan. Hanya
Posted by Unknown at 7:28 PM 0 comments
Labels: curcol, tentang dia

Saturday, September 12, 2015

Kagum atau Jatuh Cinta?

Senior dan junior terkadang menjadi sebuah pembeda dan pembatas untuk saling beinteraksi. Tapi kisah kali ini sedikit beda. Dia bukan seperti senior yang kebanyakan kukenal. Senior yang biasanya menjadikan status tersebut untuk bertindak seenaknya pada juniornya. Yang banyak berkata-kata untuk membuktikan seberapa hebatnya dia. Sehinga hampir kusimpulkan bahwa semua senior itu “SAMA”.

Namun, pandangan itu mulai sedikit terbantahkan. Bermula sebuah kegiatan kampus. Awalnya saya hanya ikut  teman saja,  dan ada senior tersebut.   senior yang belum pernah bertemu sebelumnya. Kisahnya sudah sering ku dengar dari senior – senior yang lain, tapi untuk bertemu secara langsung belum pernah. Seperti biasa saya langsung berasumsi bahwa pasti seperti senior yang biasanya, banyak berucap tapi kadang tak sesuai dengan implementasi. Dan benar adanya, begitu banyak teori yang disampaikannya, tapi pembuktiannya saya belum bisa dibuktikan.

Waktu terus berjalan. Dan tibalah  pada sebuah forum dengan sitkon yang cukup serius.  semua hadir pada acara itu, termasuk senior itu.  jika dilihat senior itu  tak secantik artis ibu kota, tapi tidak juga bilang dibawa rata-rata. Untuk akademik, dia cukup menjadi yang diperhitungkan. Begitu menurut cerita yang beredar.  Diskusi dimulai. Awalnya dia hanya sebagai pihak penyimak, sambil mencoret-coret sebuah kertas. Entah apa yang ditulisnya. Suasana semakin larut, dan alur pembicaraan semakin panas. Dan tiba-tiba ada suara yang masuk, yang selama forum  berjalan belum pernah terdengar. Yah, dia adalah senior itu. senior yang sedari tadi hanya diam dalam tulisannya. Dengan anggun dia memaparkan argumentnya. Dalam forum ini, jumlah wanita bisa dihitung dengan jari bahkan bisa dihitung walau hanya dengan satu tangan. Senior itu membuktikan bahwa, wanita bisa berbicara walaupun dalam  forum yang didominasi oleh pria. Suaranya tegas dan berwibawa. Kata-katanya diatur dengan baik sehingga mudah dipahami. Semua menyimak dan memberikan waktu hingga selesai. Suasana berbeda ketika senior itu yang berbicara. Mungkin sejak saat itu, saya mulai KAGUM  padanya.  

Kisah berlanjut. Saya dan senior itu sering terlibat dalam beberapa kegiatan.  Hingga yang awalnya hanya bisa melihat dari jauh, sekarang bisa melihat lebih dekat.   Tak sengaja setelah kegiatan, saya dan senior pulang bersama. Meskipun kami sudah cukup dekat namun, rasa segan terhadap senior masih ada. kami naik angkutan yang sama. Tak ada percakapan dimenit awal. Namun beberapa menit kemudian, dia membuka percakapan dengan  bertanya pada ku. Hingga berlanjut ke Tanya jawab. Perjalanan yang biasa ditempuh dalam 10 menit, berubah menjadi lebih lama karena macet. Ternyata ada hikmah dari kemacetan ini. karena macet tersbut aku jadi tahu bahwa  dia adalah orang yang sangat  easy going. Ada beberapa kisah yang dikisahkan, dan selalu ada nilai yang bisa diambil dari kisah tersebut. ingin rasanya macet itu lebih lama. Masih ingin mendengar lebih banyak kisah yang ia kisahkan. Dalam diamku menyimaknya, terbesit sebuah pertanyaan. “adakah yang telah memiliki wanita ini?”. ya, aku sadar, aku hanya seorang junior yang masih butuh banyak belajar. Yang masih jauh dari dia.

Dan sejak saat itu, aku bingung dalam mengartikan perasaan yang tidak jelas tentag dia. Apakah ini masih perasaan “kagum atau Jatuh CInta”.




Posted by Unknown at 6:08 AM 0 comments

Wednesday, July 8, 2015

Aku dalam bingung

Hari berganti
Matahari semakin cepat berputar,
umurku semakin menanjak
dan aku masih disini
masih menjadi orang yang sama
dengan pola pemikiran yang masih  sama

kata orang mereka berubah
berubah menjadi lebih baik
belajar dari sejarah
dan sedang mengukir impian masa depan
mereka ambisius
pantang menyerah
mencoba setiap celah kecil
yang mungkin bisa membuat ledakan besar

dan aku
masih seperti ini
berkoar-koar menebarkan semangat
memberikan petuah-petuah bijak
yang aku pun masih terbata dalam berucap

aku,
aku dalam bingung
kebingungan dalam mengarungi samudera
terombang-ambing mengikuti kemana angin bertiup
berputar arah ketika musim berganti
tak ada perlawanan
tak ada pertahanan


aku
aku yang masih mengikuti kata angin
aku dalam bingung
Posted by Unknown at 9:15 PM 0 comments

Wednesday, June 10, 2015

Cinta Monyet

Ketika aku kecil aku pernah menyukai seorang yang jauh dari umurku. Kata orang itu adalah cinta monyet. Cinta anak kecil yang akan berubah seiring berjalanannya waktu. Dan betul, semakin bertambahnya umur, semakin luasnya pertemanan, rasa suka waktu kecil itu mulai berubah. Kata orang cinta monyet itu berubah-ubah.

Beberapa bulan yang lalu aku genap berusia 25 tahun. Aku menyebutnya masa remaja Tua. Masa dimana aku akan menuju masa pematangan jiwa dan pikiran. Aku berpikir remaja karena terkadang pola pikirku yang masih sedikit labil.

Posted by Unknown at 9:07 PM 0 comments
Labels: cerpen, curcol
Newer Posts Older Posts Home
Subscribe to: Posts (Atom)

Blog Design by Gisele Jaquenod | Distributed by Deluxe Templates