skip to main | skip to sidebar

About me

Unknown
View my complete profile

Subscribe To

Posts
    Atom
Posts
Comments
    Atom
Comments

Archivo del blog

  • ► 2016 (5)
    • ► November (1)
    • ► October (2)
    • ► May (2)
  • ► 2015 (5)
    • ► October (2)
    • ► September (1)
    • ► July (1)
    • ► June (1)
  • ▼ 2014 (10)
    • ► November (1)
    • ► October (2)
    • ► June (1)
    • ► May (1)
    • ► April (2)
    • ▼ February (2)
      • Ya sudah lah :)
      • Mawar Merah
    • ► January (1)
  • ► 2013 (23)
    • ► December (1)
    • ► November (2)
    • ► October (3)
    • ► September (4)
    • ► August (3)
    • ► July (10)

Followers

Pages

  • Home
  • Facebook

Sample text

About Us

Powered by Blogger.

Mawar Merah

6:35 AM - Posted by Unknown - 0 comments
Tidur yang nyenyak. Bahkan sangat nyenyak. Kurentakkan tangan sepanjang-panjangnya sambil menghirup udara pagi yang masih begitu segar. Tiba-tiba aroma itu tercium lagi. Masuk disela-sela udara bersih yang sedang kunikmati. Aroma khas yang selalu menyapa dengan lembut. Tiba-tiba terputar kembali. Aku merindukannya. Aroma ini seakan menggantikannya untuk menyapa ku setiap pagi.  "Setangkai mawar merah" yg ia berikan setahun yg lalu.. bahkan tangkai yg hampir terlupakan. Yg tersimpan rapi disalah satu sudut kamar. Menemani deretan buku-buku yg tersusun rapi.

Aroma itu tercium lagi. Tertangkap oleh indra pencium lalu menuju saraf-saraf lalu dibawa ke pusat pembacaan untuk diterjemaahkan. Namun kali ini terjemahan itu tidak dihantarkan ke bagian tubuh yg lain untuk dipresentasikan. Tetapi terjemahan itu seakan digunakan sebagai kunci terputarnya kembali rekaman indah itu. Aku menikmati setiap putaran - putaran kenangan indah itu. Seakan sedang menonton didepan layar televisi. Semua terekam dengan jelas. Beberapa kali bibir ini membuat garis lengkung. Namun beberapa saat kemudian aku terdiam. Semua tinggallah kenangan . Kenangan indah yg masih tersimpan dimemoriku.

Aku bersyukur pernah berkenalan dengan lelaki itu. Lelaki yang telah memberikan ku banyak pengalaman dan pelajaran. Lelaki yang bukan sekedar kekasih namun sebagai kakak dan sahabat. Walaupun pada akhirnya hubungan kami berakhir karena sebuah alasan. Namun tak ada dendam atau kekecewaan pada kami berdua. Tuhan punya rencana lain untuk kami berdua.. setidaknya itulah kata-kata penguat saat kata berpisah menjadi pilihan saat itu..
**
sampai kapan ku, kau masih lelaki yg memiliki catatan tersendri dalam diari cerita hidup ku. Yang telah menorehkan warna-warni dalam hari ku. Terima kasih. Terima kasih untuk mawar merahnya..



This entry was posted on 6:35 AM and is filed under . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

0 comments:

Post a Comment

Newer Post Older Post Home

Archivo del blog

  • ► 2016 (5)
    • ► November (1)
    • ► October (2)
    • ► May (2)
  • ► 2015 (5)
    • ► October (2)
    • ► September (1)
    • ► July (1)
    • ► June (1)
  • ▼ 2014 (10)
    • ► November (1)
    • ► October (2)
    • ► June (1)
    • ► May (1)
    • ► April (2)
    • ▼ February (2)
      • Ya sudah lah :)
      • Mawar Merah
    • ► January (1)
  • ► 2013 (23)
    • ► December (1)
    • ► November (2)
    • ► October (3)
    • ► September (4)
    • ► August (3)
    • ► July (10)

Popular Posts

  • berlayar
    Entah apa namanya, saat rasa ini berkecambuk dijiwa. Terkadang saya bingung, ada apa dengan saya? Apa yang terjadi? Apa yang ingin saya lak...
  • Cinta Monyet
    Ketika aku kecil aku pernah menyukai seorang yang jauh dari umurku. Kata orang itu adalah cinta monyet. Cinta anak kecil yang akan berubah ...
  • Tuhan, Ampuni rasa ini
    Tuhan, Engkau jelas mengetahui rasa ini bahkan lebih tahu dari akal sehat ku sendri Tuhan, rasa ini begitu sulit kujabarkan dan terkad...
  • Rindu
    Malam, ketika surat ini tak sampai ketangannya biarkan rasa ini tersimpan tersimpan rapat bersama surat ini cukup malam ini yang menjadi...
  • Kagum atau Jatuh Cinta?
    Senior dan junior terkadang menjadi sebuah pembeda dan pembatas untuk saling beinteraksi. Tapi kisah kali ini sedikit beda. Dia bukan seper...
  • masih sama !
    Kupikir, aku  sudah bisa melupakan mu dan mengakhirinya di awal tahun. Ternyata aku salah. Hinggah detik ini aku pun belum bisa melupakan m...
  • tentang SMA dan Dia
    Semua orang pasti punya cerita cinta monyet, cinta waktu SMP, cinta SMA atau cinta-cinta yang lain. Dan ini ada sebuah cerita cinta waktu S...
  • Akhir cerita fantasi Disneyland
    Snow white and seven drawfs, Cinderella, beauty and the beast, sleeping beauty dan lain-lain . Siapa yang tidak mengenal ceritanya? Cerit...
  • Kenapa Lagi???
    Dan untuk kesekian kalinya. Aku kangen kamu bodohh.. hahhaaahah,, dan entah untuk yang keberapa kalinya janji yang terucap diingkari...
  • menjadi "DORA" semalam
    Huaamm,, Selamat pagi dunia. Upss sebenarnya gk lagi pagi denk. Mentari udah terlalu lama berjalan menuju puncak. Jadi saya ganti ya. SELA...

Archivo del blog

  • ► 2016 (5)
    • ► November (1)
    • ► October (2)
    • ► May (2)
  • ► 2015 (5)
    • ► October (2)
    • ► September (1)
    • ► July (1)
    • ► June (1)
  • ▼ 2014 (10)
    • ► November (1)
    • ► October (2)
    • ► June (1)
    • ► May (1)
    • ► April (2)
    • ▼ February (2)
      • Ya sudah lah :)
      • Mawar Merah
    • ► January (1)
  • ► 2013 (23)
    • ► December (1)
    • ► November (2)
    • ► October (3)
    • ► September (4)
    • ► August (3)
    • ► July (10)

Labels

  • cerita baru (1)
  • cerpen (4)
  • curcol (17)
  • event (1)
  • Idul Adha (1)
  • puisi (11)
  • Seoul (1)
  • tentang dia (7)

Search

Etiquetas

  • cerita baru (1)
  • cerpen (4)
  • curcol (17)
  • event (1)
  • Idul Adha (1)
  • puisi (11)
  • Seoul (1)
  • tentang dia (7)

Coretan Pensil Warna-Warni

Thursday, February 13, 2014

Mawar Merah

Tidur yang nyenyak. Bahkan sangat nyenyak. Kurentakkan tangan sepanjang-panjangnya sambil menghirup udara pagi yang masih begitu segar. Tiba-tiba aroma itu tercium lagi. Masuk disela-sela udara bersih yang sedang kunikmati. Aroma khas yang selalu menyapa dengan lembut. Tiba-tiba terputar kembali. Aku merindukannya. Aroma ini seakan menggantikannya untuk menyapa ku setiap pagi.  "Setangkai mawar merah" yg ia berikan setahun yg lalu.. bahkan tangkai yg hampir terlupakan. Yg tersimpan rapi disalah satu sudut kamar. Menemani deretan buku-buku yg tersusun rapi.

Aroma itu tercium lagi. Tertangkap oleh indra pencium lalu menuju saraf-saraf lalu dibawa ke pusat pembacaan untuk diterjemaahkan. Namun kali ini terjemahan itu tidak dihantarkan ke bagian tubuh yg lain untuk dipresentasikan. Tetapi terjemahan itu seakan digunakan sebagai kunci terputarnya kembali rekaman indah itu. Aku menikmati setiap putaran - putaran kenangan indah itu. Seakan sedang menonton didepan layar televisi. Semua terekam dengan jelas. Beberapa kali bibir ini membuat garis lengkung. Namun beberapa saat kemudian aku terdiam. Semua tinggallah kenangan . Kenangan indah yg masih tersimpan dimemoriku.

Aku bersyukur pernah berkenalan dengan lelaki itu. Lelaki yang telah memberikan ku banyak pengalaman dan pelajaran. Lelaki yang bukan sekedar kekasih namun sebagai kakak dan sahabat. Walaupun pada akhirnya hubungan kami berakhir karena sebuah alasan. Namun tak ada dendam atau kekecewaan pada kami berdua. Tuhan punya rencana lain untuk kami berdua.. setidaknya itulah kata-kata penguat saat kata berpisah menjadi pilihan saat itu..
**
sampai kapan ku, kau masih lelaki yg memiliki catatan tersendri dalam diari cerita hidup ku. Yang telah menorehkan warna-warni dalam hari ku. Terima kasih. Terima kasih untuk mawar merahnya..

Posted by Unknown at 6:35 AM

0 comments:

Post a Comment

Newer Post Older Post Home
Subscribe to: Post Comments (Atom)

Blog Design by Gisele Jaquenod | Distributed by Deluxe Templates