skip to main | skip to sidebar

About me

Unknown
View my complete profile

Subscribe To

Posts
    Atom
Posts
All Comments
    Atom
All Comments

Archivo del blog

  • ► 2016 (5)
    • ► November (1)
    • ► October (2)
    • ► May (2)
  • ► 2015 (5)
    • ► October (2)
    • ► September (1)
    • ► July (1)
    • ► June (1)
  • ► 2014 (10)
    • ► November (1)
    • ► October (2)
    • ► June (1)
    • ► May (1)
    • ► April (2)
    • ► February (2)
    • ► January (1)
  • ▼ 2013 (23)
    • ▼ December (1)
      • Jejak langkah ku
    • ► November (2)
    • ► October (3)
    • ► September (4)
    • ► August (3)
    • ► July (10)

Followers

Pages

  • Home
  • Facebook

Sample text

About Us

Powered by Blogger.

Jejak langkah ku

5:34 PM - Posted by Unknown - 0 comments

Tak ada yang tahu apa yang akan terjadi dimasa depan. Saya hanyalah seorang anak biasa dari keluarga biasa. 20 tahun yang lalu saya terlahir di Baluwu, sebuah nama yang diberikan untuk desa yang terletak di kelurahan Melai, Baubau Sulawesi Tenggara.

Hanyalah seorang anak kampung, yang begitu senang ketika ada turis mancanegara datang berkunjung. Kota ku adalah kota yang indah,jadi tidak heran ada turis datang berkunjung. Saya hanyalah seorang anak kampung, negara mereka pun saya tak tahu. Karena tv pun saya tak punya. Begitu bangganya meniru bahasa mereka, aksen mereka yang mungkin jika saat itu direkam lalu diputar ulang mngkin  terlihat seperti orang yang ***** (sensor).

Sejalan dengan berjalannya waktu, bertambah pula nama-nama tempat yang saya ketahui. Dunia ini luas.  Petualangan telah dimulai sejak sekolah dasar. Kendari, Ujung pandang (sekarang Makassar) adalah tempat yang mnjadi awal pelayaran saya. Bagi orang mungkin adalah hal biasa. Namun bagi saya seorang anak kampung merupakan hal luar biasa dapat melangkahkan kaki sejauh itu.

Uang mungkin salah satu yang menjadi pertimbangan. Walaupun tergolong keluarga yang bercukupan, namun kembali lagi  bahwa saya tidak terlahir menjadi anak tunggal, masih ada adik-adik saya.

Saya suka berpetualangan, namun bukan menjadi alasan untuk hanya diam ditempat. Saya suka keluar, menyibukkan diri dengan segala aktifitas yang saya bisa lakoni. Ketika ada tawaran yang memberikan kesempatan untuk lebih jauh lagi melangkah, kenapa tidak saya coba. Hinggah akhirnya saya bisa memperpanjang langkah saya hinggah ke daratan paling barat Indonesia, tempat yang sering disebut dalam lagu kebangsaan Nasional. "Dari Sabang sampai Merauke". Alhamdulillah Sabang, Null Km  yg menjadi titik awal perhitungan luas Indonesia, telah tercatat dalam catatan sejarah ku.

***
Bersambung



Newer Posts Older Posts Home

Archivo del blog

  • ► 2016 (5)
    • ► November (1)
    • ► October (2)
    • ► May (2)
  • ► 2015 (5)
    • ► October (2)
    • ► September (1)
    • ► July (1)
    • ► June (1)
  • ► 2014 (10)
    • ► November (1)
    • ► October (2)
    • ► June (1)
    • ► May (1)
    • ► April (2)
    • ► February (2)
    • ► January (1)
  • ▼ 2013 (23)
    • ▼ December (1)
      • Jejak langkah ku
    • ► November (2)
    • ► October (3)
    • ► September (4)
    • ► August (3)
    • ► July (10)

Popular Posts

  • berlayar
    Entah apa namanya, saat rasa ini berkecambuk dijiwa. Terkadang saya bingung, ada apa dengan saya? Apa yang terjadi? Apa yang ingin saya lak...
  • Cinta Monyet
    Ketika aku kecil aku pernah menyukai seorang yang jauh dari umurku. Kata orang itu adalah cinta monyet. Cinta anak kecil yang akan berubah ...
  • Tuhan, Ampuni rasa ini
    Tuhan, Engkau jelas mengetahui rasa ini bahkan lebih tahu dari akal sehat ku sendri Tuhan, rasa ini begitu sulit kujabarkan dan terkad...
  • Rindu
    Malam, ketika surat ini tak sampai ketangannya biarkan rasa ini tersimpan tersimpan rapat bersama surat ini cukup malam ini yang menjadi...
  • Kagum atau Jatuh Cinta?
    Senior dan junior terkadang menjadi sebuah pembeda dan pembatas untuk saling beinteraksi. Tapi kisah kali ini sedikit beda. Dia bukan seper...
  • masih sama !
    Kupikir, aku  sudah bisa melupakan mu dan mengakhirinya di awal tahun. Ternyata aku salah. Hinggah detik ini aku pun belum bisa melupakan m...
  • tentang SMA dan Dia
    Semua orang pasti punya cerita cinta monyet, cinta waktu SMP, cinta SMA atau cinta-cinta yang lain. Dan ini ada sebuah cerita cinta waktu S...
  • Akhir cerita fantasi Disneyland
    Snow white and seven drawfs, Cinderella, beauty and the beast, sleeping beauty dan lain-lain . Siapa yang tidak mengenal ceritanya? Cerit...
  • Kenapa Lagi???
    Dan untuk kesekian kalinya. Aku kangen kamu bodohh.. hahhaaahah,, dan entah untuk yang keberapa kalinya janji yang terucap diingkari...
  • menjadi "DORA" semalam
    Huaamm,, Selamat pagi dunia. Upss sebenarnya gk lagi pagi denk. Mentari udah terlalu lama berjalan menuju puncak. Jadi saya ganti ya. SELA...

Archivo del blog

  • ► 2016 (5)
    • ► November (1)
    • ► October (2)
    • ► May (2)
  • ► 2015 (5)
    • ► October (2)
    • ► September (1)
    • ► July (1)
    • ► June (1)
  • ► 2014 (10)
    • ► November (1)
    • ► October (2)
    • ► June (1)
    • ► May (1)
    • ► April (2)
    • ► February (2)
    • ► January (1)
  • ▼ 2013 (23)
    • ▼ December (1)
      • Jejak langkah ku
    • ► November (2)
    • ► October (3)
    • ► September (4)
    • ► August (3)
    • ► July (10)

Labels

  • cerita baru (1)
  • cerpen (4)
  • curcol (17)
  • event (1)
  • Idul Adha (1)
  • puisi (11)
  • Seoul (1)
  • tentang dia (7)

Search

Etiquetas

  • cerita baru (1)
  • cerpen (4)
  • curcol (17)
  • event (1)
  • Idul Adha (1)
  • puisi (11)
  • Seoul (1)
  • tentang dia (7)

Coretan Pensil Warna-Warni

Thursday, December 12, 2013

Jejak langkah ku

Tak ada yang tahu apa yang akan terjadi dimasa depan. Saya hanyalah seorang anak biasa dari keluarga biasa. 20 tahun yang lalu saya terlahir di Baluwu, sebuah nama yang diberikan untuk desa yang terletak di kelurahan Melai, Baubau Sulawesi Tenggara.

Hanyalah seorang anak kampung, yang begitu senang ketika ada turis mancanegara datang berkunjung. Kota ku adalah kota yang indah,jadi tidak heran ada turis datang berkunjung. Saya hanyalah seorang anak kampung, negara mereka pun saya tak tahu. Karena tv pun saya tak punya. Begitu bangganya meniru bahasa mereka, aksen mereka yang mungkin jika saat itu direkam lalu diputar ulang mngkin  terlihat seperti orang yang ***** (sensor).

Sejalan dengan berjalannya waktu, bertambah pula nama-nama tempat yang saya ketahui. Dunia ini luas.  Petualangan telah dimulai sejak sekolah dasar. Kendari, Ujung pandang (sekarang Makassar) adalah tempat yang mnjadi awal pelayaran saya. Bagi orang mungkin adalah hal biasa. Namun bagi saya seorang anak kampung merupakan hal luar biasa dapat melangkahkan kaki sejauh itu.

Uang mungkin salah satu yang menjadi pertimbangan. Walaupun tergolong keluarga yang bercukupan, namun kembali lagi  bahwa saya tidak terlahir menjadi anak tunggal, masih ada adik-adik saya.

Saya suka berpetualangan, namun bukan menjadi alasan untuk hanya diam ditempat. Saya suka keluar, menyibukkan diri dengan segala aktifitas yang saya bisa lakoni. Ketika ada tawaran yang memberikan kesempatan untuk lebih jauh lagi melangkah, kenapa tidak saya coba. Hinggah akhirnya saya bisa memperpanjang langkah saya hinggah ke daratan paling barat Indonesia, tempat yang sering disebut dalam lagu kebangsaan Nasional. "Dari Sabang sampai Merauke". Alhamdulillah Sabang, Null Km  yg menjadi titik awal perhitungan luas Indonesia, telah tercatat dalam catatan sejarah ku.

***
Bersambung

Posted by Unknown at 5:34 PM 0 comments
Newer Posts Older Posts Home
Subscribe to: Posts (Atom)

Blog Design by Gisele Jaquenod | Distributed by Deluxe Templates