5 jari ini masih
terlalu banyak untuk menjelaskan lamanya perkenalan ini. tapi tak cukup juga
untuk menjelaskan banyak nya waktu dan peristiwa yang telah terlewati. dekat?
tidak juga! jauh? tidak juga! ketika dekat ada saja yang membuat berjarak,
namun bukan berarti ketika berjarak kita menjadi lebih dekat. jika hanya tembok
yang membuat kita menjadi berjarak , atau daratan atau karena lautan yang
membuat jarak itu semakin nyata. bagiku itu hanya sebuah alasan yang mencari
pembenaran atas jarak yang terjadi. ini bukan zaman dimana pena, kertas, dan
prangko begitu diiagungkan sebagai media untuk untuk bertukar kabar. tapi
entahlah, ini patut disyukuri atau salah satu bentuk cobaan hidup dizaman yang
serba dimudahkan ini. bagiku tak ada alasan untuk tak saling menyapa. Bahkan
dalam Islam , diwajibkan melanggengkan jalinan silaturahim dengan berbagai
kebaikan karenanya. atau inikah skenario untuk kita, yang alam pun turut
bertindak tak mendukung? atau ini adalah jawaban atas doa yang selalu
dipanjatkan saat sebagaian makhluk Tuhan sedang terlelap dalam hangatnya
selimut bulu domba?
Seberapa jauhkah
kita berjarak? Sudah berapa lama kita tak saling berbalas surat atau pantun?
Seberapa banyakkah tumpukan kertas itu? Seberapa banyakkan coretan yang
digoreskan dalam setiap surat keputusan itu? Seberapa penting jabatan itu?
Seberapa penting pekerjaan itu? Hingga tak sempat untuk menekan angka-angka
atau huruf-huruf untuk merangkai menjadi
sebuah kalimat. Tak meminta waktu yang
lama, cukup mengetahui bahwa kau baik-baik saja atau pekerjaan sedang berjejer rapi didepan,
atau jiwa dan raga yang sedang tak
bersahabat, atau penjelasan lain yang membuat rasa khawatir tak menjada-jadi.
**
amarah, benci, rindu, kesal, sayang, tak selamanya harus dipendam, LUAPKAN!!!!! walau hanya pada tulisan atau garis-garis tak beraturan..
