skip to main | skip to sidebar

About me

Unknown
View my complete profile

Subscribe To

Posts
    Atom
Posts
Comments
    Atom
Comments

Archivo del blog

  • ► 2016 (5)
    • ► November (1)
    • ► October (2)
    • ► May (2)
  • ► 2015 (5)
    • ► October (2)
    • ► September (1)
    • ► July (1)
    • ► June (1)
  • ► 2014 (10)
    • ► November (1)
    • ► October (2)
    • ► June (1)
    • ► May (1)
    • ► April (2)
    • ► February (2)
    • ► January (1)
  • ▼ 2013 (23)
    • ► December (1)
    • ► November (2)
    • ► October (3)
    • ► September (4)
    • ▼ August (3)
      • Rindu Rembulan
      • lagi-lagi tentang Dia
      • menjadi "DORA" semalam
    • ► July (10)

Followers

Pages

  • Home
  • Facebook

Sample text

About Us

Powered by Blogger.

menjadi "DORA" semalam

11:46 PM - Posted by Unknown - 0 comments
Huaamm,,
Selamat pagi dunia. Upss sebenarnya gk lagi pagi denk. Mentari udah terlalu lama berjalan menuju puncak. Jadi saya ganti ya. SELAMAT SIANG.
Petama-tama marilah kita panjatkan puji dan syukur kepada ALLAH SWT, karena atas kemaha kuasaan_Nya napas ini masih berhembus, tidur masih terbangung, jiwa dan raga masih kompak menjalani aktifitas, dan segala kebaikan yang terjadi hingga detik ini.

Tak lupa salawat dan salam kita hanturkan kepada junjungan besar nabi MUHAMMAD SAW, yang telah mengantarkan kita dari jaman yang gelap, kejaman yang terang benderang, jaman kemenangan seperti sekarang ini.


Terima kasih kepada orang tua, kakak-kakak, adik-adik dan keluarga tercinta yang selalu memberikan suportnya.
(hahahha, udah kayak mau pidato aja ~_~)

Sebenarnya udah lama sih saya mau cerita, tapi seperti biasa, “THE POWER of LAZY” atau “THE POWER of BED” yang begitu kuat, hingga saya tak mampu untuk melawannya. (hihihihh). Dan berhubung daya ingat saya gak kuat-kuat banget ,jadi  alangkah baiknya cerita ini saya arsipkan terlebih dahulu sebelum bobot ceritanya berkurang. (aduh bahasanya,, hohohoo).


Dalam catatan hidup saya, setiap ketawa-ketiwi pasti akan ada sesuatu yang terjadi. Entah itu setelah kejadian (ketawa-ketiwinya) atau beberapa hari kemudian. Seperti dahulu kalah (jika tak salah ingat), setelah ngumpul-ngumpul sama teman, tertawa lepas , eh pas pulang ban motor bocor, mana sendirian tempat bengkel masih jauh, dan yang lebih apesnya uang yang dibawa gk cukup. Tapi seperti biasa, telpon adik, bawain uang, trus gantian jaga (hohohoho, syukur adiknya baik walaupun diawali dengan ngomel). Nah kejadian itu terjadi lagi disini (Korea).
Ceritanya seperti ini.

Jum’at , saya dan teman-teman menari sepakat untuk jalan-jalan, tamasya, rekreasi atau apalah namanya, intinya hang out.  Selama berjalan pasti ada-ada aja bahan yang diperbincangkan yang mengundang tawa. Mulai dari cerita kak flo yang jatuh ke air  malam-malam, perdebatan seorang pasangan antara jepang dan Korea, kambing Korea, kakek-kakek photo grapher dan masih banyak lagi. Hari itu adalah hari dimana semua masalah seakan pergi bersamaan dengan suara tawa yang keluar.

Dan tidak sampe distu saja, tertawa masih berlanjut saat makan, dan disinilah tertawa yang selepas-lepasnya (hahhahahah) apalagi pelanggan rumah makan udah sepi (yaialah kita yang terakir hihihihihi). Belum makan udah kenyang duluan karena ketawa, ditambah porsi makan yang besar, tambah kenyang gk sanggup jalan. Udah ada perasaan was-was sih. Ketawa-ketiwinya tidak sampe distu, saat menunggu bus pun cerita masih berlanjut. Gk kuat, udah kenyang karena makan ditambah lagi yang ini. Tewas

Saat dibus, udah agak mendingan.  Dan sampailah ke stasiun yang akan mengantarkan kami ke stasiun-stasiun kami masing-masing. Di sini udah agak seram ni. Mungkin udah hal yang biasa sih bagi teman-teman yang udah lama disni menunggu subway sampe jam sekitar 11-an lah. Tapi bagi saya yang baru menginjakkan kaki di Korea merupakan pengalaman yang baru. Setelah subway yang ditunggu datang tanpa dikomandoi semua langsung bergegas naik (yailah, mau nunggu apa lagi coba). Setelah tiba distasiun berikutnya, kami berpisah kearah maisng-masing. Dan disinilah petualangan saya terjadi. Bersama seorang teman, dengan percaya dirinya kami memilih salah satu tangga turun tanpa memastikan apakah arah tersebut telah benar. Kurang lebih 30 menit kami menunggu hingga rasa takut itu mulai datang. Mengapa tidak. Pakaian begitu mencolok. Bukan mencolok karena warnanya yang begitu terang atau karena pakaian kami bagaikan tokoh super hero dengan kostumya menarik. Bukan, bukan, Tapi karena pakaian kami (saya dan teman) begitu tertutup, dari ujung rambut sampai ujung kaki dengan ukuran yang cukup longgar. Dan saya rasa lebih mencolok jika dibanding dengan cewe-cewe yang berpakaian seksi.  Apalagi teringat perkataan seorang senior penari, “disini beberapa orang belum sepenuhnya menerima kedatangan para pendatang apalagi orang-orang tuanya. Lebih parahnya lagi kalau dalam situasi mabuk, berhati-hati sajalah”. Seram, jadi teringat saat pulang bersama kakak tersebut , dan didekati pria mabuk. Syukur ada kakak.. huft, jadi lemes.

Subway tiba, dan kami pun segera berebutan masuk dengan penumpang yang lain. Setelah melewati beberapa stasiun, baru tersadar bahwa jalur yang saya lewati keliru. Tidak seperti perencanaan awal.  Segera mengambil peta untuk melihat stasiun terdekat untuk transit. Dan ternyata baru saja terlewati. Waduh.. paragh. Terpaksa kami lanjut menuju stasiun terakhir dengan rencana akan transit keline  untuk 2x transit. Rasa semakin takut, penumpang tinggal beberapa orang . pikiran buruk pun silih berganti mempengaruhi rasa was-was ini. Menuju stasiun terakhir, beberapa lampu kereta tiba-tiba padam, nah loh, ada apa ini. Walaupun panic saya berusaha untuk tetap terkontrol, dengan segala doa dipanjatkan untuk keselamatan. Tiba distasiun terakhir, ternyata arah subway yang kami rencanakan telah berhenti (udah stop).tambah panic, ditambah pertanyaan-pertanyaan dari teman, yang sebenarnya pertanyaan biasa, jadi membuat stress. Bisa kebayang kan suasan panic ditambah desakan pertanyaan, bisa gila, dan saya bersyukur bisa mengendalikan emosi, control pikiran dan terus berjalan mencari titik terang agar bisa tiba dengan selamat dan tidur dengan tenang.  Tanpa berpikir panjang, saya memberanikan diri untuk bertanya kepada seorang pria, dan bersyukur dia bisa berbahasa inggris. Masih ada dan merupakan yang terakhir “24.10”. sungguh Kurasakan tangan Tuhan membantuku.

Kami harus transfer lagi, dan jalan menuju line yang kami maksud begitu jauh. hingga saya pun berkata pada teman “kalau memang udah tidak ada lagi, ya sudah kita keluar saja, cari taman, atau sevel terus kita sahur distu besok baru pulang”. Perkataan yang terucap dari tubuh yang telah begitu lelah. Bagaiman tidak. Saya telah berjalan jauh sejak pagi, memakai sedikit energy dengan bermain bersama anak-anak kelas 5 dan sorenya saya lanjut hang out bersama teman.  saya tidak menyalahkan siapa-siapa. Karena sayalah yang salah tidak melihat petunjuk sebelum bertindak. Setiap perkara pasti selalu ada hikmahnya. Dan kali ini pesan ortu terngiang lagi “boli kalida-kalida, fikiri pea simpo ubengkala (artinya jika tak salah seperti ini, jangan terlalu gegabah/terburu-buru, berpikir dulu baru bertindak).

Lanjut kecerita.
Subway datang, walaupun tak dapat tempat duduk tetapi bersyukur subway yang ini masih ramai, jauh berbeda dengan kereta sebelumnya yang begitu sepi. Berjalanan kurang lebih 20 menit. Setelah tiba, kami langsung bergegas menuju tempat pemberhentian bis (jaryujang), dan tepat seperti perkiraan bahwa busnya tidak ada. kami pun memilih taksi untuk perjalan pulang. Namun ditunggu beberapa lama tak muncul-muncul. Kembali lagi rasa takut itu. dan kahirnya kami menemukan taksi kosong.

Tiba dengan selamat didepan sevel. Kami pun berhenti sejenak sembari nongkrong didepan sevel (seven eleven). Sambil nostalgia masa SMP dan SMA,  dan menikmati mobil yang lalu lalang dan beranjak hingga waktu sahur tiba. Namun ternyata diluar rencana. Tiba-tiba seorang lelaki paruh baya datang dengan senyum penuh arti. Wah artinya apa ini. Entah apa yang diucapkannya , saya dan teman melanjutkan cerita dengan nada saling mengkode. Lelaki itu tetap melanjutkan perkataannya dan saya pun langsung beranjak dari tempat duduk dan segera masuk kedalam sevel dan berharap teman mengikuti ku. Namun ternyata tidak, saya terpaksa keluar kembali untuk menyuruhnya masuk. Kami masuk, namun ternyata lelaki itu tetap saja tak pergi dan beberapa menit kemudian diapun menyusul kami. gila, twu bapak nekat  amat.  Entah apa yang diucapkannya, sayamenjawab “anniyo, anniyo” (tidak-tidak). Lalu bapak itu pun pergi.

Fiuuuhh, akhirnya. Kami pun langsung bergegas pulang. Dan disinilah kecerobohan saya terulang lagi. Saya tidak cleaning  lokasi. Paraagh, udah selalu diterapkan diMAPALA tapi tetap saja lupa. Dan terungkaplah keesokkan harinya, dompet saya hilang, beserta kartu-kartu saya. Syukur udah gk ada uangnnya, jika ada, bisa gila, dan bisa-bisa cerita saya berikutnya “derita bulan Agustus” karena tidak makan. Hahhahahahah

Menyalahkan diri sendiri, kenapa setelah tiba tidak langsung pulang kerumah. Anak cewe gk baik lama-lama diluar rumah, apalagi malam. Jadi ingat pesan MAMA,, huftt, miss u MOM, DAD

**
Dan kejadian itu terjadi lagi kamis malam (tadi malam). Saat lagi nongkrong depan sevel tiba-tiba seorang lelaki paruh baya, dengan lenggak-lenggok yang begitu gemulai (gila bancii mabuk,, hohooh) datang menghampiri. Saya dan teman (lebih tepatnya kakak) saling menatap dan tetap cool dong (tentunya) hanya tersenyum. Bersyukur lampu lalu lintas segera berganti warna (warna hijau untuk pejalan kaki). Lelaki itu pun segera berlari menyemberang. Namun beberapa saat kemudian kami pun melihat gelagaknya seperti ingin menyemberang kembali. Tanpa berpikir panjang, kami langsung berlari.

**
Tapi perasaan ini langsung berubah. Naik  ke puncak asrama. Dengan suasana yang Begitu tenang, beratapkan langit dengan bintang yang saling berjarak. Dan saat itu, saya bermimpi, bermimpi suatu saat nanti bisa berada ditempat yang tinggi, dengan suasana yang tenang beratapkan langit cerah penuh bintang  bersama “DIA”.. ^_^…

**
Demikian cerita saya. menjadi "dora the explorer" semalam. dengan tas ransel dan sebuah peta, berjalan dengan mantap.. (hehehehe) Semoga akan ada lagi pengalaman-pengalaman berikutnya



**
saat rindu untuk bercerita pada mereka..
Korea
2 Juli 2013



This entry was posted on 11:46 PM and is filed under curcol , Seoul . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

0 comments:

Post a Comment

Newer Post Older Post Home

Archivo del blog

  • ► 2016 (5)
    • ► November (1)
    • ► October (2)
    • ► May (2)
  • ► 2015 (5)
    • ► October (2)
    • ► September (1)
    • ► July (1)
    • ► June (1)
  • ► 2014 (10)
    • ► November (1)
    • ► October (2)
    • ► June (1)
    • ► May (1)
    • ► April (2)
    • ► February (2)
    • ► January (1)
  • ▼ 2013 (23)
    • ► December (1)
    • ► November (2)
    • ► October (3)
    • ► September (4)
    • ▼ August (3)
      • Rindu Rembulan
      • lagi-lagi tentang Dia
      • menjadi "DORA" semalam
    • ► July (10)

Popular Posts

  • berlayar
    Entah apa namanya, saat rasa ini berkecambuk dijiwa. Terkadang saya bingung, ada apa dengan saya? Apa yang terjadi? Apa yang ingin saya lak...
  • Cinta Monyet
    Ketika aku kecil aku pernah menyukai seorang yang jauh dari umurku. Kata orang itu adalah cinta monyet. Cinta anak kecil yang akan berubah ...
  • Tuhan, Ampuni rasa ini
    Tuhan, Engkau jelas mengetahui rasa ini bahkan lebih tahu dari akal sehat ku sendri Tuhan, rasa ini begitu sulit kujabarkan dan terkad...
  • Rindu
    Malam, ketika surat ini tak sampai ketangannya biarkan rasa ini tersimpan tersimpan rapat bersama surat ini cukup malam ini yang menjadi...
  • Kagum atau Jatuh Cinta?
    Senior dan junior terkadang menjadi sebuah pembeda dan pembatas untuk saling beinteraksi. Tapi kisah kali ini sedikit beda. Dia bukan seper...
  • masih sama !
    Kupikir, aku  sudah bisa melupakan mu dan mengakhirinya di awal tahun. Ternyata aku salah. Hinggah detik ini aku pun belum bisa melupakan m...
  • tentang SMA dan Dia
    Semua orang pasti punya cerita cinta monyet, cinta waktu SMP, cinta SMA atau cinta-cinta yang lain. Dan ini ada sebuah cerita cinta waktu S...
  • Akhir cerita fantasi Disneyland
    Snow white and seven drawfs, Cinderella, beauty and the beast, sleeping beauty dan lain-lain . Siapa yang tidak mengenal ceritanya? Cerit...
  • Kenapa Lagi???
    Dan untuk kesekian kalinya. Aku kangen kamu bodohh.. hahhaaahah,, dan entah untuk yang keberapa kalinya janji yang terucap diingkari...
  • menjadi "DORA" semalam
    Huaamm,, Selamat pagi dunia. Upss sebenarnya gk lagi pagi denk. Mentari udah terlalu lama berjalan menuju puncak. Jadi saya ganti ya. SELA...

Archivo del blog

  • ► 2016 (5)
    • ► November (1)
    • ► October (2)
    • ► May (2)
  • ► 2015 (5)
    • ► October (2)
    • ► September (1)
    • ► July (1)
    • ► June (1)
  • ► 2014 (10)
    • ► November (1)
    • ► October (2)
    • ► June (1)
    • ► May (1)
    • ► April (2)
    • ► February (2)
    • ► January (1)
  • ▼ 2013 (23)
    • ► December (1)
    • ► November (2)
    • ► October (3)
    • ► September (4)
    • ▼ August (3)
      • Rindu Rembulan
      • lagi-lagi tentang Dia
      • menjadi "DORA" semalam
    • ► July (10)

Labels

  • cerita baru (1)
  • cerpen (4)
  • curcol (17)
  • event (1)
  • Idul Adha (1)
  • puisi (11)
  • Seoul (1)
  • tentang dia (7)

Search

Etiquetas

  • cerita baru (1)
  • cerpen (4)
  • curcol (17)
  • event (1)
  • Idul Adha (1)
  • puisi (11)
  • Seoul (1)
  • tentang dia (7)

Coretan Pensil Warna-Warni

Thursday, August 1, 2013

menjadi "DORA" semalam

Huaamm,,
Selamat pagi dunia. Upss sebenarnya gk lagi pagi denk. Mentari udah terlalu lama berjalan menuju puncak. Jadi saya ganti ya. SELAMAT SIANG.
Petama-tama marilah kita panjatkan puji dan syukur kepada ALLAH SWT, karena atas kemaha kuasaan_Nya napas ini masih berhembus, tidur masih terbangung, jiwa dan raga masih kompak menjalani aktifitas, dan segala kebaikan yang terjadi hingga detik ini.

Tak lupa salawat dan salam kita hanturkan kepada junjungan besar nabi MUHAMMAD SAW, yang telah mengantarkan kita dari jaman yang gelap, kejaman yang terang benderang, jaman kemenangan seperti sekarang ini.


Terima kasih kepada orang tua, kakak-kakak, adik-adik dan keluarga tercinta yang selalu memberikan suportnya.
(hahahha, udah kayak mau pidato aja ~_~)

Sebenarnya udah lama sih saya mau cerita, tapi seperti biasa, “THE POWER of LAZY” atau “THE POWER of BED” yang begitu kuat, hingga saya tak mampu untuk melawannya. (hihihihh). Dan berhubung daya ingat saya gak kuat-kuat banget ,jadi  alangkah baiknya cerita ini saya arsipkan terlebih dahulu sebelum bobot ceritanya berkurang. (aduh bahasanya,, hohohoo).


Dalam catatan hidup saya, setiap ketawa-ketiwi pasti akan ada sesuatu yang terjadi. Entah itu setelah kejadian (ketawa-ketiwinya) atau beberapa hari kemudian. Seperti dahulu kalah (jika tak salah ingat), setelah ngumpul-ngumpul sama teman, tertawa lepas , eh pas pulang ban motor bocor, mana sendirian tempat bengkel masih jauh, dan yang lebih apesnya uang yang dibawa gk cukup. Tapi seperti biasa, telpon adik, bawain uang, trus gantian jaga (hohohoho, syukur adiknya baik walaupun diawali dengan ngomel). Nah kejadian itu terjadi lagi disini (Korea).
Ceritanya seperti ini.

Jum’at , saya dan teman-teman menari sepakat untuk jalan-jalan, tamasya, rekreasi atau apalah namanya, intinya hang out.  Selama berjalan pasti ada-ada aja bahan yang diperbincangkan yang mengundang tawa. Mulai dari cerita kak flo yang jatuh ke air  malam-malam, perdebatan seorang pasangan antara jepang dan Korea, kambing Korea, kakek-kakek photo grapher dan masih banyak lagi. Hari itu adalah hari dimana semua masalah seakan pergi bersamaan dengan suara tawa yang keluar.

Dan tidak sampe distu saja, tertawa masih berlanjut saat makan, dan disinilah tertawa yang selepas-lepasnya (hahhahahah) apalagi pelanggan rumah makan udah sepi (yaialah kita yang terakir hihihihihi). Belum makan udah kenyang duluan karena ketawa, ditambah porsi makan yang besar, tambah kenyang gk sanggup jalan. Udah ada perasaan was-was sih. Ketawa-ketiwinya tidak sampe distu, saat menunggu bus pun cerita masih berlanjut. Gk kuat, udah kenyang karena makan ditambah lagi yang ini. Tewas

Saat dibus, udah agak mendingan.  Dan sampailah ke stasiun yang akan mengantarkan kami ke stasiun-stasiun kami masing-masing. Di sini udah agak seram ni. Mungkin udah hal yang biasa sih bagi teman-teman yang udah lama disni menunggu subway sampe jam sekitar 11-an lah. Tapi bagi saya yang baru menginjakkan kaki di Korea merupakan pengalaman yang baru. Setelah subway yang ditunggu datang tanpa dikomandoi semua langsung bergegas naik (yailah, mau nunggu apa lagi coba). Setelah tiba distasiun berikutnya, kami berpisah kearah maisng-masing. Dan disinilah petualangan saya terjadi. Bersama seorang teman, dengan percaya dirinya kami memilih salah satu tangga turun tanpa memastikan apakah arah tersebut telah benar. Kurang lebih 30 menit kami menunggu hingga rasa takut itu mulai datang. Mengapa tidak. Pakaian begitu mencolok. Bukan mencolok karena warnanya yang begitu terang atau karena pakaian kami bagaikan tokoh super hero dengan kostumya menarik. Bukan, bukan, Tapi karena pakaian kami (saya dan teman) begitu tertutup, dari ujung rambut sampai ujung kaki dengan ukuran yang cukup longgar. Dan saya rasa lebih mencolok jika dibanding dengan cewe-cewe yang berpakaian seksi.  Apalagi teringat perkataan seorang senior penari, “disini beberapa orang belum sepenuhnya menerima kedatangan para pendatang apalagi orang-orang tuanya. Lebih parahnya lagi kalau dalam situasi mabuk, berhati-hati sajalah”. Seram, jadi teringat saat pulang bersama kakak tersebut , dan didekati pria mabuk. Syukur ada kakak.. huft, jadi lemes.

Subway tiba, dan kami pun segera berebutan masuk dengan penumpang yang lain. Setelah melewati beberapa stasiun, baru tersadar bahwa jalur yang saya lewati keliru. Tidak seperti perencanaan awal.  Segera mengambil peta untuk melihat stasiun terdekat untuk transit. Dan ternyata baru saja terlewati. Waduh.. paragh. Terpaksa kami lanjut menuju stasiun terakhir dengan rencana akan transit keline  untuk 2x transit. Rasa semakin takut, penumpang tinggal beberapa orang . pikiran buruk pun silih berganti mempengaruhi rasa was-was ini. Menuju stasiun terakhir, beberapa lampu kereta tiba-tiba padam, nah loh, ada apa ini. Walaupun panic saya berusaha untuk tetap terkontrol, dengan segala doa dipanjatkan untuk keselamatan. Tiba distasiun terakhir, ternyata arah subway yang kami rencanakan telah berhenti (udah stop).tambah panic, ditambah pertanyaan-pertanyaan dari teman, yang sebenarnya pertanyaan biasa, jadi membuat stress. Bisa kebayang kan suasan panic ditambah desakan pertanyaan, bisa gila, dan saya bersyukur bisa mengendalikan emosi, control pikiran dan terus berjalan mencari titik terang agar bisa tiba dengan selamat dan tidur dengan tenang.  Tanpa berpikir panjang, saya memberanikan diri untuk bertanya kepada seorang pria, dan bersyukur dia bisa berbahasa inggris. Masih ada dan merupakan yang terakhir “24.10”. sungguh Kurasakan tangan Tuhan membantuku.

Kami harus transfer lagi, dan jalan menuju line yang kami maksud begitu jauh. hingga saya pun berkata pada teman “kalau memang udah tidak ada lagi, ya sudah kita keluar saja, cari taman, atau sevel terus kita sahur distu besok baru pulang”. Perkataan yang terucap dari tubuh yang telah begitu lelah. Bagaiman tidak. Saya telah berjalan jauh sejak pagi, memakai sedikit energy dengan bermain bersama anak-anak kelas 5 dan sorenya saya lanjut hang out bersama teman.  saya tidak menyalahkan siapa-siapa. Karena sayalah yang salah tidak melihat petunjuk sebelum bertindak. Setiap perkara pasti selalu ada hikmahnya. Dan kali ini pesan ortu terngiang lagi “boli kalida-kalida, fikiri pea simpo ubengkala (artinya jika tak salah seperti ini, jangan terlalu gegabah/terburu-buru, berpikir dulu baru bertindak).

Lanjut kecerita.
Subway datang, walaupun tak dapat tempat duduk tetapi bersyukur subway yang ini masih ramai, jauh berbeda dengan kereta sebelumnya yang begitu sepi. Berjalanan kurang lebih 20 menit. Setelah tiba, kami langsung bergegas menuju tempat pemberhentian bis (jaryujang), dan tepat seperti perkiraan bahwa busnya tidak ada. kami pun memilih taksi untuk perjalan pulang. Namun ditunggu beberapa lama tak muncul-muncul. Kembali lagi rasa takut itu. dan kahirnya kami menemukan taksi kosong.

Tiba dengan selamat didepan sevel. Kami pun berhenti sejenak sembari nongkrong didepan sevel (seven eleven). Sambil nostalgia masa SMP dan SMA,  dan menikmati mobil yang lalu lalang dan beranjak hingga waktu sahur tiba. Namun ternyata diluar rencana. Tiba-tiba seorang lelaki paruh baya datang dengan senyum penuh arti. Wah artinya apa ini. Entah apa yang diucapkannya , saya dan teman melanjutkan cerita dengan nada saling mengkode. Lelaki itu tetap melanjutkan perkataannya dan saya pun langsung beranjak dari tempat duduk dan segera masuk kedalam sevel dan berharap teman mengikuti ku. Namun ternyata tidak, saya terpaksa keluar kembali untuk menyuruhnya masuk. Kami masuk, namun ternyata lelaki itu tetap saja tak pergi dan beberapa menit kemudian diapun menyusul kami. gila, twu bapak nekat  amat.  Entah apa yang diucapkannya, sayamenjawab “anniyo, anniyo” (tidak-tidak). Lalu bapak itu pun pergi.

Fiuuuhh, akhirnya. Kami pun langsung bergegas pulang. Dan disinilah kecerobohan saya terulang lagi. Saya tidak cleaning  lokasi. Paraagh, udah selalu diterapkan diMAPALA tapi tetap saja lupa. Dan terungkaplah keesokkan harinya, dompet saya hilang, beserta kartu-kartu saya. Syukur udah gk ada uangnnya, jika ada, bisa gila, dan bisa-bisa cerita saya berikutnya “derita bulan Agustus” karena tidak makan. Hahhahahahah

Menyalahkan diri sendiri, kenapa setelah tiba tidak langsung pulang kerumah. Anak cewe gk baik lama-lama diluar rumah, apalagi malam. Jadi ingat pesan MAMA,, huftt, miss u MOM, DAD

**
Dan kejadian itu terjadi lagi kamis malam (tadi malam). Saat lagi nongkrong depan sevel tiba-tiba seorang lelaki paruh baya, dengan lenggak-lenggok yang begitu gemulai (gila bancii mabuk,, hohooh) datang menghampiri. Saya dan teman (lebih tepatnya kakak) saling menatap dan tetap cool dong (tentunya) hanya tersenyum. Bersyukur lampu lalu lintas segera berganti warna (warna hijau untuk pejalan kaki). Lelaki itu pun segera berlari menyemberang. Namun beberapa saat kemudian kami pun melihat gelagaknya seperti ingin menyemberang kembali. Tanpa berpikir panjang, kami langsung berlari.

**
Tapi perasaan ini langsung berubah. Naik  ke puncak asrama. Dengan suasana yang Begitu tenang, beratapkan langit dengan bintang yang saling berjarak. Dan saat itu, saya bermimpi, bermimpi suatu saat nanti bisa berada ditempat yang tinggi, dengan suasana yang tenang beratapkan langit cerah penuh bintang  bersama “DIA”.. ^_^…

**
Demikian cerita saya. menjadi "dora the explorer" semalam. dengan tas ransel dan sebuah peta, berjalan dengan mantap.. (hehehehe) Semoga akan ada lagi pengalaman-pengalaman berikutnya



**
saat rindu untuk bercerita pada mereka..
Korea
2 Juli 2013

Posted by Unknown at 11:46 PM
Labels: curcol, Seoul

0 comments:

Post a Comment

Newer Post Older Post Home
Subscribe to: Post Comments (Atom)

Blog Design by Gisele Jaquenod | Distributed by Deluxe Templates