skip to main | skip to sidebar

About me

Unknown
View my complete profile

Subscribe To

Posts
    Atom
Posts
All Comments
    Atom
All Comments

Archivo del blog

  • ► 2016 (5)
    • ► November (1)
    • ► October (2)
    • ► May (2)
  • ▼ 2015 (5)
    • ► October (2)
    • ▼ September (1)
      • Kagum atau Jatuh Cinta?
    • ► July (1)
    • ► June (1)
  • ► 2014 (10)
    • ► November (1)
    • ► October (2)
    • ► June (1)
    • ► May (1)
    • ► April (2)
    • ► February (2)
    • ► January (1)
  • ► 2013 (23)
    • ► December (1)
    • ► November (2)
    • ► October (3)
    • ► September (4)
    • ► August (3)
    • ► July (10)

Followers

Pages

  • Home
  • Facebook

Sample text

About Us

Powered by Blogger.

Kagum atau Jatuh Cinta?

6:08 AM - Posted by Unknown - 0 comments
Senior dan junior terkadang menjadi sebuah pembeda dan pembatas untuk saling beinteraksi. Tapi kisah kali ini sedikit beda. Dia bukan seperti senior yang kebanyakan kukenal. Senior yang biasanya menjadikan status tersebut untuk bertindak seenaknya pada juniornya. Yang banyak berkata-kata untuk membuktikan seberapa hebatnya dia. Sehinga hampir kusimpulkan bahwa semua senior itu “SAMA”.

Namun, pandangan itu mulai sedikit terbantahkan. Bermula sebuah kegiatan kampus. Awalnya saya hanya ikut  teman saja,  dan ada senior tersebut.   senior yang belum pernah bertemu sebelumnya. Kisahnya sudah sering ku dengar dari senior – senior yang lain, tapi untuk bertemu secara langsung belum pernah. Seperti biasa saya langsung berasumsi bahwa pasti seperti senior yang biasanya, banyak berucap tapi kadang tak sesuai dengan implementasi. Dan benar adanya, begitu banyak teori yang disampaikannya, tapi pembuktiannya saya belum bisa dibuktikan.

Waktu terus berjalan. Dan tibalah  pada sebuah forum dengan sitkon yang cukup serius.  semua hadir pada acara itu, termasuk senior itu.  jika dilihat senior itu  tak secantik artis ibu kota, tapi tidak juga bilang dibawa rata-rata. Untuk akademik, dia cukup menjadi yang diperhitungkan. Begitu menurut cerita yang beredar.  Diskusi dimulai. Awalnya dia hanya sebagai pihak penyimak, sambil mencoret-coret sebuah kertas. Entah apa yang ditulisnya. Suasana semakin larut, dan alur pembicaraan semakin panas. Dan tiba-tiba ada suara yang masuk, yang selama forum  berjalan belum pernah terdengar. Yah, dia adalah senior itu. senior yang sedari tadi hanya diam dalam tulisannya. Dengan anggun dia memaparkan argumentnya. Dalam forum ini, jumlah wanita bisa dihitung dengan jari bahkan bisa dihitung walau hanya dengan satu tangan. Senior itu membuktikan bahwa, wanita bisa berbicara walaupun dalam  forum yang didominasi oleh pria. Suaranya tegas dan berwibawa. Kata-katanya diatur dengan baik sehingga mudah dipahami. Semua menyimak dan memberikan waktu hingga selesai. Suasana berbeda ketika senior itu yang berbicara. Mungkin sejak saat itu, saya mulai KAGUM  padanya.  

Kisah berlanjut. Saya dan senior itu sering terlibat dalam beberapa kegiatan.  Hingga yang awalnya hanya bisa melihat dari jauh, sekarang bisa melihat lebih dekat.   Tak sengaja setelah kegiatan, saya dan senior pulang bersama. Meskipun kami sudah cukup dekat namun, rasa segan terhadap senior masih ada. kami naik angkutan yang sama. Tak ada percakapan dimenit awal. Namun beberapa menit kemudian, dia membuka percakapan dengan  bertanya pada ku. Hingga berlanjut ke Tanya jawab. Perjalanan yang biasa ditempuh dalam 10 menit, berubah menjadi lebih lama karena macet. Ternyata ada hikmah dari kemacetan ini. karena macet tersbut aku jadi tahu bahwa  dia adalah orang yang sangat  easy going. Ada beberapa kisah yang dikisahkan, dan selalu ada nilai yang bisa diambil dari kisah tersebut. ingin rasanya macet itu lebih lama. Masih ingin mendengar lebih banyak kisah yang ia kisahkan. Dalam diamku menyimaknya, terbesit sebuah pertanyaan. “adakah yang telah memiliki wanita ini?”. ya, aku sadar, aku hanya seorang junior yang masih butuh banyak belajar. Yang masih jauh dari dia.

Dan sejak saat itu, aku bingung dalam mengartikan perasaan yang tidak jelas tentag dia. Apakah ini masih perasaan “kagum atau Jatuh CInta”.






Newer Posts Older Posts Home

Archivo del blog

  • ► 2016 (5)
    • ► November (1)
    • ► October (2)
    • ► May (2)
  • ▼ 2015 (5)
    • ► October (2)
    • ▼ September (1)
      • Kagum atau Jatuh Cinta?
    • ► July (1)
    • ► June (1)
  • ► 2014 (10)
    • ► November (1)
    • ► October (2)
    • ► June (1)
    • ► May (1)
    • ► April (2)
    • ► February (2)
    • ► January (1)
  • ► 2013 (23)
    • ► December (1)
    • ► November (2)
    • ► October (3)
    • ► September (4)
    • ► August (3)
    • ► July (10)

Popular Posts

  • Kagum atau Jatuh Cinta?
    Senior dan junior terkadang menjadi sebuah pembeda dan pembatas untuk saling beinteraksi. Tapi kisah kali ini sedikit beda. Dia bukan seper...
  • Jejak langkah ku
    Tak ada yang tahu apa yang akan terjadi dimasa depan. Saya hanyalah seorang anak biasa dari keluarga biasa. 20 tahun yang lalu saya terlahir...
  • kenangan
    kerajaan ku mulai runtuh dermaga ku telah sunyi kapal mereka telah berlayar jauh, . dan jauh dan mungkin tak akan ada lagi yg akan ber...
  • Mawar Merah
    Tidur yang nyenyak. Bahkan sangat nyenyak. Kurentakkan tangan sepanjang-panjangnya sambil menghirup udara pagi yang masih begitu segar. Tib...
  • Senior dan Junior dalam sebuah Kisah
    Alhamdulillah, setelah empat tahun dengan status menjadi seorang mahasiswa, akhirnya tinggal menghitung hari saya akan kembali ketempat dim...
  • Hei Kau
    Hei kau,, Siapa aku bagimu Adakah arti lain bagi mu, Atau aku yang terlalu cepat membuat kesimpulan Hei kau,, Terkadang aku mer...
  • Aku
    ketika rasa tak bisa termaknai ragam kata pun terucap, membentuk bait-bait nada tak beraturan rendah -tinggi-rendah- ingin rasanya berb...
  • Dalam kesunyian malam
        Malam ini bukan merupakan kali pertama aku seperti ini, menangis dalam ketidaktahuan ku. Bukan menangis karena penyesalan yang berlebih...
  • Sang mantan
    Assalamu alaikum, apa kabar ni? Topic   kali ni apa ya? Nah lo, kok tiba-tiba teringat sang mantan. Ciee, yang belum lupain sang ma...
  • pergi untuk kembali
    Setelah 1032 jam kita berada didaratan yang sama, hari ini kita kembali dipisahkan oleh lautan yang bermil-mil jauhnya. Ini bukan sebua...

Archivo del blog

  • ► 2016 (5)
    • ► November (1)
    • ► October (2)
    • ► May (2)
  • ▼ 2015 (5)
    • ► October (2)
    • ▼ September (1)
      • Kagum atau Jatuh Cinta?
    • ► July (1)
    • ► June (1)
  • ► 2014 (10)
    • ► November (1)
    • ► October (2)
    • ► June (1)
    • ► May (1)
    • ► April (2)
    • ► February (2)
    • ► January (1)
  • ► 2013 (23)
    • ► December (1)
    • ► November (2)
    • ► October (3)
    • ► September (4)
    • ► August (3)
    • ► July (10)

Labels

  • cerita baru (1)
  • cerpen (4)
  • curcol (17)
  • event (1)
  • Idul Adha (1)
  • puisi (11)
  • Seoul (1)
  • tentang dia (7)

Search

Etiquetas

  • cerita baru (1)
  • cerpen (4)
  • curcol (17)
  • event (1)
  • Idul Adha (1)
  • puisi (11)
  • Seoul (1)
  • tentang dia (7)

Coretan Pensil Warna-Warni

Saturday, September 12, 2015

Kagum atau Jatuh Cinta?

Senior dan junior terkadang menjadi sebuah pembeda dan pembatas untuk saling beinteraksi. Tapi kisah kali ini sedikit beda. Dia bukan seperti senior yang kebanyakan kukenal. Senior yang biasanya menjadikan status tersebut untuk bertindak seenaknya pada juniornya. Yang banyak berkata-kata untuk membuktikan seberapa hebatnya dia. Sehinga hampir kusimpulkan bahwa semua senior itu “SAMA”.

Namun, pandangan itu mulai sedikit terbantahkan. Bermula sebuah kegiatan kampus. Awalnya saya hanya ikut  teman saja,  dan ada senior tersebut.   senior yang belum pernah bertemu sebelumnya. Kisahnya sudah sering ku dengar dari senior – senior yang lain, tapi untuk bertemu secara langsung belum pernah. Seperti biasa saya langsung berasumsi bahwa pasti seperti senior yang biasanya, banyak berucap tapi kadang tak sesuai dengan implementasi. Dan benar adanya, begitu banyak teori yang disampaikannya, tapi pembuktiannya saya belum bisa dibuktikan.

Waktu terus berjalan. Dan tibalah  pada sebuah forum dengan sitkon yang cukup serius.  semua hadir pada acara itu, termasuk senior itu.  jika dilihat senior itu  tak secantik artis ibu kota, tapi tidak juga bilang dibawa rata-rata. Untuk akademik, dia cukup menjadi yang diperhitungkan. Begitu menurut cerita yang beredar.  Diskusi dimulai. Awalnya dia hanya sebagai pihak penyimak, sambil mencoret-coret sebuah kertas. Entah apa yang ditulisnya. Suasana semakin larut, dan alur pembicaraan semakin panas. Dan tiba-tiba ada suara yang masuk, yang selama forum  berjalan belum pernah terdengar. Yah, dia adalah senior itu. senior yang sedari tadi hanya diam dalam tulisannya. Dengan anggun dia memaparkan argumentnya. Dalam forum ini, jumlah wanita bisa dihitung dengan jari bahkan bisa dihitung walau hanya dengan satu tangan. Senior itu membuktikan bahwa, wanita bisa berbicara walaupun dalam  forum yang didominasi oleh pria. Suaranya tegas dan berwibawa. Kata-katanya diatur dengan baik sehingga mudah dipahami. Semua menyimak dan memberikan waktu hingga selesai. Suasana berbeda ketika senior itu yang berbicara. Mungkin sejak saat itu, saya mulai KAGUM  padanya.  

Kisah berlanjut. Saya dan senior itu sering terlibat dalam beberapa kegiatan.  Hingga yang awalnya hanya bisa melihat dari jauh, sekarang bisa melihat lebih dekat.   Tak sengaja setelah kegiatan, saya dan senior pulang bersama. Meskipun kami sudah cukup dekat namun, rasa segan terhadap senior masih ada. kami naik angkutan yang sama. Tak ada percakapan dimenit awal. Namun beberapa menit kemudian, dia membuka percakapan dengan  bertanya pada ku. Hingga berlanjut ke Tanya jawab. Perjalanan yang biasa ditempuh dalam 10 menit, berubah menjadi lebih lama karena macet. Ternyata ada hikmah dari kemacetan ini. karena macet tersbut aku jadi tahu bahwa  dia adalah orang yang sangat  easy going. Ada beberapa kisah yang dikisahkan, dan selalu ada nilai yang bisa diambil dari kisah tersebut. ingin rasanya macet itu lebih lama. Masih ingin mendengar lebih banyak kisah yang ia kisahkan. Dalam diamku menyimaknya, terbesit sebuah pertanyaan. “adakah yang telah memiliki wanita ini?”. ya, aku sadar, aku hanya seorang junior yang masih butuh banyak belajar. Yang masih jauh dari dia.

Dan sejak saat itu, aku bingung dalam mengartikan perasaan yang tidak jelas tentag dia. Apakah ini masih perasaan “kagum atau Jatuh CInta”.




Posted by Unknown at 6:08 AM 0 comments
Newer Posts Older Posts Home
Subscribe to: Posts (Atom)

Blog Design by Gisele Jaquenod | Distributed by Deluxe Templates