Malam ini bukan merupakan kali pertama aku seperti ini, menangis dalam ketidaktahuan ku. Bukan menangis karena penyesalan yang berlebih, bukan menangis karena sebuah kekesalan. Air mata yang mengalir, mengalir tanpa ijin dariku. Dan jika bukan karena bantal yang telah basah, tangis itu tak akan pernah kutahan mengalir. Sudah beberapa hari air mata ku tak ingin keluar. Namun entah mengapa, hanya karena photo yang sengaja ku buka dari album sosial media air mata yg kutunggu untuk membasahi kedua bola mata ku tiba-tiba keluar.
Entah ada perjanjian apa antara otak dan organ-organ tubuh ku. Rekaman kenangan terputar ulang, dan air mata tanpa aba-aba dengan dengan tenangnya mengalir.
Dalam dinginnya malam, Tuhan mengetuk pintu hatiku, meminta ku untuk curhat lebih dekat. Kurasakan sentuhan itu, jaringan Wifi yang tersambung dengan handphone ku tiba-tiba failed, dan karena itu foto yang kupandangi sedari tadi hingga bantal merah jambu ku basah pun tertutup.
Langkah kaki ku serasa ringan. Dalam dinginnya malam, suhu dingin menuntunku untuk membasuh beberapa bagian tubuh ku. Begitu nikmat, tenang, dan nyamannya. Percakapan yang hanya aku dan pemilik segalanya ini yang tahu. Tangis ku menyertai segala ucapan yang kulontarkan. Meskipun kutahu Dia telah tahu tanpa ku beritahu. Kubiarkan air mata ini mengalir dengan deras. Air mata yang kuharap bisa mengurangi sesak didada. Entah berapa lama aku curhat kepada sang Penguasa hati dan perasaan.
Namun sebelum tangan ini ku arahkan ke wajah lalu kedada dan kuaminkan, kuucapkan satu permintaan
**
Dan masih berbalut sarung tanpa kerudung, aku bisa merasakan tidur yg begitu damai
Korea
16 November 2013
2 comments:
Unknown said...
Semangat kakak^^
Unknown said...
Terima kasih dek..
belajar corer.coret :)