skip to main | skip to sidebar

About me

Unknown
View my complete profile

Subscribe To

Posts
    Atom
Posts
Comments
    Atom
Comments

Archivo del blog

  • ► 2016 (5)
    • ► November (1)
    • ► October (2)
    • ► May (2)
  • ► 2015 (5)
    • ► October (2)
    • ► September (1)
    • ► July (1)
    • ► June (1)
  • ► 2014 (10)
    • ► November (1)
    • ► October (2)
    • ► June (1)
    • ► May (1)
    • ► April (2)
    • ► February (2)
    • ► January (1)
  • ▼ 2013 (23)
    • ► December (1)
    • ▼ November (2)
      • Tuhan, Ampuni rasa ini
      • Dalam kesunyian malam
    • ► October (3)
    • ► September (4)
    • ► August (3)
    • ► July (10)

Followers

Pages

  • Home
  • Facebook

Sample text

About Us

Powered by Blogger.

Dalam kesunyian malam

5:39 AM - Posted by Unknown - 2 comments
    Malam ini bukan merupakan kali pertama aku seperti ini, menangis dalam ketidaktahuan ku. Bukan menangis karena penyesalan yang berlebih, bukan menangis karena sebuah kekesalan. Air mata yang mengalir, mengalir tanpa ijin dariku. Dan jika bukan karena bantal yang telah basah, tangis itu tak akan pernah kutahan mengalir. Sudah beberapa hari air mata ku tak ingin keluar. Namun entah mengapa, hanya karena photo yang sengaja ku buka dari album sosial media air mata yg kutunggu untuk membasahi kedua bola mata ku tiba-tiba keluar.

    Entah ada perjanjian apa antara otak dan organ-organ tubuh ku. Rekaman kenangan terputar ulang, dan air mata tanpa aba-aba dengan dengan tenangnya mengalir. 
Dalam dinginnya malam, Tuhan mengetuk pintu hatiku, meminta ku untuk curhat lebih dekat. Kurasakan sentuhan itu, jaringan Wifi yang tersambung dengan handphone ku tiba-tiba failed, dan karena itu foto yang kupandangi sedari tadi hingga bantal merah jambu ku basah   pun tertutup.

   Langkah kaki ku serasa ringan. Dalam dinginnya malam, suhu dingin menuntunku untuk membasuh beberapa bagian tubuh ku. Begitu nikmat, tenang, dan nyamannya. Percakapan yang hanya aku dan pemilik segalanya ini yang tahu. Tangis ku menyertai segala ucapan yang kulontarkan. Meskipun kutahu Dia telah tahu tanpa ku beritahu.  Kubiarkan air mata ini mengalir dengan deras. Air mata yang kuharap bisa mengurangi sesak didada.  Entah berapa lama aku curhat kepada sang Penguasa hati dan perasaan.


     Namun sebelum tangan ini ku arahkan ke wajah lalu kedada dan kuaminkan, kuucapkan satu permintaan
"Tuhanku yang maha pengasih lagi maha penyayang, yang menguasai hati kami, yang menumbuhkan rasa simpati kepada lawan jenis kami, yang menggariskan ketetapan baik untuk kami, hamba lelah dengan perasaan ini. Hamba yakin Engkau telah menggariskan ketetapan baik untuk hamba. Hamba yakin Engkau telah memilihkan jodoh yang baik untuk hamba. Hinggah waktu indah itu tiba, hingga saya dipertemukan dengan lelaki yang engkau telah pilih dan tetapkan untuku, hamba mohon, hapuslah rasa ini dari hamba, dan tumbuhkanlah ketika hamba bertemu dengan pilihan yang Engkau pilihkan untuk hamba agar hamba tahu, dialah lelaki yang engkau pilihkan untuk hamba, amiinnn "




** 
Dan masih berbalut sarung tanpa kerudung, aku bisa merasakan tidur yg begitu damai

Korea        
16 November 2013


This entry was posted on 5:39 AM and is filed under curcol . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

2 comments:

    Unknown said...

    Semangat kakak^^

  1. ... on November 19, 2013 at 6:56 PM  
  2. Unknown said...

    Terima kasih dek..
    belajar corer.coret :)

  3. ... on February 13, 2014 at 6:46 AM  

Post a Comment

Newer Post Older Post Home

Archivo del blog

  • ► 2016 (5)
    • ► November (1)
    • ► October (2)
    • ► May (2)
  • ► 2015 (5)
    • ► October (2)
    • ► September (1)
    • ► July (1)
    • ► June (1)
  • ► 2014 (10)
    • ► November (1)
    • ► October (2)
    • ► June (1)
    • ► May (1)
    • ► April (2)
    • ► February (2)
    • ► January (1)
  • ▼ 2013 (23)
    • ► December (1)
    • ▼ November (2)
      • Tuhan, Ampuni rasa ini
      • Dalam kesunyian malam
    • ► October (3)
    • ► September (4)
    • ► August (3)
    • ► July (10)

Popular Posts

  • Kagum atau Jatuh Cinta?
    Senior dan junior terkadang menjadi sebuah pembeda dan pembatas untuk saling beinteraksi. Tapi kisah kali ini sedikit beda. Dia bukan seper...
  • Jejak langkah ku
    Tak ada yang tahu apa yang akan terjadi dimasa depan. Saya hanyalah seorang anak biasa dari keluarga biasa. 20 tahun yang lalu saya terlahir...
  • kenangan
    kerajaan ku mulai runtuh dermaga ku telah sunyi kapal mereka telah berlayar jauh, . dan jauh dan mungkin tak akan ada lagi yg akan ber...
  • Mawar Merah
    Tidur yang nyenyak. Bahkan sangat nyenyak. Kurentakkan tangan sepanjang-panjangnya sambil menghirup udara pagi yang masih begitu segar. Tib...
  • Senior dan Junior dalam sebuah Kisah
    Alhamdulillah, setelah empat tahun dengan status menjadi seorang mahasiswa, akhirnya tinggal menghitung hari saya akan kembali ketempat dim...
  • Hei Kau
    Hei kau,, Siapa aku bagimu Adakah arti lain bagi mu, Atau aku yang terlalu cepat membuat kesimpulan Hei kau,, Terkadang aku mer...
  • Aku
    ketika rasa tak bisa termaknai ragam kata pun terucap, membentuk bait-bait nada tak beraturan rendah -tinggi-rendah- ingin rasanya berb...
  • Dalam kesunyian malam
        Malam ini bukan merupakan kali pertama aku seperti ini, menangis dalam ketidaktahuan ku. Bukan menangis karena penyesalan yang berlebih...
  • Sang mantan
    Assalamu alaikum, apa kabar ni? Topic   kali ni apa ya? Nah lo, kok tiba-tiba teringat sang mantan. Ciee, yang belum lupain sang ma...
  • pergi untuk kembali
    Setelah 1032 jam kita berada didaratan yang sama, hari ini kita kembali dipisahkan oleh lautan yang bermil-mil jauhnya. Ini bukan sebua...

Archivo del blog

  • ► 2016 (5)
    • ► November (1)
    • ► October (2)
    • ► May (2)
  • ► 2015 (5)
    • ► October (2)
    • ► September (1)
    • ► July (1)
    • ► June (1)
  • ► 2014 (10)
    • ► November (1)
    • ► October (2)
    • ► June (1)
    • ► May (1)
    • ► April (2)
    • ► February (2)
    • ► January (1)
  • ▼ 2013 (23)
    • ► December (1)
    • ▼ November (2)
      • Tuhan, Ampuni rasa ini
      • Dalam kesunyian malam
    • ► October (3)
    • ► September (4)
    • ► August (3)
    • ► July (10)

Labels

  • cerita baru (1)
  • cerpen (4)
  • curcol (17)
  • event (1)
  • Idul Adha (1)
  • puisi (11)
  • Seoul (1)
  • tentang dia (7)

Search

Etiquetas

  • cerita baru (1)
  • cerpen (4)
  • curcol (17)
  • event (1)
  • Idul Adha (1)
  • puisi (11)
  • Seoul (1)
  • tentang dia (7)

Coretan Pensil Warna-Warni

Saturday, November 16, 2013

Dalam kesunyian malam

    Malam ini bukan merupakan kali pertama aku seperti ini, menangis dalam ketidaktahuan ku. Bukan menangis karena penyesalan yang berlebih, bukan menangis karena sebuah kekesalan. Air mata yang mengalir, mengalir tanpa ijin dariku. Dan jika bukan karena bantal yang telah basah, tangis itu tak akan pernah kutahan mengalir. Sudah beberapa hari air mata ku tak ingin keluar. Namun entah mengapa, hanya karena photo yang sengaja ku buka dari album sosial media air mata yg kutunggu untuk membasahi kedua bola mata ku tiba-tiba keluar.

    Entah ada perjanjian apa antara otak dan organ-organ tubuh ku. Rekaman kenangan terputar ulang, dan air mata tanpa aba-aba dengan dengan tenangnya mengalir. 
Dalam dinginnya malam, Tuhan mengetuk pintu hatiku, meminta ku untuk curhat lebih dekat. Kurasakan sentuhan itu, jaringan Wifi yang tersambung dengan handphone ku tiba-tiba failed, dan karena itu foto yang kupandangi sedari tadi hingga bantal merah jambu ku basah   pun tertutup.

   Langkah kaki ku serasa ringan. Dalam dinginnya malam, suhu dingin menuntunku untuk membasuh beberapa bagian tubuh ku. Begitu nikmat, tenang, dan nyamannya. Percakapan yang hanya aku dan pemilik segalanya ini yang tahu. Tangis ku menyertai segala ucapan yang kulontarkan. Meskipun kutahu Dia telah tahu tanpa ku beritahu.  Kubiarkan air mata ini mengalir dengan deras. Air mata yang kuharap bisa mengurangi sesak didada.  Entah berapa lama aku curhat kepada sang Penguasa hati dan perasaan.


     Namun sebelum tangan ini ku arahkan ke wajah lalu kedada dan kuaminkan, kuucapkan satu permintaan
"Tuhanku yang maha pengasih lagi maha penyayang, yang menguasai hati kami, yang menumbuhkan rasa simpati kepada lawan jenis kami, yang menggariskan ketetapan baik untuk kami, hamba lelah dengan perasaan ini. Hamba yakin Engkau telah menggariskan ketetapan baik untuk hamba. Hamba yakin Engkau telah memilihkan jodoh yang baik untuk hamba. Hinggah waktu indah itu tiba, hingga saya dipertemukan dengan lelaki yang engkau telah pilih dan tetapkan untuku, hamba mohon, hapuslah rasa ini dari hamba, dan tumbuhkanlah ketika hamba bertemu dengan pilihan yang Engkau pilihkan untuk hamba agar hamba tahu, dialah lelaki yang engkau pilihkan untuk hamba, amiinnn "




** 
Dan masih berbalut sarung tanpa kerudung, aku bisa merasakan tidur yg begitu damai

Korea        
16 November 2013
Posted by Unknown at 5:39 AM
Labels: curcol

2 comments:

Unknown said...

Semangat kakak^^

November 19, 2013 at 6:56 PM
Unknown said...

Terima kasih dek..
belajar corer.coret :)

February 13, 2014 at 6:46 AM

Post a Comment

Newer Post Older Post Home
Subscribe to: Post Comments (Atom)

Blog Design by Gisele Jaquenod | Distributed by Deluxe Templates