skip to main | skip to sidebar

About me

Unknown
View my complete profile

Subscribe To

Posts
    Atom
Posts
Comments
    Atom
Comments

Archivo del blog

  • ► 2016 (5)
    • ► November (1)
    • ► October (2)
    • ► May (2)
  • ▼ 2015 (5)
    • ► October (2)
    • ► September (1)
    • ► July (1)
    • ▼ June (1)
      • Cinta Monyet
  • ► 2014 (10)
    • ► November (1)
    • ► October (2)
    • ► June (1)
    • ► May (1)
    • ► April (2)
    • ► February (2)
    • ► January (1)
  • ► 2013 (23)
    • ► December (1)
    • ► November (2)
    • ► October (3)
    • ► September (4)
    • ► August (3)
    • ► July (10)

Followers

Pages

  • Home
  • Facebook

Sample text

About Us

Powered by Blogger.

Cinta Monyet

9:07 PM - Posted by Unknown - 0 comments
Ketika aku kecil aku pernah menyukai seorang yang jauh dari umurku. Kata orang itu adalah cinta monyet. Cinta anak kecil yang akan berubah seiring berjalanannya waktu. Dan betul, semakin bertambahnya umur, semakin luasnya pertemanan, rasa suka waktu kecil itu mulai berubah. Kata orang cinta monyet itu berubah-ubah.

Beberapa bulan yang lalu aku genap berusia 25 tahun. Aku menyebutnya masa remaja Tua. Masa dimana aku akan menuju masa pematangan jiwa dan pikiran. Aku berpikir remaja karena terkadang pola pikirku yang masih sedikit labil.

Aku mengenal seseorang, jika dilihat dari usia kami. Perbedaan tidak begitu jauh, aku lebih tua darinya, namun dari beberapa sisi, terkadang aku merasa dia lebih tua dariku. Aku selalu berusaha menempatkan diriku sebagai kakak. Karena bagiku begitulah kenyataannya, aku lebih tua dari dia jika dilihat dari segi usia.  Awalnya kita hanya saling mengenal tidak lebih dari seorang Senior dan Junior. Lalu  kita mulai sedikit akrab, mungkin karena kita pernah mengikuti beberapa kegiatan yang sama, dan  diharuskan dalam aktifitas tim.  Rasa canggung antara senior dan junior mulai berkurang. Namun dia masih hormat kepada ku karena status aku yang lebih tua. Waktu terus berjalan, perteman aku dan dia semakin dekat. Tak jarang kami bercakap lewat akun  hingga larut.

Dan sekarang, aku mencium ada sesuatu yang berbeda. Ada sebuah perlakuan yang berbeda padaku. Atau mungkin hanya perasaan ku saja, yang kata orang, perasaan wanita itu terlalu sensitive. Yang terkadang sebuah tatapan saja bisa diartikan lain. Aku tak mau berharap banyak dari sikap itu. Pengartian yang salah dan tidak sesuai yang diperkiraan itu terasa lebih sakit. Aku tidak mau berharap banyak, seakan sedikit ada rasa cape dengan kisah asmara ku selama ini. sehinggah rasa yang muncul pun sedikit saya abaikan.

Tapi ternyata waktu menjawab lain. Kebersamaan  aku dan dia mulai diperhatikan orang. Semakin lama semakin dipertanyakan. TIDAK, aku menganggapnya tak lebih dari seorang adik. Seorang adik yang perlu dibimbing dengan nasihat. Ku akui, kehidupannya lebih banyak mengajarkannya bagaimana cara bertahan. Aku hanya memberikannya motivasi bagaimana cara berpikir seperti aku. Yang mungkin saja bisa diterapkan pad acara berpikirnya.

Suatu hari, dia pernah melontarkan sebuah perkataan, yang menurutku dia ingin menyatakan sesuatu padaku. Tapi aku tak ingin ada sebuah harapan dari setiap jawaban yang ku lontarkan. Aku tak ingin ada sebuah pengharapan dari diriku. Aku hanya ingin menjadi teman berbagi kisah, aku hanya ingin menjadi kakak yang bisa membantunya dalam mengambil sebuah keputusan. TIDAK LEBIH. Walaupun terkadang ada rasa kosong ketika tak mendengar kabarnya.
Karena aku merasa ada seseorang yang lebih baik yang Tuhan telah siapkan untuknya. Seseorang yang sesuai dengan usahanya mengasa dirinya menjadi lebih terasa. Aku tidak menghindar. Kubiarkan dia dengan perasaan fantasinya. Semoga ada hikmah yang bisa diambil dari kedekatan ini. Jadilah dirimu sendiri, menurut orang mungkin baik, namun belum tentu untuk kita baik. berjalanlah sesuai dengan rencanamu, Tuhan tak pernah tidur saat mengawasi umatNya.  Semoga Tuhan selalu bersama kita.. Amin

**
sebuah kisah yang terkisahkan 


This entry was posted on 9:07 PM and is filed under cerpen , curcol . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

0 comments:

Post a Comment

Newer Post Older Post Home

Archivo del blog

  • ► 2016 (5)
    • ► November (1)
    • ► October (2)
    • ► May (2)
  • ▼ 2015 (5)
    • ► October (2)
    • ► September (1)
    • ► July (1)
    • ▼ June (1)
      • Cinta Monyet
  • ► 2014 (10)
    • ► November (1)
    • ► October (2)
    • ► June (1)
    • ► May (1)
    • ► April (2)
    • ► February (2)
    • ► January (1)
  • ► 2013 (23)
    • ► December (1)
    • ► November (2)
    • ► October (3)
    • ► September (4)
    • ► August (3)
    • ► July (10)

Popular Posts

  • berlayar
    Entah apa namanya, saat rasa ini berkecambuk dijiwa. Terkadang saya bingung, ada apa dengan saya? Apa yang terjadi? Apa yang ingin saya lak...
  • Cinta Monyet
    Ketika aku kecil aku pernah menyukai seorang yang jauh dari umurku. Kata orang itu adalah cinta monyet. Cinta anak kecil yang akan berubah ...
  • Tuhan, Ampuni rasa ini
    Tuhan, Engkau jelas mengetahui rasa ini bahkan lebih tahu dari akal sehat ku sendri Tuhan, rasa ini begitu sulit kujabarkan dan terkad...
  • Rindu
    Malam, ketika surat ini tak sampai ketangannya biarkan rasa ini tersimpan tersimpan rapat bersama surat ini cukup malam ini yang menjadi...
  • Kagum atau Jatuh Cinta?
    Senior dan junior terkadang menjadi sebuah pembeda dan pembatas untuk saling beinteraksi. Tapi kisah kali ini sedikit beda. Dia bukan seper...
  • masih sama !
    Kupikir, aku  sudah bisa melupakan mu dan mengakhirinya di awal tahun. Ternyata aku salah. Hinggah detik ini aku pun belum bisa melupakan m...
  • tentang SMA dan Dia
    Semua orang pasti punya cerita cinta monyet, cinta waktu SMP, cinta SMA atau cinta-cinta yang lain. Dan ini ada sebuah cerita cinta waktu S...
  • Akhir cerita fantasi Disneyland
    Snow white and seven drawfs, Cinderella, beauty and the beast, sleeping beauty dan lain-lain . Siapa yang tidak mengenal ceritanya? Cerit...
  • Kenapa Lagi???
    Dan untuk kesekian kalinya. Aku kangen kamu bodohh.. hahhaaahah,, dan entah untuk yang keberapa kalinya janji yang terucap diingkari...
  • menjadi "DORA" semalam
    Huaamm,, Selamat pagi dunia. Upss sebenarnya gk lagi pagi denk. Mentari udah terlalu lama berjalan menuju puncak. Jadi saya ganti ya. SELA...

Archivo del blog

  • ► 2016 (5)
    • ► November (1)
    • ► October (2)
    • ► May (2)
  • ▼ 2015 (5)
    • ► October (2)
    • ► September (1)
    • ► July (1)
    • ▼ June (1)
      • Cinta Monyet
  • ► 2014 (10)
    • ► November (1)
    • ► October (2)
    • ► June (1)
    • ► May (1)
    • ► April (2)
    • ► February (2)
    • ► January (1)
  • ► 2013 (23)
    • ► December (1)
    • ► November (2)
    • ► October (3)
    • ► September (4)
    • ► August (3)
    • ► July (10)

Labels

  • cerita baru (1)
  • cerpen (4)
  • curcol (17)
  • event (1)
  • Idul Adha (1)
  • puisi (11)
  • Seoul (1)
  • tentang dia (7)

Search

Etiquetas

  • cerita baru (1)
  • cerpen (4)
  • curcol (17)
  • event (1)
  • Idul Adha (1)
  • puisi (11)
  • Seoul (1)
  • tentang dia (7)

Coretan Pensil Warna-Warni

Wednesday, June 10, 2015

Cinta Monyet

Ketika aku kecil aku pernah menyukai seorang yang jauh dari umurku. Kata orang itu adalah cinta monyet. Cinta anak kecil yang akan berubah seiring berjalanannya waktu. Dan betul, semakin bertambahnya umur, semakin luasnya pertemanan, rasa suka waktu kecil itu mulai berubah. Kata orang cinta monyet itu berubah-ubah.

Beberapa bulan yang lalu aku genap berusia 25 tahun. Aku menyebutnya masa remaja Tua. Masa dimana aku akan menuju masa pematangan jiwa dan pikiran. Aku berpikir remaja karena terkadang pola pikirku yang masih sedikit labil.

Aku mengenal seseorang, jika dilihat dari usia kami. Perbedaan tidak begitu jauh, aku lebih tua darinya, namun dari beberapa sisi, terkadang aku merasa dia lebih tua dariku. Aku selalu berusaha menempatkan diriku sebagai kakak. Karena bagiku begitulah kenyataannya, aku lebih tua dari dia jika dilihat dari segi usia.  Awalnya kita hanya saling mengenal tidak lebih dari seorang Senior dan Junior. Lalu  kita mulai sedikit akrab, mungkin karena kita pernah mengikuti beberapa kegiatan yang sama, dan  diharuskan dalam aktifitas tim.  Rasa canggung antara senior dan junior mulai berkurang. Namun dia masih hormat kepada ku karena status aku yang lebih tua. Waktu terus berjalan, perteman aku dan dia semakin dekat. Tak jarang kami bercakap lewat akun  hingga larut.

Dan sekarang, aku mencium ada sesuatu yang berbeda. Ada sebuah perlakuan yang berbeda padaku. Atau mungkin hanya perasaan ku saja, yang kata orang, perasaan wanita itu terlalu sensitive. Yang terkadang sebuah tatapan saja bisa diartikan lain. Aku tak mau berharap banyak dari sikap itu. Pengartian yang salah dan tidak sesuai yang diperkiraan itu terasa lebih sakit. Aku tidak mau berharap banyak, seakan sedikit ada rasa cape dengan kisah asmara ku selama ini. sehinggah rasa yang muncul pun sedikit saya abaikan.

Tapi ternyata waktu menjawab lain. Kebersamaan  aku dan dia mulai diperhatikan orang. Semakin lama semakin dipertanyakan. TIDAK, aku menganggapnya tak lebih dari seorang adik. Seorang adik yang perlu dibimbing dengan nasihat. Ku akui, kehidupannya lebih banyak mengajarkannya bagaimana cara bertahan. Aku hanya memberikannya motivasi bagaimana cara berpikir seperti aku. Yang mungkin saja bisa diterapkan pad acara berpikirnya.

Suatu hari, dia pernah melontarkan sebuah perkataan, yang menurutku dia ingin menyatakan sesuatu padaku. Tapi aku tak ingin ada sebuah harapan dari setiap jawaban yang ku lontarkan. Aku tak ingin ada sebuah pengharapan dari diriku. Aku hanya ingin menjadi teman berbagi kisah, aku hanya ingin menjadi kakak yang bisa membantunya dalam mengambil sebuah keputusan. TIDAK LEBIH. Walaupun terkadang ada rasa kosong ketika tak mendengar kabarnya.
Karena aku merasa ada seseorang yang lebih baik yang Tuhan telah siapkan untuknya. Seseorang yang sesuai dengan usahanya mengasa dirinya menjadi lebih terasa. Aku tidak menghindar. Kubiarkan dia dengan perasaan fantasinya. Semoga ada hikmah yang bisa diambil dari kedekatan ini. Jadilah dirimu sendiri, menurut orang mungkin baik, namun belum tentu untuk kita baik. berjalanlah sesuai dengan rencanamu, Tuhan tak pernah tidur saat mengawasi umatNya.  Semoga Tuhan selalu bersama kita.. Amin

**
sebuah kisah yang terkisahkan 
Posted by Unknown at 9:07 PM
Labels: cerpen, curcol

0 comments:

Post a Comment

Newer Post Older Post Home
Subscribe to: Post Comments (Atom)

Blog Design by Gisele Jaquenod | Distributed by Deluxe Templates