skip to main | skip to sidebar

About me

Unknown
View my complete profile

Subscribe To

Posts
    Atom
Posts
All Comments
    Atom
All Comments

Archivo del blog

  • ▼ 2016 (5)
    • ▼ November (1)
      • Rindu
    • ► October (2)
      • Jarak-5-Jari
      • pergi untuk kembali
    • ► May (2)
      • Nano-nano
      • Aku
  • ► 2015 (5)
    • ► October (2)
    • ► September (1)
    • ► July (1)
    • ► June (1)
  • ► 2014 (10)
    • ► November (1)
    • ► October (2)
    • ► June (1)
    • ► May (1)
    • ► April (2)
    • ► February (2)
    • ► January (1)
  • ► 2013 (23)
    • ► December (1)
    • ► November (2)
    • ► October (3)
    • ► September (4)
    • ► August (3)
    • ► July (10)

Followers

Pages

  • Home
  • Facebook

Sample text

About Us

Powered by Blogger.

Rindu

3:03 PM - Posted by Unknown - 0 comments
Malam,
ketika surat ini tak sampai ketangannya
biarkan rasa ini tersimpan
tersimpan rapat bersama surat ini
cukup malam ini yang menjadi saksi
saksi bahwa aku begitu merindukannya

Tuhan,
Jika suatu saat surat ini dia temukan
jangan biar kan dia terdiam karena mengingatku
jangan biarkan kenangan itu menjadi racun dalam hidupnya
aku iklas jalan baru tlah iya temukan
meskipun bukan bersama aku

Tuhan,
jagalah ia untuk ku,
bantu ia mencapai mimpinya
ijinkan aku pergi bersama kerinduan ini.....




Jarak-5-Jari

2:40 PM - Posted by Unknown - 0 comments
5 jari ini masih terlalu banyak untuk menjelaskan lamanya perkenalan ini. tapi tak cukup juga untuk menjelaskan banyak nya waktu dan peristiwa yang telah terlewati. dekat? tidak juga! jauh? tidak juga! ketika dekat ada saja yang membuat berjarak, namun bukan berarti ketika berjarak kita menjadi lebih dekat. jika hanya tembok yang membuat kita menjadi berjarak , atau daratan atau karena lautan yang membuat jarak itu semakin nyata. bagiku itu hanya sebuah alasan yang mencari pembenaran atas jarak yang terjadi. ini bukan zaman dimana pena, kertas, dan prangko begitu diiagungkan sebagai media untuk untuk bertukar kabar. tapi entahlah, ini patut disyukuri atau salah satu bentuk cobaan hidup dizaman yang serba dimudahkan ini. bagiku tak ada alasan untuk tak saling menyapa. Bahkan dalam Islam , diwajibkan melanggengkan jalinan silaturahim dengan berbagai kebaikan karenanya. atau inikah skenario untuk kita, yang alam pun turut bertindak tak mendukung? atau ini adalah jawaban atas doa yang selalu dipanjatkan saat sebagaian makhluk Tuhan sedang terlelap dalam hangatnya selimut bulu domba?



Seberapa jauhkah kita berjarak? Sudah berapa lama kita tak saling berbalas surat atau pantun? Seberapa banyakkah tumpukan kertas itu? Seberapa banyakkan coretan yang digoreskan dalam setiap surat keputusan itu? Seberapa penting jabatan itu? Seberapa penting pekerjaan itu? Hingga tak sempat untuk menekan angka-angka atau huruf-huruf  untuk merangkai menjadi sebuah kalimat.  Tak meminta waktu yang lama, cukup mengetahui bahwa kau baik-baik saja atau  pekerjaan sedang berjejer rapi didepan, atau  jiwa dan raga yang sedang tak bersahabat, atau penjelasan lain yang membuat rasa khawatir tak menjada-jadi. 

**
 amarah, benci, rindu, kesal, sayang, tak selamanya harus dipendam, LUAPKAN!!!!! walau hanya pada tulisan atau garis-garis tak beraturan.. 


pergi untuk kembali

10:56 PM - Posted by Unknown - 0 comments


Setelah 1032 jam kita berada didaratan yang sama, hari ini kita kembali dipisahkan oleh lautan yang bermil-mil jauhnya. Ini bukan sebuah akhir, tapi sebuah awal menghitung hari untuk kembali. Tak ada yang tak mungkin, saya yakin dan percaya bahwa apa yang kita ikrarkan di depan  hamparan lautan adalah komitmen yang akan kita jaga bersama. Saya tak sedih akan kepergian itu, justru ada untaian senyum dipertemuan kita hari ini. Hati-hati dijalan. Seperti pesan mu disetiap perjalanan ku, “hati-hati jangan tidur sembarang “. 
Semoga hari itu akan datang, saat saya kembali ke Dermaga untuk menjemput kedatangan mu kembali.


Nano-nano

6:57 PM - Posted by Unknown - 0 comments


Ada rasa yang tak bisa tersuarakan
Ada suara yang tak bisa menjelasakan
Ada diam yang tak bisa di nyatakan.
Semua bercampur menjadi satu.

Adakah seorang yang memahami rasa ini.
Adakah dia bertanya akan diam ku
Adakah dia bertanya akan suara yang asing ini
Adakah dia bertanya akan gerak yang kaku ini
Haruskah aku berkata “A” ataukah “B”
Untuk sedikit   menyentilnya?

Tidak,
Tidak perlu. .
Sekali lagi tidak perlu . .
Laku itu,
Jarak ini
Dan  kenyataan ini
Cukup menjelaskan
Bahwa kita berbeda
Aku bukan untuk mu !!!
Dan kamu bukan untuk ku !!!


***
Saat kisah tak lagi terkisahkan


Aku

6:56 PM - Posted by Unknown - 0 comments
ketika rasa tak bisa termaknai
ragam kata pun terucap,
membentuk bait-bait nada tak beraturan
rendah -tinggi-rendah-

ingin rasanya berbagi
berbagai tentang makna yang belum terungkap
berkeluh walau masih mengeja kata

hm, ini bukan karena dia
bukan pula karena mereka
ini hanya tentang aku yang meng-aku

ya, ini bukan tentang dia
bukan dia yang meng-aku
hanya sebuah peng-aku-an
tentang aku dan  arti aku
aku yang bercabang makna.




Newer Posts Older Posts Home

Archivo del blog

  • ▼ 2016 (5)
    • ▼ November (1)
      • Rindu
    • ► October (2)
      • Jarak-5-Jari
      • pergi untuk kembali
    • ► May (2)
      • Nano-nano
      • Aku
  • ► 2015 (5)
    • ► October (2)
    • ► September (1)
    • ► July (1)
    • ► June (1)
  • ► 2014 (10)
    • ► November (1)
    • ► October (2)
    • ► June (1)
    • ► May (1)
    • ► April (2)
    • ► February (2)
    • ► January (1)
  • ► 2013 (23)
    • ► December (1)
    • ► November (2)
    • ► October (3)
    • ► September (4)
    • ► August (3)
    • ► July (10)

Popular Posts

Archivo del blog

  • ▼ 2016 (5)
    • ▼ November (1)
      • Rindu
    • ► October (2)
      • Jarak-5-Jari
      • pergi untuk kembali
    • ► May (2)
      • Nano-nano
      • Aku
  • ► 2015 (5)
    • ► October (2)
    • ► September (1)
    • ► July (1)
    • ► June (1)
  • ► 2014 (10)
    • ► November (1)
    • ► October (2)
    • ► June (1)
    • ► May (1)
    • ► April (2)
    • ► February (2)
    • ► January (1)
  • ► 2013 (23)
    • ► December (1)
    • ► November (2)
    • ► October (3)
    • ► September (4)
    • ► August (3)
    • ► July (10)

Labels

  • cerita baru (1)
  • cerpen (4)
  • curcol (17)
  • event (1)
  • Idul Adha (1)
  • puisi (11)
  • Seoul (1)
  • tentang dia (7)

Search

Etiquetas

  • cerita baru (1)
  • cerpen (4)
  • curcol (17)
  • event (1)
  • Idul Adha (1)
  • puisi (11)
  • Seoul (1)
  • tentang dia (7)

Coretan Pensil Warna-Warni

Wednesday, November 2, 2016

Rindu

Malam,
ketika surat ini tak sampai ketangannya
biarkan rasa ini tersimpan
tersimpan rapat bersama surat ini
cukup malam ini yang menjadi saksi
saksi bahwa aku begitu merindukannya

Tuhan,
Jika suatu saat surat ini dia temukan
jangan biar kan dia terdiam karena mengingatku
jangan biarkan kenangan itu menjadi racun dalam hidupnya
aku iklas jalan baru tlah iya temukan
meskipun bukan bersama aku

Tuhan,
jagalah ia untuk ku,
bantu ia mencapai mimpinya
ijinkan aku pergi bersama kerinduan ini.....


Posted by Unknown at 3:03 PM 0 comments
Labels: puisi, tentang dia

Monday, October 24, 2016

Jarak-5-Jari

5 jari ini masih terlalu banyak untuk menjelaskan lamanya perkenalan ini. tapi tak cukup juga untuk menjelaskan banyak nya waktu dan peristiwa yang telah terlewati. dekat? tidak juga! jauh? tidak juga! ketika dekat ada saja yang membuat berjarak, namun bukan berarti ketika berjarak kita menjadi lebih dekat. jika hanya tembok yang membuat kita menjadi berjarak , atau daratan atau karena lautan yang membuat jarak itu semakin nyata. bagiku itu hanya sebuah alasan yang mencari pembenaran atas jarak yang terjadi. ini bukan zaman dimana pena, kertas, dan prangko begitu diiagungkan sebagai media untuk untuk bertukar kabar. tapi entahlah, ini patut disyukuri atau salah satu bentuk cobaan hidup dizaman yang serba dimudahkan ini. bagiku tak ada alasan untuk tak saling menyapa. Bahkan dalam Islam , diwajibkan melanggengkan jalinan silaturahim dengan berbagai kebaikan karenanya. atau inikah skenario untuk kita, yang alam pun turut bertindak tak mendukung? atau ini adalah jawaban atas doa yang selalu dipanjatkan saat sebagaian makhluk Tuhan sedang terlelap dalam hangatnya selimut bulu domba?



Seberapa jauhkah kita berjarak? Sudah berapa lama kita tak saling berbalas surat atau pantun? Seberapa banyakkah tumpukan kertas itu? Seberapa banyakkan coretan yang digoreskan dalam setiap surat keputusan itu? Seberapa penting jabatan itu? Seberapa penting pekerjaan itu? Hingga tak sempat untuk menekan angka-angka atau huruf-huruf  untuk merangkai menjadi sebuah kalimat.  Tak meminta waktu yang lama, cukup mengetahui bahwa kau baik-baik saja atau  pekerjaan sedang berjejer rapi didepan, atau  jiwa dan raga yang sedang tak bersahabat, atau penjelasan lain yang membuat rasa khawatir tak menjada-jadi. 

**
 amarah, benci, rindu, kesal, sayang, tak selamanya harus dipendam, LUAPKAN!!!!! walau hanya pada tulisan atau garis-garis tak beraturan.. 
Posted by Unknown at 2:40 PM 0 comments

Saturday, October 8, 2016

pergi untuk kembali



Setelah 1032 jam kita berada didaratan yang sama, hari ini kita kembali dipisahkan oleh lautan yang bermil-mil jauhnya. Ini bukan sebuah akhir, tapi sebuah awal menghitung hari untuk kembali. Tak ada yang tak mungkin, saya yakin dan percaya bahwa apa yang kita ikrarkan di depan  hamparan lautan adalah komitmen yang akan kita jaga bersama. Saya tak sedih akan kepergian itu, justru ada untaian senyum dipertemuan kita hari ini. Hati-hati dijalan. Seperti pesan mu disetiap perjalanan ku, “hati-hati jangan tidur sembarang “. 
Semoga hari itu akan datang, saat saya kembali ke Dermaga untuk menjemput kedatangan mu kembali.
Posted by Unknown at 10:56 PM 0 comments

Saturday, May 21, 2016

Nano-nano



Ada rasa yang tak bisa tersuarakan
Ada suara yang tak bisa menjelasakan
Ada diam yang tak bisa di nyatakan.
Semua bercampur menjadi satu.

Adakah seorang yang memahami rasa ini.
Adakah dia bertanya akan diam ku
Adakah dia bertanya akan suara yang asing ini
Adakah dia bertanya akan gerak yang kaku ini
Haruskah aku berkata “A” ataukah “B”
Untuk sedikit   menyentilnya?

Tidak,
Tidak perlu. .
Sekali lagi tidak perlu . .
Laku itu,
Jarak ini
Dan  kenyataan ini
Cukup menjelaskan
Bahwa kita berbeda
Aku bukan untuk mu !!!
Dan kamu bukan untuk ku !!!


***
Saat kisah tak lagi terkisahkan
Posted by Unknown at 6:57 PM 0 comments

Aku

ketika rasa tak bisa termaknai
ragam kata pun terucap,
membentuk bait-bait nada tak beraturan
rendah -tinggi-rendah-

ingin rasanya berbagi
berbagai tentang makna yang belum terungkap
berkeluh walau masih mengeja kata

hm, ini bukan karena dia
bukan pula karena mereka
ini hanya tentang aku yang meng-aku

ya, ini bukan tentang dia
bukan dia yang meng-aku
hanya sebuah peng-aku-an
tentang aku dan  arti aku
aku yang bercabang makna.


Posted by Unknown at 6:56 PM 0 comments
Labels: puisi
Newer Posts Older Posts Home
Subscribe to: Posts (Atom)

Blog Design by Gisele Jaquenod | Distributed by Deluxe Templates