skip to main | skip to sidebar

About me

Unknown
View my complete profile

Subscribe To

Posts
    Atom
Posts
Comments
    Atom
Comments

Archivo del blog

  • ▼ 2016 (5)
    • ► November (1)
    • ▼ October (2)
      • Jarak-5-Jari
      • pergi untuk kembali
    • ► May (2)
  • ► 2015 (5)
    • ► October (2)
    • ► September (1)
    • ► July (1)
    • ► June (1)
  • ► 2014 (10)
    • ► November (1)
    • ► October (2)
    • ► June (1)
    • ► May (1)
    • ► April (2)
    • ► February (2)
    • ► January (1)
  • ► 2013 (23)
    • ► December (1)
    • ► November (2)
    • ► October (3)
    • ► September (4)
    • ► August (3)
    • ► July (10)

Followers

Pages

  • Home
  • Facebook

Sample text

About Us

Powered by Blogger.

Jarak-5-Jari

2:40 PM - Posted by Unknown - 0 comments
5 jari ini masih terlalu banyak untuk menjelaskan lamanya perkenalan ini. tapi tak cukup juga untuk menjelaskan banyak nya waktu dan peristiwa yang telah terlewati. dekat? tidak juga! jauh? tidak juga! ketika dekat ada saja yang membuat berjarak, namun bukan berarti ketika berjarak kita menjadi lebih dekat. jika hanya tembok yang membuat kita menjadi berjarak , atau daratan atau karena lautan yang membuat jarak itu semakin nyata. bagiku itu hanya sebuah alasan yang mencari pembenaran atas jarak yang terjadi. ini bukan zaman dimana pena, kertas, dan prangko begitu diiagungkan sebagai media untuk untuk bertukar kabar. tapi entahlah, ini patut disyukuri atau salah satu bentuk cobaan hidup dizaman yang serba dimudahkan ini. bagiku tak ada alasan untuk tak saling menyapa. Bahkan dalam Islam , diwajibkan melanggengkan jalinan silaturahim dengan berbagai kebaikan karenanya. atau inikah skenario untuk kita, yang alam pun turut bertindak tak mendukung? atau ini adalah jawaban atas doa yang selalu dipanjatkan saat sebagaian makhluk Tuhan sedang terlelap dalam hangatnya selimut bulu domba?



Seberapa jauhkah kita berjarak? Sudah berapa lama kita tak saling berbalas surat atau pantun? Seberapa banyakkah tumpukan kertas itu? Seberapa banyakkan coretan yang digoreskan dalam setiap surat keputusan itu? Seberapa penting jabatan itu? Seberapa penting pekerjaan itu? Hingga tak sempat untuk menekan angka-angka atau huruf-huruf  untuk merangkai menjadi sebuah kalimat.  Tak meminta waktu yang lama, cukup mengetahui bahwa kau baik-baik saja atau  pekerjaan sedang berjejer rapi didepan, atau  jiwa dan raga yang sedang tak bersahabat, atau penjelasan lain yang membuat rasa khawatir tak menjada-jadi. 

**
 amarah, benci, rindu, kesal, sayang, tak selamanya harus dipendam, LUAPKAN!!!!! walau hanya pada tulisan atau garis-garis tak beraturan.. 


This entry was posted on 2:40 PM and is filed under . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

0 comments:

Post a Comment

Newer Post Older Post Home

Archivo del blog

  • ▼ 2016 (5)
    • ► November (1)
    • ▼ October (2)
      • Jarak-5-Jari
      • pergi untuk kembali
    • ► May (2)
  • ► 2015 (5)
    • ► October (2)
    • ► September (1)
    • ► July (1)
    • ► June (1)
  • ► 2014 (10)
    • ► November (1)
    • ► October (2)
    • ► June (1)
    • ► May (1)
    • ► April (2)
    • ► February (2)
    • ► January (1)
  • ► 2013 (23)
    • ► December (1)
    • ► November (2)
    • ► October (3)
    • ► September (4)
    • ► August (3)
    • ► July (10)

Popular Posts

  • Kagum atau Jatuh Cinta?
    Senior dan junior terkadang menjadi sebuah pembeda dan pembatas untuk saling beinteraksi. Tapi kisah kali ini sedikit beda. Dia bukan seper...
  • Jejak langkah ku
    Tak ada yang tahu apa yang akan terjadi dimasa depan. Saya hanyalah seorang anak biasa dari keluarga biasa. 20 tahun yang lalu saya terlahir...
  • kenangan
    kerajaan ku mulai runtuh dermaga ku telah sunyi kapal mereka telah berlayar jauh, . dan jauh dan mungkin tak akan ada lagi yg akan ber...
  • Mawar Merah
    Tidur yang nyenyak. Bahkan sangat nyenyak. Kurentakkan tangan sepanjang-panjangnya sambil menghirup udara pagi yang masih begitu segar. Tib...
  • Senior dan Junior dalam sebuah Kisah
    Alhamdulillah, setelah empat tahun dengan status menjadi seorang mahasiswa, akhirnya tinggal menghitung hari saya akan kembali ketempat dim...
  • Hei Kau
    Hei kau,, Siapa aku bagimu Adakah arti lain bagi mu, Atau aku yang terlalu cepat membuat kesimpulan Hei kau,, Terkadang aku mer...
  • Aku
    ketika rasa tak bisa termaknai ragam kata pun terucap, membentuk bait-bait nada tak beraturan rendah -tinggi-rendah- ingin rasanya berb...
  • Dalam kesunyian malam
        Malam ini bukan merupakan kali pertama aku seperti ini, menangis dalam ketidaktahuan ku. Bukan menangis karena penyesalan yang berlebih...
  • Sang mantan
    Assalamu alaikum, apa kabar ni? Topic   kali ni apa ya? Nah lo, kok tiba-tiba teringat sang mantan. Ciee, yang belum lupain sang ma...
  • pergi untuk kembali
    Setelah 1032 jam kita berada didaratan yang sama, hari ini kita kembali dipisahkan oleh lautan yang bermil-mil jauhnya. Ini bukan sebua...

Archivo del blog

  • ▼ 2016 (5)
    • ► November (1)
    • ▼ October (2)
      • Jarak-5-Jari
      • pergi untuk kembali
    • ► May (2)
  • ► 2015 (5)
    • ► October (2)
    • ► September (1)
    • ► July (1)
    • ► June (1)
  • ► 2014 (10)
    • ► November (1)
    • ► October (2)
    • ► June (1)
    • ► May (1)
    • ► April (2)
    • ► February (2)
    • ► January (1)
  • ► 2013 (23)
    • ► December (1)
    • ► November (2)
    • ► October (3)
    • ► September (4)
    • ► August (3)
    • ► July (10)

Labels

  • cerita baru (1)
  • cerpen (4)
  • curcol (17)
  • event (1)
  • Idul Adha (1)
  • puisi (11)
  • Seoul (1)
  • tentang dia (7)

Search

Etiquetas

  • cerita baru (1)
  • cerpen (4)
  • curcol (17)
  • event (1)
  • Idul Adha (1)
  • puisi (11)
  • Seoul (1)
  • tentang dia (7)

Coretan Pensil Warna-Warni

Monday, October 24, 2016

Jarak-5-Jari

5 jari ini masih terlalu banyak untuk menjelaskan lamanya perkenalan ini. tapi tak cukup juga untuk menjelaskan banyak nya waktu dan peristiwa yang telah terlewati. dekat? tidak juga! jauh? tidak juga! ketika dekat ada saja yang membuat berjarak, namun bukan berarti ketika berjarak kita menjadi lebih dekat. jika hanya tembok yang membuat kita menjadi berjarak , atau daratan atau karena lautan yang membuat jarak itu semakin nyata. bagiku itu hanya sebuah alasan yang mencari pembenaran atas jarak yang terjadi. ini bukan zaman dimana pena, kertas, dan prangko begitu diiagungkan sebagai media untuk untuk bertukar kabar. tapi entahlah, ini patut disyukuri atau salah satu bentuk cobaan hidup dizaman yang serba dimudahkan ini. bagiku tak ada alasan untuk tak saling menyapa. Bahkan dalam Islam , diwajibkan melanggengkan jalinan silaturahim dengan berbagai kebaikan karenanya. atau inikah skenario untuk kita, yang alam pun turut bertindak tak mendukung? atau ini adalah jawaban atas doa yang selalu dipanjatkan saat sebagaian makhluk Tuhan sedang terlelap dalam hangatnya selimut bulu domba?



Seberapa jauhkah kita berjarak? Sudah berapa lama kita tak saling berbalas surat atau pantun? Seberapa banyakkah tumpukan kertas itu? Seberapa banyakkan coretan yang digoreskan dalam setiap surat keputusan itu? Seberapa penting jabatan itu? Seberapa penting pekerjaan itu? Hingga tak sempat untuk menekan angka-angka atau huruf-huruf  untuk merangkai menjadi sebuah kalimat.  Tak meminta waktu yang lama, cukup mengetahui bahwa kau baik-baik saja atau  pekerjaan sedang berjejer rapi didepan, atau  jiwa dan raga yang sedang tak bersahabat, atau penjelasan lain yang membuat rasa khawatir tak menjada-jadi. 

**
 amarah, benci, rindu, kesal, sayang, tak selamanya harus dipendam, LUAPKAN!!!!! walau hanya pada tulisan atau garis-garis tak beraturan.. 
Posted by Unknown at 2:40 PM

0 comments:

Post a Comment

Newer Post Older Post Home
Subscribe to: Post Comments (Atom)

Blog Design by Gisele Jaquenod | Distributed by Deluxe Templates