skip to main | skip to sidebar

About me

Unknown
View my complete profile

Subscribe To

Posts
    Atom
Posts
All Comments
    Atom
All Comments

Archivo del blog

  • ► 2016 (5)
    • ► November (1)
    • ► October (2)
    • ► May (2)
  • ► 2015 (5)
    • ► October (2)
    • ► September (1)
    • ► July (1)
    • ► June (1)
  • ► 2014 (10)
    • ► November (1)
    • ► October (2)
    • ► June (1)
    • ► May (1)
    • ► April (2)
    • ► February (2)
    • ► January (1)
  • ▼ 2013 (23)
    • ► December (1)
    • ▼ November (2)
      • Tuhan, Ampuni rasa ini
      • Dalam kesunyian malam
    • ► October (3)
    • ► September (4)
    • ► August (3)
    • ► July (10)

Followers

Pages

  • Home
  • Facebook

Sample text

About Us

Powered by Blogger.

Tuhan, Ampuni rasa ini

5:03 AM - Posted by Unknown - 0 comments

Tuhan,
Engkau jelas mengetahui rasa ini
bahkan
lebih tahu dari akal sehat ku sendri

Tuhan,
rasa ini begitu sulit kujabarkan
dan terkadang hanya diam
sebagai pengungkapan ku

Tuhan ku
ampuni rasa ini
kutahu jelas bahwa ini bukan merupakan ajaran mu
kutahu bahwa akan ada waktunya
namun hamba hanya manusia biasa
yang tidak setangguh para utusan mu dalam menahan nafsu.
Tuhan,
ampuni gejolak rasa ini,
terlalu banyak godaan hingga terkadang hamba lupa, hamba hilaf akan keingin hamba,.
ampuni ya Allah.,



Dalam kesunyian malam

5:39 AM - Posted by Unknown - 2 comments
    Malam ini bukan merupakan kali pertama aku seperti ini, menangis dalam ketidaktahuan ku. Bukan menangis karena penyesalan yang berlebih, bukan menangis karena sebuah kekesalan. Air mata yang mengalir, mengalir tanpa ijin dariku. Dan jika bukan karena bantal yang telah basah, tangis itu tak akan pernah kutahan mengalir. Sudah beberapa hari air mata ku tak ingin keluar. Namun entah mengapa, hanya karena photo yang sengaja ku buka dari album sosial media air mata yg kutunggu untuk membasahi kedua bola mata ku tiba-tiba keluar.

    Entah ada perjanjian apa antara otak dan organ-organ tubuh ku. Rekaman kenangan terputar ulang, dan air mata tanpa aba-aba dengan dengan tenangnya mengalir. 
Dalam dinginnya malam, Tuhan mengetuk pintu hatiku, meminta ku untuk curhat lebih dekat. Kurasakan sentuhan itu, jaringan Wifi yang tersambung dengan handphone ku tiba-tiba failed, dan karena itu foto yang kupandangi sedari tadi hingga bantal merah jambu ku basah   pun tertutup.

   Langkah kaki ku serasa ringan. Dalam dinginnya malam, suhu dingin menuntunku untuk membasuh beberapa bagian tubuh ku. Begitu nikmat, tenang, dan nyamannya. Percakapan yang hanya aku dan pemilik segalanya ini yang tahu. Tangis ku menyertai segala ucapan yang kulontarkan. Meskipun kutahu Dia telah tahu tanpa ku beritahu.  Kubiarkan air mata ini mengalir dengan deras. Air mata yang kuharap bisa mengurangi sesak didada.  Entah berapa lama aku curhat kepada sang Penguasa hati dan perasaan.


     Namun sebelum tangan ini ku arahkan ke wajah lalu kedada dan kuaminkan, kuucapkan satu permintaan
"Tuhanku yang maha pengasih lagi maha penyayang, yang menguasai hati kami, yang menumbuhkan rasa simpati kepada lawan jenis kami, yang menggariskan ketetapan baik untuk kami, hamba lelah dengan perasaan ini. Hamba yakin Engkau telah menggariskan ketetapan baik untuk hamba. Hamba yakin Engkau telah memilihkan jodoh yang baik untuk hamba. Hinggah waktu indah itu tiba, hingga saya dipertemukan dengan lelaki yang engkau telah pilih dan tetapkan untuku, hamba mohon, hapuslah rasa ini dari hamba, dan tumbuhkanlah ketika hamba bertemu dengan pilihan yang Engkau pilihkan untuk hamba agar hamba tahu, dialah lelaki yang engkau pilihkan untuk hamba, amiinnn "




** 
Dan masih berbalut sarung tanpa kerudung, aku bisa merasakan tidur yg begitu damai

Korea        
16 November 2013


Newer Posts Older Posts Home

Archivo del blog

  • ► 2016 (5)
    • ► November (1)
    • ► October (2)
    • ► May (2)
  • ► 2015 (5)
    • ► October (2)
    • ► September (1)
    • ► July (1)
    • ► June (1)
  • ► 2014 (10)
    • ► November (1)
    • ► October (2)
    • ► June (1)
    • ► May (1)
    • ► April (2)
    • ► February (2)
    • ► January (1)
  • ▼ 2013 (23)
    • ► December (1)
    • ▼ November (2)
      • Tuhan, Ampuni rasa ini
      • Dalam kesunyian malam
    • ► October (3)
    • ► September (4)
    • ► August (3)
    • ► July (10)

Popular Posts

  • berlayar
    Entah apa namanya, saat rasa ini berkecambuk dijiwa. Terkadang saya bingung, ada apa dengan saya? Apa yang terjadi? Apa yang ingin saya lak...
  • Cinta Monyet
    Ketika aku kecil aku pernah menyukai seorang yang jauh dari umurku. Kata orang itu adalah cinta monyet. Cinta anak kecil yang akan berubah ...
  • Tuhan, Ampuni rasa ini
    Tuhan, Engkau jelas mengetahui rasa ini bahkan lebih tahu dari akal sehat ku sendri Tuhan, rasa ini begitu sulit kujabarkan dan terkad...
  • Rindu
    Malam, ketika surat ini tak sampai ketangannya biarkan rasa ini tersimpan tersimpan rapat bersama surat ini cukup malam ini yang menjadi...
  • Kagum atau Jatuh Cinta?
    Senior dan junior terkadang menjadi sebuah pembeda dan pembatas untuk saling beinteraksi. Tapi kisah kali ini sedikit beda. Dia bukan seper...
  • masih sama !
    Kupikir, aku  sudah bisa melupakan mu dan mengakhirinya di awal tahun. Ternyata aku salah. Hinggah detik ini aku pun belum bisa melupakan m...
  • tentang SMA dan Dia
    Semua orang pasti punya cerita cinta monyet, cinta waktu SMP, cinta SMA atau cinta-cinta yang lain. Dan ini ada sebuah cerita cinta waktu S...
  • Akhir cerita fantasi Disneyland
    Snow white and seven drawfs, Cinderella, beauty and the beast, sleeping beauty dan lain-lain . Siapa yang tidak mengenal ceritanya? Cerit...
  • Kenapa Lagi???
    Dan untuk kesekian kalinya. Aku kangen kamu bodohh.. hahhaaahah,, dan entah untuk yang keberapa kalinya janji yang terucap diingkari...
  • menjadi "DORA" semalam
    Huaamm,, Selamat pagi dunia. Upss sebenarnya gk lagi pagi denk. Mentari udah terlalu lama berjalan menuju puncak. Jadi saya ganti ya. SELA...

Archivo del blog

  • ► 2016 (5)
    • ► November (1)
    • ► October (2)
    • ► May (2)
  • ► 2015 (5)
    • ► October (2)
    • ► September (1)
    • ► July (1)
    • ► June (1)
  • ► 2014 (10)
    • ► November (1)
    • ► October (2)
    • ► June (1)
    • ► May (1)
    • ► April (2)
    • ► February (2)
    • ► January (1)
  • ▼ 2013 (23)
    • ► December (1)
    • ▼ November (2)
      • Tuhan, Ampuni rasa ini
      • Dalam kesunyian malam
    • ► October (3)
    • ► September (4)
    • ► August (3)
    • ► July (10)

Labels

  • cerita baru (1)
  • cerpen (4)
  • curcol (17)
  • event (1)
  • Idul Adha (1)
  • puisi (11)
  • Seoul (1)
  • tentang dia (7)

Search

Etiquetas

  • cerita baru (1)
  • cerpen (4)
  • curcol (17)
  • event (1)
  • Idul Adha (1)
  • puisi (11)
  • Seoul (1)
  • tentang dia (7)

Coretan Pensil Warna-Warni

Tuesday, November 26, 2013

Tuhan, Ampuni rasa ini

Tuhan,
Engkau jelas mengetahui rasa ini
bahkan
lebih tahu dari akal sehat ku sendri

Tuhan,
rasa ini begitu sulit kujabarkan
dan terkadang hanya diam
sebagai pengungkapan ku

Tuhan ku
ampuni rasa ini
kutahu jelas bahwa ini bukan merupakan ajaran mu
kutahu bahwa akan ada waktunya
namun hamba hanya manusia biasa
yang tidak setangguh para utusan mu dalam menahan nafsu.
Tuhan,
ampuni gejolak rasa ini,
terlalu banyak godaan hingga terkadang hamba lupa, hamba hilaf akan keingin hamba,.
ampuni ya Allah.,

Posted by Unknown at 5:03 AM 0 comments

Saturday, November 16, 2013

Dalam kesunyian malam

    Malam ini bukan merupakan kali pertama aku seperti ini, menangis dalam ketidaktahuan ku. Bukan menangis karena penyesalan yang berlebih, bukan menangis karena sebuah kekesalan. Air mata yang mengalir, mengalir tanpa ijin dariku. Dan jika bukan karena bantal yang telah basah, tangis itu tak akan pernah kutahan mengalir. Sudah beberapa hari air mata ku tak ingin keluar. Namun entah mengapa, hanya karena photo yang sengaja ku buka dari album sosial media air mata yg kutunggu untuk membasahi kedua bola mata ku tiba-tiba keluar.

    Entah ada perjanjian apa antara otak dan organ-organ tubuh ku. Rekaman kenangan terputar ulang, dan air mata tanpa aba-aba dengan dengan tenangnya mengalir. 
Dalam dinginnya malam, Tuhan mengetuk pintu hatiku, meminta ku untuk curhat lebih dekat. Kurasakan sentuhan itu, jaringan Wifi yang tersambung dengan handphone ku tiba-tiba failed, dan karena itu foto yang kupandangi sedari tadi hingga bantal merah jambu ku basah   pun tertutup.

   Langkah kaki ku serasa ringan. Dalam dinginnya malam, suhu dingin menuntunku untuk membasuh beberapa bagian tubuh ku. Begitu nikmat, tenang, dan nyamannya. Percakapan yang hanya aku dan pemilik segalanya ini yang tahu. Tangis ku menyertai segala ucapan yang kulontarkan. Meskipun kutahu Dia telah tahu tanpa ku beritahu.  Kubiarkan air mata ini mengalir dengan deras. Air mata yang kuharap bisa mengurangi sesak didada.  Entah berapa lama aku curhat kepada sang Penguasa hati dan perasaan.


     Namun sebelum tangan ini ku arahkan ke wajah lalu kedada dan kuaminkan, kuucapkan satu permintaan
"Tuhanku yang maha pengasih lagi maha penyayang, yang menguasai hati kami, yang menumbuhkan rasa simpati kepada lawan jenis kami, yang menggariskan ketetapan baik untuk kami, hamba lelah dengan perasaan ini. Hamba yakin Engkau telah menggariskan ketetapan baik untuk hamba. Hamba yakin Engkau telah memilihkan jodoh yang baik untuk hamba. Hinggah waktu indah itu tiba, hingga saya dipertemukan dengan lelaki yang engkau telah pilih dan tetapkan untuku, hamba mohon, hapuslah rasa ini dari hamba, dan tumbuhkanlah ketika hamba bertemu dengan pilihan yang Engkau pilihkan untuk hamba agar hamba tahu, dialah lelaki yang engkau pilihkan untuk hamba, amiinnn "




** 
Dan masih berbalut sarung tanpa kerudung, aku bisa merasakan tidur yg begitu damai

Korea        
16 November 2013
Posted by Unknown at 5:39 AM 2 comments
Labels: curcol
Newer Posts Older Posts Home
Subscribe to: Posts (Atom)

Blog Design by Gisele Jaquenod | Distributed by Deluxe Templates