skip to main | skip to sidebar

About me

Unknown
View my complete profile

Subscribe To

Posts
    Atom
Posts
Comments
    Atom
Comments

Archivo del blog

  • ► 2016 (5)
    • ► November (1)
    • ► October (2)
    • ► May (2)
  • ► 2015 (5)
    • ► October (2)
    • ► September (1)
    • ► July (1)
    • ► June (1)
  • ▼ 2014 (10)
    • ► November (1)
    • ► October (2)
    • ► June (1)
    • ► May (1)
    • ► April (2)
    • ▼ February (2)
      • Ya sudah lah :)
      • Mawar Merah
    • ► January (1)
  • ► 2013 (23)
    • ► December (1)
    • ► November (2)
    • ► October (3)
    • ► September (4)
    • ► August (3)
    • ► July (10)

Followers

Pages

  • Home
  • Facebook

Sample text

About Us

Powered by Blogger.

Ya sudah lah :)

9:05 PM - Posted by Unknown - 0 comments

Hari ini hanya aku dan seorang adik yang tersisa dikos,. Sebenarnya minggu ini masih masa liburan, namun beberapa teman sudah disibukkan dengan aktifitas kampus. Siang itu Kami dengan kegiatan masing-masing. Adik yang berkutat dengan komiknya dan aku dengan roman yang berkaitan dengan sejarah. Hobi kami sama, yaitu membaca.

Sedang asyiknya membaca, tiba-tiba adik (sebut saja namanya Amei) membuatku terkejut dengan pertanyaan yang ia sodorkan pada ku. "Kaka bagaimana kabar pangeran kodoknya kaka sekarang?". Aku setengah terkejut. Tak kusangka pertanyaan itu akan keluar darinya. Mungkin akhir-akhir ini dia sedikit membaca gelagat kerisauan ku akan sosok pangeran kodok ku itu. Namun, sebenarnya bukan hanya pangeran kodok yang sedang kupikirkan saat ini. Ada beberpa pangeran lain yang muncul dan sedikit mencuri ruang dipikiran ku. Pangeran berkuda, pangeran lumut dan pangeran bertopeng. Mereka pernah mercuri ruang dipikiran ku, namun segera kubereska  agar kegalauan tidak berkunjung lama. Namun, entah mengapa, dua pangeran, Kodok dan berkuda enggan beranjak dan ingin sedikit menari- nari dalam benak ku.

Aku pun mulai mendongeng kepada Amei. Bercerita tentang awal gelar itu kusandangkan padanya.  Pangeran kodok adalah sosok yg sederhana, namun dimata ku dia adalah sosok yang berwibawa. Dia tidak banyak berkoceh seperti mereka yang berkuasa saat itu. Itulah yang membuat tertarik padanya. Aku menyukai jiwa-jiwa seperti itu. Yang lebih baik menyimpan gagasan hingga matang lalu dikeluarkan daripada berkoar-koar sementara gagasan itu seharusnya masih harus diperam beberapa saat. Dia tidak begitu menarik dari segi penampilan. Ukuran tubuhnya standar, tidak pendek atau tinggi. Tidak gemuk atau kurus. Kami tidak saling mengenal. Begitulah pikirku karena kita pun tidak pernah saling tegur menegur walaupun hanya bersapa "hello".

Namun takdir berkata lain. Masa depan tak ada yg tau. Semua misteri. Hinggah kejadian itu terjadi, kekaguman ku padanya masih kusimpan dengan rapi. Kami saling bersapa. Dari hanya sekedar memberi salam hingga banyak topik yang kami bahas. Aku tak banyak tau tentangnya. Namun dia membuatku terkejut dengan beberapa hal yang dia ketahui tentang ku. Aku mulai menyimpan harapan padanya. Percakapan berlanjut, dan akupun sudah mengetahui beberapa tentang dirinya dari beberapa hal yg kutanyakan padanya.

Mungkin karena padatnya aktifitas masing-masing kami pun jarang berkomunikasi. Hingga suatu hari aku berkenalan dengan seorang lelaki. Berbicara banyak hal hingga ada perasaan nyaman diantara kami. Sungguh batin ku setengah berteriak bahwa ada pangeran kodok di seberang sana. Namun pada akhirnya aku luluh dengan pangeran berkuda. Ya, pangeran berkuda. Itulah julukan yang aku berikan padanya. Dia pun tau tentang sosok pangeran kodok. Kami sering berkomunikasi. Hingga suatu hari dia menanyakan kabar pangeran kodok. Dan saat itu juga dia meminta untuk menggantikan sosok pangeran kodok itu. Aku terkejut. Perkenalan kami belum begitu lama. Namun keseriusan begitu nyata dimatanya. Dia berulang kali meminta, berharap bisa menjadi pangeran ku. Hingga suatu hari, aku iyakan permintaan itu. Kami pun menjadi sepasang kekasih. Hari-hari kami lalui dengr bertukar cerita dan pengalaman. Namun karena suatu alasan, dan untuk kesekian kalinya kata perpisahan mengikuti hubungan ku. Ya kami berpisah. Namun hanya status yg berubah.
Sekarang, belum ada lagi kumbang yang mendekat. Atau mereka paham bahwa aku hanya ingin sendri untuk saat ini. Aku lelah dengan harapan-harapan yang aku buat sendiri. Aku lelah dengan semua perasaan yang pada akhirnya perpisahan juga yg akan terjadi. Aku lelah, lelah akan perasaan ini.

Jika sebelumnya kalian melihatku resah dan gundah karena perasaan ku pada lelaki, maka kali ini kalian akan melihat aku resah karena pendidikan ku. Masih ada hal lain yang harus dipikirkan dari pada sekedar memikirkan cinta sesaat. Tuhan telah menggariskan jodoh, hidup, mati. Semua tidak berubah, terkecuali atas kehendakNya. Jadi urusan jodoh tak usalah dirisaukan toh ketetapan itu sudah ada. Sedikit kalimat penyemangat diri mengakhiri ceritaku pada Amei



This entry was posted on 9:05 PM and is filed under . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

0 comments:

Post a Comment

Newer Post Older Post Home

Archivo del blog

  • ► 2016 (5)
    • ► November (1)
    • ► October (2)
    • ► May (2)
  • ► 2015 (5)
    • ► October (2)
    • ► September (1)
    • ► July (1)
    • ► June (1)
  • ▼ 2014 (10)
    • ► November (1)
    • ► October (2)
    • ► June (1)
    • ► May (1)
    • ► April (2)
    • ▼ February (2)
      • Ya sudah lah :)
      • Mawar Merah
    • ► January (1)
  • ► 2013 (23)
    • ► December (1)
    • ► November (2)
    • ► October (3)
    • ► September (4)
    • ► August (3)
    • ► July (10)

Popular Posts

  • berlayar
    Entah apa namanya, saat rasa ini berkecambuk dijiwa. Terkadang saya bingung, ada apa dengan saya? Apa yang terjadi? Apa yang ingin saya lak...
  • Cinta Monyet
    Ketika aku kecil aku pernah menyukai seorang yang jauh dari umurku. Kata orang itu adalah cinta monyet. Cinta anak kecil yang akan berubah ...
  • Tuhan, Ampuni rasa ini
    Tuhan, Engkau jelas mengetahui rasa ini bahkan lebih tahu dari akal sehat ku sendri Tuhan, rasa ini begitu sulit kujabarkan dan terkad...
  • Rindu
    Malam, ketika surat ini tak sampai ketangannya biarkan rasa ini tersimpan tersimpan rapat bersama surat ini cukup malam ini yang menjadi...
  • Kagum atau Jatuh Cinta?
    Senior dan junior terkadang menjadi sebuah pembeda dan pembatas untuk saling beinteraksi. Tapi kisah kali ini sedikit beda. Dia bukan seper...
  • masih sama !
    Kupikir, aku  sudah bisa melupakan mu dan mengakhirinya di awal tahun. Ternyata aku salah. Hinggah detik ini aku pun belum bisa melupakan m...
  • tentang SMA dan Dia
    Semua orang pasti punya cerita cinta monyet, cinta waktu SMP, cinta SMA atau cinta-cinta yang lain. Dan ini ada sebuah cerita cinta waktu S...
  • Akhir cerita fantasi Disneyland
    Snow white and seven drawfs, Cinderella, beauty and the beast, sleeping beauty dan lain-lain . Siapa yang tidak mengenal ceritanya? Cerit...
  • Kenapa Lagi???
    Dan untuk kesekian kalinya. Aku kangen kamu bodohh.. hahhaaahah,, dan entah untuk yang keberapa kalinya janji yang terucap diingkari...
  • menjadi "DORA" semalam
    Huaamm,, Selamat pagi dunia. Upss sebenarnya gk lagi pagi denk. Mentari udah terlalu lama berjalan menuju puncak. Jadi saya ganti ya. SELA...

Archivo del blog

  • ► 2016 (5)
    • ► November (1)
    • ► October (2)
    • ► May (2)
  • ► 2015 (5)
    • ► October (2)
    • ► September (1)
    • ► July (1)
    • ► June (1)
  • ▼ 2014 (10)
    • ► November (1)
    • ► October (2)
    • ► June (1)
    • ► May (1)
    • ► April (2)
    • ▼ February (2)
      • Ya sudah lah :)
      • Mawar Merah
    • ► January (1)
  • ► 2013 (23)
    • ► December (1)
    • ► November (2)
    • ► October (3)
    • ► September (4)
    • ► August (3)
    • ► July (10)

Labels

  • cerita baru (1)
  • cerpen (4)
  • curcol (17)
  • event (1)
  • Idul Adha (1)
  • puisi (11)
  • Seoul (1)
  • tentang dia (7)

Search

Etiquetas

  • cerita baru (1)
  • cerpen (4)
  • curcol (17)
  • event (1)
  • Idul Adha (1)
  • puisi (11)
  • Seoul (1)
  • tentang dia (7)

Coretan Pensil Warna-Warni

Friday, February 14, 2014

Ya sudah lah :)

Hari ini hanya aku dan seorang adik yang tersisa dikos,. Sebenarnya minggu ini masih masa liburan, namun beberapa teman sudah disibukkan dengan aktifitas kampus. Siang itu Kami dengan kegiatan masing-masing. Adik yang berkutat dengan komiknya dan aku dengan roman yang berkaitan dengan sejarah. Hobi kami sama, yaitu membaca.

Sedang asyiknya membaca, tiba-tiba adik (sebut saja namanya Amei) membuatku terkejut dengan pertanyaan yang ia sodorkan pada ku. "Kaka bagaimana kabar pangeran kodoknya kaka sekarang?". Aku setengah terkejut. Tak kusangka pertanyaan itu akan keluar darinya. Mungkin akhir-akhir ini dia sedikit membaca gelagat kerisauan ku akan sosok pangeran kodok ku itu. Namun, sebenarnya bukan hanya pangeran kodok yang sedang kupikirkan saat ini. Ada beberpa pangeran lain yang muncul dan sedikit mencuri ruang dipikiran ku. Pangeran berkuda, pangeran lumut dan pangeran bertopeng. Mereka pernah mercuri ruang dipikiran ku, namun segera kubereska  agar kegalauan tidak berkunjung lama. Namun, entah mengapa, dua pangeran, Kodok dan berkuda enggan beranjak dan ingin sedikit menari- nari dalam benak ku.

Aku pun mulai mendongeng kepada Amei. Bercerita tentang awal gelar itu kusandangkan padanya.  Pangeran kodok adalah sosok yg sederhana, namun dimata ku dia adalah sosok yang berwibawa. Dia tidak banyak berkoceh seperti mereka yang berkuasa saat itu. Itulah yang membuat tertarik padanya. Aku menyukai jiwa-jiwa seperti itu. Yang lebih baik menyimpan gagasan hingga matang lalu dikeluarkan daripada berkoar-koar sementara gagasan itu seharusnya masih harus diperam beberapa saat. Dia tidak begitu menarik dari segi penampilan. Ukuran tubuhnya standar, tidak pendek atau tinggi. Tidak gemuk atau kurus. Kami tidak saling mengenal. Begitulah pikirku karena kita pun tidak pernah saling tegur menegur walaupun hanya bersapa "hello".

Namun takdir berkata lain. Masa depan tak ada yg tau. Semua misteri. Hinggah kejadian itu terjadi, kekaguman ku padanya masih kusimpan dengan rapi. Kami saling bersapa. Dari hanya sekedar memberi salam hingga banyak topik yang kami bahas. Aku tak banyak tau tentangnya. Namun dia membuatku terkejut dengan beberapa hal yang dia ketahui tentang ku. Aku mulai menyimpan harapan padanya. Percakapan berlanjut, dan akupun sudah mengetahui beberapa tentang dirinya dari beberapa hal yg kutanyakan padanya.

Mungkin karena padatnya aktifitas masing-masing kami pun jarang berkomunikasi. Hingga suatu hari aku berkenalan dengan seorang lelaki. Berbicara banyak hal hingga ada perasaan nyaman diantara kami. Sungguh batin ku setengah berteriak bahwa ada pangeran kodok di seberang sana. Namun pada akhirnya aku luluh dengan pangeran berkuda. Ya, pangeran berkuda. Itulah julukan yang aku berikan padanya. Dia pun tau tentang sosok pangeran kodok. Kami sering berkomunikasi. Hingga suatu hari dia menanyakan kabar pangeran kodok. Dan saat itu juga dia meminta untuk menggantikan sosok pangeran kodok itu. Aku terkejut. Perkenalan kami belum begitu lama. Namun keseriusan begitu nyata dimatanya. Dia berulang kali meminta, berharap bisa menjadi pangeran ku. Hingga suatu hari, aku iyakan permintaan itu. Kami pun menjadi sepasang kekasih. Hari-hari kami lalui dengr bertukar cerita dan pengalaman. Namun karena suatu alasan, dan untuk kesekian kalinya kata perpisahan mengikuti hubungan ku. Ya kami berpisah. Namun hanya status yg berubah.
Sekarang, belum ada lagi kumbang yang mendekat. Atau mereka paham bahwa aku hanya ingin sendri untuk saat ini. Aku lelah dengan harapan-harapan yang aku buat sendiri. Aku lelah dengan semua perasaan yang pada akhirnya perpisahan juga yg akan terjadi. Aku lelah, lelah akan perasaan ini.

Jika sebelumnya kalian melihatku resah dan gundah karena perasaan ku pada lelaki, maka kali ini kalian akan melihat aku resah karena pendidikan ku. Masih ada hal lain yang harus dipikirkan dari pada sekedar memikirkan cinta sesaat. Tuhan telah menggariskan jodoh, hidup, mati. Semua tidak berubah, terkecuali atas kehendakNya. Jadi urusan jodoh tak usalah dirisaukan toh ketetapan itu sudah ada. Sedikit kalimat penyemangat diri mengakhiri ceritaku pada Amei

Posted by Unknown at 9:05 PM

0 comments:

Post a Comment

Newer Post Older Post Home
Subscribe to: Post Comments (Atom)

Blog Design by Gisele Jaquenod | Distributed by Deluxe Templates