skip to main | skip to sidebar

About me

Unknown
View my complete profile

Subscribe To

Posts
    Atom
Posts
Comments
    Atom
Comments

Archivo del blog

  • ► 2016 (5)
    • ► November (1)
    • ► October (2)
    • ► May (2)
  • ► 2015 (5)
    • ► October (2)
    • ► September (1)
    • ► July (1)
    • ► June (1)
  • ▼ 2014 (10)
    • ► November (1)
    • ► October (2)
    • ► June (1)
    • ► May (1)
    • ► April (2)
    • ► February (2)
    • ▼ January (1)
      • Anak Ku sayang
  • ► 2013 (23)
    • ► December (1)
    • ► November (2)
    • ► October (3)
    • ► September (4)
    • ► August (3)
    • ► July (10)

Followers

Pages

  • Home
  • Facebook

Sample text

About Us

Powered by Blogger.

Anak Ku sayang

8:50 AM - Posted by Unknown - 0 comments
Sabtu ini begitu spesial bagi ku. Sudah beberpa pekan aku menghabiskan akhir pekan keluar kota dengan tumpukkan dokumen yang menemaniku. Pekan ini sudah kuputuskan untuk mencancel semua janji untuk akhir pekan ini. Aku sadar, kau pasti merasa terlupakan akhir-akhir ini karena padatnya aktivitas kantor.

Pagi sekali aku sudah terbangun, seakan ada semangat baru yang muncul setelah perbincangan kita semalam. Ku buka lemari pendingin. Memeriksa bahan apa sekiranya bisa kubuat untuk sarapan pagi ini. Ada Susu segar, telur, sayuran, roti tawar. Mungkin pagi ini hanya sandwich sebagai menu sarapan. Ku hangatkan air. Kulirik jam dinding. Ya, baru pukul 4 lewat seperempat menit. Masih begitu pagi untuk membangunnya bersiap. Tepat pukul 4.30, azhan subuh berkumadang. Begitu merdunya. Kenangan ku terputar kembali. Ketika azan subuh berkumandangan aku sudah besiap dengan sejadah ditangan. Dinginnya subuh tidak menyurutkan niat ku melangkah menuju mesjid.


Segera ku menuju kamar mandi, menyegerakan wudhu lalu bersiap mendirikan shalat. Tidak seperti hari biasanya, aku larut dalam perbincangan ku dengan Tuhan. Air mata pun dengan derasnya membuat jalur diatas pipiku yang mulus. Betapa sayangnya Tuhan padaku, tak membiarkan aku dengan kesendirian ku, apalagi sekarang ada "dede" yang menemani hari-hari , walaupun terkadang aku tak bisa lebih lama menemaninya bermain.

Pukul 7 sarapan telah siap, jika biasanya aku hanya membuatnya lalu kemudian meninggalkannya. Berbeda dengan kali ini yang segera dihabiskan. Kami pun bersiap. Sunguh menyenangkan mendengarnya  berceloteh. Ya, masa seperti ini memang sedang asyik-asyiknya bercerita tentang apa saja yang dilihatnya.

Pukul 9 kami pun menuju bus station. Tujuan pertama kami adalah taman yang berada di dekat subway station. Walaupun tak selengkap taman bermain tapi cukuplah untuk bermain bermain bersama adik atau anak. Kamera yang telah kusiapkan ku keluarkan dari tas. Tak ingin kulewatkan sedikit pun moment yang berarti ini. Ingin ku abadikan moment yang tidak bisa terulang lagi ini yang esok akan menjadi sejarah.

Puas bermain, kami melanjutkan agenda. Tujuan berikutnya adalah departement store yang cukup besar dikota. Target pertama adalah toko buku. "Dede" ingin melengkapi buku serialnya yang kabarnya edisi berikutnya telah terbit. Kami pun berkeliling melihat-lihat apakah ada lagi yang ingin dibelinya.

Setelah berkeliling hampir sejam,  kami pun menuju lantai bawah yang menjual perlengkapan rumah tangga. Dengan bahagianya dede menujuk gelas dan pirig bergambar hellokitty. Senangnya bisa melihat senyum manisnya. Setelah berkeliling dan membeli beberapa kami pun pulang.

Lelah bercampur bahagia. setelah beres-beres belanjaan, kamipun bergegas menuju kamar tidur. Saatnya mendongeng sebelum tidur. Malam ini cerita yang saya akan dongengkan adalah cerita daerah yang biasa nenek ceritakan sewaktu saya kecil dulu. “lakolo-kolopua te landoke-ndoke” yaitu cerita tentang Kura-kura dan Kera. Baru setengah cerita dede sudah tertidur. Nampaknya dia begitu kelelahan setelah seharian keluar. Saya pun ikut tidur bersamanya. Tidur dengan pelukan hangat untuknya.
**

Ayam jantan begitu semangat membangunkan orang-orang. Matahari belum menampakkan cahaya semangatnya. Mataku masih terpejam, namun tangan ku meraba-raba kesamping. Tak kutemukan sosok semalam. Seorang makhluk cilik yang tertidur pulas dalam pelukkan ku.

Sekali lagi kuyakinkan diriku bahwa ini bukan mimpi. Bahwa makhluk kecil jelas adanya. Namun, itulah kenyataannya, hanya aku seorang dikamar ini. kamar dengan kumpulan boneka-boneka dan buku bergambar. Lagi-lagi hal ini terjadi. Aku yang begitu mengharapkan seorang anak dalam hidup ku, terkadang aku tersiksa namun terkadang aku menikmatinya. Peran seorang ibu yang berkarir. Aku bahkan lupa, pangeran pun masih dalam negeri dongeng yang belum menjadi nyata..

Aku yang masih dalam dunia fantasi ku







This entry was posted on 8:50 AM and is filed under . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

0 comments:

Post a Comment

Newer Post Older Post Home

Archivo del blog

  • ► 2016 (5)
    • ► November (1)
    • ► October (2)
    • ► May (2)
  • ► 2015 (5)
    • ► October (2)
    • ► September (1)
    • ► July (1)
    • ► June (1)
  • ▼ 2014 (10)
    • ► November (1)
    • ► October (2)
    • ► June (1)
    • ► May (1)
    • ► April (2)
    • ► February (2)
    • ▼ January (1)
      • Anak Ku sayang
  • ► 2013 (23)
    • ► December (1)
    • ► November (2)
    • ► October (3)
    • ► September (4)
    • ► August (3)
    • ► July (10)

Popular Posts

  • Kagum atau Jatuh Cinta?
    Senior dan junior terkadang menjadi sebuah pembeda dan pembatas untuk saling beinteraksi. Tapi kisah kali ini sedikit beda. Dia bukan seper...
  • Jejak langkah ku
    Tak ada yang tahu apa yang akan terjadi dimasa depan. Saya hanyalah seorang anak biasa dari keluarga biasa. 20 tahun yang lalu saya terlahir...
  • kenangan
    kerajaan ku mulai runtuh dermaga ku telah sunyi kapal mereka telah berlayar jauh, . dan jauh dan mungkin tak akan ada lagi yg akan ber...
  • Mawar Merah
    Tidur yang nyenyak. Bahkan sangat nyenyak. Kurentakkan tangan sepanjang-panjangnya sambil menghirup udara pagi yang masih begitu segar. Tib...
  • Senior dan Junior dalam sebuah Kisah
    Alhamdulillah, setelah empat tahun dengan status menjadi seorang mahasiswa, akhirnya tinggal menghitung hari saya akan kembali ketempat dim...
  • Hei Kau
    Hei kau,, Siapa aku bagimu Adakah arti lain bagi mu, Atau aku yang terlalu cepat membuat kesimpulan Hei kau,, Terkadang aku mer...
  • Aku
    ketika rasa tak bisa termaknai ragam kata pun terucap, membentuk bait-bait nada tak beraturan rendah -tinggi-rendah- ingin rasanya berb...
  • Dalam kesunyian malam
        Malam ini bukan merupakan kali pertama aku seperti ini, menangis dalam ketidaktahuan ku. Bukan menangis karena penyesalan yang berlebih...
  • Sang mantan
    Assalamu alaikum, apa kabar ni? Topic   kali ni apa ya? Nah lo, kok tiba-tiba teringat sang mantan. Ciee, yang belum lupain sang ma...
  • pergi untuk kembali
    Setelah 1032 jam kita berada didaratan yang sama, hari ini kita kembali dipisahkan oleh lautan yang bermil-mil jauhnya. Ini bukan sebua...

Archivo del blog

  • ► 2016 (5)
    • ► November (1)
    • ► October (2)
    • ► May (2)
  • ► 2015 (5)
    • ► October (2)
    • ► September (1)
    • ► July (1)
    • ► June (1)
  • ▼ 2014 (10)
    • ► November (1)
    • ► October (2)
    • ► June (1)
    • ► May (1)
    • ► April (2)
    • ► February (2)
    • ▼ January (1)
      • Anak Ku sayang
  • ► 2013 (23)
    • ► December (1)
    • ► November (2)
    • ► October (3)
    • ► September (4)
    • ► August (3)
    • ► July (10)

Labels

  • cerita baru (1)
  • cerpen (4)
  • curcol (17)
  • event (1)
  • Idul Adha (1)
  • puisi (11)
  • Seoul (1)
  • tentang dia (7)

Search

Etiquetas

  • cerita baru (1)
  • cerpen (4)
  • curcol (17)
  • event (1)
  • Idul Adha (1)
  • puisi (11)
  • Seoul (1)
  • tentang dia (7)

Coretan Pensil Warna-Warni

Thursday, January 2, 2014

Anak Ku sayang

Sabtu ini begitu spesial bagi ku. Sudah beberpa pekan aku menghabiskan akhir pekan keluar kota dengan tumpukkan dokumen yang menemaniku. Pekan ini sudah kuputuskan untuk mencancel semua janji untuk akhir pekan ini. Aku sadar, kau pasti merasa terlupakan akhir-akhir ini karena padatnya aktivitas kantor.

Pagi sekali aku sudah terbangun, seakan ada semangat baru yang muncul setelah perbincangan kita semalam. Ku buka lemari pendingin. Memeriksa bahan apa sekiranya bisa kubuat untuk sarapan pagi ini. Ada Susu segar, telur, sayuran, roti tawar. Mungkin pagi ini hanya sandwich sebagai menu sarapan. Ku hangatkan air. Kulirik jam dinding. Ya, baru pukul 4 lewat seperempat menit. Masih begitu pagi untuk membangunnya bersiap. Tepat pukul 4.30, azhan subuh berkumadang. Begitu merdunya. Kenangan ku terputar kembali. Ketika azan subuh berkumandangan aku sudah besiap dengan sejadah ditangan. Dinginnya subuh tidak menyurutkan niat ku melangkah menuju mesjid.


Segera ku menuju kamar mandi, menyegerakan wudhu lalu bersiap mendirikan shalat. Tidak seperti hari biasanya, aku larut dalam perbincangan ku dengan Tuhan. Air mata pun dengan derasnya membuat jalur diatas pipiku yang mulus. Betapa sayangnya Tuhan padaku, tak membiarkan aku dengan kesendirian ku, apalagi sekarang ada "dede" yang menemani hari-hari , walaupun terkadang aku tak bisa lebih lama menemaninya bermain.

Pukul 7 sarapan telah siap, jika biasanya aku hanya membuatnya lalu kemudian meninggalkannya. Berbeda dengan kali ini yang segera dihabiskan. Kami pun bersiap. Sunguh menyenangkan mendengarnya  berceloteh. Ya, masa seperti ini memang sedang asyik-asyiknya bercerita tentang apa saja yang dilihatnya.

Pukul 9 kami pun menuju bus station. Tujuan pertama kami adalah taman yang berada di dekat subway station. Walaupun tak selengkap taman bermain tapi cukuplah untuk bermain bermain bersama adik atau anak. Kamera yang telah kusiapkan ku keluarkan dari tas. Tak ingin kulewatkan sedikit pun moment yang berarti ini. Ingin ku abadikan moment yang tidak bisa terulang lagi ini yang esok akan menjadi sejarah.

Puas bermain, kami melanjutkan agenda. Tujuan berikutnya adalah departement store yang cukup besar dikota. Target pertama adalah toko buku. "Dede" ingin melengkapi buku serialnya yang kabarnya edisi berikutnya telah terbit. Kami pun berkeliling melihat-lihat apakah ada lagi yang ingin dibelinya.

Setelah berkeliling hampir sejam,  kami pun menuju lantai bawah yang menjual perlengkapan rumah tangga. Dengan bahagianya dede menujuk gelas dan pirig bergambar hellokitty. Senangnya bisa melihat senyum manisnya. Setelah berkeliling dan membeli beberapa kami pun pulang.

Lelah bercampur bahagia. setelah beres-beres belanjaan, kamipun bergegas menuju kamar tidur. Saatnya mendongeng sebelum tidur. Malam ini cerita yang saya akan dongengkan adalah cerita daerah yang biasa nenek ceritakan sewaktu saya kecil dulu. “lakolo-kolopua te landoke-ndoke” yaitu cerita tentang Kura-kura dan Kera. Baru setengah cerita dede sudah tertidur. Nampaknya dia begitu kelelahan setelah seharian keluar. Saya pun ikut tidur bersamanya. Tidur dengan pelukan hangat untuknya.
**

Ayam jantan begitu semangat membangunkan orang-orang. Matahari belum menampakkan cahaya semangatnya. Mataku masih terpejam, namun tangan ku meraba-raba kesamping. Tak kutemukan sosok semalam. Seorang makhluk cilik yang tertidur pulas dalam pelukkan ku.

Sekali lagi kuyakinkan diriku bahwa ini bukan mimpi. Bahwa makhluk kecil jelas adanya. Namun, itulah kenyataannya, hanya aku seorang dikamar ini. kamar dengan kumpulan boneka-boneka dan buku bergambar. Lagi-lagi hal ini terjadi. Aku yang begitu mengharapkan seorang anak dalam hidup ku, terkadang aku tersiksa namun terkadang aku menikmatinya. Peran seorang ibu yang berkarir. Aku bahkan lupa, pangeran pun masih dalam negeri dongeng yang belum menjadi nyata..

Aku yang masih dalam dunia fantasi ku





Posted by Unknown at 8:50 AM

0 comments:

Post a Comment

Newer Post Older Post Home
Subscribe to: Post Comments (Atom)

Blog Design by Gisele Jaquenod | Distributed by Deluxe Templates