Sabtu ini begitu spesial bagi ku.
Sudah beberpa pekan aku menghabiskan akhir pekan keluar kota dengan tumpukkan
dokumen yang menemaniku. Pekan ini sudah kuputuskan untuk mencancel semua janji untuk akhir pekan
ini. Aku sadar, kau pasti merasa terlupakan akhir-akhir ini karena padatnya
aktivitas kantor.
Pagi sekali aku sudah terbangun,
seakan ada semangat baru yang muncul setelah perbincangan kita semalam. Ku buka
lemari pendingin. Memeriksa bahan apa sekiranya bisa kubuat untuk sarapan pagi
ini. Ada Susu segar, telur, sayuran, roti tawar. Mungkin pagi ini hanya sandwich
sebagai menu sarapan. Ku hangatkan air. Kulirik jam dinding. Ya, baru pukul 4 lewat
seperempat menit. Masih begitu pagi untuk membangunnya bersiap. Tepat pukul 4.30,
azhan subuh berkumadang. Begitu merdunya. Kenangan ku terputar kembali. Ketika
azan subuh berkumandangan aku sudah besiap dengan sejadah ditangan. Dinginnya subuh tidak menyurutkan niat ku melangkah menuju mesjid.
Segera ku menuju kamar mandi, menyegerakan wudhu lalu bersiap mendirikan shalat. Tidak seperti hari biasanya, aku larut dalam perbincangan ku dengan Tuhan. Air mata pun dengan derasnya membuat jalur diatas pipiku yang mulus. Betapa sayangnya Tuhan padaku, tak membiarkan aku dengan kesendirian ku, apalagi sekarang ada "dede" yang menemani hari-hari , walaupun terkadang aku tak bisa lebih lama menemaninya bermain.
Pukul 7 sarapan telah siap, jika
biasanya aku hanya membuatnya lalu kemudian meninggalkannya. Berbeda dengan kali ini yang segera
dihabiskan. Kami pun bersiap. Sunguh menyenangkan mendengarnya berceloteh. Ya, masa seperti ini memang
sedang asyik-asyiknya bercerita tentang apa saja yang dilihatnya.
Pukul 9 kami pun menuju bus
station. Tujuan pertama kami adalah taman yang berada di dekat subway station.
Walaupun tak selengkap taman bermain tapi cukuplah untuk bermain bermain
bersama adik atau anak. Kamera yang telah kusiapkan ku keluarkan dari tas. Tak
ingin kulewatkan sedikit pun moment yang berarti ini. Ingin ku abadikan moment
yang tidak bisa terulang lagi ini yang esok akan menjadi sejarah.
Puas bermain, kami melanjutkan
agenda. Tujuan berikutnya adalah departement store yang cukup besar dikota. Target
pertama adalah toko buku. "Dede" ingin melengkapi buku serialnya yang
kabarnya edisi berikutnya telah terbit. Kami pun berkeliling melihat-lihat
apakah ada lagi yang ingin dibelinya.
Setelah berkeliling hampir sejam, kami pun menuju lantai bawah yang menjual
perlengkapan rumah tangga. Dengan bahagianya dede menujuk gelas dan pirig bergambar
hellokitty. Senangnya bisa melihat senyum manisnya. Setelah berkeliling dan
membeli beberapa kami pun pulang.
Lelah bercampur bahagia. setelah
beres-beres belanjaan, kamipun bergegas menuju kamar tidur. Saatnya mendongeng
sebelum tidur. Malam ini cerita yang saya akan dongengkan adalah cerita daerah
yang biasa nenek ceritakan sewaktu saya kecil dulu. “lakolo-kolopua te
landoke-ndoke” yaitu cerita tentang Kura-kura dan Kera. Baru setengah cerita
dede sudah tertidur. Nampaknya dia begitu kelelahan setelah seharian keluar. Saya
pun ikut tidur bersamanya. Tidur dengan pelukan hangat untuknya.
**
Ayam jantan begitu semangat
membangunkan orang-orang. Matahari belum menampakkan cahaya semangatnya. Mataku
masih terpejam, namun tangan ku meraba-raba kesamping. Tak kutemukan sosok semalam.
Seorang makhluk cilik yang tertidur pulas dalam pelukkan ku.
Sekali lagi kuyakinkan diriku
bahwa ini bukan mimpi. Bahwa makhluk kecil jelas adanya. Namun, itulah kenyataannya, hanya aku seorang dikamar
ini. kamar dengan kumpulan boneka-boneka dan buku bergambar. Lagi-lagi hal ini
terjadi. Aku yang begitu mengharapkan seorang anak dalam hidup ku, terkadang aku
tersiksa namun terkadang aku menikmatinya. Peran seorang ibu yang berkarir. Aku bahkan lupa, pangeran pun masih dalam negeri dongeng yang belum menjadi nyata..
Aku yang masih dalam dunia fantasi ku

0 comments: