skip to main | skip to sidebar

About me

Unknown
View my complete profile

Subscribe To

Posts
    Atom
Posts
Comments
    Atom
Comments

Archivo del blog

  • ► 2016 (5)
    • ► November (1)
    • ► October (2)
    • ► May (2)
  • ► 2015 (5)
    • ► October (2)
    • ► September (1)
    • ► July (1)
    • ► June (1)
  • ► 2014 (10)
    • ► November (1)
    • ► October (2)
    • ► June (1)
    • ► May (1)
    • ► April (2)
    • ► February (2)
    • ► January (1)
  • ▼ 2013 (23)
    • ► December (1)
    • ► November (2)
    • ► October (3)
    • ► September (4)
    • ► August (3)
    • ▼ July (10)
      • Mengapa
      • Kenangan dan Kerinduan
      • Kado indah dari ALLAH
      • Kau dan Marah mu
      • berlayar
      • Ada apa?
      • Kau dan Cuek mu
      • tentang SMA dan Dia
      • Ramadhan mba Toyib?
      • sederhana dan semoga bermakna

Followers

Pages

  • Home
  • Facebook

Sample text

About Us

Powered by Blogger.

Kenangan dan Kerinduan

10:42 PM - Posted by Unknown - 0 comments
Sedikit cerita mungkin lebih tepatnya adalah curahatan hati. Wah curhat ya.? Pasti pada berpikir mau curhat tentang asmara, atau tentang pacar yang menghilang, atau mungkin karena sudah putus. SALAH.
Kali ini saya mau curhat tentang “KERINDUAN SEORANG KAKAK”. Yang baca jangan nangis ya. Hehehe. Gk kok gk sesedih itu.

Saya mulai dari beberapa abad yang lalu.waduh lama amat.begini  ceritanya


 Dulu mungkin saya dianggap sebagai monster bagi adik-adik saya. Nah loh, kok bisa. Bisa aja kalau kakak yang kerjaannya hanya marah-marah, suruh ini suruh itu, bertingkah seperti penguasa. Gk nyangkah kalau saya setegah itu. eits, jangan berpikiran kalu saya seperti tokoh bawang merah ya. Tidak sejahat itu kok. Mungkin pengaruh karena belum tahu bagaimana menjadi seorang kakak itu. nah ini bisa menjadi pelajaran buat  juga yang nantinya akan berkeluarga, dan memiliki anak lebih dari satu, apalagi dengan jarak yang tidak begitu jauh (hehehe, sok menasihati).  alangkah indahnya jika telah dijelaskan sejak awal bagaimana peran menjadi seorang kakak nantinya. Kan kasihan tiba-tiba ada boneka hidup  disamping ibu. Wah kapan belinya?  Jadi teringat waktu saya memiliki adik pertama. Kan tahulah bagaimana penasarannya seorang anak kecil, dan selalu ingin mendapatkan penjelasan dengan segera. Bertanya –tanya tanpa henti. Nah, saya kan heran twu. Boneka darimana ni, cakep (puji adik sendiri,,hhehehe). Mungkin karena saya banyak tanya, ya sudah dijawablah “beli di TOSERBA (Toko Serba Ada)”. Ya udah saya terima aja. Nah, tiba-tiba ada kebakaran hebat dan ternyata itu adalah TOSERBA tempat dimana adik saya dibeli. Dan terpikirlah oleh saya, “kasihan ade-adenya terbakar semua” sambil menyapu dada.. hahahah lucu sekali, begitu lugu dan polosnya.

Nah, proses pengenalan kakak bisa dimulai dari sini nhi, bahkan jika perlu masih didalam kandungan. Dijelaskan aja bagaimana bayi itu bisa terlahir. Tapi tentu dan pastinya dengan kata-kata anak kecil yang mudah dimengerti. Kok jadi ceramah (hihhihhi)

Namun, sifat yang saya ceritakan diatas semakin berkurang(menurut saya sih) setelah adik saya yang ke-3 lahir. Dan pada saat itulah proses pembentukan karakter saya dibentuk (serius amat). Memiliki ibu yang kerja dikantoran pasti ada suka dukanya. Terlahir menjadi anak pertama dari empat bersaudara merupakan anugerah terindah (cie puitis amat). Saya memiliki adik ketiga diusia 12 tahun (SMP kelas  1). Dan sinilah awal saya merasakan bagaimana suka dan dukanya menjadi seorang kaka dengan adik yang masih bayi. Bisa merasakan bagaimana repotnya menjadi ibu. Mama sudah masuk kerja minggu kedua pasca melahirkan. Begitu sibuknya, walaupun sebenarnya masih dalam masa cuti. Sedikit bisa membantu karena, jadwal sekolah  siang jadi bisa menjadi pengasuh dipagi hari. Suka duka pasti ada.

 mungkin saya mulai dari duka. 
Usia 12 tahun adalah usia yang memang masih pengen main, kumpul bareng teman-teman. saya masih dapatkan itu kok, kumpul bareng teman, tapi ada bedanya. Saya harus menyertakan dengan adik saya. Sampai-sampai teman saya mengatakan “dita, udah kayak ibu-ibu aja kemana-mana bawa anak”. bagaimana tidak, masih kumpul harus terpaksa pulang karena adik udah rewel, ngantuk, lapar, pipis, atau ‘ee’. Sebenarnya ada nenek sih yang nungguin adik. Tapi bagaimana lagi, tidak mungkin tegah melihat nenek harus berjalan keluar mencari angin ditengah siang yang panas karna adik nangis kegerahan.  atau adik yang pengen digendong keliling kampung. Pasti gk tegalah. Namun, saya bersyukur merasakan hal yang seperti ini. Merasakan bagaimana peran seorang ibu. Ketika ibu sedang makan, terpaksa harus ditinggalkan karena anaknya pipis atau mungkin sedang buang air besar.  Harus menunda tidur karena sianak rewel. Dengan menahan rasa lelahnya harus menggendong. Ibu yang tak pernah lelah siang dan malam. Bahkan tidak tdur semalaman karena sianak sakit. Saya hanya merasakan sedikit dari peran ibu, itupun sudah dengan rasa sebal. Sedangkan mereka, tak pernah lelah. Sungguh berdosa jiwa kecil ini yang selalu membantah, entah kesalahan apalagi yang telah dibuat. . (sedih)

Lanjut yaa

Namun ada duka pasti ada sukakan. Dan hal yang paling saya tunggu-tunggu adalah saat saya ikut mama keposyandu. Aduh itu bahagia sekali. Udah kayak mama-mama yang bawa anaknya keposyandu, melihat adik ditimbang, diberi imunisasi. Bahagia banget bisa liat ibu-bu yang lain dengan bayinya. Melihat perkembangan adik merupakan kebahagian tersendri. Apalagi ibu ya. Yang udah menganndung dan melahirkan. Kenangan yang indah sekali. . bersyukur diberi kesempatan itu, kesempatan merasakan sedikit peran seorang ibu. Walaupun hanya sedikit dan sebentar. Terima kasih kepercayaannya ma, pa, nenek. Walaupun kadang dimarahi karena kelalaian sampe adik terjatuh dari sepeda. (sadis)

Sekarang adik ku udah besar.

Ricky Rahmat syafaat (17 tahun) adik pertama.


 Masih teringat waktu umurku sekitar 3 tahun dan dia berumur satu tahun. Kita sedang bermain-main dengan alat tulis. Saat aku mulai menggambar tokoh-tokoh imajinasi. Dengan percaya diri kutanyakan apa yang dia inginkan lalu kugambar dengan lincah. Namun tertawa sendiri ketika melihat buku itu kembali dengan coretan-coretan panjang entah berbentuk apa yang sangat berbeda jauh tokoh cerita yang diminta adik.







Yunita Rahma yanti (15 tahun) adik kedua.

Teringat saat kabur dari adik dalam keadaan menangis. Kabur karena tidak ingin dia mengikutiku berjalan-jalan. Gengsi ku masih besar saat itu, hingga ego ku masih mengalahkan tangisan kerasa seorang anak kecil.







Meysi Rahmi Yanti(8 tahun) adik ketiga
. Adik yang memberikan ku pengalaman menjadi seorang ibu. Walaupun hanya sementara. Teringat saat seorang lelaki yang menyukaiku karena melihat ku saat sedang mengendong seorang anak. Walaupun tak pernah bertemu dengan orang itu, terima kasih sudah mengisi buku catatan perjalan hidupku.




**
Terimah kasih untuk setiap foto bahagianya, terima kasih foto ultahnya. Terima kasih cerita-ceritanya yang membuat saya selalu tertawa sendiri. Terima kasih untuk setiap kabar gembira yang kalian kabarkan padaku. Terima kasih untuk  supportnya.Terima kasih.

Aku bahagia menjadi seorang kakak untuk kalian. Aku menyukai peran ini dan aku bersyukur mendapat peran ini. Aku rindu pada kalian. jarak memang begitu jauh, tapi bukan berarti menjadi jauh karena jarak.  Dan mungkin memang harus ada jarak, untuk menciptkan kerinduan dan rasa sayang yang lebih.

“Pesan dari saya. Umur tidak ada yang tahu. Selagi masih ada kesempatan yuk kita buat mama papa bahagia, kita ukir senyum indah dibibir mama papa. “

I MISS U SO MUCH.





















**
Catatan pagi menjelang siang, dengan kerinduan besar pada mereka . .
Korea
Minggu, 28 juli 2013


This entry was posted on 10:42 PM and is filed under curcol . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

0 comments:

Post a Comment

Newer Post Older Post Home

Archivo del blog

  • ► 2016 (5)
    • ► November (1)
    • ► October (2)
    • ► May (2)
  • ► 2015 (5)
    • ► October (2)
    • ► September (1)
    • ► July (1)
    • ► June (1)
  • ► 2014 (10)
    • ► November (1)
    • ► October (2)
    • ► June (1)
    • ► May (1)
    • ► April (2)
    • ► February (2)
    • ► January (1)
  • ▼ 2013 (23)
    • ► December (1)
    • ► November (2)
    • ► October (3)
    • ► September (4)
    • ► August (3)
    • ▼ July (10)
      • Mengapa
      • Kenangan dan Kerinduan
      • Kado indah dari ALLAH
      • Kau dan Marah mu
      • berlayar
      • Ada apa?
      • Kau dan Cuek mu
      • tentang SMA dan Dia
      • Ramadhan mba Toyib?
      • sederhana dan semoga bermakna

Popular Posts

  • berlayar
    Entah apa namanya, saat rasa ini berkecambuk dijiwa. Terkadang saya bingung, ada apa dengan saya? Apa yang terjadi? Apa yang ingin saya lak...
  • Cinta Monyet
    Ketika aku kecil aku pernah menyukai seorang yang jauh dari umurku. Kata orang itu adalah cinta monyet. Cinta anak kecil yang akan berubah ...
  • Tuhan, Ampuni rasa ini
    Tuhan, Engkau jelas mengetahui rasa ini bahkan lebih tahu dari akal sehat ku sendri Tuhan, rasa ini begitu sulit kujabarkan dan terkad...
  • Rindu
    Malam, ketika surat ini tak sampai ketangannya biarkan rasa ini tersimpan tersimpan rapat bersama surat ini cukup malam ini yang menjadi...
  • Kagum atau Jatuh Cinta?
    Senior dan junior terkadang menjadi sebuah pembeda dan pembatas untuk saling beinteraksi. Tapi kisah kali ini sedikit beda. Dia bukan seper...
  • masih sama !
    Kupikir, aku  sudah bisa melupakan mu dan mengakhirinya di awal tahun. Ternyata aku salah. Hinggah detik ini aku pun belum bisa melupakan m...
  • tentang SMA dan Dia
    Semua orang pasti punya cerita cinta monyet, cinta waktu SMP, cinta SMA atau cinta-cinta yang lain. Dan ini ada sebuah cerita cinta waktu S...
  • Akhir cerita fantasi Disneyland
    Snow white and seven drawfs, Cinderella, beauty and the beast, sleeping beauty dan lain-lain . Siapa yang tidak mengenal ceritanya? Cerit...
  • Kenapa Lagi???
    Dan untuk kesekian kalinya. Aku kangen kamu bodohh.. hahhaaahah,, dan entah untuk yang keberapa kalinya janji yang terucap diingkari...
  • menjadi "DORA" semalam
    Huaamm,, Selamat pagi dunia. Upss sebenarnya gk lagi pagi denk. Mentari udah terlalu lama berjalan menuju puncak. Jadi saya ganti ya. SELA...

Archivo del blog

  • ► 2016 (5)
    • ► November (1)
    • ► October (2)
    • ► May (2)
  • ► 2015 (5)
    • ► October (2)
    • ► September (1)
    • ► July (1)
    • ► June (1)
  • ► 2014 (10)
    • ► November (1)
    • ► October (2)
    • ► June (1)
    • ► May (1)
    • ► April (2)
    • ► February (2)
    • ► January (1)
  • ▼ 2013 (23)
    • ► December (1)
    • ► November (2)
    • ► October (3)
    • ► September (4)
    • ► August (3)
    • ▼ July (10)
      • Mengapa
      • Kenangan dan Kerinduan
      • Kado indah dari ALLAH
      • Kau dan Marah mu
      • berlayar
      • Ada apa?
      • Kau dan Cuek mu
      • tentang SMA dan Dia
      • Ramadhan mba Toyib?
      • sederhana dan semoga bermakna

Labels

  • cerita baru (1)
  • cerpen (4)
  • curcol (17)
  • event (1)
  • Idul Adha (1)
  • puisi (11)
  • Seoul (1)
  • tentang dia (7)

Search

Etiquetas

  • cerita baru (1)
  • cerpen (4)
  • curcol (17)
  • event (1)
  • Idul Adha (1)
  • puisi (11)
  • Seoul (1)
  • tentang dia (7)

Coretan Pensil Warna-Warni

Saturday, July 27, 2013

Kenangan dan Kerinduan

Sedikit cerita mungkin lebih tepatnya adalah curahatan hati. Wah curhat ya.? Pasti pada berpikir mau curhat tentang asmara, atau tentang pacar yang menghilang, atau mungkin karena sudah putus. SALAH.
Kali ini saya mau curhat tentang “KERINDUAN SEORANG KAKAK”. Yang baca jangan nangis ya. Hehehe. Gk kok gk sesedih itu.

Saya mulai dari beberapa abad yang lalu.waduh lama amat.begini  ceritanya


 Dulu mungkin saya dianggap sebagai monster bagi adik-adik saya. Nah loh, kok bisa. Bisa aja kalau kakak yang kerjaannya hanya marah-marah, suruh ini suruh itu, bertingkah seperti penguasa. Gk nyangkah kalau saya setegah itu. eits, jangan berpikiran kalu saya seperti tokoh bawang merah ya. Tidak sejahat itu kok. Mungkin pengaruh karena belum tahu bagaimana menjadi seorang kakak itu. nah ini bisa menjadi pelajaran buat  juga yang nantinya akan berkeluarga, dan memiliki anak lebih dari satu, apalagi dengan jarak yang tidak begitu jauh (hehehe, sok menasihati).  alangkah indahnya jika telah dijelaskan sejak awal bagaimana peran menjadi seorang kakak nantinya. Kan kasihan tiba-tiba ada boneka hidup  disamping ibu. Wah kapan belinya?  Jadi teringat waktu saya memiliki adik pertama. Kan tahulah bagaimana penasarannya seorang anak kecil, dan selalu ingin mendapatkan penjelasan dengan segera. Bertanya –tanya tanpa henti. Nah, saya kan heran twu. Boneka darimana ni, cakep (puji adik sendiri,,hhehehe). Mungkin karena saya banyak tanya, ya sudah dijawablah “beli di TOSERBA (Toko Serba Ada)”. Ya udah saya terima aja. Nah, tiba-tiba ada kebakaran hebat dan ternyata itu adalah TOSERBA tempat dimana adik saya dibeli. Dan terpikirlah oleh saya, “kasihan ade-adenya terbakar semua” sambil menyapu dada.. hahahah lucu sekali, begitu lugu dan polosnya.

Nah, proses pengenalan kakak bisa dimulai dari sini nhi, bahkan jika perlu masih didalam kandungan. Dijelaskan aja bagaimana bayi itu bisa terlahir. Tapi tentu dan pastinya dengan kata-kata anak kecil yang mudah dimengerti. Kok jadi ceramah (hihhihhi)

Namun, sifat yang saya ceritakan diatas semakin berkurang(menurut saya sih) setelah adik saya yang ke-3 lahir. Dan pada saat itulah proses pembentukan karakter saya dibentuk (serius amat). Memiliki ibu yang kerja dikantoran pasti ada suka dukanya. Terlahir menjadi anak pertama dari empat bersaudara merupakan anugerah terindah (cie puitis amat). Saya memiliki adik ketiga diusia 12 tahun (SMP kelas  1). Dan sinilah awal saya merasakan bagaimana suka dan dukanya menjadi seorang kaka dengan adik yang masih bayi. Bisa merasakan bagaimana repotnya menjadi ibu. Mama sudah masuk kerja minggu kedua pasca melahirkan. Begitu sibuknya, walaupun sebenarnya masih dalam masa cuti. Sedikit bisa membantu karena, jadwal sekolah  siang jadi bisa menjadi pengasuh dipagi hari. Suka duka pasti ada.

 mungkin saya mulai dari duka. 
Usia 12 tahun adalah usia yang memang masih pengen main, kumpul bareng teman-teman. saya masih dapatkan itu kok, kumpul bareng teman, tapi ada bedanya. Saya harus menyertakan dengan adik saya. Sampai-sampai teman saya mengatakan “dita, udah kayak ibu-ibu aja kemana-mana bawa anak”. bagaimana tidak, masih kumpul harus terpaksa pulang karena adik udah rewel, ngantuk, lapar, pipis, atau ‘ee’. Sebenarnya ada nenek sih yang nungguin adik. Tapi bagaimana lagi, tidak mungkin tegah melihat nenek harus berjalan keluar mencari angin ditengah siang yang panas karna adik nangis kegerahan.  atau adik yang pengen digendong keliling kampung. Pasti gk tegalah. Namun, saya bersyukur merasakan hal yang seperti ini. Merasakan bagaimana peran seorang ibu. Ketika ibu sedang makan, terpaksa harus ditinggalkan karena anaknya pipis atau mungkin sedang buang air besar.  Harus menunda tidur karena sianak rewel. Dengan menahan rasa lelahnya harus menggendong. Ibu yang tak pernah lelah siang dan malam. Bahkan tidak tdur semalaman karena sianak sakit. Saya hanya merasakan sedikit dari peran ibu, itupun sudah dengan rasa sebal. Sedangkan mereka, tak pernah lelah. Sungguh berdosa jiwa kecil ini yang selalu membantah, entah kesalahan apalagi yang telah dibuat. . (sedih)

Lanjut yaa

Namun ada duka pasti ada sukakan. Dan hal yang paling saya tunggu-tunggu adalah saat saya ikut mama keposyandu. Aduh itu bahagia sekali. Udah kayak mama-mama yang bawa anaknya keposyandu, melihat adik ditimbang, diberi imunisasi. Bahagia banget bisa liat ibu-bu yang lain dengan bayinya. Melihat perkembangan adik merupakan kebahagian tersendri. Apalagi ibu ya. Yang udah menganndung dan melahirkan. Kenangan yang indah sekali. . bersyukur diberi kesempatan itu, kesempatan merasakan sedikit peran seorang ibu. Walaupun hanya sedikit dan sebentar. Terima kasih kepercayaannya ma, pa, nenek. Walaupun kadang dimarahi karena kelalaian sampe adik terjatuh dari sepeda. (sadis)

Sekarang adik ku udah besar.

Ricky Rahmat syafaat (17 tahun) adik pertama.


 Masih teringat waktu umurku sekitar 3 tahun dan dia berumur satu tahun. Kita sedang bermain-main dengan alat tulis. Saat aku mulai menggambar tokoh-tokoh imajinasi. Dengan percaya diri kutanyakan apa yang dia inginkan lalu kugambar dengan lincah. Namun tertawa sendiri ketika melihat buku itu kembali dengan coretan-coretan panjang entah berbentuk apa yang sangat berbeda jauh tokoh cerita yang diminta adik.







Yunita Rahma yanti (15 tahun) adik kedua.

Teringat saat kabur dari adik dalam keadaan menangis. Kabur karena tidak ingin dia mengikutiku berjalan-jalan. Gengsi ku masih besar saat itu, hingga ego ku masih mengalahkan tangisan kerasa seorang anak kecil.







Meysi Rahmi Yanti(8 tahun) adik ketiga
. Adik yang memberikan ku pengalaman menjadi seorang ibu. Walaupun hanya sementara. Teringat saat seorang lelaki yang menyukaiku karena melihat ku saat sedang mengendong seorang anak. Walaupun tak pernah bertemu dengan orang itu, terima kasih sudah mengisi buku catatan perjalan hidupku.




**
Terimah kasih untuk setiap foto bahagianya, terima kasih foto ultahnya. Terima kasih cerita-ceritanya yang membuat saya selalu tertawa sendiri. Terima kasih untuk setiap kabar gembira yang kalian kabarkan padaku. Terima kasih untuk  supportnya.Terima kasih.

Aku bahagia menjadi seorang kakak untuk kalian. Aku menyukai peran ini dan aku bersyukur mendapat peran ini. Aku rindu pada kalian. jarak memang begitu jauh, tapi bukan berarti menjadi jauh karena jarak.  Dan mungkin memang harus ada jarak, untuk menciptkan kerinduan dan rasa sayang yang lebih.

“Pesan dari saya. Umur tidak ada yang tahu. Selagi masih ada kesempatan yuk kita buat mama papa bahagia, kita ukir senyum indah dibibir mama papa. “

I MISS U SO MUCH.





















**
Catatan pagi menjelang siang, dengan kerinduan besar pada mereka . .
Korea
Minggu, 28 juli 2013
Posted by Unknown at 10:42 PM
Labels: curcol

0 comments:

Post a Comment

Newer Post Older Post Home
Subscribe to: Post Comments (Atom)

Blog Design by Gisele Jaquenod | Distributed by Deluxe Templates