skip to main | skip to sidebar

About me

Unknown
View my complete profile

Subscribe To

Posts
    Atom
Posts
Comments
    Atom
Comments

Archivo del blog

  • ► 2016 (5)
    • ► November (1)
    • ► October (2)
    • ► May (2)
  • ► 2015 (5)
    • ► October (2)
    • ► September (1)
    • ► July (1)
    • ► June (1)
  • ► 2014 (10)
    • ► November (1)
    • ► October (2)
    • ► June (1)
    • ► May (1)
    • ► April (2)
    • ► February (2)
    • ► January (1)
  • ▼ 2013 (23)
    • ► December (1)
    • ► November (2)
    • ▼ October (3)
      • lagi dan lagi
      • Saat penyesalan berbalut Rindu
      • positif dan negatif
    • ► September (4)
    • ► August (3)
    • ► July (10)

Followers

Pages

  • Home
  • Facebook

Sample text

About Us

Powered by Blogger.

Saat penyesalan berbalut Rindu

9:59 AM - Posted by Unknown - 0 comments
Setiap orang pasti punya sosok yang sangat dekat dalam keluarga. Mungkin itu Ibu, Ayah, kakak, adik, paman, bibi, paman, tante, om, nenek, kakek. Dan saya yakin semua pasti mempunyai. Seperti halnya saya. saya sangat dekat dengan nenek saya. Namun, hinggah sekarang perasaan bersalah dan menyesal selalu mengerubuti hati dan pikiran saya. Saya ingin berbagi kepada teman-teman, agar kejadian yang sama tidak terjadi pada teman-teman. 
20 tahun yang lalu saya lahir dalam sebuah keluarga kecil dan bahagia. terlahir dengan wujud sempurna tanpa cacat sedikit pun. sejak kecil saya sudah dirawat oleh nenek saya, karena orang tua adalah pegawai negeri yang setiap hari harus ke kantor. menginjak usia ke 3, saya memiliki adik yang terlahir dengan sempurna alhamdulillah tanpa cacat sedikit pun. Karena jarak antara tempat kerja dan rumah yang jauh,  kami pun pindah kerumah dinas. Namun bukan menjadi alasan, saya tidak bertemu lagi dengan keluarga lain. Dahulu akses jalan begitu sulit. Hinggah setiap kali nenek berkunjung ketempat baru kami, tidak sedikit pengorbanan yang harus dilalui. Melewati jembatan yang hanya terbuat dari batang pohon kelapa dengan aliran sungai yang cukup deras dibawahnya. sungguh bukan pengorbanan yang kecil.

Saya sudah dekat dengan nenek sejak kecil. Bukan karena saya cucu pertama, bukan, namun karena cucu yang lain jauh. Sejak kecil saya sudah sering mengikuti nenek berpergian. karena nenek merupakan bisa (dukun nikah) yang cukup dikenal, maka tidak sedikit undangan yang datang. Dan saya selalu turut serta diantara para nenek-nenek seperjuangan beliau. Mengisahkankan banyak cerita yang begitu indah jika dikenang, membuat tertawa geli karena tingkah manja, dan membuat saya sudah mengenal tradisi daerah sejak kecil. 

Setelah masuk taman kanak-kanak saya sudah sedikit jarang diajak, terkecuali ada libur atau memang sudah ijin sebelumnya. Dari desa ke desa, kota ke kota sudah sering saya lakukan sejak usia masih dini. Begitu banyak kenangan yang dikisahkan. Dan mungkin saking manjannya dan dimanjakkan sama nenek, sampai-sampai saya dikatakan anak yang cengeng. Namun sesungguhnya tidak. 

Setelah masuk Sekolah dasar, sikap saya tidak berubah, masih sering manja dan dimanjakkan oleh nenek. Setelah bibi dan paman menikah, rumah nenek sepi. Itulah sebabnya ketika malam menjelang malam saya kerumah nenek. jaraknya tidak jauh. Hanya melangkah sekitar 4 langkah maka tibalah di istana nenek. Ritual ini saya lakukan sampai saya SMP. Namun terkadang saya tidak berkunjung karena udangan datang silih berganti. Kenangan indah yang tercipta begitu banyak. Entah berapa bab untuk menceritakannya.

Namun, ketika kelas 3 SMP, tubuh rentahnya sudah mulai memberikan tanda-tanda kelelahan. Dan disinilah rasa menyesal dan bersalah itu muncul ketika mnegingatnya. sudah sekitar 4 tahun kepergiannya, namun rasa ini masih sangat bersalah. Aku tak bermaksud untuk menangisi kepergiannya, tidak. bukan. aku begitu berdosa. 

Entahlah, apa yang ada dipikiran saya saat itu. mungkin Karena masa pubert yang masih ingin bermain,hinggah untuk melayani nenek saja saya laksanaka dengan terpaksa. Merasa sangat berdosa. Dulu beliau begitu melayani saya, apa pun keinginan saya selalu Ia turuti, tak pernah memandangan seberapa berat nya permintaansaya selalu Ia usahakan untuk terpenuhi. Mungkin bukan saat itu, tetapi pasti akan terpenuhi. 
Namun apa yang telah saya lakukan, disaat Ia ingin dimanja oleh cucu-cucu, saya malah cuek dengan segala alasan. Membantahnya, dan tak mengindahkan ucapannya. saya merasa menjadi cucu yang, yang, yang , yang entah apa sebutan yang pantas. Dan saat itu tiba, ketika sudah saatnya Ia kembali kepada sang Pencipta, saya hanya bisa menangis, menangisi diri sendri yang tak sempat berbuat sesuatu untuk detik-detik kepulangannya.

dear neneku tesayang
nenek,
aku tak pernah merasa bahwa nenek akan pergi secepat itu
aku tak menyangka bahwa pemberian itu 
adalah terakhir dari nenek
tak pantas sepertinya aku menyandangkan gelar itu
gelar sebagai cucu tersayang

nenek
maaf kan aku yang hingga kini
masih menangisi kenangan indah bersama nenek
saat pergi bersama nenek
saat berlayar bersama nenek
bahkan tidur bersama teman-teman nenek

saat lampu padam
aku takut, mata tak bisa terpejam
karena cerita hantu yang kukarang sendiri
namun, tangan keriput nenek
mampu menenangkan ketakutan ini. 

saat waktu tidur ku tiba, 
nenek juga ikut tertidur, 
menemaniku hingga terlelap
walaupun nantinya nenek akan terbangun untuk melakukan sesuatu

Nek,
dari nenek aku belajar banyak hal,
tentang hidup
kerja keras,
Tentang sang Pencipta
dan yang terpenting tentang saling memaafkan


Nek
maaf. malam ini
tangis ku sedikit menetes 
mengiringi kenangan indah yang kuputar ulang

Nek 
Aku ingin bertemu
walau hanya dalam mimpi

Nek
dalam setiap sujud dan doaku
Syurga adalah tempat yg kupintah 
sebagai tempat bertemu nanti
Ammiiiinnnn




**
Nenek saya kangen nenek,,
semoga nenek ditempatkan di tempatkan ditempat terbaik di sisi Allah bersama kakek,, amiiinnn
 **

waktu itu tidak ada yang tahu,
penyesalan selalu datang terlambat,, 
dan takdir itu sudah digariskan,
selagi masih ada waktu berbuatlah yang baik-baik,
mengabdilah kepada orang tua
karena ketika sesal itu telah hadir,
rasa bersalah itu lebih besar dari pda trauma


This entry was posted on 9:59 AM and is filed under . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

0 comments:

Post a Comment

Newer Post Older Post Home

Archivo del blog

  • ► 2016 (5)
    • ► November (1)
    • ► October (2)
    • ► May (2)
  • ► 2015 (5)
    • ► October (2)
    • ► September (1)
    • ► July (1)
    • ► June (1)
  • ► 2014 (10)
    • ► November (1)
    • ► October (2)
    • ► June (1)
    • ► May (1)
    • ► April (2)
    • ► February (2)
    • ► January (1)
  • ▼ 2013 (23)
    • ► December (1)
    • ► November (2)
    • ▼ October (3)
      • lagi dan lagi
      • Saat penyesalan berbalut Rindu
      • positif dan negatif
    • ► September (4)
    • ► August (3)
    • ► July (10)

Popular Posts

  • Kagum atau Jatuh Cinta?
    Senior dan junior terkadang menjadi sebuah pembeda dan pembatas untuk saling beinteraksi. Tapi kisah kali ini sedikit beda. Dia bukan seper...
  • Jejak langkah ku
    Tak ada yang tahu apa yang akan terjadi dimasa depan. Saya hanyalah seorang anak biasa dari keluarga biasa. 20 tahun yang lalu saya terlahir...
  • kenangan
    kerajaan ku mulai runtuh dermaga ku telah sunyi kapal mereka telah berlayar jauh, . dan jauh dan mungkin tak akan ada lagi yg akan ber...
  • Mawar Merah
    Tidur yang nyenyak. Bahkan sangat nyenyak. Kurentakkan tangan sepanjang-panjangnya sambil menghirup udara pagi yang masih begitu segar. Tib...
  • Senior dan Junior dalam sebuah Kisah
    Alhamdulillah, setelah empat tahun dengan status menjadi seorang mahasiswa, akhirnya tinggal menghitung hari saya akan kembali ketempat dim...
  • Hei Kau
    Hei kau,, Siapa aku bagimu Adakah arti lain bagi mu, Atau aku yang terlalu cepat membuat kesimpulan Hei kau,, Terkadang aku mer...
  • Aku
    ketika rasa tak bisa termaknai ragam kata pun terucap, membentuk bait-bait nada tak beraturan rendah -tinggi-rendah- ingin rasanya berb...
  • Dalam kesunyian malam
        Malam ini bukan merupakan kali pertama aku seperti ini, menangis dalam ketidaktahuan ku. Bukan menangis karena penyesalan yang berlebih...
  • Sang mantan
    Assalamu alaikum, apa kabar ni? Topic   kali ni apa ya? Nah lo, kok tiba-tiba teringat sang mantan. Ciee, yang belum lupain sang ma...
  • pergi untuk kembali
    Setelah 1032 jam kita berada didaratan yang sama, hari ini kita kembali dipisahkan oleh lautan yang bermil-mil jauhnya. Ini bukan sebua...

Archivo del blog

  • ► 2016 (5)
    • ► November (1)
    • ► October (2)
    • ► May (2)
  • ► 2015 (5)
    • ► October (2)
    • ► September (1)
    • ► July (1)
    • ► June (1)
  • ► 2014 (10)
    • ► November (1)
    • ► October (2)
    • ► June (1)
    • ► May (1)
    • ► April (2)
    • ► February (2)
    • ► January (1)
  • ▼ 2013 (23)
    • ► December (1)
    • ► November (2)
    • ▼ October (3)
      • lagi dan lagi
      • Saat penyesalan berbalut Rindu
      • positif dan negatif
    • ► September (4)
    • ► August (3)
    • ► July (10)

Labels

  • cerita baru (1)
  • cerpen (4)
  • curcol (17)
  • event (1)
  • Idul Adha (1)
  • puisi (11)
  • Seoul (1)
  • tentang dia (7)

Search

Etiquetas

  • cerita baru (1)
  • cerpen (4)
  • curcol (17)
  • event (1)
  • Idul Adha (1)
  • puisi (11)
  • Seoul (1)
  • tentang dia (7)

Coretan Pensil Warna-Warni

Friday, October 25, 2013

Saat penyesalan berbalut Rindu

Setiap orang pasti punya sosok yang sangat dekat dalam keluarga. Mungkin itu Ibu, Ayah, kakak, adik, paman, bibi, paman, tante, om, nenek, kakek. Dan saya yakin semua pasti mempunyai. Seperti halnya saya. saya sangat dekat dengan nenek saya. Namun, hinggah sekarang perasaan bersalah dan menyesal selalu mengerubuti hati dan pikiran saya. Saya ingin berbagi kepada teman-teman, agar kejadian yang sama tidak terjadi pada teman-teman. 
20 tahun yang lalu saya lahir dalam sebuah keluarga kecil dan bahagia. terlahir dengan wujud sempurna tanpa cacat sedikit pun. sejak kecil saya sudah dirawat oleh nenek saya, karena orang tua adalah pegawai negeri yang setiap hari harus ke kantor. menginjak usia ke 3, saya memiliki adik yang terlahir dengan sempurna alhamdulillah tanpa cacat sedikit pun. Karena jarak antara tempat kerja dan rumah yang jauh,  kami pun pindah kerumah dinas. Namun bukan menjadi alasan, saya tidak bertemu lagi dengan keluarga lain. Dahulu akses jalan begitu sulit. Hinggah setiap kali nenek berkunjung ketempat baru kami, tidak sedikit pengorbanan yang harus dilalui. Melewati jembatan yang hanya terbuat dari batang pohon kelapa dengan aliran sungai yang cukup deras dibawahnya. sungguh bukan pengorbanan yang kecil.

Saya sudah dekat dengan nenek sejak kecil. Bukan karena saya cucu pertama, bukan, namun karena cucu yang lain jauh. Sejak kecil saya sudah sering mengikuti nenek berpergian. karena nenek merupakan bisa (dukun nikah) yang cukup dikenal, maka tidak sedikit undangan yang datang. Dan saya selalu turut serta diantara para nenek-nenek seperjuangan beliau. Mengisahkankan banyak cerita yang begitu indah jika dikenang, membuat tertawa geli karena tingkah manja, dan membuat saya sudah mengenal tradisi daerah sejak kecil. 

Setelah masuk taman kanak-kanak saya sudah sedikit jarang diajak, terkecuali ada libur atau memang sudah ijin sebelumnya. Dari desa ke desa, kota ke kota sudah sering saya lakukan sejak usia masih dini. Begitu banyak kenangan yang dikisahkan. Dan mungkin saking manjannya dan dimanjakkan sama nenek, sampai-sampai saya dikatakan anak yang cengeng. Namun sesungguhnya tidak. 

Setelah masuk Sekolah dasar, sikap saya tidak berubah, masih sering manja dan dimanjakkan oleh nenek. Setelah bibi dan paman menikah, rumah nenek sepi. Itulah sebabnya ketika malam menjelang malam saya kerumah nenek. jaraknya tidak jauh. Hanya melangkah sekitar 4 langkah maka tibalah di istana nenek. Ritual ini saya lakukan sampai saya SMP. Namun terkadang saya tidak berkunjung karena udangan datang silih berganti. Kenangan indah yang tercipta begitu banyak. Entah berapa bab untuk menceritakannya.

Namun, ketika kelas 3 SMP, tubuh rentahnya sudah mulai memberikan tanda-tanda kelelahan. Dan disinilah rasa menyesal dan bersalah itu muncul ketika mnegingatnya. sudah sekitar 4 tahun kepergiannya, namun rasa ini masih sangat bersalah. Aku tak bermaksud untuk menangisi kepergiannya, tidak. bukan. aku begitu berdosa. 

Entahlah, apa yang ada dipikiran saya saat itu. mungkin Karena masa pubert yang masih ingin bermain,hinggah untuk melayani nenek saja saya laksanaka dengan terpaksa. Merasa sangat berdosa. Dulu beliau begitu melayani saya, apa pun keinginan saya selalu Ia turuti, tak pernah memandangan seberapa berat nya permintaansaya selalu Ia usahakan untuk terpenuhi. Mungkin bukan saat itu, tetapi pasti akan terpenuhi. 
Namun apa yang telah saya lakukan, disaat Ia ingin dimanja oleh cucu-cucu, saya malah cuek dengan segala alasan. Membantahnya, dan tak mengindahkan ucapannya. saya merasa menjadi cucu yang, yang, yang , yang entah apa sebutan yang pantas. Dan saat itu tiba, ketika sudah saatnya Ia kembali kepada sang Pencipta, saya hanya bisa menangis, menangisi diri sendri yang tak sempat berbuat sesuatu untuk detik-detik kepulangannya.

dear neneku tesayang
nenek,
aku tak pernah merasa bahwa nenek akan pergi secepat itu
aku tak menyangka bahwa pemberian itu 
adalah terakhir dari nenek
tak pantas sepertinya aku menyandangkan gelar itu
gelar sebagai cucu tersayang

nenek
maaf kan aku yang hingga kini
masih menangisi kenangan indah bersama nenek
saat pergi bersama nenek
saat berlayar bersama nenek
bahkan tidur bersama teman-teman nenek

saat lampu padam
aku takut, mata tak bisa terpejam
karena cerita hantu yang kukarang sendiri
namun, tangan keriput nenek
mampu menenangkan ketakutan ini. 

saat waktu tidur ku tiba, 
nenek juga ikut tertidur, 
menemaniku hingga terlelap
walaupun nantinya nenek akan terbangun untuk melakukan sesuatu

Nek,
dari nenek aku belajar banyak hal,
tentang hidup
kerja keras,
Tentang sang Pencipta
dan yang terpenting tentang saling memaafkan


Nek
maaf. malam ini
tangis ku sedikit menetes 
mengiringi kenangan indah yang kuputar ulang

Nek 
Aku ingin bertemu
walau hanya dalam mimpi

Nek
dalam setiap sujud dan doaku
Syurga adalah tempat yg kupintah 
sebagai tempat bertemu nanti
Ammiiiinnnn




**
Nenek saya kangen nenek,,
semoga nenek ditempatkan di tempatkan ditempat terbaik di sisi Allah bersama kakek,, amiiinnn
 **

waktu itu tidak ada yang tahu,
penyesalan selalu datang terlambat,, 
dan takdir itu sudah digariskan,
selagi masih ada waktu berbuatlah yang baik-baik,
mengabdilah kepada orang tua
karena ketika sesal itu telah hadir,
rasa bersalah itu lebih besar dari pda trauma
Posted by Unknown at 9:59 AM

0 comments:

Post a Comment

Newer Post Older Post Home
Subscribe to: Post Comments (Atom)

Blog Design by Gisele Jaquenod | Distributed by Deluxe Templates