skip to main | skip to sidebar

About me

Unknown
View my complete profile

Subscribe To

Posts
    Atom
Posts
All Comments
    Atom
All Comments

Archivo del blog

  • ▼ 2016 (5)
    • ▼ November (1)
      • Rindu
    • ► October (2)
    • ► May (2)
  • ► 2015 (5)
    • ► October (2)
    • ► September (1)
    • ► July (1)
    • ► June (1)
  • ► 2014 (10)
    • ► November (1)
    • ► October (2)
    • ► June (1)
    • ► May (1)
    • ► April (2)
    • ► February (2)
    • ► January (1)
  • ► 2013 (23)
    • ► December (1)
    • ► November (2)
    • ► October (3)
    • ► September (4)
    • ► August (3)
    • ► July (10)

Followers

Pages

  • Home
  • Facebook

Sample text

About Us

Powered by Blogger.

Akhir cerita fantasi Disneyland

4:31 PM - Posted by Unknown - 0 comments
Snow white and seven drawfs, Cinderella, beauty and the beast, sleeping beauty dan lain-lain. Siapa yang tidak mengenal ceritanya? Cerita yang selalu berakhir bahagia karena bertemu dengan seorang pangeran kemudian hidup bahagia di Istana kerajaan.

Sewaktu aku kecil, serial ini tak pernah terlewatkan untuk ditonton, apapun alasannya terkecuali memang sangat penting.  cerita-cerita yang membuat saya masuk dalam dunia fantasi.  Berkhayal jika itu adalah saya, yang suatu hari nanti akan datang seorang pangeran yang memintaku untuk hidup bersamanya disebuah istana indah nan megah. Umur bertambah, namun mimpi menjadi seorang putri yang akan dijemput seorang pangeran masih merajai mimpi-mimpiku.


Ya sudah lah :)

9:05 PM - Posted by Unknown - 0 comments

Hari ini hanya aku dan seorang adik yang tersisa dikos,. Sebenarnya minggu ini masih masa liburan, namun beberapa teman sudah disibukkan dengan aktifitas kampus. Siang itu Kami dengan kegiatan masing-masing. Adik yang berkutat dengan komiknya dan aku dengan roman yang berkaitan dengan sejarah. Hobi kami sama, yaitu membaca.

Sedang asyiknya membaca, tiba-tiba adik (sebut saja namanya Amei) membuatku terkejut dengan pertanyaan yang ia sodorkan pada ku. "Kaka bagaimana kabar pangeran kodoknya kaka sekarang?". Aku setengah terkejut. Tak kusangka pertanyaan itu akan keluar darinya. Mungkin akhir-akhir ini dia sedikit membaca gelagat kerisauan ku akan sosok pangeran kodok ku itu. Namun, sebenarnya bukan hanya pangeran kodok yang sedang kupikirkan saat ini. Ada beberpa pangeran lain yang muncul dan sedikit mencuri ruang dipikiran ku. Pangeran berkuda, pangeran lumut dan pangeran bertopeng. Mereka pernah mercuri ruang dipikiran ku, namun segera kubereska  agar kegalauan tidak berkunjung lama. Namun, entah mengapa, dua pangeran, Kodok dan berkuda enggan beranjak dan ingin sedikit menari- nari dalam benak ku.

Aku pun mulai mendongeng kepada Amei. Bercerita tentang awal gelar itu kusandangkan padanya.  Pangeran kodok adalah sosok yg sederhana, namun dimata ku dia adalah sosok yang berwibawa. Dia tidak banyak berkoceh seperti mereka yang berkuasa saat itu. Itulah yang membuat tertarik padanya. Aku menyukai jiwa-jiwa seperti itu. Yang lebih baik menyimpan gagasan hingga matang lalu dikeluarkan daripada berkoar-koar sementara gagasan itu seharusnya masih harus diperam beberapa saat. Dia tidak begitu menarik dari segi penampilan. Ukuran tubuhnya standar, tidak pendek atau tinggi. Tidak gemuk atau kurus. Kami tidak saling mengenal. Begitulah pikirku karena kita pun tidak pernah saling tegur menegur walaupun hanya bersapa "hello".

Namun takdir berkata lain. Masa depan tak ada yg tau. Semua misteri. Hinggah kejadian itu terjadi, kekaguman ku padanya masih kusimpan dengan rapi. Kami saling bersapa. Dari hanya sekedar memberi salam hingga banyak topik yang kami bahas. Aku tak banyak tau tentangnya. Namun dia membuatku terkejut dengan beberapa hal yang dia ketahui tentang ku. Aku mulai menyimpan harapan padanya. Percakapan berlanjut, dan akupun sudah mengetahui beberapa tentang dirinya dari beberapa hal yg kutanyakan padanya.

Mungkin karena padatnya aktifitas masing-masing kami pun jarang berkomunikasi. Hingga suatu hari aku berkenalan dengan seorang lelaki. Berbicara banyak hal hingga ada perasaan nyaman diantara kami. Sungguh batin ku setengah berteriak bahwa ada pangeran kodok di seberang sana. Namun pada akhirnya aku luluh dengan pangeran berkuda. Ya, pangeran berkuda. Itulah julukan yang aku berikan padanya. Dia pun tau tentang sosok pangeran kodok. Kami sering berkomunikasi. Hingga suatu hari dia menanyakan kabar pangeran kodok. Dan saat itu juga dia meminta untuk menggantikan sosok pangeran kodok itu. Aku terkejut. Perkenalan kami belum begitu lama. Namun keseriusan begitu nyata dimatanya. Dia berulang kali meminta, berharap bisa menjadi pangeran ku. Hingga suatu hari, aku iyakan permintaan itu. Kami pun menjadi sepasang kekasih. Hari-hari kami lalui dengr bertukar cerita dan pengalaman. Namun karena suatu alasan, dan untuk kesekian kalinya kata perpisahan mengikuti hubungan ku. Ya kami berpisah. Namun hanya status yg berubah.
Sekarang, belum ada lagi kumbang yang mendekat. Atau mereka paham bahwa aku hanya ingin sendri untuk saat ini. Aku lelah dengan harapan-harapan yang aku buat sendiri. Aku lelah dengan semua perasaan yang pada akhirnya perpisahan juga yg akan terjadi. Aku lelah, lelah akan perasaan ini.

Jika sebelumnya kalian melihatku resah dan gundah karena perasaan ku pada lelaki, maka kali ini kalian akan melihat aku resah karena pendidikan ku. Masih ada hal lain yang harus dipikirkan dari pada sekedar memikirkan cinta sesaat. Tuhan telah menggariskan jodoh, hidup, mati. Semua tidak berubah, terkecuali atas kehendakNya. Jadi urusan jodoh tak usalah dirisaukan toh ketetapan itu sudah ada. Sedikit kalimat penyemangat diri mengakhiri ceritaku pada Amei



Mawar Merah

6:35 AM - Posted by Unknown - 0 comments
Tidur yang nyenyak. Bahkan sangat nyenyak. Kurentakkan tangan sepanjang-panjangnya sambil menghirup udara pagi yang masih begitu segar. Tiba-tiba aroma itu tercium lagi. Masuk disela-sela udara bersih yang sedang kunikmati. Aroma khas yang selalu menyapa dengan lembut. Tiba-tiba terputar kembali. Aku merindukannya. Aroma ini seakan menggantikannya untuk menyapa ku setiap pagi.  "Setangkai mawar merah" yg ia berikan setahun yg lalu.. bahkan tangkai yg hampir terlupakan. Yg tersimpan rapi disalah satu sudut kamar. Menemani deretan buku-buku yg tersusun rapi.

Aroma itu tercium lagi. Tertangkap oleh indra pencium lalu menuju saraf-saraf lalu dibawa ke pusat pembacaan untuk diterjemaahkan. Namun kali ini terjemahan itu tidak dihantarkan ke bagian tubuh yg lain untuk dipresentasikan. Tetapi terjemahan itu seakan digunakan sebagai kunci terputarnya kembali rekaman indah itu. Aku menikmati setiap putaran - putaran kenangan indah itu. Seakan sedang menonton didepan layar televisi. Semua terekam dengan jelas. Beberapa kali bibir ini membuat garis lengkung. Namun beberapa saat kemudian aku terdiam. Semua tinggallah kenangan . Kenangan indah yg masih tersimpan dimemoriku.

Aku bersyukur pernah berkenalan dengan lelaki itu. Lelaki yang telah memberikan ku banyak pengalaman dan pelajaran. Lelaki yang bukan sekedar kekasih namun sebagai kakak dan sahabat. Walaupun pada akhirnya hubungan kami berakhir karena sebuah alasan. Namun tak ada dendam atau kekecewaan pada kami berdua. Tuhan punya rencana lain untuk kami berdua.. setidaknya itulah kata-kata penguat saat kata berpisah menjadi pilihan saat itu..
**
sampai kapan ku, kau masih lelaki yg memiliki catatan tersendri dalam diari cerita hidup ku. Yang telah menorehkan warna-warni dalam hari ku. Terima kasih. Terima kasih untuk mawar merahnya..



Anak Ku sayang

8:50 AM - Posted by Unknown - 0 comments
Sabtu ini begitu spesial bagi ku. Sudah beberpa pekan aku menghabiskan akhir pekan keluar kota dengan tumpukkan dokumen yang menemaniku. Pekan ini sudah kuputuskan untuk mencancel semua janji untuk akhir pekan ini. Aku sadar, kau pasti merasa terlupakan akhir-akhir ini karena padatnya aktivitas kantor.

Pagi sekali aku sudah terbangun, seakan ada semangat baru yang muncul setelah perbincangan kita semalam. Ku buka lemari pendingin. Memeriksa bahan apa sekiranya bisa kubuat untuk sarapan pagi ini. Ada Susu segar, telur, sayuran, roti tawar. Mungkin pagi ini hanya sandwich sebagai menu sarapan. Ku hangatkan air. Kulirik jam dinding. Ya, baru pukul 4 lewat seperempat menit. Masih begitu pagi untuk membangunnya bersiap. Tepat pukul 4.30, azhan subuh berkumadang. Begitu merdunya. Kenangan ku terputar kembali. Ketika azan subuh berkumandangan aku sudah besiap dengan sejadah ditangan. Dinginnya subuh tidak menyurutkan niat ku melangkah menuju mesjid.




Jejak langkah ku

5:34 PM - Posted by Unknown - 0 comments

Tak ada yang tahu apa yang akan terjadi dimasa depan. Saya hanyalah seorang anak biasa dari keluarga biasa. 20 tahun yang lalu saya terlahir di Baluwu, sebuah nama yang diberikan untuk desa yang terletak di kelurahan Melai, Baubau Sulawesi Tenggara.

Hanyalah seorang anak kampung, yang begitu senang ketika ada turis mancanegara datang berkunjung. Kota ku adalah kota yang indah,jadi tidak heran ada turis datang berkunjung. Saya hanyalah seorang anak kampung, negara mereka pun saya tak tahu. Karena tv pun saya tak punya. Begitu bangganya meniru bahasa mereka, aksen mereka yang mungkin jika saat itu direkam lalu diputar ulang mngkin  terlihat seperti orang yang ***** (sensor).

Sejalan dengan berjalannya waktu, bertambah pula nama-nama tempat yang saya ketahui. Dunia ini luas.  Petualangan telah dimulai sejak sekolah dasar. Kendari, Ujung pandang (sekarang Makassar) adalah tempat yang mnjadi awal pelayaran saya. Bagi orang mungkin adalah hal biasa. Namun bagi saya seorang anak kampung merupakan hal luar biasa dapat melangkahkan kaki sejauh itu.

Uang mungkin salah satu yang menjadi pertimbangan. Walaupun tergolong keluarga yang bercukupan, namun kembali lagi  bahwa saya tidak terlahir menjadi anak tunggal, masih ada adik-adik saya.

Saya suka berpetualangan, namun bukan menjadi alasan untuk hanya diam ditempat. Saya suka keluar, menyibukkan diri dengan segala aktifitas yang saya bisa lakoni. Ketika ada tawaran yang memberikan kesempatan untuk lebih jauh lagi melangkah, kenapa tidak saya coba. Hinggah akhirnya saya bisa memperpanjang langkah saya hinggah ke daratan paling barat Indonesia, tempat yang sering disebut dalam lagu kebangsaan Nasional. "Dari Sabang sampai Merauke". Alhamdulillah Sabang, Null Km  yg menjadi titik awal perhitungan luas Indonesia, telah tercatat dalam catatan sejarah ku.

***
Bersambung



Tuhan, Ampuni rasa ini

5:03 AM - Posted by Unknown - 0 comments

Tuhan,
Engkau jelas mengetahui rasa ini
bahkan
lebih tahu dari akal sehat ku sendri

Tuhan,
rasa ini begitu sulit kujabarkan
dan terkadang hanya diam
sebagai pengungkapan ku

Tuhan ku
ampuni rasa ini
kutahu jelas bahwa ini bukan merupakan ajaran mu
kutahu bahwa akan ada waktunya
namun hamba hanya manusia biasa
yang tidak setangguh para utusan mu dalam menahan nafsu.
Tuhan,
ampuni gejolak rasa ini,
terlalu banyak godaan hingga terkadang hamba lupa, hamba hilaf akan keingin hamba,.
ampuni ya Allah.,



Dalam kesunyian malam

5:39 AM - Posted by Unknown - 2 comments
    Malam ini bukan merupakan kali pertama aku seperti ini, menangis dalam ketidaktahuan ku. Bukan menangis karena penyesalan yang berlebih, bukan menangis karena sebuah kekesalan. Air mata yang mengalir, mengalir tanpa ijin dariku. Dan jika bukan karena bantal yang telah basah, tangis itu tak akan pernah kutahan mengalir. Sudah beberapa hari air mata ku tak ingin keluar. Namun entah mengapa, hanya karena photo yang sengaja ku buka dari album sosial media air mata yg kutunggu untuk membasahi kedua bola mata ku tiba-tiba keluar.

    Entah ada perjanjian apa antara otak dan organ-organ tubuh ku. Rekaman kenangan terputar ulang, dan air mata tanpa aba-aba dengan dengan tenangnya mengalir. 
Dalam dinginnya malam, Tuhan mengetuk pintu hatiku, meminta ku untuk curhat lebih dekat. Kurasakan sentuhan itu, jaringan Wifi yang tersambung dengan handphone ku tiba-tiba failed, dan karena itu foto yang kupandangi sedari tadi hingga bantal merah jambu ku basah   pun tertutup.

   Langkah kaki ku serasa ringan. Dalam dinginnya malam, suhu dingin menuntunku untuk membasuh beberapa bagian tubuh ku. Begitu nikmat, tenang, dan nyamannya. Percakapan yang hanya aku dan pemilik segalanya ini yang tahu. Tangis ku menyertai segala ucapan yang kulontarkan. Meskipun kutahu Dia telah tahu tanpa ku beritahu.  Kubiarkan air mata ini mengalir dengan deras. Air mata yang kuharap bisa mengurangi sesak didada.  Entah berapa lama aku curhat kepada sang Penguasa hati dan perasaan.


     Namun sebelum tangan ini ku arahkan ke wajah lalu kedada dan kuaminkan, kuucapkan satu permintaan
"Tuhanku yang maha pengasih lagi maha penyayang, yang menguasai hati kami, yang menumbuhkan rasa simpati kepada lawan jenis kami, yang menggariskan ketetapan baik untuk kami, hamba lelah dengan perasaan ini. Hamba yakin Engkau telah menggariskan ketetapan baik untuk hamba. Hamba yakin Engkau telah memilihkan jodoh yang baik untuk hamba. Hinggah waktu indah itu tiba, hingga saya dipertemukan dengan lelaki yang engkau telah pilih dan tetapkan untuku, hamba mohon, hapuslah rasa ini dari hamba, dan tumbuhkanlah ketika hamba bertemu dengan pilihan yang Engkau pilihkan untuk hamba agar hamba tahu, dialah lelaki yang engkau pilihkan untuk hamba, amiinnn "




** 
Dan masih berbalut sarung tanpa kerudung, aku bisa merasakan tidur yg begitu damai

Korea        
16 November 2013


Newer Posts Older Posts Home

Archivo del blog

  • ▼ 2016 (5)
    • ▼ November (1)
      • Rindu
    • ► October (2)
    • ► May (2)
  • ► 2015 (5)
    • ► October (2)
    • ► September (1)
    • ► July (1)
    • ► June (1)
  • ► 2014 (10)
    • ► November (1)
    • ► October (2)
    • ► June (1)
    • ► May (1)
    • ► April (2)
    • ► February (2)
    • ► January (1)
  • ► 2013 (23)
    • ► December (1)
    • ► November (2)
    • ► October (3)
    • ► September (4)
    • ► August (3)
    • ► July (10)

Popular Posts

  • berlayar
    Entah apa namanya, saat rasa ini berkecambuk dijiwa. Terkadang saya bingung, ada apa dengan saya? Apa yang terjadi? Apa yang ingin saya lak...
  • Cinta Monyet
    Ketika aku kecil aku pernah menyukai seorang yang jauh dari umurku. Kata orang itu adalah cinta monyet. Cinta anak kecil yang akan berubah ...
  • Tuhan, Ampuni rasa ini
    Tuhan, Engkau jelas mengetahui rasa ini bahkan lebih tahu dari akal sehat ku sendri Tuhan, rasa ini begitu sulit kujabarkan dan terkad...
  • Rindu
    Malam, ketika surat ini tak sampai ketangannya biarkan rasa ini tersimpan tersimpan rapat bersama surat ini cukup malam ini yang menjadi...
  • Kagum atau Jatuh Cinta?
    Senior dan junior terkadang menjadi sebuah pembeda dan pembatas untuk saling beinteraksi. Tapi kisah kali ini sedikit beda. Dia bukan seper...
  • masih sama !
    Kupikir, aku  sudah bisa melupakan mu dan mengakhirinya di awal tahun. Ternyata aku salah. Hinggah detik ini aku pun belum bisa melupakan m...
  • tentang SMA dan Dia
    Semua orang pasti punya cerita cinta monyet, cinta waktu SMP, cinta SMA atau cinta-cinta yang lain. Dan ini ada sebuah cerita cinta waktu S...
  • Akhir cerita fantasi Disneyland
    Snow white and seven drawfs, Cinderella, beauty and the beast, sleeping beauty dan lain-lain . Siapa yang tidak mengenal ceritanya? Cerit...
  • Kenapa Lagi???
    Dan untuk kesekian kalinya. Aku kangen kamu bodohh.. hahhaaahah,, dan entah untuk yang keberapa kalinya janji yang terucap diingkari...
  • menjadi "DORA" semalam
    Huaamm,, Selamat pagi dunia. Upss sebenarnya gk lagi pagi denk. Mentari udah terlalu lama berjalan menuju puncak. Jadi saya ganti ya. SELA...

Archivo del blog

  • ▼ 2016 (5)
    • ▼ November (1)
      • Rindu
    • ► October (2)
    • ► May (2)
  • ► 2015 (5)
    • ► October (2)
    • ► September (1)
    • ► July (1)
    • ► June (1)
  • ► 2014 (10)
    • ► November (1)
    • ► October (2)
    • ► June (1)
    • ► May (1)
    • ► April (2)
    • ► February (2)
    • ► January (1)
  • ► 2013 (23)
    • ► December (1)
    • ► November (2)
    • ► October (3)
    • ► September (4)
    • ► August (3)
    • ► July (10)

Labels

  • cerita baru (1)
  • cerpen (4)
  • curcol (17)
  • event (1)
  • Idul Adha (1)
  • puisi (11)
  • Seoul (1)
  • tentang dia (7)

Search

Etiquetas

  • cerita baru (1)
  • cerpen (4)
  • curcol (17)
  • event (1)
  • Idul Adha (1)
  • puisi (11)
  • Seoul (1)
  • tentang dia (7)

Coretan Pensil Warna-Warni

Friday, April 4, 2014

Akhir cerita fantasi Disneyland

Snow white and seven drawfs, Cinderella, beauty and the beast, sleeping beauty dan lain-lain. Siapa yang tidak mengenal ceritanya? Cerita yang selalu berakhir bahagia karena bertemu dengan seorang pangeran kemudian hidup bahagia di Istana kerajaan.

Sewaktu aku kecil, serial ini tak pernah terlewatkan untuk ditonton, apapun alasannya terkecuali memang sangat penting.  cerita-cerita yang membuat saya masuk dalam dunia fantasi.  Berkhayal jika itu adalah saya, yang suatu hari nanti akan datang seorang pangeran yang memintaku untuk hidup bersamanya disebuah istana indah nan megah. Umur bertambah, namun mimpi menjadi seorang putri yang akan dijemput seorang pangeran masih merajai mimpi-mimpiku.
Posted by Unknown at 4:31 PM 0 comments
Labels: curcol

Friday, February 14, 2014

Ya sudah lah :)

Hari ini hanya aku dan seorang adik yang tersisa dikos,. Sebenarnya minggu ini masih masa liburan, namun beberapa teman sudah disibukkan dengan aktifitas kampus. Siang itu Kami dengan kegiatan masing-masing. Adik yang berkutat dengan komiknya dan aku dengan roman yang berkaitan dengan sejarah. Hobi kami sama, yaitu membaca.

Sedang asyiknya membaca, tiba-tiba adik (sebut saja namanya Amei) membuatku terkejut dengan pertanyaan yang ia sodorkan pada ku. "Kaka bagaimana kabar pangeran kodoknya kaka sekarang?". Aku setengah terkejut. Tak kusangka pertanyaan itu akan keluar darinya. Mungkin akhir-akhir ini dia sedikit membaca gelagat kerisauan ku akan sosok pangeran kodok ku itu. Namun, sebenarnya bukan hanya pangeran kodok yang sedang kupikirkan saat ini. Ada beberpa pangeran lain yang muncul dan sedikit mencuri ruang dipikiran ku. Pangeran berkuda, pangeran lumut dan pangeran bertopeng. Mereka pernah mercuri ruang dipikiran ku, namun segera kubereska  agar kegalauan tidak berkunjung lama. Namun, entah mengapa, dua pangeran, Kodok dan berkuda enggan beranjak dan ingin sedikit menari- nari dalam benak ku.

Aku pun mulai mendongeng kepada Amei. Bercerita tentang awal gelar itu kusandangkan padanya.  Pangeran kodok adalah sosok yg sederhana, namun dimata ku dia adalah sosok yang berwibawa. Dia tidak banyak berkoceh seperti mereka yang berkuasa saat itu. Itulah yang membuat tertarik padanya. Aku menyukai jiwa-jiwa seperti itu. Yang lebih baik menyimpan gagasan hingga matang lalu dikeluarkan daripada berkoar-koar sementara gagasan itu seharusnya masih harus diperam beberapa saat. Dia tidak begitu menarik dari segi penampilan. Ukuran tubuhnya standar, tidak pendek atau tinggi. Tidak gemuk atau kurus. Kami tidak saling mengenal. Begitulah pikirku karena kita pun tidak pernah saling tegur menegur walaupun hanya bersapa "hello".

Namun takdir berkata lain. Masa depan tak ada yg tau. Semua misteri. Hinggah kejadian itu terjadi, kekaguman ku padanya masih kusimpan dengan rapi. Kami saling bersapa. Dari hanya sekedar memberi salam hingga banyak topik yang kami bahas. Aku tak banyak tau tentangnya. Namun dia membuatku terkejut dengan beberapa hal yang dia ketahui tentang ku. Aku mulai menyimpan harapan padanya. Percakapan berlanjut, dan akupun sudah mengetahui beberapa tentang dirinya dari beberapa hal yg kutanyakan padanya.

Mungkin karena padatnya aktifitas masing-masing kami pun jarang berkomunikasi. Hingga suatu hari aku berkenalan dengan seorang lelaki. Berbicara banyak hal hingga ada perasaan nyaman diantara kami. Sungguh batin ku setengah berteriak bahwa ada pangeran kodok di seberang sana. Namun pada akhirnya aku luluh dengan pangeran berkuda. Ya, pangeran berkuda. Itulah julukan yang aku berikan padanya. Dia pun tau tentang sosok pangeran kodok. Kami sering berkomunikasi. Hingga suatu hari dia menanyakan kabar pangeran kodok. Dan saat itu juga dia meminta untuk menggantikan sosok pangeran kodok itu. Aku terkejut. Perkenalan kami belum begitu lama. Namun keseriusan begitu nyata dimatanya. Dia berulang kali meminta, berharap bisa menjadi pangeran ku. Hingga suatu hari, aku iyakan permintaan itu. Kami pun menjadi sepasang kekasih. Hari-hari kami lalui dengr bertukar cerita dan pengalaman. Namun karena suatu alasan, dan untuk kesekian kalinya kata perpisahan mengikuti hubungan ku. Ya kami berpisah. Namun hanya status yg berubah.
Sekarang, belum ada lagi kumbang yang mendekat. Atau mereka paham bahwa aku hanya ingin sendri untuk saat ini. Aku lelah dengan harapan-harapan yang aku buat sendiri. Aku lelah dengan semua perasaan yang pada akhirnya perpisahan juga yg akan terjadi. Aku lelah, lelah akan perasaan ini.

Jika sebelumnya kalian melihatku resah dan gundah karena perasaan ku pada lelaki, maka kali ini kalian akan melihat aku resah karena pendidikan ku. Masih ada hal lain yang harus dipikirkan dari pada sekedar memikirkan cinta sesaat. Tuhan telah menggariskan jodoh, hidup, mati. Semua tidak berubah, terkecuali atas kehendakNya. Jadi urusan jodoh tak usalah dirisaukan toh ketetapan itu sudah ada. Sedikit kalimat penyemangat diri mengakhiri ceritaku pada Amei

Posted by Unknown at 9:05 PM 0 comments

Thursday, February 13, 2014

Mawar Merah

Tidur yang nyenyak. Bahkan sangat nyenyak. Kurentakkan tangan sepanjang-panjangnya sambil menghirup udara pagi yang masih begitu segar. Tiba-tiba aroma itu tercium lagi. Masuk disela-sela udara bersih yang sedang kunikmati. Aroma khas yang selalu menyapa dengan lembut. Tiba-tiba terputar kembali. Aku merindukannya. Aroma ini seakan menggantikannya untuk menyapa ku setiap pagi.  "Setangkai mawar merah" yg ia berikan setahun yg lalu.. bahkan tangkai yg hampir terlupakan. Yg tersimpan rapi disalah satu sudut kamar. Menemani deretan buku-buku yg tersusun rapi.

Aroma itu tercium lagi. Tertangkap oleh indra pencium lalu menuju saraf-saraf lalu dibawa ke pusat pembacaan untuk diterjemaahkan. Namun kali ini terjemahan itu tidak dihantarkan ke bagian tubuh yg lain untuk dipresentasikan. Tetapi terjemahan itu seakan digunakan sebagai kunci terputarnya kembali rekaman indah itu. Aku menikmati setiap putaran - putaran kenangan indah itu. Seakan sedang menonton didepan layar televisi. Semua terekam dengan jelas. Beberapa kali bibir ini membuat garis lengkung. Namun beberapa saat kemudian aku terdiam. Semua tinggallah kenangan . Kenangan indah yg masih tersimpan dimemoriku.

Aku bersyukur pernah berkenalan dengan lelaki itu. Lelaki yang telah memberikan ku banyak pengalaman dan pelajaran. Lelaki yang bukan sekedar kekasih namun sebagai kakak dan sahabat. Walaupun pada akhirnya hubungan kami berakhir karena sebuah alasan. Namun tak ada dendam atau kekecewaan pada kami berdua. Tuhan punya rencana lain untuk kami berdua.. setidaknya itulah kata-kata penguat saat kata berpisah menjadi pilihan saat itu..
**
sampai kapan ku, kau masih lelaki yg memiliki catatan tersendri dalam diari cerita hidup ku. Yang telah menorehkan warna-warni dalam hari ku. Terima kasih. Terima kasih untuk mawar merahnya..

Posted by Unknown at 6:35 AM 0 comments

Thursday, January 2, 2014

Anak Ku sayang

Sabtu ini begitu spesial bagi ku. Sudah beberpa pekan aku menghabiskan akhir pekan keluar kota dengan tumpukkan dokumen yang menemaniku. Pekan ini sudah kuputuskan untuk mencancel semua janji untuk akhir pekan ini. Aku sadar, kau pasti merasa terlupakan akhir-akhir ini karena padatnya aktivitas kantor.

Pagi sekali aku sudah terbangun, seakan ada semangat baru yang muncul setelah perbincangan kita semalam. Ku buka lemari pendingin. Memeriksa bahan apa sekiranya bisa kubuat untuk sarapan pagi ini. Ada Susu segar, telur, sayuran, roti tawar. Mungkin pagi ini hanya sandwich sebagai menu sarapan. Ku hangatkan air. Kulirik jam dinding. Ya, baru pukul 4 lewat seperempat menit. Masih begitu pagi untuk membangunnya bersiap. Tepat pukul 4.30, azhan subuh berkumadang. Begitu merdunya. Kenangan ku terputar kembali. Ketika azan subuh berkumandangan aku sudah besiap dengan sejadah ditangan. Dinginnya subuh tidak menyurutkan niat ku melangkah menuju mesjid.


Posted by Unknown at 8:50 AM 0 comments

Thursday, December 12, 2013

Jejak langkah ku

Tak ada yang tahu apa yang akan terjadi dimasa depan. Saya hanyalah seorang anak biasa dari keluarga biasa. 20 tahun yang lalu saya terlahir di Baluwu, sebuah nama yang diberikan untuk desa yang terletak di kelurahan Melai, Baubau Sulawesi Tenggara.

Hanyalah seorang anak kampung, yang begitu senang ketika ada turis mancanegara datang berkunjung. Kota ku adalah kota yang indah,jadi tidak heran ada turis datang berkunjung. Saya hanyalah seorang anak kampung, negara mereka pun saya tak tahu. Karena tv pun saya tak punya. Begitu bangganya meniru bahasa mereka, aksen mereka yang mungkin jika saat itu direkam lalu diputar ulang mngkin  terlihat seperti orang yang ***** (sensor).

Sejalan dengan berjalannya waktu, bertambah pula nama-nama tempat yang saya ketahui. Dunia ini luas.  Petualangan telah dimulai sejak sekolah dasar. Kendari, Ujung pandang (sekarang Makassar) adalah tempat yang mnjadi awal pelayaran saya. Bagi orang mungkin adalah hal biasa. Namun bagi saya seorang anak kampung merupakan hal luar biasa dapat melangkahkan kaki sejauh itu.

Uang mungkin salah satu yang menjadi pertimbangan. Walaupun tergolong keluarga yang bercukupan, namun kembali lagi  bahwa saya tidak terlahir menjadi anak tunggal, masih ada adik-adik saya.

Saya suka berpetualangan, namun bukan menjadi alasan untuk hanya diam ditempat. Saya suka keluar, menyibukkan diri dengan segala aktifitas yang saya bisa lakoni. Ketika ada tawaran yang memberikan kesempatan untuk lebih jauh lagi melangkah, kenapa tidak saya coba. Hinggah akhirnya saya bisa memperpanjang langkah saya hinggah ke daratan paling barat Indonesia, tempat yang sering disebut dalam lagu kebangsaan Nasional. "Dari Sabang sampai Merauke". Alhamdulillah Sabang, Null Km  yg menjadi titik awal perhitungan luas Indonesia, telah tercatat dalam catatan sejarah ku.

***
Bersambung

Posted by Unknown at 5:34 PM 0 comments

Tuesday, November 26, 2013

Tuhan, Ampuni rasa ini

Tuhan,
Engkau jelas mengetahui rasa ini
bahkan
lebih tahu dari akal sehat ku sendri

Tuhan,
rasa ini begitu sulit kujabarkan
dan terkadang hanya diam
sebagai pengungkapan ku

Tuhan ku
ampuni rasa ini
kutahu jelas bahwa ini bukan merupakan ajaran mu
kutahu bahwa akan ada waktunya
namun hamba hanya manusia biasa
yang tidak setangguh para utusan mu dalam menahan nafsu.
Tuhan,
ampuni gejolak rasa ini,
terlalu banyak godaan hingga terkadang hamba lupa, hamba hilaf akan keingin hamba,.
ampuni ya Allah.,

Posted by Unknown at 5:03 AM 0 comments

Saturday, November 16, 2013

Dalam kesunyian malam

    Malam ini bukan merupakan kali pertama aku seperti ini, menangis dalam ketidaktahuan ku. Bukan menangis karena penyesalan yang berlebih, bukan menangis karena sebuah kekesalan. Air mata yang mengalir, mengalir tanpa ijin dariku. Dan jika bukan karena bantal yang telah basah, tangis itu tak akan pernah kutahan mengalir. Sudah beberapa hari air mata ku tak ingin keluar. Namun entah mengapa, hanya karena photo yang sengaja ku buka dari album sosial media air mata yg kutunggu untuk membasahi kedua bola mata ku tiba-tiba keluar.

    Entah ada perjanjian apa antara otak dan organ-organ tubuh ku. Rekaman kenangan terputar ulang, dan air mata tanpa aba-aba dengan dengan tenangnya mengalir. 
Dalam dinginnya malam, Tuhan mengetuk pintu hatiku, meminta ku untuk curhat lebih dekat. Kurasakan sentuhan itu, jaringan Wifi yang tersambung dengan handphone ku tiba-tiba failed, dan karena itu foto yang kupandangi sedari tadi hingga bantal merah jambu ku basah   pun tertutup.

   Langkah kaki ku serasa ringan. Dalam dinginnya malam, suhu dingin menuntunku untuk membasuh beberapa bagian tubuh ku. Begitu nikmat, tenang, dan nyamannya. Percakapan yang hanya aku dan pemilik segalanya ini yang tahu. Tangis ku menyertai segala ucapan yang kulontarkan. Meskipun kutahu Dia telah tahu tanpa ku beritahu.  Kubiarkan air mata ini mengalir dengan deras. Air mata yang kuharap bisa mengurangi sesak didada.  Entah berapa lama aku curhat kepada sang Penguasa hati dan perasaan.


     Namun sebelum tangan ini ku arahkan ke wajah lalu kedada dan kuaminkan, kuucapkan satu permintaan
"Tuhanku yang maha pengasih lagi maha penyayang, yang menguasai hati kami, yang menumbuhkan rasa simpati kepada lawan jenis kami, yang menggariskan ketetapan baik untuk kami, hamba lelah dengan perasaan ini. Hamba yakin Engkau telah menggariskan ketetapan baik untuk hamba. Hamba yakin Engkau telah memilihkan jodoh yang baik untuk hamba. Hinggah waktu indah itu tiba, hingga saya dipertemukan dengan lelaki yang engkau telah pilih dan tetapkan untuku, hamba mohon, hapuslah rasa ini dari hamba, dan tumbuhkanlah ketika hamba bertemu dengan pilihan yang Engkau pilihkan untuk hamba agar hamba tahu, dialah lelaki yang engkau pilihkan untuk hamba, amiinnn "




** 
Dan masih berbalut sarung tanpa kerudung, aku bisa merasakan tidur yg begitu damai

Korea        
16 November 2013
Posted by Unknown at 5:39 AM 2 comments
Labels: curcol
Newer Posts Older Posts Home
Subscribe to: Posts (Atom)

Blog Design by Gisele Jaquenod | Distributed by Deluxe Templates