Thursday, January 2, 2014
Anak Ku sayang
Thursday, December 12, 2013
Jejak langkah ku
Tak ada yang tahu apa yang akan terjadi dimasa depan. Saya hanyalah seorang anak biasa dari keluarga biasa. 20 tahun yang lalu saya terlahir di Baluwu, sebuah nama yang diberikan untuk desa yang terletak di kelurahan Melai, Baubau Sulawesi Tenggara.
Hanyalah seorang anak kampung, yang begitu senang ketika ada turis mancanegara datang berkunjung. Kota ku adalah kota yang indah,jadi tidak heran ada turis datang berkunjung. Saya hanyalah seorang anak kampung, negara mereka pun saya tak tahu. Karena tv pun saya tak punya. Begitu bangganya meniru bahasa mereka, aksen mereka yang mungkin jika saat itu direkam lalu diputar ulang mngkin terlihat seperti orang yang ***** (sensor).
Sejalan dengan berjalannya waktu, bertambah pula nama-nama tempat yang saya ketahui. Dunia ini luas. Petualangan telah dimulai sejak sekolah dasar. Kendari, Ujung pandang (sekarang Makassar) adalah tempat yang mnjadi awal pelayaran saya. Bagi orang mungkin adalah hal biasa. Namun bagi saya seorang anak kampung merupakan hal luar biasa dapat melangkahkan kaki sejauh itu.
Uang mungkin salah satu yang menjadi pertimbangan. Walaupun tergolong keluarga yang bercukupan, namun kembali lagi bahwa saya tidak terlahir menjadi anak tunggal, masih ada adik-adik saya.
Saya suka berpetualangan, namun bukan menjadi alasan untuk hanya diam ditempat. Saya suka keluar, menyibukkan diri dengan segala aktifitas yang saya bisa lakoni. Ketika ada tawaran yang memberikan kesempatan untuk lebih jauh lagi melangkah, kenapa tidak saya coba. Hinggah akhirnya saya bisa memperpanjang langkah saya hinggah ke daratan paling barat Indonesia, tempat yang sering disebut dalam lagu kebangsaan Nasional. "Dari Sabang sampai Merauke". Alhamdulillah Sabang, Null Km yg menjadi titik awal perhitungan luas Indonesia, telah tercatat dalam catatan sejarah ku.
***
Bersambung
Tuesday, November 26, 2013
Tuhan, Ampuni rasa ini
Tuhan,
Engkau jelas mengetahui rasa ini
bahkan
lebih tahu dari akal sehat ku sendri
Tuhan,
rasa ini begitu sulit kujabarkan
dan terkadang hanya diam
sebagai pengungkapan ku
Tuhan ku
ampuni rasa ini
kutahu jelas bahwa ini bukan merupakan ajaran mu
kutahu bahwa akan ada waktunya
namun hamba hanya manusia biasa
yang tidak setangguh para utusan mu dalam menahan nafsu.
Tuhan,
ampuni gejolak rasa ini,
terlalu banyak godaan hingga terkadang hamba lupa, hamba hilaf akan keingin hamba,.
ampuni ya Allah.,
Saturday, November 16, 2013
Dalam kesunyian malam
Wednesday, October 30, 2013
lagi dan lagi
lagi. lagi dan lagi
pikiran ini melayang entah kemana
bibir ini tertutup rapat
sepertinya enggan untuk berbagi
yaialah
aku saja tak tahu apa yang ingin kubagi
lagi lagi dan lagi
air mata menjadi penanda kegalauan hati ini
bersembunyi dibalik selimut
dengan nuansa gelap yg menemani
oh
begitu derasnya air mata
membuat lintas indah diatas pipi
lagi lagi dan lagi
aku tak bisa menebak rasa ini
**
saat rasa tak bisa ditebak
dan hanya diri dikesunyian malam.
berharap pangeran kodok muncul,. namun tak pernah muncul.
kerisaun semakin risau., hinggah tetes air mata semakin deras mengalir
Korea, 30 Oktober 2013
Friday, October 25, 2013
Saat penyesalan berbalut Rindu
Sunday, October 13, 2013
positif dan negatif
Maaf
Selalu memandang mu dari sudut negatif hatiku
Menilaimu dari sisi buruk mu
Dan tak pernah ingin tahu
Bagaimana sisi mu yang lainnya
Untuk mu
Baru kutersadar
Seberapapun rasa yang selalu diungakap
Bagaimana pun tingkah yang ku perbuat
Tapi
Kau selalu menghampiri
Bertingkah seakan
Kemaren tak pernah ada
Untuk mu
Maaf atas rasa ini
Maaf atas sikap ini,
Potif dan negatif
**
Pandanglah dari sisi positf
Negatif tentu ada tapi bukan alasan memberikan sesuatu dengan nilai negatif selamanya