skip to main | skip to sidebar

About me

Unknown
View my complete profile

Subscribe To

Posts
    Atom
Posts
All Comments
    Atom
All Comments

Archivo del blog

  • ▼ 2016 (5)
    • ▼ November (1)
      • Rindu
    • ► October (2)
    • ► May (2)
  • ► 2015 (5)
    • ► October (2)
    • ► September (1)
    • ► July (1)
    • ► June (1)
  • ► 2014 (10)
    • ► November (1)
    • ► October (2)
    • ► June (1)
    • ► May (1)
    • ► April (2)
    • ► February (2)
    • ► January (1)
  • ► 2013 (23)
    • ► December (1)
    • ► November (2)
    • ► October (3)
    • ► September (4)
    • ► August (3)
    • ► July (10)

Followers

Pages

  • Home
  • Facebook

Sample text

About Us

Powered by Blogger.

Rindu Rembulan

1:25 PM - Posted by Unknown - 0 comments
“Kenapa malam ini panas sekali, padahal baru beberapa saat yang lalu aku menyiram tubuh ku”, keluh ku sambil terus mengetik kata demi kata. Tugas kali ini seakan membuat kami membuat sebuah cerita. Menyusun kata demi kata untuk merangkai sebuah kalimat yang nantinya bisa menjadi sebuah referensi. “kenapa harus sekarang sih?” sekali lagi keluhku terlontar. Tugas inilah yang membuat seluruh mahasiswa angkatanku merasa sedikit jengkel. Disaat fakultas lain sudah mulai berlibur, kami malah berkutat dengan praktek dan laporan. Ditambah lagi deadline yang begitu mencekik.

“arghh, error lagi?”. Praktek kali ini adalah bahasa pemograman. Dosennya begitu rajin , setidaknya hanya butuh satu tangan untuk menghitung kehadirannya, sementara praktek kami berhadapan dengan para asdos (asisten dosen) yang disiplinnya,, ampun daahh.

Aku berebah sejenak. Ku penjamkan mata ku, merehatkan sejenak mata yang sedari tadi bertatapan romantic dengan laptop. Tak kusadari, rembulan sedari tadi mengintip ku dari balik gorden.
“terang bulan”. Beranjak ku tegakkan badan ku, sungguh cantik. Semakin lama semakin bergerak. Pandangan ku tertutupi oleh bangunan tinggi ibukota. Ku melangkah keluar kamar menuju lantai balkon atas, berharap tak ada lagi bangun tinggi yang menghalanggi pandangan ku.

Tentu sajaa ku dapat melihat rembulan seluas mata memandang, melihat kerlap-kerlip lampu kota. Kota yang begitu sibuk, bahkan saat malam, saat seharusnya beristirahat, justru semakin ramai yang berlalu lalang. Kupandang ke atas. Langit yang cerah ditemani oleh bintang. Dan tentunya, rembulan. Angin bertiup dengan lembut, membangkitkan sedikit bulu kuduk ku.Sungguh  Malam yang tenang.

Semakin lama, mata ku terasa panas, hinggah tangan ku seperti terkena rintik air.
**
“petikan gitarmu begitu indah, hinggah sekarang masih terngiang ditelingaku. Mungkin kah malam ini kita seperti beberapa tahun yang lalu. Bersama-sama menatap rembulan dibelahan bumi yang berbeda. kita bernyanyi dengan bersama dengan alunan gitar sebagai pengiringnya.

Kau begitu sempurna
Di mataku kau begitu indah
Kau membuat diriku akan slalu memujimu”

Akh, kenangan itu silih berganti seperti  pemutaran video. Suara kendaran seperti menjadi latar music yg romantic. Tidak sepantasnya aku bersikap seperti itu. tak sepantasnya aku menuntut banyak seperti itu. malam ini, kenangan itu hadir kembali. Tangis ku pecah dipangkuan malam


Argh, tak sepantasnya aku menagis seperti ini, saat rembulan tersenyum manis padaku





lagi-lagi tentang Dia

1:45 AM - Posted by Unknown - 0 comments
Rintik hujan mengiringi perjalan ku siang ini. Akhir-akhir ini awan mendung sedang bertamu di Korea. "ah, langit seakan tau tentang isi hti ku" batin ku,.

Memang akhir-akhir ini perasaan ku tidak menentu. Namun selalu teredam karena padatnya kegiatan.
Duduk disamping jendela memberikan ruang pandang yang cukup luas untuk memandang keluar. Namun pandangan itu hanya kosong,. Pikiran ku hilir mudik bak mobil-mobil yg hilir mudik di jalan raya, yg entah kemana tujuannya,.

"명지 촌문대학"  (Myongji chonmundehak / Myongji College ) tiba-tiba lamunan ku buyar karena terdengar pemberitahuan pemberhetian bus. Segera ku tekan tombol tanda berhenti. Hujan semakin deras, memaksa ku untuk mempercepat langkah kaki mnuju 기숙사 (Gisuksa / dorm) , namun karena tenaga yg sudah terkuras habis dikampus, kubiarkan tubuh ini menikmati rahmat Tuhan ini.



menjadi "DORA" semalam

11:46 PM - Posted by Unknown - 0 comments
Huaamm,,
Selamat pagi dunia. Upss sebenarnya gk lagi pagi denk. Mentari udah terlalu lama berjalan menuju puncak. Jadi saya ganti ya. SELAMAT SIANG.
Petama-tama marilah kita panjatkan puji dan syukur kepada ALLAH SWT, karena atas kemaha kuasaan_Nya napas ini masih berhembus, tidur masih terbangung, jiwa dan raga masih kompak menjalani aktifitas, dan segala kebaikan yang terjadi hingga detik ini.

Tak lupa salawat dan salam kita hanturkan kepada junjungan besar nabi MUHAMMAD SAW, yang telah mengantarkan kita dari jaman yang gelap, kejaman yang terang benderang, jaman kemenangan seperti sekarang ini.



Mengapa

12:09 AM - Posted by Unknown - 0 comments
 



Dan lagi-lagi tentang kau
Kau dengan cerita berbeda
kau dengan puisi-puisi indah mu
kau dengan segala tingkah mu
mengapa
mengapa mesti  “KAU”
dan mengapa mesti “AKU”
mengapa harus ada tetes air mata
mengapa
mengapa harus seperti ini
mengapa  selalu ada jarak

meski hanya untuk melihat 
senyum palsu itu




**
sore mendung
Korea,
Minggu, 28 Juli 2013


Kenangan dan Kerinduan

10:42 PM - Posted by Unknown - 0 comments
Sedikit cerita mungkin lebih tepatnya adalah curahatan hati. Wah curhat ya.? Pasti pada berpikir mau curhat tentang asmara, atau tentang pacar yang menghilang, atau mungkin karena sudah putus. SALAH.
Kali ini saya mau curhat tentang “KERINDUAN SEORANG KAKAK”. Yang baca jangan nangis ya. Hehehe. Gk kok gk sesedih itu.

Saya mulai dari beberapa abad yang lalu.waduh lama amat.begini  ceritanya


 Dulu mungkin saya dianggap sebagai monster bagi adik-adik saya. Nah loh, kok bisa. Bisa aja kalau kakak yang kerjaannya hanya marah-marah, suruh ini suruh itu, bertingkah seperti penguasa. Gk nyangkah kalau saya setegah itu. eits, jangan berpikiran kalu saya seperti tokoh bawang merah ya. Tidak sejahat itu kok. Mungkin pengaruh karena belum tahu bagaimana menjadi seorang kakak itu. nah ini bisa menjadi pelajaran buat  juga yang nantinya akan berkeluarga, dan memiliki anak lebih dari satu, apalagi dengan jarak yang tidak begitu jauh (hehehe, sok menasihati).  alangkah indahnya jika telah dijelaskan sejak awal bagaimana peran menjadi seorang kakak nantinya. Kan kasihan tiba-tiba ada boneka hidup  disamping ibu. Wah kapan belinya?  Jadi teringat waktu saya memiliki adik pertama. Kan tahulah bagaimana penasarannya seorang anak kecil, dan selalu ingin mendapatkan penjelasan dengan segera. Bertanya –tanya tanpa henti. Nah, saya kan heran twu. Boneka darimana ni, cakep (puji adik sendiri,,hhehehe). Mungkin karena saya banyak tanya, ya sudah dijawablah “beli di TOSERBA (Toko Serba Ada)”. Ya udah saya terima aja. Nah, tiba-tiba ada kebakaran hebat dan ternyata itu adalah TOSERBA tempat dimana adik saya dibeli. Dan terpikirlah oleh saya, “kasihan ade-adenya terbakar semua” sambil menyapu dada.. hahahah lucu sekali, begitu lugu dan polosnya.

Nah, proses pengenalan kakak bisa dimulai dari sini nhi, bahkan jika perlu masih didalam kandungan. Dijelaskan aja bagaimana bayi itu bisa terlahir. Tapi tentu dan pastinya dengan kata-kata anak kecil yang mudah dimengerti. Kok jadi ceramah (hihhihhi)

Namun, sifat yang saya ceritakan diatas semakin berkurang(menurut saya sih) setelah adik saya yang ke-3 lahir. Dan pada saat itulah proses pembentukan karakter saya dibentuk (serius amat). Memiliki ibu yang kerja dikantoran pasti ada suka dukanya. Terlahir menjadi anak pertama dari empat bersaudara merupakan anugerah terindah (cie puitis amat). Saya memiliki adik ketiga diusia 12 tahun (SMP kelas  1). Dan sinilah awal saya merasakan bagaimana suka dan dukanya menjadi seorang kaka dengan adik yang masih bayi. Bisa merasakan bagaimana repotnya menjadi ibu. Mama sudah masuk kerja minggu kedua pasca melahirkan. Begitu sibuknya, walaupun sebenarnya masih dalam masa cuti. Sedikit bisa membantu karena, jadwal sekolah  siang jadi bisa menjadi pengasuh dipagi hari. Suka duka pasti ada.

 mungkin saya mulai dari duka. 
Usia 12 tahun adalah usia yang memang masih pengen main, kumpul bareng teman-teman. saya masih dapatkan itu kok, kumpul bareng teman, tapi ada bedanya. Saya harus menyertakan dengan adik saya. Sampai-sampai teman saya mengatakan “dita, udah kayak ibu-ibu aja kemana-mana bawa anak”. bagaimana tidak, masih kumpul harus terpaksa pulang karena adik udah rewel, ngantuk, lapar, pipis, atau ‘ee’. Sebenarnya ada nenek sih yang nungguin adik. Tapi bagaimana lagi, tidak mungkin tegah melihat nenek harus berjalan keluar mencari angin ditengah siang yang panas karna adik nangis kegerahan.  atau adik yang pengen digendong keliling kampung. Pasti gk tegalah. Namun, saya bersyukur merasakan hal yang seperti ini. Merasakan bagaimana peran seorang ibu. Ketika ibu sedang makan, terpaksa harus ditinggalkan karena anaknya pipis atau mungkin sedang buang air besar.  Harus menunda tidur karena sianak rewel. Dengan menahan rasa lelahnya harus menggendong. Ibu yang tak pernah lelah siang dan malam. Bahkan tidak tdur semalaman karena sianak sakit. Saya hanya merasakan sedikit dari peran ibu, itupun sudah dengan rasa sebal. Sedangkan mereka, tak pernah lelah. Sungguh berdosa jiwa kecil ini yang selalu membantah, entah kesalahan apalagi yang telah dibuat. . (sedih)

Lanjut yaa

Namun ada duka pasti ada sukakan. Dan hal yang paling saya tunggu-tunggu adalah saat saya ikut mama keposyandu. Aduh itu bahagia sekali. Udah kayak mama-mama yang bawa anaknya keposyandu, melihat adik ditimbang, diberi imunisasi. Bahagia banget bisa liat ibu-bu yang lain dengan bayinya. Melihat perkembangan adik merupakan kebahagian tersendri. Apalagi ibu ya. Yang udah menganndung dan melahirkan. Kenangan yang indah sekali. . bersyukur diberi kesempatan itu, kesempatan merasakan sedikit peran seorang ibu. Walaupun hanya sedikit dan sebentar. Terima kasih kepercayaannya ma, pa, nenek. Walaupun kadang dimarahi karena kelalaian sampe adik terjatuh dari sepeda. (sadis)

Sekarang adik ku udah besar.

Ricky Rahmat syafaat (17 tahun) adik pertama.


 Masih teringat waktu umurku sekitar 3 tahun dan dia berumur satu tahun. Kita sedang bermain-main dengan alat tulis. Saat aku mulai menggambar tokoh-tokoh imajinasi. Dengan percaya diri kutanyakan apa yang dia inginkan lalu kugambar dengan lincah. Namun tertawa sendiri ketika melihat buku itu kembali dengan coretan-coretan panjang entah berbentuk apa yang sangat berbeda jauh tokoh cerita yang diminta adik.







Yunita Rahma yanti (15 tahun) adik kedua.

Teringat saat kabur dari adik dalam keadaan menangis. Kabur karena tidak ingin dia mengikutiku berjalan-jalan. Gengsi ku masih besar saat itu, hingga ego ku masih mengalahkan tangisan kerasa seorang anak kecil.







Meysi Rahmi Yanti(8 tahun) adik ketiga
. Adik yang memberikan ku pengalaman menjadi seorang ibu. Walaupun hanya sementara. Teringat saat seorang lelaki yang menyukaiku karena melihat ku saat sedang mengendong seorang anak. Walaupun tak pernah bertemu dengan orang itu, terima kasih sudah mengisi buku catatan perjalan hidupku.




**
Terimah kasih untuk setiap foto bahagianya, terima kasih foto ultahnya. Terima kasih cerita-ceritanya yang membuat saya selalu tertawa sendiri. Terima kasih untuk setiap kabar gembira yang kalian kabarkan padaku. Terima kasih untuk  supportnya.Terima kasih.

Aku bahagia menjadi seorang kakak untuk kalian. Aku menyukai peran ini dan aku bersyukur mendapat peran ini. Aku rindu pada kalian. jarak memang begitu jauh, tapi bukan berarti menjadi jauh karena jarak.  Dan mungkin memang harus ada jarak, untuk menciptkan kerinduan dan rasa sayang yang lebih.

“Pesan dari saya. Umur tidak ada yang tahu. Selagi masih ada kesempatan yuk kita buat mama papa bahagia, kita ukir senyum indah dibibir mama papa. “

I MISS U SO MUCH.





















**
Catatan pagi menjelang siang, dengan kerinduan besar pada mereka . .
Korea
Minggu, 28 juli 2013


Kado indah dari ALLAH

2:40 AM - Posted by Unknown - 0 comments
2.40 am, aku terbangun. Entah mimpi apa yang mengganggu.  Akhir – akhir ini terlalu banyak yang terpikirkan.  Tugas terakhir perkuliahan sebelum UAS, kejar deadline organisasi, bimbingan bahasa, belum lagi urusan dapur di kos. tinggal berenam dalam suatu rumah memang berat. Perbedaan karakter  memberikan dinamika dalam suatu perjalan hidup. Menjadi seorang kakak memang berat dan di kos ini peran tersebut begitu kurasakan. Sifat manja, kekanak-kanakkan, cuek, penyendiri  memberikan ku sedikit  pembelajaran. Ya , pembelajaran bagaimana menghadapi mereka. Terlahir menjadi anak pertama dari empat bersaudara  membuat ku perpikir dewasa. Berusaha menjadi panutan adik-adik, dan ingin menjadi yang terbaik untuk keluarga.  Hidup menjadi keluarga kecil ditengah-tengah keluarga besar  tidak begitu menyenangkan. Namun itulah cambuk buat ku, cambuk agar aku tersadar.  Aku tahu dan sadar, mereka lebih hebat namun akan ku buktikan bahwa aku juga bisa menjadi hebat, hebat dengan catatan prestasi.


**



Kau dan Marah mu

3:05 PM - Posted by Unknown - 0 comments
Marah
Aku tahu kau sedang marah padaku
Sebal
Aku juga tahu kau sebal padaku
Tapi
Sungguh diri ku seperti  itukah



Newer Posts Older Posts Home

Archivo del blog

  • ▼ 2016 (5)
    • ▼ November (1)
      • Rindu
    • ► October (2)
    • ► May (2)
  • ► 2015 (5)
    • ► October (2)
    • ► September (1)
    • ► July (1)
    • ► June (1)
  • ► 2014 (10)
    • ► November (1)
    • ► October (2)
    • ► June (1)
    • ► May (1)
    • ► April (2)
    • ► February (2)
    • ► January (1)
  • ► 2013 (23)
    • ► December (1)
    • ► November (2)
    • ► October (3)
    • ► September (4)
    • ► August (3)
    • ► July (10)

Popular Posts

  • berlayar
    Entah apa namanya, saat rasa ini berkecambuk dijiwa. Terkadang saya bingung, ada apa dengan saya? Apa yang terjadi? Apa yang ingin saya lak...
  • Cinta Monyet
    Ketika aku kecil aku pernah menyukai seorang yang jauh dari umurku. Kata orang itu adalah cinta monyet. Cinta anak kecil yang akan berubah ...
  • Tuhan, Ampuni rasa ini
    Tuhan, Engkau jelas mengetahui rasa ini bahkan lebih tahu dari akal sehat ku sendri Tuhan, rasa ini begitu sulit kujabarkan dan terkad...
  • Rindu
    Malam, ketika surat ini tak sampai ketangannya biarkan rasa ini tersimpan tersimpan rapat bersama surat ini cukup malam ini yang menjadi...
  • Kagum atau Jatuh Cinta?
    Senior dan junior terkadang menjadi sebuah pembeda dan pembatas untuk saling beinteraksi. Tapi kisah kali ini sedikit beda. Dia bukan seper...
  • masih sama !
    Kupikir, aku  sudah bisa melupakan mu dan mengakhirinya di awal tahun. Ternyata aku salah. Hinggah detik ini aku pun belum bisa melupakan m...
  • tentang SMA dan Dia
    Semua orang pasti punya cerita cinta monyet, cinta waktu SMP, cinta SMA atau cinta-cinta yang lain. Dan ini ada sebuah cerita cinta waktu S...
  • Akhir cerita fantasi Disneyland
    Snow white and seven drawfs, Cinderella, beauty and the beast, sleeping beauty dan lain-lain . Siapa yang tidak mengenal ceritanya? Cerit...
  • Kenapa Lagi???
    Dan untuk kesekian kalinya. Aku kangen kamu bodohh.. hahhaaahah,, dan entah untuk yang keberapa kalinya janji yang terucap diingkari...
  • menjadi "DORA" semalam
    Huaamm,, Selamat pagi dunia. Upss sebenarnya gk lagi pagi denk. Mentari udah terlalu lama berjalan menuju puncak. Jadi saya ganti ya. SELA...

Archivo del blog

  • ▼ 2016 (5)
    • ▼ November (1)
      • Rindu
    • ► October (2)
    • ► May (2)
  • ► 2015 (5)
    • ► October (2)
    • ► September (1)
    • ► July (1)
    • ► June (1)
  • ► 2014 (10)
    • ► November (1)
    • ► October (2)
    • ► June (1)
    • ► May (1)
    • ► April (2)
    • ► February (2)
    • ► January (1)
  • ► 2013 (23)
    • ► December (1)
    • ► November (2)
    • ► October (3)
    • ► September (4)
    • ► August (3)
    • ► July (10)

Labels

  • cerita baru (1)
  • cerpen (4)
  • curcol (17)
  • event (1)
  • Idul Adha (1)
  • puisi (11)
  • Seoul (1)
  • tentang dia (7)

Search

Etiquetas

  • cerita baru (1)
  • cerpen (4)
  • curcol (17)
  • event (1)
  • Idul Adha (1)
  • puisi (11)
  • Seoul (1)
  • tentang dia (7)

Coretan Pensil Warna-Warni

Wednesday, August 14, 2013

Rindu Rembulan

“Kenapa malam ini panas sekali, padahal baru beberapa saat yang lalu aku menyiram tubuh ku”, keluh ku sambil terus mengetik kata demi kata. Tugas kali ini seakan membuat kami membuat sebuah cerita. Menyusun kata demi kata untuk merangkai sebuah kalimat yang nantinya bisa menjadi sebuah referensi. “kenapa harus sekarang sih?” sekali lagi keluhku terlontar. Tugas inilah yang membuat seluruh mahasiswa angkatanku merasa sedikit jengkel. Disaat fakultas lain sudah mulai berlibur, kami malah berkutat dengan praktek dan laporan. Ditambah lagi deadline yang begitu mencekik.

“arghh, error lagi?”. Praktek kali ini adalah bahasa pemograman. Dosennya begitu rajin , setidaknya hanya butuh satu tangan untuk menghitung kehadirannya, sementara praktek kami berhadapan dengan para asdos (asisten dosen) yang disiplinnya,, ampun daahh.

Aku berebah sejenak. Ku penjamkan mata ku, merehatkan sejenak mata yang sedari tadi bertatapan romantic dengan laptop. Tak kusadari, rembulan sedari tadi mengintip ku dari balik gorden.
“terang bulan”. Beranjak ku tegakkan badan ku, sungguh cantik. Semakin lama semakin bergerak. Pandangan ku tertutupi oleh bangunan tinggi ibukota. Ku melangkah keluar kamar menuju lantai balkon atas, berharap tak ada lagi bangun tinggi yang menghalanggi pandangan ku.

Tentu sajaa ku dapat melihat rembulan seluas mata memandang, melihat kerlap-kerlip lampu kota. Kota yang begitu sibuk, bahkan saat malam, saat seharusnya beristirahat, justru semakin ramai yang berlalu lalang. Kupandang ke atas. Langit yang cerah ditemani oleh bintang. Dan tentunya, rembulan. Angin bertiup dengan lembut, membangkitkan sedikit bulu kuduk ku.Sungguh  Malam yang tenang.

Semakin lama, mata ku terasa panas, hinggah tangan ku seperti terkena rintik air.
**
“petikan gitarmu begitu indah, hinggah sekarang masih terngiang ditelingaku. Mungkin kah malam ini kita seperti beberapa tahun yang lalu. Bersama-sama menatap rembulan dibelahan bumi yang berbeda. kita bernyanyi dengan bersama dengan alunan gitar sebagai pengiringnya.

Kau begitu sempurna
Di mataku kau begitu indah
Kau membuat diriku akan slalu memujimu”

Akh, kenangan itu silih berganti seperti  pemutaran video. Suara kendaran seperti menjadi latar music yg romantic. Tidak sepantasnya aku bersikap seperti itu. tak sepantasnya aku menuntut banyak seperti itu. malam ini, kenangan itu hadir kembali. Tangis ku pecah dipangkuan malam


Argh, tak sepantasnya aku menagis seperti ini, saat rembulan tersenyum manis padaku



Posted by Unknown at 1:25 PM 0 comments
Labels: cerpen

Monday, August 12, 2013

lagi-lagi tentang Dia

Rintik hujan mengiringi perjalan ku siang ini. Akhir-akhir ini awan mendung sedang bertamu di Korea. "ah, langit seakan tau tentang isi hti ku" batin ku,.

Memang akhir-akhir ini perasaan ku tidak menentu. Namun selalu teredam karena padatnya kegiatan.
Duduk disamping jendela memberikan ruang pandang yang cukup luas untuk memandang keluar. Namun pandangan itu hanya kosong,. Pikiran ku hilir mudik bak mobil-mobil yg hilir mudik di jalan raya, yg entah kemana tujuannya,.

"명지 촌문대학"  (Myongji chonmundehak / Myongji College ) tiba-tiba lamunan ku buyar karena terdengar pemberitahuan pemberhetian bus. Segera ku tekan tombol tanda berhenti. Hujan semakin deras, memaksa ku untuk mempercepat langkah kaki mnuju 기숙사 (Gisuksa / dorm) , namun karena tenaga yg sudah terkuras habis dikampus, kubiarkan tubuh ini menikmati rahmat Tuhan ini.

Posted by Unknown at 1:45 AM 0 comments
Labels: tentang dia

Thursday, August 1, 2013

menjadi "DORA" semalam

Huaamm,,
Selamat pagi dunia. Upss sebenarnya gk lagi pagi denk. Mentari udah terlalu lama berjalan menuju puncak. Jadi saya ganti ya. SELAMAT SIANG.
Petama-tama marilah kita panjatkan puji dan syukur kepada ALLAH SWT, karena atas kemaha kuasaan_Nya napas ini masih berhembus, tidur masih terbangung, jiwa dan raga masih kompak menjalani aktifitas, dan segala kebaikan yang terjadi hingga detik ini.

Tak lupa salawat dan salam kita hanturkan kepada junjungan besar nabi MUHAMMAD SAW, yang telah mengantarkan kita dari jaman yang gelap, kejaman yang terang benderang, jaman kemenangan seperti sekarang ini.

Posted by Unknown at 11:46 PM 0 comments
Labels: curcol, Seoul

Sunday, July 28, 2013

Mengapa

 



Dan lagi-lagi tentang kau
Kau dengan cerita berbeda
kau dengan puisi-puisi indah mu
kau dengan segala tingkah mu
mengapa
mengapa mesti  “KAU”
dan mengapa mesti “AKU”
mengapa harus ada tetes air mata
mengapa
mengapa harus seperti ini
mengapa  selalu ada jarak

meski hanya untuk melihat 
senyum palsu itu




**
sore mendung
Korea,
Minggu, 28 Juli 2013
Posted by Unknown at 12:09 AM 0 comments
Labels: curcol, puisi

Saturday, July 27, 2013

Kenangan dan Kerinduan

Sedikit cerita mungkin lebih tepatnya adalah curahatan hati. Wah curhat ya.? Pasti pada berpikir mau curhat tentang asmara, atau tentang pacar yang menghilang, atau mungkin karena sudah putus. SALAH.
Kali ini saya mau curhat tentang “KERINDUAN SEORANG KAKAK”. Yang baca jangan nangis ya. Hehehe. Gk kok gk sesedih itu.

Saya mulai dari beberapa abad yang lalu.waduh lama amat.begini  ceritanya


 Dulu mungkin saya dianggap sebagai monster bagi adik-adik saya. Nah loh, kok bisa. Bisa aja kalau kakak yang kerjaannya hanya marah-marah, suruh ini suruh itu, bertingkah seperti penguasa. Gk nyangkah kalau saya setegah itu. eits, jangan berpikiran kalu saya seperti tokoh bawang merah ya. Tidak sejahat itu kok. Mungkin pengaruh karena belum tahu bagaimana menjadi seorang kakak itu. nah ini bisa menjadi pelajaran buat  juga yang nantinya akan berkeluarga, dan memiliki anak lebih dari satu, apalagi dengan jarak yang tidak begitu jauh (hehehe, sok menasihati).  alangkah indahnya jika telah dijelaskan sejak awal bagaimana peran menjadi seorang kakak nantinya. Kan kasihan tiba-tiba ada boneka hidup  disamping ibu. Wah kapan belinya?  Jadi teringat waktu saya memiliki adik pertama. Kan tahulah bagaimana penasarannya seorang anak kecil, dan selalu ingin mendapatkan penjelasan dengan segera. Bertanya –tanya tanpa henti. Nah, saya kan heran twu. Boneka darimana ni, cakep (puji adik sendiri,,hhehehe). Mungkin karena saya banyak tanya, ya sudah dijawablah “beli di TOSERBA (Toko Serba Ada)”. Ya udah saya terima aja. Nah, tiba-tiba ada kebakaran hebat dan ternyata itu adalah TOSERBA tempat dimana adik saya dibeli. Dan terpikirlah oleh saya, “kasihan ade-adenya terbakar semua” sambil menyapu dada.. hahahah lucu sekali, begitu lugu dan polosnya.

Nah, proses pengenalan kakak bisa dimulai dari sini nhi, bahkan jika perlu masih didalam kandungan. Dijelaskan aja bagaimana bayi itu bisa terlahir. Tapi tentu dan pastinya dengan kata-kata anak kecil yang mudah dimengerti. Kok jadi ceramah (hihhihhi)

Namun, sifat yang saya ceritakan diatas semakin berkurang(menurut saya sih) setelah adik saya yang ke-3 lahir. Dan pada saat itulah proses pembentukan karakter saya dibentuk (serius amat). Memiliki ibu yang kerja dikantoran pasti ada suka dukanya. Terlahir menjadi anak pertama dari empat bersaudara merupakan anugerah terindah (cie puitis amat). Saya memiliki adik ketiga diusia 12 tahun (SMP kelas  1). Dan sinilah awal saya merasakan bagaimana suka dan dukanya menjadi seorang kaka dengan adik yang masih bayi. Bisa merasakan bagaimana repotnya menjadi ibu. Mama sudah masuk kerja minggu kedua pasca melahirkan. Begitu sibuknya, walaupun sebenarnya masih dalam masa cuti. Sedikit bisa membantu karena, jadwal sekolah  siang jadi bisa menjadi pengasuh dipagi hari. Suka duka pasti ada.

 mungkin saya mulai dari duka. 
Usia 12 tahun adalah usia yang memang masih pengen main, kumpul bareng teman-teman. saya masih dapatkan itu kok, kumpul bareng teman, tapi ada bedanya. Saya harus menyertakan dengan adik saya. Sampai-sampai teman saya mengatakan “dita, udah kayak ibu-ibu aja kemana-mana bawa anak”. bagaimana tidak, masih kumpul harus terpaksa pulang karena adik udah rewel, ngantuk, lapar, pipis, atau ‘ee’. Sebenarnya ada nenek sih yang nungguin adik. Tapi bagaimana lagi, tidak mungkin tegah melihat nenek harus berjalan keluar mencari angin ditengah siang yang panas karna adik nangis kegerahan.  atau adik yang pengen digendong keliling kampung. Pasti gk tegalah. Namun, saya bersyukur merasakan hal yang seperti ini. Merasakan bagaimana peran seorang ibu. Ketika ibu sedang makan, terpaksa harus ditinggalkan karena anaknya pipis atau mungkin sedang buang air besar.  Harus menunda tidur karena sianak rewel. Dengan menahan rasa lelahnya harus menggendong. Ibu yang tak pernah lelah siang dan malam. Bahkan tidak tdur semalaman karena sianak sakit. Saya hanya merasakan sedikit dari peran ibu, itupun sudah dengan rasa sebal. Sedangkan mereka, tak pernah lelah. Sungguh berdosa jiwa kecil ini yang selalu membantah, entah kesalahan apalagi yang telah dibuat. . (sedih)

Lanjut yaa

Namun ada duka pasti ada sukakan. Dan hal yang paling saya tunggu-tunggu adalah saat saya ikut mama keposyandu. Aduh itu bahagia sekali. Udah kayak mama-mama yang bawa anaknya keposyandu, melihat adik ditimbang, diberi imunisasi. Bahagia banget bisa liat ibu-bu yang lain dengan bayinya. Melihat perkembangan adik merupakan kebahagian tersendri. Apalagi ibu ya. Yang udah menganndung dan melahirkan. Kenangan yang indah sekali. . bersyukur diberi kesempatan itu, kesempatan merasakan sedikit peran seorang ibu. Walaupun hanya sedikit dan sebentar. Terima kasih kepercayaannya ma, pa, nenek. Walaupun kadang dimarahi karena kelalaian sampe adik terjatuh dari sepeda. (sadis)

Sekarang adik ku udah besar.

Ricky Rahmat syafaat (17 tahun) adik pertama.


 Masih teringat waktu umurku sekitar 3 tahun dan dia berumur satu tahun. Kita sedang bermain-main dengan alat tulis. Saat aku mulai menggambar tokoh-tokoh imajinasi. Dengan percaya diri kutanyakan apa yang dia inginkan lalu kugambar dengan lincah. Namun tertawa sendiri ketika melihat buku itu kembali dengan coretan-coretan panjang entah berbentuk apa yang sangat berbeda jauh tokoh cerita yang diminta adik.







Yunita Rahma yanti (15 tahun) adik kedua.

Teringat saat kabur dari adik dalam keadaan menangis. Kabur karena tidak ingin dia mengikutiku berjalan-jalan. Gengsi ku masih besar saat itu, hingga ego ku masih mengalahkan tangisan kerasa seorang anak kecil.







Meysi Rahmi Yanti(8 tahun) adik ketiga
. Adik yang memberikan ku pengalaman menjadi seorang ibu. Walaupun hanya sementara. Teringat saat seorang lelaki yang menyukaiku karena melihat ku saat sedang mengendong seorang anak. Walaupun tak pernah bertemu dengan orang itu, terima kasih sudah mengisi buku catatan perjalan hidupku.




**
Terimah kasih untuk setiap foto bahagianya, terima kasih foto ultahnya. Terima kasih cerita-ceritanya yang membuat saya selalu tertawa sendiri. Terima kasih untuk setiap kabar gembira yang kalian kabarkan padaku. Terima kasih untuk  supportnya.Terima kasih.

Aku bahagia menjadi seorang kakak untuk kalian. Aku menyukai peran ini dan aku bersyukur mendapat peran ini. Aku rindu pada kalian. jarak memang begitu jauh, tapi bukan berarti menjadi jauh karena jarak.  Dan mungkin memang harus ada jarak, untuk menciptkan kerinduan dan rasa sayang yang lebih.

“Pesan dari saya. Umur tidak ada yang tahu. Selagi masih ada kesempatan yuk kita buat mama papa bahagia, kita ukir senyum indah dibibir mama papa. “

I MISS U SO MUCH.





















**
Catatan pagi menjelang siang, dengan kerinduan besar pada mereka . .
Korea
Minggu, 28 juli 2013
Posted by Unknown at 10:42 PM 0 comments
Labels: curcol

Wednesday, July 24, 2013

Kado indah dari ALLAH

2.40 am, aku terbangun. Entah mimpi apa yang mengganggu.  Akhir – akhir ini terlalu banyak yang terpikirkan.  Tugas terakhir perkuliahan sebelum UAS, kejar deadline organisasi, bimbingan bahasa, belum lagi urusan dapur di kos. tinggal berenam dalam suatu rumah memang berat. Perbedaan karakter  memberikan dinamika dalam suatu perjalan hidup. Menjadi seorang kakak memang berat dan di kos ini peran tersebut begitu kurasakan. Sifat manja, kekanak-kanakkan, cuek, penyendiri  memberikan ku sedikit  pembelajaran. Ya , pembelajaran bagaimana menghadapi mereka. Terlahir menjadi anak pertama dari empat bersaudara  membuat ku perpikir dewasa. Berusaha menjadi panutan adik-adik, dan ingin menjadi yang terbaik untuk keluarga.  Hidup menjadi keluarga kecil ditengah-tengah keluarga besar  tidak begitu menyenangkan. Namun itulah cambuk buat ku, cambuk agar aku tersadar.  Aku tahu dan sadar, mereka lebih hebat namun akan ku buktikan bahwa aku juga bisa menjadi hebat, hebat dengan catatan prestasi.


**

Posted by Unknown at 2:40 AM 0 comments
Labels: cerpen, tentang dia

Friday, July 19, 2013

Kau dan Marah mu

Marah
Aku tahu kau sedang marah padaku
Sebal
Aku juga tahu kau sebal padaku
Tapi
Sungguh diri ku seperti  itukah

Posted by Unknown at 3:05 PM 0 comments
Labels: curcol, puisi
Newer Posts Older Posts Home
Subscribe to: Posts (Atom)

Blog Design by Gisele Jaquenod | Distributed by Deluxe Templates