skip to main | skip to sidebar

About me

Unknown
View my complete profile

Subscribe To

Posts
    Atom
Posts
All Comments
    Atom
All Comments

Archivo del blog

  • ▼ 2016 (5)
    • ▼ November (1)
      • Rindu
    • ► October (2)
    • ► May (2)
  • ► 2015 (5)
    • ► October (2)
    • ► September (1)
    • ► July (1)
    • ► June (1)
  • ► 2014 (10)
    • ► November (1)
    • ► October (2)
    • ► June (1)
    • ► May (1)
    • ► April (2)
    • ► February (2)
    • ► January (1)
  • ► 2013 (23)
    • ► December (1)
    • ► November (2)
    • ► October (3)
    • ► September (4)
    • ► August (3)
    • ► July (10)

Followers

Pages

  • Home
  • Facebook

Sample text

About Us

Powered by Blogger.

surat kecil untuknya

9:08 AM - Posted by Unknown - 0 comments
dear
lelaki masa depan ku
aku yakin
kau pasti ada
aku yakin
kita akan bertemu
sebelum nantinya
Tuhan memanggilku
aku yakin
kau orang baik
dan aku yakin
kau orang yg terbaik yang Tuhan ciptakan untukku
dear
lelaki masa depan ku
aku tak tahu siapa kau
aku tak tahu di mana kau sekarang
aku tak tahu sedang apa kau sekarang
aku tak tahu sedang dengan siapa kau sekarang
aku tak tahu apa yg kau sukai
dan aku tak tahu segalanya tentang mu
karena misteri masih menyelimutimu
dear
lelaki masa depan ku
siapa pun kau
dimana pun kau sekarang
dengan siapa pun kau sekarang
apapun yang sedang kau tekuni sekarang
itu hanya skenario kecil yg Tuhan buat
karena ku tahu
kau adalah orang terbaik yang Tuhan ciptakan untuk ku
dear
lelaki masa depan ku
jika engkau masih menuntut ilmu
tetaplah semangat
jika engkau sedang bekerja
bersungguh-sungguhlah
jika engkau sedang bermain-main
bermainlah
dan jika kau tersesat, teruslah berjalan
dear
lelaki masa depan ku
aku tak mengenal mu
tak mngetahui tentang mu
namun dalam setiap sujud ku
dalam setiap doa yg yg kupanjatkan
selalu terselip doa untuk mu
***
dini hari,
merenung ingin mempunyai pendamping
tapi umur adalah misteri


kenangan

8:43 AM - Posted by Unknown - 0 comments
kerajaan ku mulai runtuh
dermaga ku telah sunyi
kapal mereka telah berlayar
jauh, . dan jauh
dan mungkin
tak akan ada lagi yg akan berlabuh
kejayaan akan berakhir
menyisakan sejarah yg terkenang masa
catatan, patung
akan menjadi bukti kuat sejarah
bukti bahwa kejayaan itu pernah ada
atau
Tuhan punya rencana lain
semua hilang
musnah karena bencana
hanya cerita mulut
yang mngalir dari masa ke masa
hinggah terkikis oleh waktu
lalu hilang termakan oleh zaman
****
Korea, dini hari,.
ktika melihat gambar mereka
kenangan kembali terputar,.


ketika pangeran menemukan putrinya

12:51 AM - Posted by Unknown - 0 comments
ketika pangeran yang dinanti
telah menemukan putrinya
ketika harapan dan impian
telah sirna dengan perlahan
impian yang tinggal sebatas mimpi

ketika pangeran yang dinanti
telah menemukan putrinya
entah merupakan angin sejuk
atau angin mendung
entah angin apa yang menghampiri

ketika pangeran yang dinanti
telah menemukan putrinya
garis tangan telah ditetapkan
ketetapannya untuk menjadi seorang putri

ketika pangeran yang dinanti
telah menemukan putrinya
mimpi indah telah tertiup angin
sudah saatnya terbangun
terbangun dari mimpi yang panjang
garis tangan telah digariskan


ketika pangeran yang dinanti
telah menemukan putrinya
.
.
.
.
.



****
saat kenyataan itu telah jelas terlihat
mimpi indah menjadi buruk dan  menyakitkan


kisah terakhir "Tentang Dia"

8:26 AM - Posted by Unknown - 0 comments
kasih...
kau beri udara untuk nafasku
kau beri warna bagi kelabu jiwa ku
tak kala butiran hujan
mengusik impian semu
kau hadir disini dibatas kerinduan ku

"September ceria" menjadi lagu penyambutan minggu pertama saya dibulan September ini. Saya menyukai lagu tembang kenangan. Kata-katanya begitu indah, begitu tersirat maknanya. Dengan kata-kata romantic yang dibuat dengan begitu apik. Dan lagu ini menjadi lagu favorit saya.


Rindu Rembulan

1:25 PM - Posted by Unknown - 0 comments
“Kenapa malam ini panas sekali, padahal baru beberapa saat yang lalu aku menyiram tubuh ku”, keluh ku sambil terus mengetik kata demi kata. Tugas kali ini seakan membuat kami membuat sebuah cerita. Menyusun kata demi kata untuk merangkai sebuah kalimat yang nantinya bisa menjadi sebuah referensi. “kenapa harus sekarang sih?” sekali lagi keluhku terlontar. Tugas inilah yang membuat seluruh mahasiswa angkatanku merasa sedikit jengkel. Disaat fakultas lain sudah mulai berlibur, kami malah berkutat dengan praktek dan laporan. Ditambah lagi deadline yang begitu mencekik.

“arghh, error lagi?”. Praktek kali ini adalah bahasa pemograman. Dosennya begitu rajin , setidaknya hanya butuh satu tangan untuk menghitung kehadirannya, sementara praktek kami berhadapan dengan para asdos (asisten dosen) yang disiplinnya,, ampun daahh.

Aku berebah sejenak. Ku penjamkan mata ku, merehatkan sejenak mata yang sedari tadi bertatapan romantic dengan laptop. Tak kusadari, rembulan sedari tadi mengintip ku dari balik gorden.
“terang bulan”. Beranjak ku tegakkan badan ku, sungguh cantik. Semakin lama semakin bergerak. Pandangan ku tertutupi oleh bangunan tinggi ibukota. Ku melangkah keluar kamar menuju lantai balkon atas, berharap tak ada lagi bangun tinggi yang menghalanggi pandangan ku.

Tentu sajaa ku dapat melihat rembulan seluas mata memandang, melihat kerlap-kerlip lampu kota. Kota yang begitu sibuk, bahkan saat malam, saat seharusnya beristirahat, justru semakin ramai yang berlalu lalang. Kupandang ke atas. Langit yang cerah ditemani oleh bintang. Dan tentunya, rembulan. Angin bertiup dengan lembut, membangkitkan sedikit bulu kuduk ku.Sungguh  Malam yang tenang.

Semakin lama, mata ku terasa panas, hinggah tangan ku seperti terkena rintik air.
**
“petikan gitarmu begitu indah, hinggah sekarang masih terngiang ditelingaku. Mungkin kah malam ini kita seperti beberapa tahun yang lalu. Bersama-sama menatap rembulan dibelahan bumi yang berbeda. kita bernyanyi dengan bersama dengan alunan gitar sebagai pengiringnya.

Kau begitu sempurna
Di mataku kau begitu indah
Kau membuat diriku akan slalu memujimu”

Akh, kenangan itu silih berganti seperti  pemutaran video. Suara kendaran seperti menjadi latar music yg romantic. Tidak sepantasnya aku bersikap seperti itu. tak sepantasnya aku menuntut banyak seperti itu. malam ini, kenangan itu hadir kembali. Tangis ku pecah dipangkuan malam


Argh, tak sepantasnya aku menagis seperti ini, saat rembulan tersenyum manis padaku





lagi-lagi tentang Dia

1:45 AM - Posted by Unknown - 0 comments
Rintik hujan mengiringi perjalan ku siang ini. Akhir-akhir ini awan mendung sedang bertamu di Korea. "ah, langit seakan tau tentang isi hti ku" batin ku,.

Memang akhir-akhir ini perasaan ku tidak menentu. Namun selalu teredam karena padatnya kegiatan.
Duduk disamping jendela memberikan ruang pandang yang cukup luas untuk memandang keluar. Namun pandangan itu hanya kosong,. Pikiran ku hilir mudik bak mobil-mobil yg hilir mudik di jalan raya, yg entah kemana tujuannya,.

"명지 촌문대학"  (Myongji chonmundehak / Myongji College ) tiba-tiba lamunan ku buyar karena terdengar pemberitahuan pemberhetian bus. Segera ku tekan tombol tanda berhenti. Hujan semakin deras, memaksa ku untuk mempercepat langkah kaki mnuju 기숙사 (Gisuksa / dorm) , namun karena tenaga yg sudah terkuras habis dikampus, kubiarkan tubuh ini menikmati rahmat Tuhan ini.



menjadi "DORA" semalam

11:46 PM - Posted by Unknown - 0 comments
Huaamm,,
Selamat pagi dunia. Upss sebenarnya gk lagi pagi denk. Mentari udah terlalu lama berjalan menuju puncak. Jadi saya ganti ya. SELAMAT SIANG.
Petama-tama marilah kita panjatkan puji dan syukur kepada ALLAH SWT, karena atas kemaha kuasaan_Nya napas ini masih berhembus, tidur masih terbangung, jiwa dan raga masih kompak menjalani aktifitas, dan segala kebaikan yang terjadi hingga detik ini.

Tak lupa salawat dan salam kita hanturkan kepada junjungan besar nabi MUHAMMAD SAW, yang telah mengantarkan kita dari jaman yang gelap, kejaman yang terang benderang, jaman kemenangan seperti sekarang ini.



Newer Posts Older Posts Home

Archivo del blog

  • ▼ 2016 (5)
    • ▼ November (1)
      • Rindu
    • ► October (2)
    • ► May (2)
  • ► 2015 (5)
    • ► October (2)
    • ► September (1)
    • ► July (1)
    • ► June (1)
  • ► 2014 (10)
    • ► November (1)
    • ► October (2)
    • ► June (1)
    • ► May (1)
    • ► April (2)
    • ► February (2)
    • ► January (1)
  • ► 2013 (23)
    • ► December (1)
    • ► November (2)
    • ► October (3)
    • ► September (4)
    • ► August (3)
    • ► July (10)

Popular Posts

  • berlayar
    Entah apa namanya, saat rasa ini berkecambuk dijiwa. Terkadang saya bingung, ada apa dengan saya? Apa yang terjadi? Apa yang ingin saya lak...
  • Cinta Monyet
    Ketika aku kecil aku pernah menyukai seorang yang jauh dari umurku. Kata orang itu adalah cinta monyet. Cinta anak kecil yang akan berubah ...
  • Tuhan, Ampuni rasa ini
    Tuhan, Engkau jelas mengetahui rasa ini bahkan lebih tahu dari akal sehat ku sendri Tuhan, rasa ini begitu sulit kujabarkan dan terkad...
  • Rindu
    Malam, ketika surat ini tak sampai ketangannya biarkan rasa ini tersimpan tersimpan rapat bersama surat ini cukup malam ini yang menjadi...
  • Kagum atau Jatuh Cinta?
    Senior dan junior terkadang menjadi sebuah pembeda dan pembatas untuk saling beinteraksi. Tapi kisah kali ini sedikit beda. Dia bukan seper...
  • masih sama !
    Kupikir, aku  sudah bisa melupakan mu dan mengakhirinya di awal tahun. Ternyata aku salah. Hinggah detik ini aku pun belum bisa melupakan m...
  • tentang SMA dan Dia
    Semua orang pasti punya cerita cinta monyet, cinta waktu SMP, cinta SMA atau cinta-cinta yang lain. Dan ini ada sebuah cerita cinta waktu S...
  • Akhir cerita fantasi Disneyland
    Snow white and seven drawfs, Cinderella, beauty and the beast, sleeping beauty dan lain-lain . Siapa yang tidak mengenal ceritanya? Cerit...
  • Kenapa Lagi???
    Dan untuk kesekian kalinya. Aku kangen kamu bodohh.. hahhaaahah,, dan entah untuk yang keberapa kalinya janji yang terucap diingkari...
  • menjadi "DORA" semalam
    Huaamm,, Selamat pagi dunia. Upss sebenarnya gk lagi pagi denk. Mentari udah terlalu lama berjalan menuju puncak. Jadi saya ganti ya. SELA...

Archivo del blog

  • ▼ 2016 (5)
    • ▼ November (1)
      • Rindu
    • ► October (2)
    • ► May (2)
  • ► 2015 (5)
    • ► October (2)
    • ► September (1)
    • ► July (1)
    • ► June (1)
  • ► 2014 (10)
    • ► November (1)
    • ► October (2)
    • ► June (1)
    • ► May (1)
    • ► April (2)
    • ► February (2)
    • ► January (1)
  • ► 2013 (23)
    • ► December (1)
    • ► November (2)
    • ► October (3)
    • ► September (4)
    • ► August (3)
    • ► July (10)

Labels

  • cerita baru (1)
  • cerpen (4)
  • curcol (17)
  • event (1)
  • Idul Adha (1)
  • puisi (11)
  • Seoul (1)
  • tentang dia (7)

Search

Etiquetas

  • cerita baru (1)
  • cerpen (4)
  • curcol (17)
  • event (1)
  • Idul Adha (1)
  • puisi (11)
  • Seoul (1)
  • tentang dia (7)

Coretan Pensil Warna-Warni

Sunday, September 29, 2013

surat kecil untuknya

dear
lelaki masa depan ku
aku yakin
kau pasti ada
aku yakin
kita akan bertemu
sebelum nantinya
Tuhan memanggilku
aku yakin
kau orang baik
dan aku yakin
kau orang yg terbaik yang Tuhan ciptakan untukku
dear
lelaki masa depan ku
aku tak tahu siapa kau
aku tak tahu di mana kau sekarang
aku tak tahu sedang apa kau sekarang
aku tak tahu sedang dengan siapa kau sekarang
aku tak tahu apa yg kau sukai
dan aku tak tahu segalanya tentang mu
karena misteri masih menyelimutimu
dear
lelaki masa depan ku
siapa pun kau
dimana pun kau sekarang
dengan siapa pun kau sekarang
apapun yang sedang kau tekuni sekarang
itu hanya skenario kecil yg Tuhan buat
karena ku tahu
kau adalah orang terbaik yang Tuhan ciptakan untuk ku
dear
lelaki masa depan ku
jika engkau masih menuntut ilmu
tetaplah semangat
jika engkau sedang bekerja
bersungguh-sungguhlah
jika engkau sedang bermain-main
bermainlah
dan jika kau tersesat, teruslah berjalan
dear
lelaki masa depan ku
aku tak mengenal mu
tak mngetahui tentang mu
namun dalam setiap sujud ku
dalam setiap doa yg yg kupanjatkan
selalu terselip doa untuk mu
***
dini hari,
merenung ingin mempunyai pendamping
tapi umur adalah misteri
Posted by Unknown at 9:08 AM 0 comments
Labels: curcol, puisi

kenangan

kerajaan ku mulai runtuh
dermaga ku telah sunyi
kapal mereka telah berlayar
jauh, . dan jauh
dan mungkin
tak akan ada lagi yg akan berlabuh
kejayaan akan berakhir
menyisakan sejarah yg terkenang masa
catatan, patung
akan menjadi bukti kuat sejarah
bukti bahwa kejayaan itu pernah ada
atau
Tuhan punya rencana lain
semua hilang
musnah karena bencana
hanya cerita mulut
yang mngalir dari masa ke masa
hinggah terkikis oleh waktu
lalu hilang termakan oleh zaman
****
Korea, dini hari,.
ktika melihat gambar mereka
kenangan kembali terputar,.
Posted by Unknown at 8:43 AM 0 comments
Labels: curcol, puisi

Wednesday, September 25, 2013

ketika pangeran menemukan putrinya

ketika pangeran yang dinanti
telah menemukan putrinya
ketika harapan dan impian
telah sirna dengan perlahan
impian yang tinggal sebatas mimpi

ketika pangeran yang dinanti
telah menemukan putrinya
entah merupakan angin sejuk
atau angin mendung
entah angin apa yang menghampiri

ketika pangeran yang dinanti
telah menemukan putrinya
garis tangan telah ditetapkan
ketetapannya untuk menjadi seorang putri

ketika pangeran yang dinanti
telah menemukan putrinya
mimpi indah telah tertiup angin
sudah saatnya terbangun
terbangun dari mimpi yang panjang
garis tangan telah digariskan


ketika pangeran yang dinanti
telah menemukan putrinya
.
.
.
.
.



****
saat kenyataan itu telah jelas terlihat
mimpi indah menjadi buruk dan  menyakitkan
Posted by Unknown at 12:51 AM 0 comments
Labels: curcol, puisi

Friday, September 13, 2013

kisah terakhir "Tentang Dia"

kasih...
kau beri udara untuk nafasku
kau beri warna bagi kelabu jiwa ku
tak kala butiran hujan
mengusik impian semu
kau hadir disini dibatas kerinduan ku

"September ceria" menjadi lagu penyambutan minggu pertama saya dibulan September ini. Saya menyukai lagu tembang kenangan. Kata-katanya begitu indah, begitu tersirat maknanya. Dengan kata-kata romantic yang dibuat dengan begitu apik. Dan lagu ini menjadi lagu favorit saya.
Posted by Unknown at 8:26 AM 0 comments
Labels: cerpen

Wednesday, August 14, 2013

Rindu Rembulan

“Kenapa malam ini panas sekali, padahal baru beberapa saat yang lalu aku menyiram tubuh ku”, keluh ku sambil terus mengetik kata demi kata. Tugas kali ini seakan membuat kami membuat sebuah cerita. Menyusun kata demi kata untuk merangkai sebuah kalimat yang nantinya bisa menjadi sebuah referensi. “kenapa harus sekarang sih?” sekali lagi keluhku terlontar. Tugas inilah yang membuat seluruh mahasiswa angkatanku merasa sedikit jengkel. Disaat fakultas lain sudah mulai berlibur, kami malah berkutat dengan praktek dan laporan. Ditambah lagi deadline yang begitu mencekik.

“arghh, error lagi?”. Praktek kali ini adalah bahasa pemograman. Dosennya begitu rajin , setidaknya hanya butuh satu tangan untuk menghitung kehadirannya, sementara praktek kami berhadapan dengan para asdos (asisten dosen) yang disiplinnya,, ampun daahh.

Aku berebah sejenak. Ku penjamkan mata ku, merehatkan sejenak mata yang sedari tadi bertatapan romantic dengan laptop. Tak kusadari, rembulan sedari tadi mengintip ku dari balik gorden.
“terang bulan”. Beranjak ku tegakkan badan ku, sungguh cantik. Semakin lama semakin bergerak. Pandangan ku tertutupi oleh bangunan tinggi ibukota. Ku melangkah keluar kamar menuju lantai balkon atas, berharap tak ada lagi bangun tinggi yang menghalanggi pandangan ku.

Tentu sajaa ku dapat melihat rembulan seluas mata memandang, melihat kerlap-kerlip lampu kota. Kota yang begitu sibuk, bahkan saat malam, saat seharusnya beristirahat, justru semakin ramai yang berlalu lalang. Kupandang ke atas. Langit yang cerah ditemani oleh bintang. Dan tentunya, rembulan. Angin bertiup dengan lembut, membangkitkan sedikit bulu kuduk ku.Sungguh  Malam yang tenang.

Semakin lama, mata ku terasa panas, hinggah tangan ku seperti terkena rintik air.
**
“petikan gitarmu begitu indah, hinggah sekarang masih terngiang ditelingaku. Mungkin kah malam ini kita seperti beberapa tahun yang lalu. Bersama-sama menatap rembulan dibelahan bumi yang berbeda. kita bernyanyi dengan bersama dengan alunan gitar sebagai pengiringnya.

Kau begitu sempurna
Di mataku kau begitu indah
Kau membuat diriku akan slalu memujimu”

Akh, kenangan itu silih berganti seperti  pemutaran video. Suara kendaran seperti menjadi latar music yg romantic. Tidak sepantasnya aku bersikap seperti itu. tak sepantasnya aku menuntut banyak seperti itu. malam ini, kenangan itu hadir kembali. Tangis ku pecah dipangkuan malam


Argh, tak sepantasnya aku menagis seperti ini, saat rembulan tersenyum manis padaku



Posted by Unknown at 1:25 PM 0 comments
Labels: cerpen

Monday, August 12, 2013

lagi-lagi tentang Dia

Rintik hujan mengiringi perjalan ku siang ini. Akhir-akhir ini awan mendung sedang bertamu di Korea. "ah, langit seakan tau tentang isi hti ku" batin ku,.

Memang akhir-akhir ini perasaan ku tidak menentu. Namun selalu teredam karena padatnya kegiatan.
Duduk disamping jendela memberikan ruang pandang yang cukup luas untuk memandang keluar. Namun pandangan itu hanya kosong,. Pikiran ku hilir mudik bak mobil-mobil yg hilir mudik di jalan raya, yg entah kemana tujuannya,.

"명지 촌문대학"  (Myongji chonmundehak / Myongji College ) tiba-tiba lamunan ku buyar karena terdengar pemberitahuan pemberhetian bus. Segera ku tekan tombol tanda berhenti. Hujan semakin deras, memaksa ku untuk mempercepat langkah kaki mnuju 기숙사 (Gisuksa / dorm) , namun karena tenaga yg sudah terkuras habis dikampus, kubiarkan tubuh ini menikmati rahmat Tuhan ini.

Posted by Unknown at 1:45 AM 0 comments
Labels: tentang dia

Thursday, August 1, 2013

menjadi "DORA" semalam

Huaamm,,
Selamat pagi dunia. Upss sebenarnya gk lagi pagi denk. Mentari udah terlalu lama berjalan menuju puncak. Jadi saya ganti ya. SELAMAT SIANG.
Petama-tama marilah kita panjatkan puji dan syukur kepada ALLAH SWT, karena atas kemaha kuasaan_Nya napas ini masih berhembus, tidur masih terbangung, jiwa dan raga masih kompak menjalani aktifitas, dan segala kebaikan yang terjadi hingga detik ini.

Tak lupa salawat dan salam kita hanturkan kepada junjungan besar nabi MUHAMMAD SAW, yang telah mengantarkan kita dari jaman yang gelap, kejaman yang terang benderang, jaman kemenangan seperti sekarang ini.

Posted by Unknown at 11:46 PM 0 comments
Labels: curcol, Seoul
Newer Posts Older Posts Home
Subscribe to: Posts (Atom)

Blog Design by Gisele Jaquenod | Distributed by Deluxe Templates