skip to main | skip to sidebar

About me

Unknown
View my complete profile

Subscribe To

Posts
    Atom
Posts
All Comments
    Atom
All Comments

Archivo del blog

  • ▼ 2016 (5)
    • ▼ November (1)
      • Rindu
    • ► October (2)
    • ► May (2)
  • ► 2015 (5)
    • ► October (2)
    • ► September (1)
    • ► July (1)
    • ► June (1)
  • ► 2014 (10)
    • ► November (1)
    • ► October (2)
    • ► June (1)
    • ► May (1)
    • ► April (2)
    • ► February (2)
    • ► January (1)
  • ► 2013 (23)
    • ► December (1)
    • ► November (2)
    • ► October (3)
    • ► September (4)
    • ► August (3)
    • ► July (10)

Followers

Pages

  • Home
  • Facebook

Sample text

About Us

Powered by Blogger.

pergi untuk kembali

10:56 PM - Posted by Unknown - 0 comments


Setelah 1032 jam kita berada didaratan yang sama, hari ini kita kembali dipisahkan oleh lautan yang bermil-mil jauhnya. Ini bukan sebuah akhir, tapi sebuah awal menghitung hari untuk kembali. Tak ada yang tak mungkin, saya yakin dan percaya bahwa apa yang kita ikrarkan di depan  hamparan lautan adalah komitmen yang akan kita jaga bersama. Saya tak sedih akan kepergian itu, justru ada untaian senyum dipertemuan kita hari ini. Hati-hati dijalan. Seperti pesan mu disetiap perjalanan ku, “hati-hati jangan tidur sembarang “. 
Semoga hari itu akan datang, saat saya kembali ke Dermaga untuk menjemput kedatangan mu kembali.


Nano-nano

6:57 PM - Posted by Unknown - 0 comments


Ada rasa yang tak bisa tersuarakan
Ada suara yang tak bisa menjelasakan
Ada diam yang tak bisa di nyatakan.
Semua bercampur menjadi satu.

Adakah seorang yang memahami rasa ini.
Adakah dia bertanya akan diam ku
Adakah dia bertanya akan suara yang asing ini
Adakah dia bertanya akan gerak yang kaku ini
Haruskah aku berkata “A” ataukah “B”
Untuk sedikit   menyentilnya?

Tidak,
Tidak perlu. .
Sekali lagi tidak perlu . .
Laku itu,
Jarak ini
Dan  kenyataan ini
Cukup menjelaskan
Bahwa kita berbeda
Aku bukan untuk mu !!!
Dan kamu bukan untuk ku !!!


***
Saat kisah tak lagi terkisahkan


Aku

6:56 PM - Posted by Unknown - 0 comments
ketika rasa tak bisa termaknai
ragam kata pun terucap,
membentuk bait-bait nada tak beraturan
rendah -tinggi-rendah-

ingin rasanya berbagi
berbagai tentang makna yang belum terungkap
berkeluh walau masih mengeja kata

hm, ini bukan karena dia
bukan pula karena mereka
ini hanya tentang aku yang meng-aku

ya, ini bukan tentang dia
bukan dia yang meng-aku
hanya sebuah peng-aku-an
tentang aku dan  arti aku
aku yang bercabang makna.




Hei Kau

7:30 PM - Posted by Unknown - 0 comments
Hei kau,,
Siapa aku bagimu
Adakah arti lain bagi mu,
Atau aku yang terlalu cepat membuat kesimpulan

Hei kau,,
Terkadang aku merasa
Menjadi seorang  kakak
Tapi terkadang sikap mu
Membuat ku terlihat seperti adik

Hei kau,
Siapa lagi wanita yang kau buat seperti ini
Hanya akulah
Atau kepada semua wanita disekitar mu

Hei kau,
Tak usah seperti itu
Kami adalah wanita
Yang terlalu peka
Terlalu percaya diri dalam membaca sikap lelaki


Hei kau, ***


Senior dan Junior dalam sebuah Kisah

7:28 PM - Posted by Unknown - 0 comments
Alhamdulillah, setelah empat tahun dengan status menjadi seorang mahasiswa, akhirnya tinggal menghitung hari saya akan kembali ketempat dimana saya berasal. Walaupun kemana langkah akan berjalan belum sepenuhnya terpikirkan, namun dengan tekad yang hampir bulat saya akan pulang. Jika kemudian saya akan mendapatkan pekerjaan segera, berarti kepulangan ini untuk meminta doa restu kepada keluarga dan sanak family agar segala sesuatunya akan berjalan dengan lancar, dan selalu mendapat kemudahan dimana kaki berpijak.

Malam ini saya harus segera menyelesaikan laporan yang beberapa hari lagi harus dilaporkan. Hanya


Kagum atau Jatuh Cinta?

6:08 AM - Posted by Unknown - 0 comments
Senior dan junior terkadang menjadi sebuah pembeda dan pembatas untuk saling beinteraksi. Tapi kisah kali ini sedikit beda. Dia bukan seperti senior yang kebanyakan kukenal. Senior yang biasanya menjadikan status tersebut untuk bertindak seenaknya pada juniornya. Yang banyak berkata-kata untuk membuktikan seberapa hebatnya dia. Sehinga hampir kusimpulkan bahwa semua senior itu “SAMA”.

Namun, pandangan itu mulai sedikit terbantahkan. Bermula sebuah kegiatan kampus. Awalnya saya hanya ikut  teman saja,  dan ada senior tersebut.   senior yang belum pernah bertemu sebelumnya. Kisahnya sudah sering ku dengar dari senior – senior yang lain, tapi untuk bertemu secara langsung belum pernah. Seperti biasa saya langsung berasumsi bahwa pasti seperti senior yang biasanya, banyak berucap tapi kadang tak sesuai dengan implementasi. Dan benar adanya, begitu banyak teori yang disampaikannya, tapi pembuktiannya saya belum bisa dibuktikan.

Waktu terus berjalan. Dan tibalah  pada sebuah forum dengan sitkon yang cukup serius.  semua hadir pada acara itu, termasuk senior itu.  jika dilihat senior itu  tak secantik artis ibu kota, tapi tidak juga bilang dibawa rata-rata. Untuk akademik, dia cukup menjadi yang diperhitungkan. Begitu menurut cerita yang beredar.  Diskusi dimulai. Awalnya dia hanya sebagai pihak penyimak, sambil mencoret-coret sebuah kertas. Entah apa yang ditulisnya. Suasana semakin larut, dan alur pembicaraan semakin panas. Dan tiba-tiba ada suara yang masuk, yang selama forum  berjalan belum pernah terdengar. Yah, dia adalah senior itu. senior yang sedari tadi hanya diam dalam tulisannya. Dengan anggun dia memaparkan argumentnya. Dalam forum ini, jumlah wanita bisa dihitung dengan jari bahkan bisa dihitung walau hanya dengan satu tangan. Senior itu membuktikan bahwa, wanita bisa berbicara walaupun dalam  forum yang didominasi oleh pria. Suaranya tegas dan berwibawa. Kata-katanya diatur dengan baik sehingga mudah dipahami. Semua menyimak dan memberikan waktu hingga selesai. Suasana berbeda ketika senior itu yang berbicara. Mungkin sejak saat itu, saya mulai KAGUM  padanya.  

Kisah berlanjut. Saya dan senior itu sering terlibat dalam beberapa kegiatan.  Hingga yang awalnya hanya bisa melihat dari jauh, sekarang bisa melihat lebih dekat.   Tak sengaja setelah kegiatan, saya dan senior pulang bersama. Meskipun kami sudah cukup dekat namun, rasa segan terhadap senior masih ada. kami naik angkutan yang sama. Tak ada percakapan dimenit awal. Namun beberapa menit kemudian, dia membuka percakapan dengan  bertanya pada ku. Hingga berlanjut ke Tanya jawab. Perjalanan yang biasa ditempuh dalam 10 menit, berubah menjadi lebih lama karena macet. Ternyata ada hikmah dari kemacetan ini. karena macet tersbut aku jadi tahu bahwa  dia adalah orang yang sangat  easy going. Ada beberapa kisah yang dikisahkan, dan selalu ada nilai yang bisa diambil dari kisah tersebut. ingin rasanya macet itu lebih lama. Masih ingin mendengar lebih banyak kisah yang ia kisahkan. Dalam diamku menyimaknya, terbesit sebuah pertanyaan. “adakah yang telah memiliki wanita ini?”. ya, aku sadar, aku hanya seorang junior yang masih butuh banyak belajar. Yang masih jauh dari dia.

Dan sejak saat itu, aku bingung dalam mengartikan perasaan yang tidak jelas tentag dia. Apakah ini masih perasaan “kagum atau Jatuh CInta”.






Aku dalam bingung

9:15 PM - Posted by Unknown - 0 comments
Hari berganti
Matahari semakin cepat berputar,
umurku semakin menanjak
dan aku masih disini
masih menjadi orang yang sama
dengan pola pemikiran yang masih  sama

kata orang mereka berubah
berubah menjadi lebih baik
belajar dari sejarah
dan sedang mengukir impian masa depan
mereka ambisius
pantang menyerah
mencoba setiap celah kecil
yang mungkin bisa membuat ledakan besar

dan aku
masih seperti ini
berkoar-koar menebarkan semangat
memberikan petuah-petuah bijak
yang aku pun masih terbata dalam berucap

aku,
aku dalam bingung
kebingungan dalam mengarungi samudera
terombang-ambing mengikuti kemana angin bertiup
berputar arah ketika musim berganti
tak ada perlawanan
tak ada pertahanan


aku
aku yang masih mengikuti kata angin
aku dalam bingung


Newer Posts Older Posts Home

Archivo del blog

  • ▼ 2016 (5)
    • ▼ November (1)
      • Rindu
    • ► October (2)
    • ► May (2)
  • ► 2015 (5)
    • ► October (2)
    • ► September (1)
    • ► July (1)
    • ► June (1)
  • ► 2014 (10)
    • ► November (1)
    • ► October (2)
    • ► June (1)
    • ► May (1)
    • ► April (2)
    • ► February (2)
    • ► January (1)
  • ► 2013 (23)
    • ► December (1)
    • ► November (2)
    • ► October (3)
    • ► September (4)
    • ► August (3)
    • ► July (10)

Popular Posts

  • berlayar
    Entah apa namanya, saat rasa ini berkecambuk dijiwa. Terkadang saya bingung, ada apa dengan saya? Apa yang terjadi? Apa yang ingin saya lak...
  • Cinta Monyet
    Ketika aku kecil aku pernah menyukai seorang yang jauh dari umurku. Kata orang itu adalah cinta monyet. Cinta anak kecil yang akan berubah ...
  • Tuhan, Ampuni rasa ini
    Tuhan, Engkau jelas mengetahui rasa ini bahkan lebih tahu dari akal sehat ku sendri Tuhan, rasa ini begitu sulit kujabarkan dan terkad...
  • Rindu
    Malam, ketika surat ini tak sampai ketangannya biarkan rasa ini tersimpan tersimpan rapat bersama surat ini cukup malam ini yang menjadi...
  • Kagum atau Jatuh Cinta?
    Senior dan junior terkadang menjadi sebuah pembeda dan pembatas untuk saling beinteraksi. Tapi kisah kali ini sedikit beda. Dia bukan seper...
  • masih sama !
    Kupikir, aku  sudah bisa melupakan mu dan mengakhirinya di awal tahun. Ternyata aku salah. Hinggah detik ini aku pun belum bisa melupakan m...
  • tentang SMA dan Dia
    Semua orang pasti punya cerita cinta monyet, cinta waktu SMP, cinta SMA atau cinta-cinta yang lain. Dan ini ada sebuah cerita cinta waktu S...
  • Akhir cerita fantasi Disneyland
    Snow white and seven drawfs, Cinderella, beauty and the beast, sleeping beauty dan lain-lain . Siapa yang tidak mengenal ceritanya? Cerit...
  • Kenapa Lagi???
    Dan untuk kesekian kalinya. Aku kangen kamu bodohh.. hahhaaahah,, dan entah untuk yang keberapa kalinya janji yang terucap diingkari...
  • menjadi "DORA" semalam
    Huaamm,, Selamat pagi dunia. Upss sebenarnya gk lagi pagi denk. Mentari udah terlalu lama berjalan menuju puncak. Jadi saya ganti ya. SELA...

Archivo del blog

  • ▼ 2016 (5)
    • ▼ November (1)
      • Rindu
    • ► October (2)
    • ► May (2)
  • ► 2015 (5)
    • ► October (2)
    • ► September (1)
    • ► July (1)
    • ► June (1)
  • ► 2014 (10)
    • ► November (1)
    • ► October (2)
    • ► June (1)
    • ► May (1)
    • ► April (2)
    • ► February (2)
    • ► January (1)
  • ► 2013 (23)
    • ► December (1)
    • ► November (2)
    • ► October (3)
    • ► September (4)
    • ► August (3)
    • ► July (10)

Labels

  • cerita baru (1)
  • cerpen (4)
  • curcol (17)
  • event (1)
  • Idul Adha (1)
  • puisi (11)
  • Seoul (1)
  • tentang dia (7)

Search

Etiquetas

  • cerita baru (1)
  • cerpen (4)
  • curcol (17)
  • event (1)
  • Idul Adha (1)
  • puisi (11)
  • Seoul (1)
  • tentang dia (7)

Coretan Pensil Warna-Warni

Saturday, October 8, 2016

pergi untuk kembali



Setelah 1032 jam kita berada didaratan yang sama, hari ini kita kembali dipisahkan oleh lautan yang bermil-mil jauhnya. Ini bukan sebuah akhir, tapi sebuah awal menghitung hari untuk kembali. Tak ada yang tak mungkin, saya yakin dan percaya bahwa apa yang kita ikrarkan di depan  hamparan lautan adalah komitmen yang akan kita jaga bersama. Saya tak sedih akan kepergian itu, justru ada untaian senyum dipertemuan kita hari ini. Hati-hati dijalan. Seperti pesan mu disetiap perjalanan ku, “hati-hati jangan tidur sembarang “. 
Semoga hari itu akan datang, saat saya kembali ke Dermaga untuk menjemput kedatangan mu kembali.
Posted by Unknown at 10:56 PM 0 comments

Saturday, May 21, 2016

Nano-nano



Ada rasa yang tak bisa tersuarakan
Ada suara yang tak bisa menjelasakan
Ada diam yang tak bisa di nyatakan.
Semua bercampur menjadi satu.

Adakah seorang yang memahami rasa ini.
Adakah dia bertanya akan diam ku
Adakah dia bertanya akan suara yang asing ini
Adakah dia bertanya akan gerak yang kaku ini
Haruskah aku berkata “A” ataukah “B”
Untuk sedikit   menyentilnya?

Tidak,
Tidak perlu. .
Sekali lagi tidak perlu . .
Laku itu,
Jarak ini
Dan  kenyataan ini
Cukup menjelaskan
Bahwa kita berbeda
Aku bukan untuk mu !!!
Dan kamu bukan untuk ku !!!


***
Saat kisah tak lagi terkisahkan
Posted by Unknown at 6:57 PM 0 comments

Aku

ketika rasa tak bisa termaknai
ragam kata pun terucap,
membentuk bait-bait nada tak beraturan
rendah -tinggi-rendah-

ingin rasanya berbagi
berbagai tentang makna yang belum terungkap
berkeluh walau masih mengeja kata

hm, ini bukan karena dia
bukan pula karena mereka
ini hanya tentang aku yang meng-aku

ya, ini bukan tentang dia
bukan dia yang meng-aku
hanya sebuah peng-aku-an
tentang aku dan  arti aku
aku yang bercabang makna.


Posted by Unknown at 6:56 PM 0 comments
Labels: puisi

Monday, October 26, 2015

Hei Kau

Hei kau,,
Siapa aku bagimu
Adakah arti lain bagi mu,
Atau aku yang terlalu cepat membuat kesimpulan

Hei kau,,
Terkadang aku merasa
Menjadi seorang  kakak
Tapi terkadang sikap mu
Membuat ku terlihat seperti adik

Hei kau,
Siapa lagi wanita yang kau buat seperti ini
Hanya akulah
Atau kepada semua wanita disekitar mu

Hei kau,
Tak usah seperti itu
Kami adalah wanita
Yang terlalu peka
Terlalu percaya diri dalam membaca sikap lelaki


Hei kau, ***
Posted by Unknown at 7:30 PM 0 comments

Senior dan Junior dalam sebuah Kisah

Alhamdulillah, setelah empat tahun dengan status menjadi seorang mahasiswa, akhirnya tinggal menghitung hari saya akan kembali ketempat dimana saya berasal. Walaupun kemana langkah akan berjalan belum sepenuhnya terpikirkan, namun dengan tekad yang hampir bulat saya akan pulang. Jika kemudian saya akan mendapatkan pekerjaan segera, berarti kepulangan ini untuk meminta doa restu kepada keluarga dan sanak family agar segala sesuatunya akan berjalan dengan lancar, dan selalu mendapat kemudahan dimana kaki berpijak.

Malam ini saya harus segera menyelesaikan laporan yang beberapa hari lagi harus dilaporkan. Hanya
Posted by Unknown at 7:28 PM 0 comments
Labels: curcol, tentang dia

Saturday, September 12, 2015

Kagum atau Jatuh Cinta?

Senior dan junior terkadang menjadi sebuah pembeda dan pembatas untuk saling beinteraksi. Tapi kisah kali ini sedikit beda. Dia bukan seperti senior yang kebanyakan kukenal. Senior yang biasanya menjadikan status tersebut untuk bertindak seenaknya pada juniornya. Yang banyak berkata-kata untuk membuktikan seberapa hebatnya dia. Sehinga hampir kusimpulkan bahwa semua senior itu “SAMA”.

Namun, pandangan itu mulai sedikit terbantahkan. Bermula sebuah kegiatan kampus. Awalnya saya hanya ikut  teman saja,  dan ada senior tersebut.   senior yang belum pernah bertemu sebelumnya. Kisahnya sudah sering ku dengar dari senior – senior yang lain, tapi untuk bertemu secara langsung belum pernah. Seperti biasa saya langsung berasumsi bahwa pasti seperti senior yang biasanya, banyak berucap tapi kadang tak sesuai dengan implementasi. Dan benar adanya, begitu banyak teori yang disampaikannya, tapi pembuktiannya saya belum bisa dibuktikan.

Waktu terus berjalan. Dan tibalah  pada sebuah forum dengan sitkon yang cukup serius.  semua hadir pada acara itu, termasuk senior itu.  jika dilihat senior itu  tak secantik artis ibu kota, tapi tidak juga bilang dibawa rata-rata. Untuk akademik, dia cukup menjadi yang diperhitungkan. Begitu menurut cerita yang beredar.  Diskusi dimulai. Awalnya dia hanya sebagai pihak penyimak, sambil mencoret-coret sebuah kertas. Entah apa yang ditulisnya. Suasana semakin larut, dan alur pembicaraan semakin panas. Dan tiba-tiba ada suara yang masuk, yang selama forum  berjalan belum pernah terdengar. Yah, dia adalah senior itu. senior yang sedari tadi hanya diam dalam tulisannya. Dengan anggun dia memaparkan argumentnya. Dalam forum ini, jumlah wanita bisa dihitung dengan jari bahkan bisa dihitung walau hanya dengan satu tangan. Senior itu membuktikan bahwa, wanita bisa berbicara walaupun dalam  forum yang didominasi oleh pria. Suaranya tegas dan berwibawa. Kata-katanya diatur dengan baik sehingga mudah dipahami. Semua menyimak dan memberikan waktu hingga selesai. Suasana berbeda ketika senior itu yang berbicara. Mungkin sejak saat itu, saya mulai KAGUM  padanya.  

Kisah berlanjut. Saya dan senior itu sering terlibat dalam beberapa kegiatan.  Hingga yang awalnya hanya bisa melihat dari jauh, sekarang bisa melihat lebih dekat.   Tak sengaja setelah kegiatan, saya dan senior pulang bersama. Meskipun kami sudah cukup dekat namun, rasa segan terhadap senior masih ada. kami naik angkutan yang sama. Tak ada percakapan dimenit awal. Namun beberapa menit kemudian, dia membuka percakapan dengan  bertanya pada ku. Hingga berlanjut ke Tanya jawab. Perjalanan yang biasa ditempuh dalam 10 menit, berubah menjadi lebih lama karena macet. Ternyata ada hikmah dari kemacetan ini. karena macet tersbut aku jadi tahu bahwa  dia adalah orang yang sangat  easy going. Ada beberapa kisah yang dikisahkan, dan selalu ada nilai yang bisa diambil dari kisah tersebut. ingin rasanya macet itu lebih lama. Masih ingin mendengar lebih banyak kisah yang ia kisahkan. Dalam diamku menyimaknya, terbesit sebuah pertanyaan. “adakah yang telah memiliki wanita ini?”. ya, aku sadar, aku hanya seorang junior yang masih butuh banyak belajar. Yang masih jauh dari dia.

Dan sejak saat itu, aku bingung dalam mengartikan perasaan yang tidak jelas tentag dia. Apakah ini masih perasaan “kagum atau Jatuh CInta”.




Posted by Unknown at 6:08 AM 0 comments

Wednesday, July 8, 2015

Aku dalam bingung

Hari berganti
Matahari semakin cepat berputar,
umurku semakin menanjak
dan aku masih disini
masih menjadi orang yang sama
dengan pola pemikiran yang masih  sama

kata orang mereka berubah
berubah menjadi lebih baik
belajar dari sejarah
dan sedang mengukir impian masa depan
mereka ambisius
pantang menyerah
mencoba setiap celah kecil
yang mungkin bisa membuat ledakan besar

dan aku
masih seperti ini
berkoar-koar menebarkan semangat
memberikan petuah-petuah bijak
yang aku pun masih terbata dalam berucap

aku,
aku dalam bingung
kebingungan dalam mengarungi samudera
terombang-ambing mengikuti kemana angin bertiup
berputar arah ketika musim berganti
tak ada perlawanan
tak ada pertahanan


aku
aku yang masih mengikuti kata angin
aku dalam bingung
Posted by Unknown at 9:15 PM 0 comments
Newer Posts Older Posts Home
Subscribe to: Posts (Atom)

Blog Design by Gisele Jaquenod | Distributed by Deluxe Templates