skip to main | skip to sidebar

About me

Unknown
View my complete profile

Subscribe To

Posts
    Atom
Posts
All Comments
    Atom
All Comments

Archivo del blog

  • ▼ 2016 (5)
    • ▼ November (1)
      • Rindu
    • ► October (2)
    • ► May (2)
  • ► 2015 (5)
    • ► October (2)
    • ► September (1)
    • ► July (1)
    • ► June (1)
  • ► 2014 (10)
    • ► November (1)
    • ► October (2)
    • ► June (1)
    • ► May (1)
    • ► April (2)
    • ► February (2)
    • ► January (1)
  • ► 2013 (23)
    • ► December (1)
    • ► November (2)
    • ► October (3)
    • ► September (4)
    • ► August (3)
    • ► July (10)

Followers

Pages

  • Home
  • Facebook

Sample text

About Us

Powered by Blogger.

Senior dan Junior dalam sebuah Kisah

7:28 PM - Posted by Unknown - 0 comments
Alhamdulillah, setelah empat tahun dengan status menjadi seorang mahasiswa, akhirnya tinggal menghitung hari saya akan kembali ketempat dimana saya berasal. Walaupun kemana langkah akan berjalan belum sepenuhnya terpikirkan, namun dengan tekad yang hampir bulat saya akan pulang. Jika kemudian saya akan mendapatkan pekerjaan segera, berarti kepulangan ini untuk meminta doa restu kepada keluarga dan sanak family agar segala sesuatunya akan berjalan dengan lancar, dan selalu mendapat kemudahan dimana kaki berpijak.

Malam ini saya harus segera menyelesaikan laporan yang beberapa hari lagi harus dilaporkan. Hanya


Kagum atau Jatuh Cinta?

6:08 AM - Posted by Unknown - 0 comments
Senior dan junior terkadang menjadi sebuah pembeda dan pembatas untuk saling beinteraksi. Tapi kisah kali ini sedikit beda. Dia bukan seperti senior yang kebanyakan kukenal. Senior yang biasanya menjadikan status tersebut untuk bertindak seenaknya pada juniornya. Yang banyak berkata-kata untuk membuktikan seberapa hebatnya dia. Sehinga hampir kusimpulkan bahwa semua senior itu “SAMA”.

Namun, pandangan itu mulai sedikit terbantahkan. Bermula sebuah kegiatan kampus. Awalnya saya hanya ikut  teman saja,  dan ada senior tersebut.   senior yang belum pernah bertemu sebelumnya. Kisahnya sudah sering ku dengar dari senior – senior yang lain, tapi untuk bertemu secara langsung belum pernah. Seperti biasa saya langsung berasumsi bahwa pasti seperti senior yang biasanya, banyak berucap tapi kadang tak sesuai dengan implementasi. Dan benar adanya, begitu banyak teori yang disampaikannya, tapi pembuktiannya saya belum bisa dibuktikan.

Waktu terus berjalan. Dan tibalah  pada sebuah forum dengan sitkon yang cukup serius.  semua hadir pada acara itu, termasuk senior itu.  jika dilihat senior itu  tak secantik artis ibu kota, tapi tidak juga bilang dibawa rata-rata. Untuk akademik, dia cukup menjadi yang diperhitungkan. Begitu menurut cerita yang beredar.  Diskusi dimulai. Awalnya dia hanya sebagai pihak penyimak, sambil mencoret-coret sebuah kertas. Entah apa yang ditulisnya. Suasana semakin larut, dan alur pembicaraan semakin panas. Dan tiba-tiba ada suara yang masuk, yang selama forum  berjalan belum pernah terdengar. Yah, dia adalah senior itu. senior yang sedari tadi hanya diam dalam tulisannya. Dengan anggun dia memaparkan argumentnya. Dalam forum ini, jumlah wanita bisa dihitung dengan jari bahkan bisa dihitung walau hanya dengan satu tangan. Senior itu membuktikan bahwa, wanita bisa berbicara walaupun dalam  forum yang didominasi oleh pria. Suaranya tegas dan berwibawa. Kata-katanya diatur dengan baik sehingga mudah dipahami. Semua menyimak dan memberikan waktu hingga selesai. Suasana berbeda ketika senior itu yang berbicara. Mungkin sejak saat itu, saya mulai KAGUM  padanya.  

Kisah berlanjut. Saya dan senior itu sering terlibat dalam beberapa kegiatan.  Hingga yang awalnya hanya bisa melihat dari jauh, sekarang bisa melihat lebih dekat.   Tak sengaja setelah kegiatan, saya dan senior pulang bersama. Meskipun kami sudah cukup dekat namun, rasa segan terhadap senior masih ada. kami naik angkutan yang sama. Tak ada percakapan dimenit awal. Namun beberapa menit kemudian, dia membuka percakapan dengan  bertanya pada ku. Hingga berlanjut ke Tanya jawab. Perjalanan yang biasa ditempuh dalam 10 menit, berubah menjadi lebih lama karena macet. Ternyata ada hikmah dari kemacetan ini. karena macet tersbut aku jadi tahu bahwa  dia adalah orang yang sangat  easy going. Ada beberapa kisah yang dikisahkan, dan selalu ada nilai yang bisa diambil dari kisah tersebut. ingin rasanya macet itu lebih lama. Masih ingin mendengar lebih banyak kisah yang ia kisahkan. Dalam diamku menyimaknya, terbesit sebuah pertanyaan. “adakah yang telah memiliki wanita ini?”. ya, aku sadar, aku hanya seorang junior yang masih butuh banyak belajar. Yang masih jauh dari dia.

Dan sejak saat itu, aku bingung dalam mengartikan perasaan yang tidak jelas tentag dia. Apakah ini masih perasaan “kagum atau Jatuh CInta”.






Aku dalam bingung

9:15 PM - Posted by Unknown - 0 comments
Hari berganti
Matahari semakin cepat berputar,
umurku semakin menanjak
dan aku masih disini
masih menjadi orang yang sama
dengan pola pemikiran yang masih  sama

kata orang mereka berubah
berubah menjadi lebih baik
belajar dari sejarah
dan sedang mengukir impian masa depan
mereka ambisius
pantang menyerah
mencoba setiap celah kecil
yang mungkin bisa membuat ledakan besar

dan aku
masih seperti ini
berkoar-koar menebarkan semangat
memberikan petuah-petuah bijak
yang aku pun masih terbata dalam berucap

aku,
aku dalam bingung
kebingungan dalam mengarungi samudera
terombang-ambing mengikuti kemana angin bertiup
berputar arah ketika musim berganti
tak ada perlawanan
tak ada pertahanan


aku
aku yang masih mengikuti kata angin
aku dalam bingung


Cinta Monyet

9:07 PM - Posted by Unknown - 0 comments
Ketika aku kecil aku pernah menyukai seorang yang jauh dari umurku. Kata orang itu adalah cinta monyet. Cinta anak kecil yang akan berubah seiring berjalanannya waktu. Dan betul, semakin bertambahnya umur, semakin luasnya pertemanan, rasa suka waktu kecil itu mulai berubah. Kata orang cinta monyet itu berubah-ubah.

Beberapa bulan yang lalu aku genap berusia 25 tahun. Aku menyebutnya masa remaja Tua. Masa dimana aku akan menuju masa pematangan jiwa dan pikiran. Aku berpikir remaja karena terkadang pola pikirku yang masih sedikit labil.



Kenapa Lagi???

10:48 PM - Posted by Unknown - 0 comments

Dan untuk kesekian kalinya. Aku kangen kamu bodohh..

hahhaaahah,, dan entah untuk yang keberapa kalinya janji yang terucap diingkari. siapa yang harus disalahkan??? saya? kamu? atau ingatan saya? kalau kenangan yang disalahkan tentu tidak benar. karena kita tak punya kenangan bersama. 

aku pernah meminta pada Allah, ketika dia bukan terbaik untuk ku maka pisahkanlah kami dengan baik-baik, dan berikan kami pasangan  yang terbaik. bahkan aku meminta agar perasaan yang menggejolak ini dihilangkan. dan aku titipkan persasaan ku ini hinggah sang pangeran sesunggunya datang. Namun apa yang terjadi? sebenarnya aku sudah berhasil memendam perasaan dan menyimpannya dengan rapi.. Namun, aku hanyalah manusia biasa, yang belum bisa menahan perasaan yang bergejolak. terkadang rasa itu muncul kemudian hilang bersama rasa.. mungkin rasa bersalah atau mungkin juga benci.

kita semakin jauh, walaupun sebenarnya kita tak pernah dekat. mungkin aku yang terlalu kegeeran mengartikan segala yang terjadi.

Namun, apapun akhirnya, kau merupakan bagian dalam cerita perjalanan ku sebelum aku menemukan lelakiku. atau bahkan mungkin kaulah orangnya.. entahlah..

**
curahan hati seorang anak yang belum dewasa dalam mengartikan perasaan. CINTA atau KAGUM..





:D

5:46 AM - Posted by Unknown - 0 comments

Patah Hati??
Tidak juga.  Sepertinya aku mulai nyaman seperti ini. Yakin? Insyallah. Pangerannya gimana? Entahlah. Tak ada kabar dan semakin memudar seiring berjalannya waktu. 2, 3, 4, mungkin masih ada rasa, namun semakin sering  menjadi terbiasa. Dan sekarang, waktu dan keadaan menjadi pemenangnya.  Terima kasih untuk itu.
Selamat tinggal cerita 



Cerita Idul Adha 2014 :)

1:03 AM - Posted by Unknown - 0 comments


Assalamu alaikum..
Apa cerita Idul Adha mu.. ini cerita ku. saya mulai cerita ini dari 1 hari sebelum hari H.Kita flash Back sejak bangun tidur. cerita di mulai :D

 Bangun masih seperti sebelumnya kayaknya (lupa karena ditulis bukan hari H ). Cuma maen-maen dan tulis-tulis kalau nda salah ingat (wahahahha,, sudah tua, kejadian 2 hari saja udah lupa). Pas Ashar siap-siap menuju Pati. Kan maw lebaran disana. Yeeee ada cerita baru.

Setelah yang ditunggu datang (bis looh, bukan someone) tanpa dikomando langsung mengejar matahari.. upss lebay lagi maksudnya bis. Mungkin karena kurang beruntung pendekatan sama si supir jadinya pada berdiri semua ( wuuuuu, genit).. jam segitu ya wajarlah apalagi hari itukan weekend di tambah lagi karena lebaran. Ya jelas tidak dapat kursi.. jadilah kelima gadis cantik berdiri (saya kenalkan di sini saja. Aidyta, Eka, devi, Elsa, Amel).

Kalau orang liat sih langsung bisa ke tebak bahwa kami seperti orang yang baru pertama kali naik bis. Ahahahha, gk juga sih. Padahal biasa PP SBY – SMG. Mungkin moment nya beda. Kan biasanya duduk manis bukan berdiri saingan sama keneknya (bukan ketek ya :D). selama perjalanan banyak pemandangan waw,, ahahha,, liat WC terpanjang bahkan bisa di bilang tepanjang di dunia ( lebay lagi ni.)

Di skip saja ya, intinya sampai tujuan berdiri. Tapi ada part yang bagus. Apa itu..? eng  ing eng.. biasanya kan liat matahari terbenam berlatar laut atau pantai. Nah kalau yang ini beda. Matahari terbenam berlatar persawahan,, wahhh keren. Jadi pengen kalau buat rumah pinggir sawah. Jadi bisa nyegerin mata (cuci pake air udah bisa biqin segar kayaknya deh).

Alhamdulillah tiba sekitar setengah 6 waktu setempat. Tempat pemberhentiannya Puri (kalau bisa dibilang terminal gitu). Tidak langsung tiba di rumah. Kurang lebih  30 menit – 1 jam perjalanan.  Alhamdulillah tidak menunggu lama jemputan datang. jemputan?? iya, soalnya bis menuju tempat yang dimaksud udah pulang kandang, maksudnya udah gk ada lagi alias udah off (ceilee,, english)

Tempat tujuan kami ini namanya desa pesucen. Menurut penjelasan teman, Pesucen memiliki arti tempat suci. Desa ini terletak di kaki gunung Muria. Suasananya asri. Kebanyakan pekerjaan penduduk setempat adalah bertanam tebu, ketela, dan produksi batu bata.
Setelah tiba, sajian telah siap.  Alhmudulillah tuan rumah sangat baik dan ramah. Setelah makan di habisi, istirahat sejenak dan akhirnya berlayar ke pulau kapuk. Cape bro berdiri sepanjang jalan kenangan.. sepanjang perjalanan maksudnya..
**
Ke esokan harinya 5 Oktober 2014
Bangun dari jam 5 buat shalat dan  prepare  ke mesjid. Soalnya jam shalat di jawa sama di Sulawesi bedah. Mungkin semua Jawa tapi saya berpikir semua sama. Kalau di sini shalatnya mulai jam 6 sementara di Sulawesi maksudnya SULTRA ( Sulawesi Tenggara) mulainya jam 7.30.

Mesjid tempat kami sembayang adalah Masjid Jami’ Sirojul Anam. Setiba kami di sana ( ya sekitar jam 6 kurang) mesjid udah full. Mungkin yang shalat subuh sekalian nunngu buat shalat Ied kali yaa.  Sekitar pukul 06.20 WIB shalat telah selesai. 

Oh ya lupa. Sepajang perjalanan dari rumah ke mesjid serasa lagi berjalan di tengah taman argo wisata. Banyak buah-buahan bro. ada papaya, mangga, pisang jambu (lagu kali neng). Banyak lebih dari nama buah yang di lagu .

Setelah tiba , ternyata makanan sudah siap. Jadinya makan lagi dehh. Setelah makan, istrahat sejenak trus berjalan-jalan sekitar desa. Niatnya sih pengen cari tebu. Tapi ternyata tebuhnya udah panen. Yaaa mungkin belum jodoh untuk metik langsung. Tapi gk menyesal soalnya bisa nyegerin mata sama yang pemandangan yang hijau. Udaranya segar. Segar bingit (llau lebaynya gitu :-D)

Walaupun tidak bisa metik langsung dari kebunnya tapi makan tebunya Alhamdulillah kesampaian. Abis makan ngantuk deh padahal baru pagi. Mungkin efek kekenyangan.. hehhehe.

Pas bangun eh makanan udah siap lagi. Jadinya makan lagi :D. kalau tinggalnya seminggu sajalah bisa-bisa naik berkilo-kilo nii.. wkkkk

Setelah istirahat, sekitar pukul 4. Kami sudah siap. Mobil yang mengantar pun telah siap pula. Perjalanan menuju tempat menunggu bis kurang lebih sekitar 1 jam. Alhmdulillah kali ini perjalanan bisnya tidak berdiri. Sekitar pukul 7 kami sudah tiba di kos dengan selamat. Alhamdulillah.

**
Dalam perjalanan pulang, ada suatu janji yang terucap dalam batin ini. Insyaallah, jika suatu hari nanti masih diberi umur panjang, kesehatan dan Allah melimpahkan rejeki yang yang lebih, saya ingin ada moment khusus seperti ini, berkumpul bersama-sama, dan menyiapkan jamuan walaupun ala kadarnya, yang penting bisa ngumpul.. amiinn..
Ikhlas bagiku susah, namun ketika sudah sedikit hinggap di hati, rasanya bikin ketagihan..
Semoga kita selalu dalam lindungannya.. amiinnn :)

suasana mesjid

gifo dikit :D

depan masjid

Tuan Rumah :)



Newer Posts Older Posts Home

Archivo del blog

  • ▼ 2016 (5)
    • ▼ November (1)
      • Rindu
    • ► October (2)
    • ► May (2)
  • ► 2015 (5)
    • ► October (2)
    • ► September (1)
    • ► July (1)
    • ► June (1)
  • ► 2014 (10)
    • ► November (1)
    • ► October (2)
    • ► June (1)
    • ► May (1)
    • ► April (2)
    • ► February (2)
    • ► January (1)
  • ► 2013 (23)
    • ► December (1)
    • ► November (2)
    • ► October (3)
    • ► September (4)
    • ► August (3)
    • ► July (10)

Popular Posts

  • berlayar
    Entah apa namanya, saat rasa ini berkecambuk dijiwa. Terkadang saya bingung, ada apa dengan saya? Apa yang terjadi? Apa yang ingin saya lak...
  • Cinta Monyet
    Ketika aku kecil aku pernah menyukai seorang yang jauh dari umurku. Kata orang itu adalah cinta monyet. Cinta anak kecil yang akan berubah ...
  • Tuhan, Ampuni rasa ini
    Tuhan, Engkau jelas mengetahui rasa ini bahkan lebih tahu dari akal sehat ku sendri Tuhan, rasa ini begitu sulit kujabarkan dan terkad...
  • Rindu
    Malam, ketika surat ini tak sampai ketangannya biarkan rasa ini tersimpan tersimpan rapat bersama surat ini cukup malam ini yang menjadi...
  • Kagum atau Jatuh Cinta?
    Senior dan junior terkadang menjadi sebuah pembeda dan pembatas untuk saling beinteraksi. Tapi kisah kali ini sedikit beda. Dia bukan seper...
  • masih sama !
    Kupikir, aku  sudah bisa melupakan mu dan mengakhirinya di awal tahun. Ternyata aku salah. Hinggah detik ini aku pun belum bisa melupakan m...
  • tentang SMA dan Dia
    Semua orang pasti punya cerita cinta monyet, cinta waktu SMP, cinta SMA atau cinta-cinta yang lain. Dan ini ada sebuah cerita cinta waktu S...
  • Akhir cerita fantasi Disneyland
    Snow white and seven drawfs, Cinderella, beauty and the beast, sleeping beauty dan lain-lain . Siapa yang tidak mengenal ceritanya? Cerit...
  • Kenapa Lagi???
    Dan untuk kesekian kalinya. Aku kangen kamu bodohh.. hahhaaahah,, dan entah untuk yang keberapa kalinya janji yang terucap diingkari...
  • menjadi "DORA" semalam
    Huaamm,, Selamat pagi dunia. Upss sebenarnya gk lagi pagi denk. Mentari udah terlalu lama berjalan menuju puncak. Jadi saya ganti ya. SELA...

Archivo del blog

  • ▼ 2016 (5)
    • ▼ November (1)
      • Rindu
    • ► October (2)
    • ► May (2)
  • ► 2015 (5)
    • ► October (2)
    • ► September (1)
    • ► July (1)
    • ► June (1)
  • ► 2014 (10)
    • ► November (1)
    • ► October (2)
    • ► June (1)
    • ► May (1)
    • ► April (2)
    • ► February (2)
    • ► January (1)
  • ► 2013 (23)
    • ► December (1)
    • ► November (2)
    • ► October (3)
    • ► September (4)
    • ► August (3)
    • ► July (10)

Labels

  • cerita baru (1)
  • cerpen (4)
  • curcol (17)
  • event (1)
  • Idul Adha (1)
  • puisi (11)
  • Seoul (1)
  • tentang dia (7)

Search

Etiquetas

  • cerita baru (1)
  • cerpen (4)
  • curcol (17)
  • event (1)
  • Idul Adha (1)
  • puisi (11)
  • Seoul (1)
  • tentang dia (7)

Coretan Pensil Warna-Warni

Monday, October 26, 2015

Senior dan Junior dalam sebuah Kisah

Alhamdulillah, setelah empat tahun dengan status menjadi seorang mahasiswa, akhirnya tinggal menghitung hari saya akan kembali ketempat dimana saya berasal. Walaupun kemana langkah akan berjalan belum sepenuhnya terpikirkan, namun dengan tekad yang hampir bulat saya akan pulang. Jika kemudian saya akan mendapatkan pekerjaan segera, berarti kepulangan ini untuk meminta doa restu kepada keluarga dan sanak family agar segala sesuatunya akan berjalan dengan lancar, dan selalu mendapat kemudahan dimana kaki berpijak.

Malam ini saya harus segera menyelesaikan laporan yang beberapa hari lagi harus dilaporkan. Hanya
Posted by Unknown at 7:28 PM 0 comments
Labels: curcol, tentang dia

Saturday, September 12, 2015

Kagum atau Jatuh Cinta?

Senior dan junior terkadang menjadi sebuah pembeda dan pembatas untuk saling beinteraksi. Tapi kisah kali ini sedikit beda. Dia bukan seperti senior yang kebanyakan kukenal. Senior yang biasanya menjadikan status tersebut untuk bertindak seenaknya pada juniornya. Yang banyak berkata-kata untuk membuktikan seberapa hebatnya dia. Sehinga hampir kusimpulkan bahwa semua senior itu “SAMA”.

Namun, pandangan itu mulai sedikit terbantahkan. Bermula sebuah kegiatan kampus. Awalnya saya hanya ikut  teman saja,  dan ada senior tersebut.   senior yang belum pernah bertemu sebelumnya. Kisahnya sudah sering ku dengar dari senior – senior yang lain, tapi untuk bertemu secara langsung belum pernah. Seperti biasa saya langsung berasumsi bahwa pasti seperti senior yang biasanya, banyak berucap tapi kadang tak sesuai dengan implementasi. Dan benar adanya, begitu banyak teori yang disampaikannya, tapi pembuktiannya saya belum bisa dibuktikan.

Waktu terus berjalan. Dan tibalah  pada sebuah forum dengan sitkon yang cukup serius.  semua hadir pada acara itu, termasuk senior itu.  jika dilihat senior itu  tak secantik artis ibu kota, tapi tidak juga bilang dibawa rata-rata. Untuk akademik, dia cukup menjadi yang diperhitungkan. Begitu menurut cerita yang beredar.  Diskusi dimulai. Awalnya dia hanya sebagai pihak penyimak, sambil mencoret-coret sebuah kertas. Entah apa yang ditulisnya. Suasana semakin larut, dan alur pembicaraan semakin panas. Dan tiba-tiba ada suara yang masuk, yang selama forum  berjalan belum pernah terdengar. Yah, dia adalah senior itu. senior yang sedari tadi hanya diam dalam tulisannya. Dengan anggun dia memaparkan argumentnya. Dalam forum ini, jumlah wanita bisa dihitung dengan jari bahkan bisa dihitung walau hanya dengan satu tangan. Senior itu membuktikan bahwa, wanita bisa berbicara walaupun dalam  forum yang didominasi oleh pria. Suaranya tegas dan berwibawa. Kata-katanya diatur dengan baik sehingga mudah dipahami. Semua menyimak dan memberikan waktu hingga selesai. Suasana berbeda ketika senior itu yang berbicara. Mungkin sejak saat itu, saya mulai KAGUM  padanya.  

Kisah berlanjut. Saya dan senior itu sering terlibat dalam beberapa kegiatan.  Hingga yang awalnya hanya bisa melihat dari jauh, sekarang bisa melihat lebih dekat.   Tak sengaja setelah kegiatan, saya dan senior pulang bersama. Meskipun kami sudah cukup dekat namun, rasa segan terhadap senior masih ada. kami naik angkutan yang sama. Tak ada percakapan dimenit awal. Namun beberapa menit kemudian, dia membuka percakapan dengan  bertanya pada ku. Hingga berlanjut ke Tanya jawab. Perjalanan yang biasa ditempuh dalam 10 menit, berubah menjadi lebih lama karena macet. Ternyata ada hikmah dari kemacetan ini. karena macet tersbut aku jadi tahu bahwa  dia adalah orang yang sangat  easy going. Ada beberapa kisah yang dikisahkan, dan selalu ada nilai yang bisa diambil dari kisah tersebut. ingin rasanya macet itu lebih lama. Masih ingin mendengar lebih banyak kisah yang ia kisahkan. Dalam diamku menyimaknya, terbesit sebuah pertanyaan. “adakah yang telah memiliki wanita ini?”. ya, aku sadar, aku hanya seorang junior yang masih butuh banyak belajar. Yang masih jauh dari dia.

Dan sejak saat itu, aku bingung dalam mengartikan perasaan yang tidak jelas tentag dia. Apakah ini masih perasaan “kagum atau Jatuh CInta”.




Posted by Unknown at 6:08 AM 0 comments

Wednesday, July 8, 2015

Aku dalam bingung

Hari berganti
Matahari semakin cepat berputar,
umurku semakin menanjak
dan aku masih disini
masih menjadi orang yang sama
dengan pola pemikiran yang masih  sama

kata orang mereka berubah
berubah menjadi lebih baik
belajar dari sejarah
dan sedang mengukir impian masa depan
mereka ambisius
pantang menyerah
mencoba setiap celah kecil
yang mungkin bisa membuat ledakan besar

dan aku
masih seperti ini
berkoar-koar menebarkan semangat
memberikan petuah-petuah bijak
yang aku pun masih terbata dalam berucap

aku,
aku dalam bingung
kebingungan dalam mengarungi samudera
terombang-ambing mengikuti kemana angin bertiup
berputar arah ketika musim berganti
tak ada perlawanan
tak ada pertahanan


aku
aku yang masih mengikuti kata angin
aku dalam bingung
Posted by Unknown at 9:15 PM 0 comments

Wednesday, June 10, 2015

Cinta Monyet

Ketika aku kecil aku pernah menyukai seorang yang jauh dari umurku. Kata orang itu adalah cinta monyet. Cinta anak kecil yang akan berubah seiring berjalanannya waktu. Dan betul, semakin bertambahnya umur, semakin luasnya pertemanan, rasa suka waktu kecil itu mulai berubah. Kata orang cinta monyet itu berubah-ubah.

Beberapa bulan yang lalu aku genap berusia 25 tahun. Aku menyebutnya masa remaja Tua. Masa dimana aku akan menuju masa pematangan jiwa dan pikiran. Aku berpikir remaja karena terkadang pola pikirku yang masih sedikit labil.

Posted by Unknown at 9:07 PM 0 comments
Labels: cerpen, curcol

Sunday, November 9, 2014

Kenapa Lagi???


Dan untuk kesekian kalinya. Aku kangen kamu bodohh..

hahhaaahah,, dan entah untuk yang keberapa kalinya janji yang terucap diingkari. siapa yang harus disalahkan??? saya? kamu? atau ingatan saya? kalau kenangan yang disalahkan tentu tidak benar. karena kita tak punya kenangan bersama. 

aku pernah meminta pada Allah, ketika dia bukan terbaik untuk ku maka pisahkanlah kami dengan baik-baik, dan berikan kami pasangan  yang terbaik. bahkan aku meminta agar perasaan yang menggejolak ini dihilangkan. dan aku titipkan persasaan ku ini hinggah sang pangeran sesunggunya datang. Namun apa yang terjadi? sebenarnya aku sudah berhasil memendam perasaan dan menyimpannya dengan rapi.. Namun, aku hanyalah manusia biasa, yang belum bisa menahan perasaan yang bergejolak. terkadang rasa itu muncul kemudian hilang bersama rasa.. mungkin rasa bersalah atau mungkin juga benci.

kita semakin jauh, walaupun sebenarnya kita tak pernah dekat. mungkin aku yang terlalu kegeeran mengartikan segala yang terjadi.

Namun, apapun akhirnya, kau merupakan bagian dalam cerita perjalanan ku sebelum aku menemukan lelakiku. atau bahkan mungkin kaulah orangnya.. entahlah..

**
curahan hati seorang anak yang belum dewasa dalam mengartikan perasaan. CINTA atau KAGUM..



Posted by Unknown at 10:48 PM 0 comments
Labels: curcol

Saturday, October 11, 2014

:D


Patah Hati??
Tidak juga.  Sepertinya aku mulai nyaman seperti ini. Yakin? Insyallah. Pangerannya gimana? Entahlah. Tak ada kabar dan semakin memudar seiring berjalannya waktu. 2, 3, 4, mungkin masih ada rasa, namun semakin sering  menjadi terbiasa. Dan sekarang, waktu dan keadaan menjadi pemenangnya.  Terima kasih untuk itu.
Selamat tinggal cerita 

Posted by Unknown at 5:46 AM 0 comments
Labels: curcol

Friday, October 10, 2014

Cerita Idul Adha 2014 :)



Assalamu alaikum..
Apa cerita Idul Adha mu.. ini cerita ku. saya mulai cerita ini dari 1 hari sebelum hari H.Kita flash Back sejak bangun tidur. cerita di mulai :D

 Bangun masih seperti sebelumnya kayaknya (lupa karena ditulis bukan hari H ). Cuma maen-maen dan tulis-tulis kalau nda salah ingat (wahahahha,, sudah tua, kejadian 2 hari saja udah lupa). Pas Ashar siap-siap menuju Pati. Kan maw lebaran disana. Yeeee ada cerita baru.

Setelah yang ditunggu datang (bis looh, bukan someone) tanpa dikomando langsung mengejar matahari.. upss lebay lagi maksudnya bis. Mungkin karena kurang beruntung pendekatan sama si supir jadinya pada berdiri semua ( wuuuuu, genit).. jam segitu ya wajarlah apalagi hari itukan weekend di tambah lagi karena lebaran. Ya jelas tidak dapat kursi.. jadilah kelima gadis cantik berdiri (saya kenalkan di sini saja. Aidyta, Eka, devi, Elsa, Amel).

Kalau orang liat sih langsung bisa ke tebak bahwa kami seperti orang yang baru pertama kali naik bis. Ahahahha, gk juga sih. Padahal biasa PP SBY – SMG. Mungkin moment nya beda. Kan biasanya duduk manis bukan berdiri saingan sama keneknya (bukan ketek ya :D). selama perjalanan banyak pemandangan waw,, ahahha,, liat WC terpanjang bahkan bisa di bilang tepanjang di dunia ( lebay lagi ni.)

Di skip saja ya, intinya sampai tujuan berdiri. Tapi ada part yang bagus. Apa itu..? eng  ing eng.. biasanya kan liat matahari terbenam berlatar laut atau pantai. Nah kalau yang ini beda. Matahari terbenam berlatar persawahan,, wahhh keren. Jadi pengen kalau buat rumah pinggir sawah. Jadi bisa nyegerin mata (cuci pake air udah bisa biqin segar kayaknya deh).

Alhamdulillah tiba sekitar setengah 6 waktu setempat. Tempat pemberhentiannya Puri (kalau bisa dibilang terminal gitu). Tidak langsung tiba di rumah. Kurang lebih  30 menit – 1 jam perjalanan.  Alhamdulillah tidak menunggu lama jemputan datang. jemputan?? iya, soalnya bis menuju tempat yang dimaksud udah pulang kandang, maksudnya udah gk ada lagi alias udah off (ceilee,, english)

Tempat tujuan kami ini namanya desa pesucen. Menurut penjelasan teman, Pesucen memiliki arti tempat suci. Desa ini terletak di kaki gunung Muria. Suasananya asri. Kebanyakan pekerjaan penduduk setempat adalah bertanam tebu, ketela, dan produksi batu bata.
Setelah tiba, sajian telah siap.  Alhmudulillah tuan rumah sangat baik dan ramah. Setelah makan di habisi, istirahat sejenak dan akhirnya berlayar ke pulau kapuk. Cape bro berdiri sepanjang jalan kenangan.. sepanjang perjalanan maksudnya..
**
Ke esokan harinya 5 Oktober 2014
Bangun dari jam 5 buat shalat dan  prepare  ke mesjid. Soalnya jam shalat di jawa sama di Sulawesi bedah. Mungkin semua Jawa tapi saya berpikir semua sama. Kalau di sini shalatnya mulai jam 6 sementara di Sulawesi maksudnya SULTRA ( Sulawesi Tenggara) mulainya jam 7.30.

Mesjid tempat kami sembayang adalah Masjid Jami’ Sirojul Anam. Setiba kami di sana ( ya sekitar jam 6 kurang) mesjid udah full. Mungkin yang shalat subuh sekalian nunngu buat shalat Ied kali yaa.  Sekitar pukul 06.20 WIB shalat telah selesai. 

Oh ya lupa. Sepajang perjalanan dari rumah ke mesjid serasa lagi berjalan di tengah taman argo wisata. Banyak buah-buahan bro. ada papaya, mangga, pisang jambu (lagu kali neng). Banyak lebih dari nama buah yang di lagu .

Setelah tiba , ternyata makanan sudah siap. Jadinya makan lagi dehh. Setelah makan, istrahat sejenak trus berjalan-jalan sekitar desa. Niatnya sih pengen cari tebu. Tapi ternyata tebuhnya udah panen. Yaaa mungkin belum jodoh untuk metik langsung. Tapi gk menyesal soalnya bisa nyegerin mata sama yang pemandangan yang hijau. Udaranya segar. Segar bingit (llau lebaynya gitu :-D)

Walaupun tidak bisa metik langsung dari kebunnya tapi makan tebunya Alhamdulillah kesampaian. Abis makan ngantuk deh padahal baru pagi. Mungkin efek kekenyangan.. hehhehe.

Pas bangun eh makanan udah siap lagi. Jadinya makan lagi :D. kalau tinggalnya seminggu sajalah bisa-bisa naik berkilo-kilo nii.. wkkkk

Setelah istirahat, sekitar pukul 4. Kami sudah siap. Mobil yang mengantar pun telah siap pula. Perjalanan menuju tempat menunggu bis kurang lebih sekitar 1 jam. Alhmdulillah kali ini perjalanan bisnya tidak berdiri. Sekitar pukul 7 kami sudah tiba di kos dengan selamat. Alhamdulillah.

**
Dalam perjalanan pulang, ada suatu janji yang terucap dalam batin ini. Insyaallah, jika suatu hari nanti masih diberi umur panjang, kesehatan dan Allah melimpahkan rejeki yang yang lebih, saya ingin ada moment khusus seperti ini, berkumpul bersama-sama, dan menyiapkan jamuan walaupun ala kadarnya, yang penting bisa ngumpul.. amiinn..
Ikhlas bagiku susah, namun ketika sudah sedikit hinggap di hati, rasanya bikin ketagihan..
Semoga kita selalu dalam lindungannya.. amiinnn :)

suasana mesjid

gifo dikit :D

depan masjid

Tuan Rumah :)

Posted by Unknown at 1:03 AM 0 comments
Labels: cerita baru, Idul Adha
Newer Posts Older Posts Home
Subscribe to: Posts (Atom)

Blog Design by Gisele Jaquenod | Distributed by Deluxe Templates