Assalamu alaikum
Huoaaaam,, sepertinya sudah lama tidak bercuap-cuap. Ada yang kangen gk ya? Huuu,, pedenyaa,,
pede gk ada salahnya kan. Mungkin kemaren masih dalam kondisi galau jadi banyak inspirasi untuk menulis. Seperti yang saya pernah tulis dalam buku catatan diare saya (ups, diary maksudnya) “terkadang, galau itu membuat orang lebih pandai berbahasa, merangkai kata-demi-kata menyangkutkan dengan berbagai disiplin ilmu hingga menciptkaan bait-bait puisi yang mengagumkan “ . wah gak nyangka ni pas lagi buka-buka catatan dan ternyata nemu ini.
Masalah galau, pasti semua orang pernah ngalamin (gk
semua mungkin ya, setidaknya pasti ada).
Bukan hanya dari kalangan remaja / muda, tidak menutup kemungkinan juga pasti
dari kalangan tua. Nah, sebenarnya kata galau itu ada gk sih dalam kamus Bahasa
Indonesia atau sebenarnya Cuma Bahasa galau (gaul maksudnya) aja? Eh, ternyata
ada . Menurut Kamus Besar Bahasa
Indonesia, Galau adalah sibuk
beramai-ramai ; ramai sekali ; kacau tidak keruan (pikiran).
Masalah galau ni, saya tidak akan menapiknya karena memang
saya pernah alami sampai-sampai teman saya rishi. Mungkin karena saya yang
terlalu terbawa perasaan jadi apapun itu pasti akan terbawa perasaan tapi tidak semua juga sih. Misalnya
masalah kuliah, masalah nilai, masalah keuangan, dan yg terhot asmara. Tapi sekarang insyaallah udah enggak (kan udah tua,,
qqq). Tapi galau itu tidak selamanya berkesan negative kok. Menurut pengalaman
saya kemaren, pas masih mudah (hehehhe) kita bisa lebih puitis. Seperti yang
saya utarakan diatas. Jadi mungkin ada
baiknya ketika sedang galau ambil kertas, trus oret-oret deh, tidak usah
menggunakan kata-kata sesuai EYD, biarkan pikiran mengalir mengikuti irama
perasaan. Insyaallah bisa membantu
menenangkan perasaan
Trus gimana kalau yang tidak suka menulis? Gimana ya (ikut mikir juga )? Ya, menurut
saya, cobalah untuk menggambarkan perasaan. Karena terkadang ada
imajinasi-imajinasi yang turut dalam mengisi goresan-goresan tersebut.
Dan yang paling baik ketika lagi galau adalah curhat pada
Allah, sedekat-dekatnya dengan teman atau sahabat, tapi Allah lebih dekat
dengan kita. Minta ketenagan hati dan pikiran. Insyaallah lebi tenang. Setidaknya itulah yang saya lakukan ketika
tangan tak mampu lagi untuk merangkai kata atau menggoreskan garis-garis tak
beraturan.
***
Demikian sedikit cuap-cuap saya, semoga bisa memberikan
sedikit masukan ketika lagi galau bingung mau ngapain.. heheheheh ada-ada saja.
Sampai ketemu
dicuap-cuap berikutnya, titip salam buat disamping anda (hehhehe,, ala-ala)
0 comments: